10/12/2025
"Sayang!" sapa Raffi di luar gerbang begitu semringah.
"Ngapain lu dateng jam segini?" sahut Tesya ketus.
"Kamu masih marah, Yang? Aku bisa jelasin semua kok," ucap Raffi berusaha membela diri.
"Apa yang harus lu jelasin Raffi?" tanya Tesya dengan senyum sinisnya.
"Aku beneran nggak pernah ada hubungan apapun sama Nayra, Tes. Kamu harus percaya!" ucap Raffi pelan dengan wajah memelas.
"Terus? Kenapa lu takut kalo Nayra bicara panjang lebar?" tanya Tesya mengeluarkan unek - uneknya.
"Tesya, sebenarnya aku emang sempet deket sama dia. Tapi, hanya itu. Kita nggak sampai jadian karena aku nggak ngerasa ada something apapun. Eh, dianya malah yang terlanjur nyaman dan ngejar terus," jawab Raffi panjang lebar.
Tesya diam mendengarkam. Dia tampak malas untuk menyela pembicaraan ini.
"Ayolah, Tesya! Masak kayak gini aja jadi masalah sih?" Raffi tampak sangat putus asa melihat wajah datar Tesya.
"Jadi lu php in dia gitu?" tanya Tesya setelah jeda diam lumayan lama.
"Nggak gitu," jawab Raffi bingung menjelaskannya.
"Kenapa? Lu pernah make dia? Terus lu nggak cocok dan akhirnya buang dia gitu?" tanya Tesya memperjelas lebih detail.
"Ya ampun! Kok bisa pikiran kamu sampai situ sih, Tes!" Raffi menganga tak percaya, dia tak menyangka Tesya bisa menebak setepat itu.
"Kita bukan anak kecil lagi, apalagi aku udah lama nakal juga. Kenapa sih pakai bohong dan nggak jujur sejak awal?" Mata Tesya mulai berkaca - kaca.
"Bukan gitu maksud aku, Tesya tolong sini d**g biar enak kalo ngomong. Aku bisa jelasin semuanya!" tangan Raffi menggapai - gapai di balik gerbang.
"Udahlah, Raf. Gue capek."
Setelah mengatakan hal itu Tesya langsung masuk ke dalam meninggalkan Raffi sendirian di luar. Raffi sungguh menyesalkan hal kemarin yang terjadi.
Entah kenapa hal yang seharusnya indah malah membuat luka seperti ini. Takdir memang tidak pernah ada yang tahu
Bab terbaru udah apdate di Fizzo ya guys! buruan baca di sana yukk pencariannya (Story of ladypunk) Tesya. Happy reading ❤️❤️❤️