GBI ITC - Jambi Blessing Ministry

GBI ITC - Jambi Blessing Ministry Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from GBI ITC - Jambi Blessing Ministry, Komplek Jambi Trade Centre Blok B No. 27, Talang Banjar/, Jambi.

03/03/2017

* Tabur tuai *

Apa yang kau TANAM,
Itulah..,
Yang akan kau TUAI..

TANAMLAH KEBAIKAN..!
Tanamlah..
Kesabaran,kejujuran dan kearifan.

JAUHKANLAH dirimu
dari segala jenis KEJAHATAN..
(1Tes 5:22)

JANGAN MENANAM KEJAHATAN..!
Jangan menanam..
Keegosian, kebohongan dan kelicikan

Apa yang kau TABUR hari ini,
“SUATU HARI” nanti,
Pasti kau MENUAI “buahnya”..!

Jika SUATU HARI nanti ..
KAKIMU melemah
dan “sulit” MELANGKAH,
adakah orang yg BERSEDIA membantumu berjalan?
ADAKAH..
BUAH-BUAH indah yg akan kau TUAI?

Jika SUATU HARI nanti,
rambutmu memutih,
dan pikun,
tak lagi bisa mengingat orang,
adakah orang yang tetap MENGINGATMU?
ADAKAH..
BUAH -BUAH indah yg akan kau TUAI?

Jika SUATU HARI nanti,
Tubuhmu sakit dan terbaring,.
adakah orang yang SETIA MENEMANI disisimu?
ADAKAH..
BUAH-BUAH indah yg akan kau TUAI?

Sahabatku..
Sebelum semuanya terjadi..
TANAMLAH KEBAIKAN..!

Barangsiapa MENANAM KEJAHATAN,
ia akan menuai derita
dalam KEBINASAAN..

BENAHI DIRIMU..!
TANAMLAH KEBAIKAN..!
Maka,
Kau PASTI MENUAI HIDUP
yg penuh dgn “buah-buah” KEBAIKAN.
Galatia 6 : 8.

03/03/2017

*Take and Give ".

Ada seorang ayah yang mempunyai
3 orang anak dgn harta sebanyak :
"19 ekor kerbau"

Ketika mendekati ajalnya, sang Ayah membagikan warisan kepada ke tiga anaknya dengan pesan :

1/2 utk anak pertama,
1/4 utk anak kedua,
1/5 utk anak ketiga.

Setelah sang ayah meninggal dunia.

Ketiga anaknya membagikan kerbau sesuai
pesan ayah mereka.

Tapi mereka menemukan
~ kesulitan 🤔
~ dan keganjilan 🤗

*1/2 x 19 = 9,5 ekor*
*1/4 x 19 = 4,75 ekor*
*1/5 x 19 = 3,8 ekor*

bahwa masing2 mereka akan mendapatkan bagian kerbau yg tidak utuh
dan masing2 anak *TIDAK MAU*
mengalah

semua berusaha mendapatkan bagian secara utuh

karena harta peninggalan sang ayah berjumlah 19 ekor kerbau.

Kabar tentang pertengkaran mereka terdengar oleh seorang bapak miskin yg hanya mempunyai 1 ekor kerbau.

Krn prihatin dgn hal tsb, akhirnya sang bapak menemui mereka, dan bersedia
dengan ikhlas memberikan kerbau nya
supaya masing2 anak mendapat
bagian yg utuh,

sehingga jumlah kerbau menjadi_ 19+1=20 EKOR*. Dan Anak2 itu setuju

dan mereka. mulai membagi :
Anak pertama mendapat :
*1/2 x 20 = 10 ekor*

Anak yang kedua mendapat bagian :
*1/4 x 20 = 5 ekor*

Anak yang ketiga mendapat bagian :
*1/5 x 20 = 4 ekor.*

Demikianlah masing2 anak mendapatkan bagian yg utuh. Dan totalnya
ternyata *10+5+4=19*

*AJAIB KAN ?*
Akhirnya tersisa 1 ekor yang paling.gemuk diberikan pada bapak miskin yang bijak tadi.

Percayalah jika kita memberi dengan ikhlas untuk menjadi bagian dari solusi, ternyata kita _TIDAK KEHILANGAN_ sesuatu apapun, malah memberi manfaat bagi sesama karena Allah lah yang akan menggantikan semua itu.

Seperti dlm kasus ini walaupun sebenarnya sang bapak yg miskin tidak mengharap kerbaunya kembali, krn ia telah ikhlas menjadi bagian dari solusi itu ...............!!!

*_PESAN MORAL_ :*
Memberi, tidak berarti akan mengurangi harta yg kita punya walau sepeserpun

03/03/2017

Panci beranak.
Suatu Hari Kadir meminjam Panci dari tetangganya. Kemudian mengembalikan panci tsb beserta panci kecil di dalamnya.

Tetangganya bertanya: "Panci kecil ini utk apa?"

Kadir menjawab: "Kemarin pancimu melahirkan di rumahku, dan panci kecil itu adalah anaknya"

Tetangganya pun dengan senang hati menerima alasan kadir karena hal itu menguntungkannya.

Sebulan kemudian Kadir kembali meminjam panci dari tetangganya.

Teringat kejadian bulan lalu maka tetangganya meminjamkan panci yg berukuran lebih besar kpd Kadir dengan harapan akan mendapatkan anak panci yg lebih besar dari sebelumnya.

Hari pun berlalu dan panci tak kembali, esok paginya dia menemui Kadir dan bertanya tentang pancinya.

Kadir menjawab: "Aku turut bersedih krn pancimu telah mati"

Dengan nada marah dia berteriak: "Bagaimana mungkin panci bisa mati, ini hanya permainanmu saja, kembalikan panciku, segera!!"

Kadir : "Mengapa kamu tidak percaya kalau pancimu telah mati sedangkan kemarin kamu percaya bahwa pancimu telah melahirkan!!"

Pesan Moral:
Banyak dari kita yg menerima segala bentuk kebohongan jika itu menguntungkan kita. Dan menolak kebenaran/kejujuran jika itu merugikan kita.

01/03/2017

"WKT YG PALING TEPAT Untuk BERTINDAK"..
... Kalau petani menanti saat yg tepat u/ menabur, dia tdk akn pernah menanam sesuatu...... Kalau seorg karyawan menanti saat yg tepat u/ melakukan yg terbaik dlm pekerjaannya, dia sdh kalah bersaing dgn yg lain....... Jk seorg penulis menunggu saat yg tepat u/ menulis, dia tdk akn menghslkan apa2... .... Intinya ktk kt menunggu saat yg tepat, sebenarnya saat itu adlh skrg...
Saat ini!!.... Inilah kesempatan yg kt pny u/ bkrj dgn sungguh & menorehkan sesuatu yg ber-hrg dlm hdp kt.... .... Jgn tunggu saat yg tepat u/ mengekspresikan kasihmu kpd pasangan....... Jgn tunggu saat yg tepat u/ menghslkan sesuatu dlm pekerjaanmu....... Jgn tunggu saat yg tepat u/ memulai sesuatu yg Br....... Krn saat yg tepat itu adlh skrg... .... Menunggu lg justru akn membuat kt membuang wkt ber-hrg yg kt miliki skrg.....

Sebuah nats menulis demikian : Brg Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai.

01/03/2017

1̲0̲ ̲S̲i̲k̲a̲p̲ ̲H̲i̲d̲u̲p̲ ̲B̲a̲h̲a̲g̲i̲a̲.
1. Lepaskanlah Rasa Kuatir & Ketakutan. Ketakutan & kekuatiran hanyalah imajinasi pikiran akan suatu kejadian di masa depan yang blum tentu terjadi, kebanyakan hal-hal yang Anda kuatirkan & takutkan tak pernah terjadi ! It's all only in your mind.
2. Buanglah Dendam. Dendam & Amarah yang disimpan hanya akan menyedot energi diri Anda & hanya mendatangkan KELELAHAN JIWA, BUANGLAH !!
3. Berhentilah Mengeluh. Mengeluh berarti selalu tak menerima apa yang Ada saat ini, apalagi kalau itu disertai dengan rasa tak puas terhadap pihak lain , itu berarti secara tak sadar Anda telah membawa-bawa beban negatif.
4. Bila Ada Masalah, Selesaikan Satu Persatu. Hanya inilah cara menangani setiap persoalan satu demi satu, Bukan Satu per Dua krn itu berarti anda selalu Tidak Menuntaskan masalah yg terjadi .
5. Tidurlah Dengan Nyenyak. S'mua masalah tak perlu dibawa tidur. Hal tersebut buruk & tak sehat, biasakanlah tidur dengan nyaman.
6. Jauhi Urusan Orang Lain. Biarkan masalah orang lain menjadi urusan mereka sendiri. Mereka memiliki cara sendiri untuk menangani setiap masalahnya.
7. Hiduplah Pada Saat Ini, Bukan Masa Lalu. Nikmati masa lalu sebagai kenangan, jangan tergantung padanya. Konsentrasilah hidupmu pada kejadian saat ini, karna apa yang Anda miliki adalah saat ini, bukan kemarin, bukan besok. "Be totally present"
8. Jadilah Pendengar Yang Baik. Saat menjadi pendengar, anda belajar & mendapatkan ide-ide baru berbeda dari orang lain.
9. Berpikirlah Positif.
Rasa frustasi datang dari pikiran negatif. Kembalilah berpikir positif. Bertemanlah dengan orang-orang yang berpikiran positif & terlibatlah dengan kegiatan-kegiatan positif.
10. Bersyukurlah. Bersyukurlah atas hal-hal kecil yang akan membawa Anda pada hal-hal besar. Sekecil apapun karunia yang Anda terima, akan menghasilkan hal-hal besar & s'lalu membawa Anda kepada Kebahagiaan saat Anda bersyukur

23/02/2017

Seorang Guru membuat garis sepanjang 10 cm di atas papan tulis, lalu berkata : "Anak2, coba perpendek garis ini!"

Anak pertama maju kedepan, ia menghapus 2 cm dr garis itu, skrg menjadi 8 cm. Pak Guru mempersilakan anak ke 2. Iapun melakukan hal yg sama, 'sekarang' garisnya tinggal 6 cm. Anak ke 3 & ke 4 pun maju kedepan, skrg garis itu tinggal 2 cm.

Terakhir, anak yg Bijak maju kedepan, ia membuat garis yg lbh panjang, sejajar dgn garis pertama, yg tinggal 2 cm itu.

Sang Guru menepuk bahunya, "Kau memang bijak. Utk membuat garis itu menjadi pendek, tak perlu menghapusnya - cukup membuat garis yg lbh panjang. Garis pertama akan menjadi lbh pendek dgn sendirinya."

Utk memenangkan Tak perlu mengecilkan yg lain, Tak usah menjelekan yg lain, krn secara tak langsung, membicarakan kejelekan yg lain adalah cara tak jujur utk memuji diri sendiri. Cukup lakukan kebaikan terbaik yg dpt kita lakukan utk smuanya, biarkan wkt akan membuktikan kebaikan tsb....
Amin.

17/02/2017

"HATI YANG PENUH SYUKUR"

Sering kita bertanya pada diri kita sendiri :

kenapa kita harus mengalami kesulitan
sementara orang lain bisa senang

kenapa kita harus bekerja keras sampai harus lembur
sementara orang lain sudah pulang ke rumah

kenapa kita selalu menjadi karyawan
sementara orang lain bisa jadi usahawan sukses

kenapa kita harus berhujan-hujan naik angkutan umum
sementara orang lain merasa nyaman di kendaraan pribadinya

tapi pernahkah kita bertanya :

adakah orang lain yang lebih susah daripada kita
malah tidak pernah tahu apa yg namanya senang

adakah orang lain yang tidak punya pekerjaan sama sekali
sampai rela bekerja apapun

adakah orang yang bahkan untuk naik angkutan umum saja
tidak mampu bayar

kenapa kita selalu melihat ke atas, dan tidak pernah melihat ke
bawah?

kenapa saat kita susah kita menyalahkan TUHAN, tetapi
pada saat senang kita lupa pada TUHAN?

kenapa kita selalu komplain, tapi tidak pernah Bersyukur?
jawabannya tidak ada di buku mana pun, tidak ada di siapa pun, tapi di hati kita sendiri…

Bersyukurlah selagi kau mampu untuk Bersyukur….
sebelum segalanya terlambat dan diambil darimu.

25/01/2017

"Ingatkah kamu akan AKU?"

Saat kau bangun di pagi hari, AKU memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepada-KU, walaupun hanya sepatah kata untuk meminta pendapat-KU atau bersyukur kepada-KU atas sesuatu hal indah yang terjadi di dalam hidupmu kemarin, tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja. AKU kembali menanti.

Saat engkau sedang bersiap, AKU tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapa-KU, tetapi engkau terlalu sibuk. Di satu tempat, engkau duduk di sebuah kursi selama lima belas menit tanpa melakukan apapun. Kemudian AKU melihat engkau menggerakkan kakimu. AKU berpikir engkau ingin berbicara kepada-KU tetapi engkau berlari ke telepon dan menelepon seorang teman untuk mendengarkan gosip terbaru. AKU melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan AKU menanti dengan sabar sepanjang hari.

Dengan semua kegiatanmu, AKU berpikir engkau terlalu sibuk untuk mengucapkan sesuatu kepada-KU. sebelum makan siang AKU melihatmu memandang kesekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepada-KU, itulah sebabnya mengapa engkau tidak menundukkan kepalamu.

Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara kepadaku dengan lembut sebelum mereka makan, tetapi engkau tidak melakukannya. Tidak apa-apa. Masih ada waktu yang tersisa, dan AKU berharap engkau akan berbicara kepada-KU, meskipun saaat engkau pulang ke rumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan.

Setelah beberapa hal tersebut selesai engkau kerjakan, engkau menyalakan televisi, AKU tidak tahu apakah kau s**a menonton televisi atau tidak, hanya saja engkau selalu kesana dan menghabiskan banyak waktu setiap hari didepannya, tanpa memikirkan apapun, hanya menikmati acara yang ditampilkan. Kembali AKU menanti dengan sabar saat engkau menonton TV dan menikmati makananmu tetapi kembali kau tidak berbicara kepada-KU.

Saat tidur KU-pikir kau merasa terlalu lelah. Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ke tempat tidur dan tertidur tak lama kemudian. Tidak apa-apa karena mungkin engkau tidak menyadari bahwa AKU selalu hadir untukmu. AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari. AKU bahkan ingin mengajarkanmu bagaimana bersabar terhadap orang lain. AKU sangat mengasihimu, setiap hari AKU menantikan sepatah kata, doa atau pikiran atau syukur dari hatimu.

Baiklah… engkau bangun kembali dan kembali. AKU akan menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau akan memberi-KU sedikit waktu.

Semoga harimu menyenangkan.

Dari : Penciptamu

GOD Bless Us

24/01/2017

"SEBERAPA PINTARKAH ANDA?"

Setengah berlari Jo keluar dari gerbang sekolah. Anak SMP kelas dua itu kelihatannya gembira sekali. Bagaimana tidak senang, sebagai anak remaja, hari ini dia menerima piala bergilir kepala sekolah karena prestasinya sebagai juara satu lomba catur SLTP Merdeka. Di tangan kirinya ada piala yang sangat diinginkan oleh setiap murid di Sekolah Merdeka.
Jo menyusuri trotoar menuju rumahnya yang berjarak hanya beberapa blok dari sekolah. Jo berlari-lari karena ingin mengabari bundanya di rumah bahwa sekarang dia juara catur nomor wahid di sekolah. Jo membayangkan respon yang terkagum-kagum dari bunda yang sangat sayang padanya. Tidak lupa bayangannya akan sebuah hadiah dari papanya.

Tiba-tiba gerimis turun. Memang sejak tadi pagi mendung dan cuaca kurang baik. Tidak lama berselang hujan deras mengguyur bumi. Jo tidak berani ambil resiko menembus hujan walaupun dia sudah ada persis di portal perumahan tempat keluarganya tinggal.

Jo segera berlari ke pos satpam dan bertemu seorang pria bersahaja. Seorang pria paruh baya bersandal jepit, celana pendek dengan kaos oblong.

“Selamat siang pak, numpang berteduh.” Jo basa-basi
“Silahkan nak, duduk di sini aja.” Pria paruh baya itu menggeser tubuhnya sehingga Jo kebagian tempat duduk.
“Pulang sekolah nak?”
“Ya pak!”
“Wah, dapat piala nih, juara satu lagi, hebat.hebat.” Pria paruh baya terkagum-kagum melihat piala di tangan Jo.
“Juara apa ya nak?” Pria itu bertanya serius
“Catur pak! Saya jadi juara satu di Sekolah Merdeka! Dengan beberapa langkah saja semua mereka pada rontok!” Jo jumawa seraya menyingsingkan lengan baju seragamnya yang sempat basah. “Oh, ya kebetulan pak, sambil menunggu hujan reda bagaimana kalau kita bermain catur aja!” Jo memberi gagasan seraya terus menampakkan wajah jumawa.
“Maaf nak, bapak tidak paham!” Pria paruh baya bergumam pelan
“Gini aja, saya ajarin jalan-jalannya ‘ntar bisa sendiri kok.” Jo meyakinkan
“Baiklah kalau begitu” Pria paruh baya itu menggut-manggut

Jo segera mengeluarkan papan catur mini dari tas punggungnya. Dengan bergaya seperti seorang sang juara, Jo mengatur semua anak catur dan mulai menjadi mentor. Pria paruh baya itu mengangguk-angguk sambil memperhatikan dengan serius. Tidak lama berselang, keduanya larut dalam permainan catur yang di pandu Jo. Dengan keyakinan yang besar, Jo merasa bahwa dalam beberapa langkah akan terjadi “Skak” dan raja pria paruh baya itu mati.

Di luar pos hujan mulai reda tetapi angin berhembus melalui celah-celah dinding. Jo tidak merasakan hembusan angin sepoi itu, bahkan sekarang keringat dingin mulai mengucur dari keningnya. Rajanya terdesak sementara perdana mentrinya sudah mati. Tidak ada jalan keluar selain menyerah. Jo tertunduk diam dan tidak berani menatap pria paruh baya yang nampak tenang seraya tersenyum-senyum di depannya.
“Skak mat!” Suara tenang pria paruh baya seperti guntur yang membelah angkasa. Jo terpuruk di sudut putih tanpa mampu berbuat apa-apa.
“Baiklah nak, bapak harus pulang, soalnya sopir saya sudah datang tuh. Terimakasih buat pelajaran caturnya.” Pria paruh baya itu segera berlari menuju mobil dan segera menghilang di tikungan komplek. Jo terdiam tak bergerak seperti patung sampai seorang satpan masuk ke Pos, seorang satpam yang sangat Jo kenal.
“Siang Jo, kehujanan ya?” Satpam menyapa
“Eh, ah,..ya pak.”
“Kamu sempat ngobrol sama bapak yang tadi itu ya?”
“Pria bersandal jepit itu?”
“Ya, yang barusan keluar dari pos ini lho, bapak itu hebat Jo. Baru pulang dari invitasi catur tingkat dunia di Rusia. Grand Master brilian. Hebat dia Jo, juara satu!” Satpam bicara pelan dengan nada kagum tetapi seperti guntur yang membuat semua rambut di kepala Jo berdiri tegak lurus 90 derajat.

Jo berlari-lari menuju rumahnya. Jo membanting pintu kamarnya dan tidak menghiraukan suara bunda yang mengetuk-ngetuk dari
luar. Jo tidak mau lagi menceritakan sesuatupun mengenai catur kepada bundanya. Jo bahkan melupakan janji hadiah dari papanya. Jo segera meletakkan pialabergilir juara satu itu di atas meja belajarnya. Jo mengambil kertas dan menulis. “Aku tidak akan pernah lagi menyombongkan prestasi apapun.”

Sering kali, kita merasa seperti orang yang paling bijaksana. Paling pintar. Paling berprestasi. Sehingga dalam pertemuan rapat, kita menyudutkan orang. Menertawakan ide-ide orang. Menganggap apa yang orang lain sampaikan adalah rendah dan tidak satu level dengan pemikiran kita. Rapat-rapat majelis gereja kadang-kadang menjadi arena yang lebih panas dari gedung kasino ketika seorang pendeta muda yang baru menyelesaikan S2 di universitas ternama di luar negeri berteriak kencang. “Ide ini yang paling tepat karena saya sudah melakukan survey di luar negeri”. Demikian kira-kira bahasa Pendeta master itu.

Namun apakah demikian adanya? Seorang Filsuf ternama dari Athena pernah berkata: “Hanya satu hal yang saya tahu yaitu bahwa saya tidak tahu apa-apa.” Socrates mengatakan bahwa orang yang paling bijaksana adalah orang yang mengetahui bahwa dia tidak tahu. Hakikat dari seni Socrates terletak dalam fakta bahwa dia tidak ingin menggurui orang. Sebaliknya dia memberi kesan sebagai seorang yang selalu ingin belajar dari orang-orang lain yang dianjaknya berbicara. Hal ini sangat sesuai dengan pesan Kitab Suci.

Alkitab telah memberikan kita pesan yang utuh: “Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan.” Amsal 3:7. Sebab karena memang kita tidak perlu menganggap diri kita berhikmat karena asal dari pada pengetahuan adalah takut akan Tuhan (Amsal 1 : 7). Tidak ada yang cukup bijaksana kalau tidak bersumber dari Allah. Tidak ada satu hal apapun yang cukup bijaksana jikalau tidak di mulai dengan rasa hormat kepada Allah.

Berkali-kali saya menemukan orang-orang yang arogan seperti digambarkan dalam tokoh Jo di atas, mereka berbicara lantang, menulis tajam, dan kadang-kadang jumawa dengan menyertakan berbagai gelar akademis di depan dan belakang nama. Mereka sedemikian hebat dan memojokkan orang lain, menyudutkan pandangan orang lain, berupaya menunjukkan kepada orang lain bahwa dia adalah seseorang yang patut untuk diperhitungkan, tanpa mau perduli bahwa sikap dan gaya mereka melukai banyak orang.

Bukan hanya dalam dunia sekuler, dalam gerejapun kita acapkali bertemu dengan pribadi-pribadi seperti Jo di atas. Mereka berpikir bahwa mereka cukup pintar sehingga layak untuk menjadi mentor. Mereka berpikir bahwa mereka cukup layak untuk berbicara hanya karena sedikit prestasi yang sudah dicatatkan dalam hidupnya. Mereka berpikir bahwa dengan sedikit pengakuan berprestasi dari komunitas di mana dia berinteraksi, cukup bagi dia untuk BERBICARA BANYAK. Mereka adalah pribadi-pribadi yang bertebaran di sekitar kita. Atau jangan-jangan kita adalah salah satu dari Jo-Jo itu? Tetapi hati-hatilah, ada PRIA PARUH BAYA yang segera akan membuat anda tersipu-sipu malu hingga tidak berani walau hanya sekedar mengangkat wajah.

23/01/2017

"BERBUAT BAIK, APAKAH IMBALANNYA?"

Aku bekerja sebagai receptionist di sebuah kantor dokter ahli mata. Dokterku pada awal karirnya harus pergi ke rumah-rumah jompo untuk mencari pasien, dan kini setelah ia memperoleh 10.000+ pasien dan super sibuk dengan pekerjaannya ia masih saja mempertahankan kontrak dengan rumah-rumah jompo tersebut.

Di pagi ini ada seorang nenek yang menelepon langsung dari salah satu rumah jompo itu. Ia memperkenalkan dirinya serta berusaha sesingkat mungkin mengutarakan permasalahan yang tengah dihadapinya, karena biasanya orang-orang yang lahir asli di negara ini tidak mau menyia-nyiakan waktu untuk mendengar keluh kesah orang lain, terlebih lagi seorang tua seperti ibu tersebut.

Dia berkata, “Sewaktu dokter anda mengunjungi rumah jompo kami dia sempat memeriksa mata saya serta memberikan resep kacamata, namun pada saat itu saya benar-benar tidak memiliki uang yang cukup sehingga saya tidak dapat segera menebusnya. Sekarang saya rasa saya sudah dapat menyisihkan sedikit uang, sehingga saya ingin tahu berapa harganya.”

Segera saja aku menjawab bahwa harga kacamata ditentukan oleh model kacamata yang diinginkan, serta jenis lensa yang ia butuhkan. Tapi aku juga tak lupa menyarankan agar sebaiknya ibu tersebut menggunakan saja frame kacamatanya yang lama untuk menghemat uang. Selain itu aku juga berusaha mencari jalan lain untuk memastikan agar ibu tersebut dapat memperoleh kacamata dengan harga paling rendah serta dengan cara yang paling convenient bagi orang seumurnya. Jawabanku ternyata membuat ibu tersebut sangat gembira sekaligus terharu. Dia merasa kaget karena masih ada orang yang bersedia meluangkan waktu untuk menolongnya. Berulang kali ibu itu mengucapkan terima kasih sampai aku sendiri merasa tidak enak mendengarnya.

Aku merasa tersentuh atas reaksi ibu tadi. Keputusanku untuk menolongnya tadi benar-benar tulus tanpa mengharapkan imbalan apa-apa, dan memang secara material aku juga tidak memperoleh keuntungan apa-apa. Tetapi bila kita renungkan lebih jauh, kadang-kadang tindakan sekecil apapun yang kita perbuat dapat berarti sekali bagi orang yang tengah membutuhkannya. Seringkali cara berbicara kita yang ramah dan sabar saja sudah sangat menolong menenangkan hati pasien yang barangkali tengah menderita kesakitan. Berbuat kebaikan tidak selalu dapat diukur dengan uang. Bagiku, tidak ada yang dapat menggantikan eskpresi wajah atau nada bicara orang-orang yang telah merasakan betapa besar artinya apa yang telah kita lakukan bagi mereka.

13/01/2017

"PAKIS DAN BAMBU"

Suatu hari aku memutuskan untuk berhenti..
Berhenti dari pekerjaanku, berhenti dari hubunganku dengan sesama dan berhenti dari spiritualitasku, aku pergi ke hutan untuk bicara dengan TUHAN untuk yang terakhir kalinya.
“TUHAN,” kataku. “Berikan aku satu alasan untuk tidak berhenti?”
DIA memberi jawaban yang mengejutkanku. “Lihat ke sekelilingmu, ” kata-NYA. “Apakah engkau memperhatikan tanaman pakis dan bambu yang ada di hutan ini? ”
“Ya,” jawabku.
Lalu TUHAN berkata:
“Ketika pertama kali AKU menanam mereka, AKU menanam dan merawat benih-benih mereka dengan seksama. AKU beri mereka cahaya. AKU beri mereka air. Pakis-pakis itu tumbuh dengan sangat cepat. Warna hijaunya yang menawan menutupi tanah. Namun tidak ada yang terjadi dari benih bambu, tapi AKU tidak berhenti merawatnya.”
“Dalam tahun kedua, pakis-pakis itu tumbuh lebih cepat dan lebih banyak lagi. Namun, tetap tidak ada yang terjadi dari benih bambu, tetapi AKU tidak menyerah terhadapnya. ”
“Dalam tahun ketiga tetap tidak ada yang tumbuh dari benih bambu itu tapi AKU tetap tidak menyerah begitu juga dengan tahun keempat.”
“Lalu pada tahun kelima sebuah tunas yang kecil muncul dari dalam tanah. Dibandingkan dengan pakis, tunas itu kelihatan begitu kecil dan sepertinya tidak berarti.”
“Namun enam bulan kemudian, bambu ini tumbuh dengan mencapai ketinggian lebih dari 100 kaki. Dia membutuhkan waktu lima tahun untuk menumbuhkan akar-akarnya. Akar-akar itu membuat dia kuat dan memberikan apa yang dia butuhkan untuk bertahan. AKU tidak akan memberikan ciptaanKU tantangan yang tidak bisa mereka tangani.”
“Tahukan engkau, anakKU, dari semua waktu pergumulanmu, sebenarnya engkau sedang menumbuhkan akar-akarmu? AKU tidak menyerah terhadap bambu itu. AKU juga tidak akan pernah menyerah terhadapmu.”
Tuhan berkata, “Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Bambu-bambu itu memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan pakis tapi keduanya tetap membuat hutan ini menjadi lebih indah. ”
“Saatmu akan tiba,” TUHAN mengatakan itu kepadaku. “Engkau akan tumbuh sangat tinggi.”
“Seberapa tinggi aku harus bertumbuh, TUHAN?” tanyaku.
“Sampai seberapa tinggi bambu-bambu itu dapat tumbuh?” TUHAN balik bertanya.
“Setinggi yang mereka mampu?” aku bertanya.
“Ya,” jawab-NYA. “Muliakan AKU dengan pertumbuhanmu, setinggi yang engkau dapat capai.”
Lalu aku pergi meninggalkan hutan itu dan menceritakan kisah ini. Setiap orang memiliki hari-hari dimana mereka ingin untuk “berhenti”.
Ketika ada pergumulan, masalah-masalah dalam hidup, ingatlah bahwa kita hanya sedang menumbuhkan akar-akar kita!!
TUHAN memiliki sebuah tujuan di dalam pikiran-NYA untuk setiap diri kita masing-masing dan kita butuh untuk selalu berhubungan dengan DIA dan membiarkan DIA menolong kita untuk mencapai tujuan itu.
Selalu ingatlah! DIA tidak akan pernah sekali-kali meninggalkan kita.
DIA tidak akan pernah menyerah terhadapku dan DIA juga tidak akan pernah menyerah terhadap Anda.
Jangan pernah menyesali hidup yang saat ini Anda jalani sekalipun itu hanya untuk satu hari. Hari-Hari yang baik memberikan kebahagiaan. Hari-hari yang kurang baik memberi pengalaman; kedua-duanya memberi arti bagi kehidupan ini.

TUHAN Memberkati

12/01/2017

"RANTAI YANG MENGIKAT KAKI"

Seorang pawang gajah pernah bercerita bahwa gajah harus dilatih sejak masih kecil dan lemah. Pertama-tama kaki bayi gajah diikat dengan rantai baja yang kuat pada sebuah tonggak yang kokoh. Gajah hanya bisa berjalan sejauh panjang rantai. Jika ia berusaha melarikan diri, rantai baja akan menahannya. Biasanya ia akan mencoba memutuskan rantai itu dengan menariknya kuat-kuat, namun ia masih terlalu lemah untuk bisa mengalahkan kekuatan rantai baja.

Ini berlangsung selama bertahun-tahun sampai tertanam dalam benak gajah bahwa ia takkan pernah mampu memutuskan rantai yang mengikat kakinya. Dengan demikian sang pawang bisa membawa gajah bekerja di ladang dan hutan tanpa khawatir melarikan diri.

Lalu, apalah bedanya rantai baja dengan tali ijuk, bila sang gajah tetap saja menganggap dirinya takkan mampu mengalahkan apa yang mengikat kakinya?

Apakah hal ini terjadi pada hidup kita? Jika selama ini kita membiarkan diri terbelenggu pada pengalaman masa lalu, tanpa sedikit pun ada keberanian untuk memperbaikinya, maka jangan salahkan siapa-siapa jika kita takkan pernah mampu melepaskan diri dari penyesalan.

Address

Komplek Jambi Trade Centre Blok B No. 27, Talang Banjar/
Jambi
36148

Telephone

+6285267282306

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GBI ITC - Jambi Blessing Ministry posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to GBI ITC - Jambi Blessing Ministry:

Share