03/07/2026
Siaran Pers
International League of People’s Struggle (ILPS) Indonesia Chapter
“Mengecam Rentetan Kekerasan dan Pembunuhan di Kabupaten Intan Jaya Papua Tengah, Pemerintahan Prabowo Subianto Segera Hentikan Militerisasi dan Kekerasan di Papua”
International League of People’s Struggle (ILPS) Indonesia Chapter mengecam keras atas rentetan penyerangan, penembakan dan penembakan terhadap rakyat di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. ILPS Chapter Indonesia juga menyampaikan duka yang mendalam atas seluruh korban kekerasan akibat militerisasi, kekerasan dan operasi militer di Tanah Papua.
Pada 2 Juli 2026, seorang ibu hamil 7 bulan, Merkiana Sondegau (31 tahun) meninggal dunia akibat penembakan yang terjadi di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, sekitar pukul 20.00 WIT. Penembakan diduga berasal dari arah kompleks J2 di Kampung Bilogai dekat PLTD, yang disebut sebagai lokasi pasukan TNI non-organik. Pada 1 Juli 2026, Okto Tigau (20) ditemukan tewas di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya. Sebelumnya, Okto dinyatakan hilang sejak Senin, 29 Juni 2026. Jasad Okto ditemukan dalam kondisi berbagai jenis luka akibat benda tajam di sejumlah bagian tubuh.
Dua peristiwa tersebut menambah rentetan korban akibat semakin intensifnya penugasan militer dan operasi militer di wilayah Papua. Menurut Komnas HAM RI, selama periode Mei – Juni 2026 terjadi tujuh peristiwa kekerasan di Kabupaten Intan Jaya diantaranya: ledakan granat di halaman Gereja Katolik Santo Paulus Nabuni Mbamogo yang menyebabkan empat warga sipil terluka (17 Mei 2026), ledakan granat yang diduga dijatuhkan melalui drone di Kampung Danggoa, Distrik Agisiga menyebabkan dua warga sipil terluka (18 juni 2026), penembakan di kampung Kupia, distrik Agisiga, yang menyebabkan seorang gembala Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII), Elianus Agimbau meninggal dunia (29 Juni 2026).
Situasi di Intan Jaya saat ini menujukkan bahwa wilayah Papua kini menjadi daerah yang paling represif dimana rakyat sipil semakin rentan menjadi korban akibat militerisasi di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Berbagai program dan dalih stabilitas keamanan digunakan untuk melancarkan operasi militer dan pengerahan pasukan organik dan non organik. Selain operasi militer dengan dalih pembersihan gerakan bersenjata, deployment pasukan militer dan kepolisian diintensifkan untuk percepatan program seperti food and energy estate, pembangunan infrastruktur, perluasan perkebunan sawit dan tambang di Papua dengan status Proyek Strategis Nasional (PSN) yang memfasilitasi kapital utang dan investasi skala besar dari kapitalis monopoli internasional di bawah dominasi Amerika Serikat. Terlebih lagi, pembangunan Komodando Daerah Militer (Kodam) Baru dan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon-TP) kini semakin memperkuat dominasi militer untuk mengontrol politik dan keamanan di seluruh wilayah Papua dengan doktrin politik-militer Komando Teritorial TNI.
Suatu pertaruhan yang sengat keji dimana nasib rakyat Papua direndahkan atas nama pembangunan Indonesia yang justru merampas dan mengorbankan hidup dan masa depan rakyat Papua. Perjuangan rakyat Papua untuk mendapatkan hak atas kemajuan dan menentukan nasib sendiri (Rights to Self-Determination) ditindas dan dibungkam sedemikian rupa, dihadapi dengan mobilisasi dan operasi militer yang menebar intimidasi, kekerasan, teror dan pembunuhan rakyat Papua. ILPS Chapter Indonesia dengan tegas menyatakan kecaman atas berbagai tindakan dan operasi tersebut dan menuntut segera menghentikan militerisasi dan operasi militer di Papua, berikan keadilan bagi seluruh rakyat korban kekerasan dan keluarganya, hukum seluruh pelaku seberat-beratnya. ILPS Indonesia menyampaikan solidaritas dan dukungan terhadap perjuangan rakyat Papua menuntut keadilan, menghentikan kekerasan dan pembunuhan rakyat, serta perjuangannya untuk menentukan nasib sendiri bagi kemajuan dan kesejahteraan rakyat Papua.
Imperialisme, Hancurkan!
Feodalisme, Musnakan!
Kapitalisme Birokrat, Musuh Rakyat!
Rakyat Tertindas Terhisap Indonesia Bersatulah!
Jakarta, 3 Juli 2026
ILPS Indonesia Chapter
Helda Khasmy
Ketua