08/06/2026
Paradoks Papua: emas di bawah kaki, kemiskinan di pelupuk mata.
Papua sering sekali hanya dipandang sebagai objek, lewat statistik kemiskinan dan ketertinggalan. Padahal ia pulau terbesar kedua di dunia yang memiliki kekayaan alam berlimpah serta menyimpan budaya ribuan tahun. Di tengah keagungannya, Papua berdiri dalam paradoks yang menyayat. Lebih jauh, konflik agraria di tanah adat mengingatkan pada tugas moral: menjaga warisan leluhur, melindungi keberagaman ekosistem, dan menegakkan martabat manusia.
Sang penulis, La Mochtar Unu, juga menyisipkan solusi global untuk konteks lokal. Ia turut mengelaborasi teori struktural dan institusional dengan memberikan contoh transformasi sebuah negara yang berhasil.