12/10/2025
Dirjen PHL Beri Kuliah Umum Mahasiswa Kehutanan Seluruh Indonesia
Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari, Laksmi Wijayanti, menegaskan bahwa pengelolaan hutan lestari saat ini bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu optimasi lansekap hutan, optimasi model bisnis multi usaha kehutanan, serta optimasi peran Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH). Hal tersebut disampaikannya pada kuliah umum bertajuk Forestry Update Course (FUCo) yang diselenggarakan oleh Forum Pimpinan Lembaga Perguruan Tinggi Kehutanan Indonesia (FOReTIKA), di Bogor, Sabtu (11/10).
“Fokus utama dari strategi optimasi lansekap hutan adalah konsolidasi spasial dan rekonfigurasi lansekap. Langkah-langkah yang diambil meliputi konsolidasi spasial, yaitu penyelesaian masalah tumpang tindih kawasan dan penataan pemanfaatan berbasis konsesi, sambil memprioritaskan akses kepada masyarakat,” jelasnya.
“Adapun model bisnis multi usaha kehutanan didorong menjadi ‘tulang punggung (backbone)’ baru industri kehutanan dengan mengoptimalkan seluruh potensi kawasan hutan,” tambah Laksmi.
Strategi ini, menurut Laksmi, melibatkan diversifikasi usaha melalui pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, jasa lingkungan seperti ekowisata dan perdagangan karbon hutan, serta agroforestri untuk ketahanan pangan, energi, dan air. Strategi ini diterapkan dengan memberikan insentif transisi ke multi usaha kehutanan melalui penerapan Nilai Ekonomi Karbon dan kemudahan investasi, serta pengembangan infrastruktur hulu-hilir untuk mendukung pencapaian target FOLU Net Sink 2030.
“Terakhir, KPH diperkuat perannya sebagai ujung tombak pengelolaan hutan di tingkat tapak melalui penguatan kembali peran KPH dengan tahapan sesuai maturitasnya, pengembangan model pengembangan berbasis lansekap dengan penekanan khusus piloting pada Blok Khusus, serta mobilisasi pendanaan dan peningkatan kapasitas,” pungkas Laksmi.