03/09/2026
,
Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan saat ini bukanlah kebakaran biasa. Hingga akhir Agustus 2026, hampir 10.000 hektare lahan telah hangus terbakar.
Situasi menjadi sangat menantang karena mayoritas titik api berada di lahan gambut yang karakteristiknya menyembunyikan bara api di bawah permukaan tanah.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI turun langsung ke lapangan untuk mengevaluasi penanganan bencana. Dari hasil temuan, tim pemadam menghadapi "3 PR Besar": lokasi titik api yang sulit dijangkau, minimnya sumber air, hingga keterbatasan anggaran operasional.
Untuk menjawab tantangan itu, Komisi VIII DPR RI mendorong BNPB dan BPBD melakukan sinergi lintas sektor. Solusi taktis segera dieksekusi, mulai dari optimalisasi drone thermal dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), pembangunan embung air, hingga kolaborasi pendanaan menggunakan skema Dana Siap Pakai (DSP) dan sumber anggaran lainnya.
Komisi VIII DPR RI akan terus mengawal penanganan ini agar proses pemadaman berjalan efisien dan kabut asap di Kalsel dapat segera teratasi.
Yuk, kita doakan dan kawal terus agar masyarakat Kalsel segera mendapatkan udara yang bersih dan sehat kembali!