12/06/2026
Perjalanan LBH MRI: Dari Pengalaman Menjadi Pengabdian
LBH MRI lahir bukan sekadar sebagai sebuah lembaga, tetapi dari sebuah perjalanan hidup yang penuh pelajaran tentang arti keadilan. Saya, ADV Ansar S.H., C.PT, selaku Ketua Umum sekaligus Pendiri LBH MRI, memahami bahwa tidak semua masyarakat memiliki kemudahan untuk mendapatkan akses hukum dan keadilan.
Perjalanan ini berawal dari pengalaman keluarga kami sendiri yang pernah berada pada posisi mencari keadilan. Kami merasakan bagaimana sulitnya memahami hukum, mencari pendampingan, dan memperjuangkan hak-hak yang seharusnya dilindungi oleh hukum. Dari pengalaman itulah tumbuh sebuah tekad bahwa masyarakat tidak boleh dibiarkan berjuang sendirian ketika menghadapi persoalan hukum.
Dengan segala keterbatasan, tantangan, dan pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, bahkan materi, LBH MRI perlahan dibangun sebagai wadah pengabdian untuk masyarakat. Tidak sedikit hambatan yang dihadapi dalam proses pendiriannya, namun keyakinan bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan pendampingan hukum menjadi kekuatan untuk terus melangkah.
LBH MRI hadir dengan harapan menjadi rumah bagi masyarakat pencari keadilan, tempat mereka mendapatkan edukasi hukum, pendampingan, serta pembelaan atas hak-haknya. Kami percaya bahwa hukum harus dapat diakses oleh semua orang, bukan hanya oleh mereka yang memiliki kemampuan dan kekuatan.
Perjuangan ini bukan tentang membangun nama besar sebuah lembaga, melainkan tentang menghadirkan manfaat bagi orang banyak. Setiap masyarakat yang terbantu, setiap hak yang berhasil diperjuangkan, dan setiap keadilan yang berhasil ditegakkan adalah alasan mengapa LBH MRI terus berdiri dan bergerak hingga hari ini.
Semoga LBH MRI terus menjadi cahaya bagi masyarakat yang membutuhkan perlindungan hukum, serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mewujudkan keadilan yang lebih mudah diakses oleh seluruh rakyat Indonesia.
ADV Ansar S.H., C.PT
Ketua Umum dan Pendiri LBH MRI :::
"Terkadang seseorang mendirikan jalan bagi orang lain karena ia pernah merasakan sulitnya berjalan sendirian. Dari pengalaman mencari keadilan, lahirlah pengabdian untuk memperjuangkan keadilan bagi sesama."
โ