23/08/2026
Hai ,
Sepanjang Juni–Juli 2026, berbagai agenda penting terkait keanekaragaman hayati menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi, berbagi pembelajaran, dan mendorong pembiayaan yang lebih inovatif dan berkelanjutan.
Mulai dari 12th Regional Dialogue on Biodiversity Finance for Europe, Asia and Pacific di Antalya, Türkiye, hingga rangkaian kegiatan untuk mendukung implementasi IBSAP 2025–2045, Indonesia terus memperkuat langkah dalam menjaga keanekaragaman hayati sekaligus memastikan ketersediaan pembiayaan untuk mendukung upaya konservasi.
Yuk simak rangkaian kegiatan dan highlight-nya di carousel ini!
Kementerian PPN/Bappenas bersama BIOFIN Indonesia berpartisipasi dalam 12th Regional Dialogue on Biodiversity Finance for Europe, Asia and Pacific di Antalya, Türkiye.
Dalam forum ini, Nizhar Marizi, Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, menyampaikan praktik baik Indonesia dalam pengembangan biodiversity credits dan biodiversity budget tagging.
Dari Forum Global Menuju Penguatan Pembiayaan Nasional
Pembelajaran dari forum menjadi masukan untuk:
- Mengembangkan proyek konservasi yang layak investasi (investable projects)
- Memperluas kolaborasi internasional
- Mengembangkan instrumen pembiayaan inovatif
- Memperkuat perencanaan pembiayaan keanekaragaman hayati
Project SYMBIOTIC digagas oleh Kementerian PPN/Bappenas bersama Burung Indonesia sebagai langkah awal penyusunan strategi komunikasi IBSAP menuju Indonesia Emas 2045.
Kegiatan turut dihadiri oleh Leonardo A. A. T. Sambodo, Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, serta Inge Retnowati, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati KLH/BPLH.
Project SYMBIOTIC bertujuan mendorong pembelajaran dan kolaborasi multipihak menuju pencapaian target keanekaragaman hayati nasional dan visi Indonesia Emas 2045. Project ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, seperti pemerintah, mitra pembangunan, akademisi, masyarakat, swasta, hingga media.
Penandaan anggaran keanekaragaman hayati menjadi instrumen untuk mengevaluasi efektivitas serta efisiensi anggaran pengelolaan