04/03/2026
Tanggal 3 hari ini, usianya genap 53 tahun.
Lima puluh tiga tahun perjalanan.
Bukan perjalanan yang mudah.
Bukan perjalanan yang biasa.
Rusdi Masse — RMS — adalah nama yang tumbuh dari proses panjang.
Dari perjuangan.
Dari jatuh dan bangkit.
Dari keputusan-keputusan besar yang tidak semua orang berani ambil.
Ia pernah berada di titik tertinggi.
Namun hidup selalu memberi pilihan:
bertahan dalam kenyamanan…
atau melangkah menuju keyakinan?
RMS memilih keyakinan.
Ia mengambil keputusan besar.
Melepas yang telah dibangun bertahun-tahun.
Dan melangkah bersama Partai Solidaritas Indonesia, PSI.
Banyak yang bertanya dan heran.
Sebagian meragukan.
Tapi RMS tidak pernah setengah hati.
Jika melangkah, ia melangkah penuh.
Jika berdiri, ia berdiri tegak.
Taro ada’ taro gau’.
Apa yang diucapkan, itu yang dikerjakan.
Lambusu’ nakontu tojeng.
Lurus. Sungguh-sungguh.
Ia tenang, tapi bukan lemah.
Bijak, tapi tetap tegas.
Petarung yang tidak takut memulai ulang.
Lima puluh tiga tahun bukan angka biasa.
Ini titik di mana pengalaman bertemu keberanian.
Di mana ketenangan bertemu ketegasan.
Di mana pengorbanan melahirkan arah baru.
Keputusan itu memang tidak kecil.
Ada yang hilang.
Ada yang ditinggalkan.
Namun sejarah selalu membuktikan,
kehilangan besar sering kali melahirkan babak baru.
Hari ini, kita melihatnya.
Putra pertamanya, Muammar Gandi Rusdi, tumbuh sebagai Ketua Partai di Sulawesi Selatan.
Energi baru. Generasi baru.
Jika dulu RMS dikenal dengan politik kemanusiaan,
maka nilai itu tidak hilang.
Nilai itu diwariskan.
Karena pemimpin sejati bukan hanya meninggalkan jejak.
Ia meninggalkan penerus.
53 tahun bukan akhir perjalanan.
Ini fase kebijaksanaan.
Fase memantapkan arah.
Langkahmu tenang.
Namun getarnya terasa kuat dan jauh.
Selamat 53 tahun, Bosku RMS.
Politik mungkin soal pilihan, Kesetiaan kami adalah kepastian.