Sekretariat Pembangunan Rendah Karbon - LCDI

Sekretariat Pembangunan Rendah Karbon - LCDI Pembangunan Rendah Karbon - LCDI diresmikan oleh BAPPENAS pada tanggal 25 Oktober 2018

Pembangunan Rendah Karbon - LCDI merupakan platform baru pembangunan yang bertujuan untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan lingkungan melalui aktivitas pembangunan rendah emisi dan mengurangi eksploitasi sumber daya alam. LCDI bertujuan untuk mendukung iklim investasi hijau, memperkuat integrasi lintas sektor dalam pengambilan keputusan serta menjadikan Indonesia sebagai leader dalam pembang

unan rendah karbon. Kementerian PPN/Bappenas selaku system integrator dan think tank organization menyusun LCDI melalui pendekatan Holistic, Integrative, Thematic dan Spatial (HITS). Melalui pendekatan ini, potensi trade-off yang terjadi selama implementasi LCDI dapat diidentifikasi dan ditanggulangi agar target pembangunan setiap sektor tetap tercapai.

Hai  ,Sepanjang Juni–Juli 2026, berbagai agenda penting terkait keanekaragaman hayati menjadi ruang untuk memperkuat kol...
23/08/2026

Hai ,

Sepanjang Juni–Juli 2026, berbagai agenda penting terkait keanekaragaman hayati menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi, berbagi pembelajaran, dan mendorong pembiayaan yang lebih inovatif dan berkelanjutan.

Mulai dari 12th Regional Dialogue on Biodiversity Finance for Europe, Asia and Pacific di Antalya, Türkiye, hingga rangkaian kegiatan untuk mendukung implementasi IBSAP 2025–2045, Indonesia terus memperkuat langkah dalam menjaga keanekaragaman hayati sekaligus memastikan ketersediaan pembiayaan untuk mendukung upaya konservasi.

Yuk simak rangkaian kegiatan dan highlight-nya di carousel ini!






Kementerian PPN/Bappenas bersama BIOFIN Indonesia berpartisipasi dalam 12th Regional Dialogue on Biodiversity Finance for Europe, Asia and Pacific di Antalya, Türkiye.

Dalam forum ini, Nizhar Marizi, Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, menyampaikan praktik baik Indonesia dalam pengembangan biodiversity credits dan biodiversity budget tagging.

Dari Forum Global Menuju Penguatan Pembiayaan Nasional
Pembelajaran dari forum menjadi masukan untuk:

- Mengembangkan proyek konservasi yang layak investasi (investable projects)
- Memperluas kolaborasi internasional
- Mengembangkan instrumen pembiayaan inovatif
- Memperkuat perencanaan pembiayaan keanekaragaman hayati

Project SYMBIOTIC digagas oleh Kementerian PPN/Bappenas bersama Burung Indonesia sebagai langkah awal penyusunan strategi komunikasi IBSAP menuju Indonesia Emas 2045.

Kegiatan turut dihadiri oleh Leonardo A. A. T. Sambodo, Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, serta Inge Retnowati, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati KLH/BPLH.

Project SYMBIOTIC bertujuan mendorong pembelajaran dan kolaborasi multipihak menuju pencapaian target keanekaragaman hayati nasional dan visi Indonesia Emas 2045. Project ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, seperti pemerintah, mitra pembangunan, akademisi, masyarakat, swasta, hingga media.

Penandaan anggaran keanekaragaman hayati menjadi instrumen untuk mengevaluasi efektivitas serta efisiensi anggaran pengelolaan

Hi  ,Kementerian PPN/Bappenas turut berpartisipasi dalam International Green Youth Leaders Summit (IGYLS) 2026 yang dise...
15/08/2026

Hi ,

Kementerian PPN/Bappenas turut berpartisipasi dalam International Green Youth Leaders Summit (IGYLS) 2026 yang diselenggarakan oleh Green Democracy Institute (GDI) pada 8-9 Juli 2026 di Jakarta.

Forum internasional ini mempertemukan 100 pemimpin muda dari Indonesia dan berbagai negara untuk berkolaborasi mewujudkan pembangunan berkelanjutan, sejalan dengan tema besar tahun ini “Act Today. Shape Tomorrow”.

Bappenas turut hadir dalam sesi Panel Discussion and Strategic Dialogue bertopik “Youth Leadership for Sustainable Development and Climate Action”, sebagai bentuk dukungan terhadap peran generasi muda sebagai agen perubahan untuk pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Yuk, simak kilas balik kegiatannya! 👆




27/07/2026

Hi ,

Tahukah kalian bahwa kesetaran gender, disabilitas, dan inklusi sosial atau yang kerap disebut sebagai GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion) adalah kunci penting dalam pembangunan rendah karbon di Indonesia?

Pembangunan rendah karbon bukan hanya soal menurunkan emisi, tapi juga memastikan tidak ada seorang pun yang tertinggal. Di sinilah GEDSI berperan, memastikan perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya punya kesempatan yang setara untuk berpartisipasi dan merasakan manfaat pembangunan.

Melalui program Low Carbon Development Initiative (LCDI), GEDSI diarusutamakan mulai dari perencanaan kebijakan, pelaksanaan program, hingga pemantauan dan evaluasi demi Indonesia yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan bagi semua.

Yuk nonton video lengkapnya untuk mengetahui bagaimana pentingnya GEDSI dalam pembangunan rendah karbon di Indonesia, di YouTube LCDI melalui link berikut https://bit.ly/GEDSI101!




Hai  ,Keanekaragaman hayati merupakan modal alam yang menopang kehidupan, kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan Indo...
20/07/2026

Hai ,
Keanekaragaman hayati merupakan modal alam yang menopang kehidupan, kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan Indonesia. Namun, bagaimana kita dapat memastikan kekayaan tersebut dikelola dan dilindungi secara berkelanjutan?

Jawabannya dimulai dari data.

Sejalan dengan RPJMN 2025–2029 dan IBSAP 2025–2045, Dokumen Status Keanekaragaman Hayati Tujuh Wilayah di Indonesia menyediakan informasi ilmiah mengenai kondisi ekosistem, spesies, dan keanekaragaman genetik. Dokumen ini akan menjadi rujukan untuk mendukung perencanaan pembangunan dan pengambilan kebijakan pengelolaan keanekaragaman hayati yang berbasis bukti.

Yuk, geser slide berikut untuk melihat urgensi data dalam pengelolaan keanekaragaman hayati Indonesia!


EvidenceBasedPolicy EkonomiHijau
RPJMN20252029 IndonesiaEmas2045 PembangunanBerkelanjutan Bappenas LCDI

Hai  ,Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas bersama Global Green Growth Institute (GGGI) meresmikan Gree...
17/06/2026

Hai ,

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas bersama Global Green Growth Institute (GGGI) meresmikan Green Indonesia Future Initiative (GIFT) di Jakarta, 4 Juni 2026.

Dalam peluncuran tersebut disampaikan bahwa dunia saat ini telah melampaui 6–7 dari 9 planetary boundaries, yang menunjukkan bahwa tekanan terhadap sistem bumi sudah menjadi realitas yang perlu segera direspons dalam kebijakan pembangunan.

Ekonomi hijau kini tidak lagi dipandang sebagai trade-off terhadap pertumbuhan, tetapi sebagai mesin pertumbuhan baru yang juga membuka peluang penciptaan hingga 24 juta pekerjaan secara global.

Namun, tantangan utama masih berada pada sisi pembiayaan, sehingga diperlukan skema inovatif dan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat implementasi.

GIFT hadir sebagai platform untuk memperkuat kolaborasi, pembiayaan, dan implementasi menuju ekonomi hijau Indonesia.





GreenEconomy
EkonomiHijau
SustainableDevelopment
ClimateAction

Hai  ,Pada hari ini, kita memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Tahun ini, HLH mengangkat tema Climate Action, yan...
06/06/2026

Hai ,

Pada hari ini, kita memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Tahun ini, HLH mengangkat tema Climate Action, yang diwujudkan melalui slogan “Inspired by Nature. For Climate. For Our Future.” Tema ini mengingatkan kita bahwa alam adalah bagian penting dari solusi menghadapi krisis iklim.
Bumi telah mengirimkan berbagai sinyal, mulai dari kenaikan suhu global hingga cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi. Sinyal apa saja yang Bumi kirimkan kepada kita? Bagaimana kita bisa meresponsnya?



  Pembangunan,   Hutan bukan hanya soal lingkungan, tapi juga fondasi ekonomi dunia.Dari pangan, obat-obatan, energi, hi...
08/04/2026

Pembangunan,
Hutan bukan hanya soal lingkungan, tapi juga fondasi ekonomi dunia.Dari pangan, obat-obatan, energi, hingga jasa lingkungan, hutan menopang jutaan pekerjaan dan aktivitas ekonomi global Lebih dari itu, menjaga hutan juga berarti menjaga keberlanjutan ekonomi kita ke depan, termasuk dalam mendorong pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim.
Yuk, mulai lebih peduli dan berperan dalam menjaga hutan, karena menjaga hutan = menjaga perekonomian

PembangunanRendahKarbon LowCarbon PembangunanBerketahananIklim ClimateResilient EkonomiSirkular CircularEconomy EkonomiHijau GreenEconomy PerubahanIklim InvestingInOurPlanet partnershipforthegoals MembangunIndonesia

 , bicara soal air bukan hanya soal sumber daya, tetapi juga kesetaraan. Di banyak tempat, perempuan masih menjadi pihak...
28/03/2026

,

bicara soal air bukan hanya soal sumber daya, tetapi juga kesetaraan. Di banyak tempat, perempuan masih menjadi pihak yang paling dekat sekaligus paling terdampak ketika akses air terbatas. Karena itu, World Water Day 2026 mengangkat tema Water and Gender, untuk mendorong perempuan lebih terlibat dalam sektor teknis, pengambilan keputusan, dan pengelolaan air.

Sebenarnya, mengapa krisis air ternyata tidak netral gender? Yuk, cari tahu data dan fakta soal air dan hubungannya dengan kesetaraan pendidikan, ekonomi, kesempatan hidup, hingga gender.

Where water flows, equality grows.

HariAirSedunia2026 WaterAndGender WaterForAll WomenInWater WhereWaterFlowsEqualityGrows PembangunanRendahKarbon LowCarbon PembangunanBerketahananIklim ClimateResilient EkonomiSirkular CircularEconomy EkonomiHijau GreenEconomy PerubahanIklim InvestingInOurPlanet partnershipforthegoals MembangunIndonesia

Hai  ,Tahukah kamu bahwa perubahan iklim yang terjadi saat ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mengub...
28/01/2026

Hai ,

Tahukah kamu bahwa perubahan iklim yang terjadi saat ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mengubah cara hidup masyarakat pesisir Indonesia?

Kenaikan muka air laut, abrasi, dan banjir rob yang terjadi secara perlahan telah meningkatkan risiko hilangnya permukiman dan mata pencaharian, bahkan memicu terjadinya perpindahan penduduk.

Kementerian PPN/Bappenas telah meluncurkan “Kajian Awal Dampak Perubahan Iklim terhadap Perpindahan Penduduk di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Indonesia” pada akhir tahun lalu. Kajian ini memaparkan potensi wilayah pesisir yang rentan terhadap perubahan iklim, skala penduduk terdampak, serta dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan akibat perpindahan penduduk. Hasil kajian ini menegaskan pentingnya perencanaan pembangunan berketahan iklim yang terintegrasi, adil, dan berbasis data agar adaptasi dan kebijakan yang dirancang mampu melindungi masyarakat pesisir hari ini dan di masa depan.

Geser slide berikut untuk mengetahui lebih lanjut mengenai temuan utama dan rekomendasi kebijakan dalam kajian ini! 




Address

Jalan H. R. Rasuna Said Kav B
Jakarta
12940

Opening Hours

Monday 08:30 - 17:00
Tuesday 08:30 - 17:00
Wednesday 08:30 - 17:00
Thursday 08:30 - 17:00
Friday 08:30 - 17:00

Telephone

+622180679314

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sekretariat Pembangunan Rendah Karbon - LCDI posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Sekretariat Pembangunan Rendah Karbon - LCDI:

Shortcuts

Share