12/11/2023
Hormat saya kepada Liberty Victoria untuk "Voltaire Empty Chair Award" yang diberikan kepada saya tadi malam, 10 November 2023, di Melbourne Australia.
Saya merasa sangat terhormat dan berterima kasih atas penghargaan ini, yang sebenarnya bukan semata-mata milik saya sendiri, melainkan merupakan refleksi dari perjuangan bersama seluruh individu dan kelompok yang berdedikasi untuk memperjuangkan hak asasi manusia dan kemerdekaan West Papua.
Perjalanan panjang ini penuh liku-liku, namun setiap rintangan telah menjadi batu loncatan untuk lebih bersatu, lebih kuat, dan lebih tekun dalam menghadapi tantangan demi mencapai tujuan mulia ini. Karena penghargaan ini bukan sekadar simbol pengakuan, tetapi juga amanat untuk terus melangkah maju.
Hari ini, ketika kita menerima penghargaan ini, mari kita juga merenungkan makna mendalam di balik perjuangan kemerdekaan di Papua. Setiap langkah yang kami ambil untuk hak asasi manusia dan kemerdekaan seringkali diiringi oleh kisah-kisah dipenjara, dikejar, dan bahkan ancaman nyawa.
Dipenjara bukan hanya merupakan pengorbanan fisik, tetapi juga ujian terhadap kekuatan mental dan spiritual. Penjara telah menjadi saksi bisu dari keinginan kami untuk keadilan dan kebebasan. Namun, meski terkurung, semangat perlawanan tidak pernah padam. Penjara hanya memperkuat tekad untuk meneruskan perjuangan ini dengan lebih gigih lagi.
Ketika dikejar, setiap langkah menjadi penuh arti. Keberanian untuk berbicara, untuk menyuarakan kebenaran, seringkali membuat kita menjadi target. Namun, tidak ada kekecewaan yang dapat memadamkan api perlawanan. Kami yakin, di balik setiap langkah yang dikejar, ada ribuan langkah lain yang bersama-sama bergerak maju menuju cita-cita kemerdekaan.
Sayangnya, perjuangan ini juga menyisakan kesedihan mendalam atas kehilangan nyawa para pahlawan yang berani. Mereka yang rela memberikan nyawa demi cita-cita yang lebih tinggi. Kehadiran mereka yang tidak lagi bersama kita menjadi cermin betapa beratnya pengorbanan yang telah diberikan.
Hari ini, kita mengenang mereka dengan penuh penghargaan dan janji untuk melanjutkan perjuangan ini, sebagai tanda hormat kepada mereka yang telah menempuh jalan sulit, dengan harapan bahwa tak ada lagi yang harus merasakan ketidakadilan dan penindasan.
Penghargaan ini adalah komitmen untuk tidak hanya mengenang masa lalu, tetapi juga sebagai sumber inspirasi untuk melangkah maju. Mari kita bersama-sama membangun Papua yang merdeka, yang tak lagi dihantui oleh penjara, kejaran, atau kematian, tetapi dihiasi oleh keadilan, kedamaian, dan kemerdekaan sejati.
Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua rekan seperjuangan, organisasi hak asasi manusia, dan individu yang terus mendukung perjuangan ini. Tanpa kebersamaan dan kegigihan kita, pencapaian ini tidak mungkin terwujud.
Terima kasih juga kepada keluarga dan teman-teman yang senantiasa memberikan dukungan moral dan semangat. Juga kepada kawan Ronny Kareni yang telah mewakili saya di malam penganugerahan penghargaan ini. Juga kawan Harun bersama Papua Voices. Kalian adalah pilar yang kokoh dalam perjalanan ini.
Namun, perjalanan ini belum selesai. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Kita harus terus berjuang untuk memastikan setiap orang Papua dapat menikmati hak-haknya secara penuh dan merdeka. Saya berharap penghargaan ini tidak hanya menjadi akhir dari suatu perjalanan, tetapi sebagai awal yang baru untuk lebih banyak perubahan positif di masa depan.
Terima kasih
Port Numbay, 11 November 2023
Victor Yeimo
https://libertyvictoria.org.au/content/2023-voltaire-empty-chair-award-winner