Marthen Louw

Marthen Louw Tuhan Yesus Adalah Pedoman Hidup-Ku

Kepada Yth.TUAN DAN PUAN SOlIDARITAS RAKYAT PAPUA BARAT BERGERAKDi –Tempat�Dengan hormat,Salam persaudaraan dan perjuang...
18/03/2026

Kepada Yth.
TUAN DAN PUAN SOlIDARITAS RAKYAT PAPUA BARAT BERGERAK
Di –
Tempat
�Dengan hormat,
Salam persaudaraan dan perjuangan.
Sehubungan dengan dinamika kebijakan nasional yang semakin masif melalui berbagai skema Program Strategis Nasional (PSN) yang diterapkan di Tanah Papua, khususnya dalam sektor pengolahan dan eksploitasi sumber daya alam, maka kami memandang perlu adanya konsolidasi pemikiran dan sikap bersama.��Papua bukan tanah kosong. Papua adalah ruang hidup yang diwariskan oleh leluhur, dijaga oleh masyarakat adat, dan menjadi fondasi identitas serta keberlanjutan generasi Papua. Setiap kebijakan pembangunan yang mengabaikan hak-hak rakyat dan keseimbangan alam merupakan bentuk pengingkaran terhadap sejarah dan martabat orang Papua.��Kita menyadari bahwa berbagai proyek atas nama pembangunan tersebut telah dan berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap keseimbangan ekologi Papua. Kerusakan hutan, degradasi tanah, pencemaran air, serta perubahan iklim lokal bukanlah isu yang berdiri sendiri, melainkan ancaman nyata terhadap keberlanjutan hidup masyarakat adat Papua, kedaulatan ruang hidup, serta masa depan generasi penerus.��Papua benteng terakhir iklim dunia. Hutan-hutan Papua merupakan paru-paru yang menjaga stabilitas ekosistem regional maupun global. Oleh karena itu, segala bentuk eksploitasi yang tidak terkendali harus dikaji secara kritis demi menyelamatkan kehidupan bersama.��Atas dasar tanggung jawab moral dan historis sebagai bagian dari rakyat Papua, TUAN DAN PUAN SOlIDARITAS RAKYAT PAPUA BARAT BERGERAK bermaksud melaksanakan Nobar dan diskusi bersama dengan keluarga besar Asrama Mahasiswa/i Vilanova Kota Studi Manokwari, guna membahas secara kritis dan mendalam dampak kebijakan PSN terhadap Papua, sekaligus merumuskan sikap kolektif dalam menyikapi arah pembangunan yang dinilai tidak berpihak pada keberlanjutan lingkungan dan keadilan sosial.��Adapun kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada:��Hari/Tanggal : Rabu 18 Maret 2026�Waktu : Pukul 16.00 WIT�Tempat : Asrama Mahasiswa Vilanova
Agenda : 1. NOBAR
2. Diskusi Strategis ��Pertemuan ini bukan sekadar ruang diskusi, tetapi momentum konsolidasi kesadaran politik dan penguatan komitmen bersama untuk menjaga tanah, hutan, air, dan kehidupan Papua dari kebijakan yang berpotensi merampas ruang hidup rakyat.��Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan. Besar harapan kami agar seluruh TUAN DAN PUAN SOlIDARITAS RAKYAT PAPUA BARAT BERGERAK agar dapat hadir dan berpartisipasi aktif demi kepentingan bersama.��Hidup Rakyat Papua.�Papua bukan tanah kosong.�Papua benteng terakhir iklim dunia.
Manokwari, 17 Maret 2026
Hormat kami,

Ketua� Solidaritas

Merij Ahoren��
Sekretaris
Solidaritas

Nelson Krenak

Ini adalah penjelasan Nasta Awom dari Gerakan Rakyat Demokratik Papua (Garda-Papua) mengenai apa yang seharusnya dilakuk...
15/03/2026

Ini adalah penjelasan Nasta Awom dari Gerakan Rakyat Demokratik Papua (Garda-Papua) mengenai apa yang seharusnya dilakukan dan dikerjakan oleh gerakan di Papua, khususnya United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) di tengah perang Iran melawan Amerika-Israel.

Silahkan disimak.

https://youtu.be/FQTblo9i_1k




Ini adalah penjelasan Nasta Awom dari Gerakan Rakyat Demokratik Papua (Garda-Papua) mengenai apa yang seharusnya dilakukan dan dikerjakan oleh gerakan di Pap...

Artikel terbaru kami akan membongkar bagaimana kelas penguasa berusaha menyalahkan rakyat pekerja untuk menutupi akar ma...
16/12/2025

Artikel terbaru kami akan membongkar bagaimana kelas penguasa berusaha menyalahkan rakyat pekerja untuk menutupi akar masalah yang sebenarnya. Temukan bagaimana mereka justru berada di balik kerusakan lingkungan yang terjadi. Baca dan sebarkan artikel ini:

Mereka menyalahkan rakyat pekerja untuk menutupi akar masalahnya. Sementara mereka sendiri di biang kerusakan lingkungan.

𝗦𝗘𝗥𝗨𝗔𝗡 𝗔𝗞𝗦𝗜 𝗟𝗢𝗡𝗚𝗠𝗔𝗥𝗖𝗛 & 𝗣𝗔𝗡𝗚𝗚𝗨𝗡𝗚 𝗥𝗔𝗞𝗬𝗔𝗧 𝗠𝗘𝗠𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗜 𝟲𝟰 𝗧𝗔𝗛𝗨𝗡 𝗛𝗔𝗥𝗜 𝗞𝗘𝗕𝗔𝗡𝗚𝗞𝗜𝗧𝗔𝗡 𝗡𝗔𝗦𝗜𝗢𝗡𝗔𝗟 𝗕𝗔𝗡𝗚𝗦𝗔 𝗪𝗘𝗦𝗧 𝗣𝗔𝗣𝗨𝗔. Bangsa Papua ...
29/11/2025

𝗦𝗘𝗥𝗨𝗔𝗡 𝗔𝗞𝗦𝗜 𝗟𝗢𝗡𝗚𝗠𝗔𝗥𝗖𝗛 & 𝗣𝗔𝗡𝗚𝗚𝗨𝗡𝗚 𝗥𝗔𝗞𝗬𝗔𝗧 𝗠𝗘𝗠𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗜 𝟲𝟰 𝗧𝗔𝗛𝗨𝗡 𝗛𝗔𝗥𝗜 𝗞𝗘𝗕𝗔𝗡𝗚𝗞𝗜𝗧𝗔𝗡 𝗡𝗔𝗦𝗜𝗢𝗡𝗔𝗟 𝗕𝗔𝗡𝗚𝗦𝗔 𝗪𝗘𝗦𝗧 𝗣𝗔𝗣𝗨𝗔.

Bangsa Papua telah mempersiapkan kemerdekaannya pada tanggal 1 Desember 1961. Melalui Komite Nasional Papua (KNP), bangsa Papua untuk pertama kalinya memperkenalkan simbol-simbol nasionalnya yang terdiri dari bendera negara, lagu kebangsaan, mata uang, nama negara, dan slogan nasional.

Hal ini dibenarkan menurut Resolusi PBB No 742 yang mana bangsa Papua sebagai salah satu wilayah tak berperintahan sendiri berhak untuk menentukan nasibnya sendiri. Semua klaim baik Belanda maupun Indonesia adalah tidak mendasar, sebab berdiri di atas dasar yang rapuh.

Tetapi, Sukarno yang ambisi untuk menduduki Papua meluncurkan operasi Tri Komando Rakyat (Trikora) tanggal 19 Desember 1961, yang kemudian menghancurkan cita-cita politik bangsa Papua. Sejak saat itu p**a, resistensi bangsa Papua semakin menggelora dengan pembentukan Organisasi Papua Merdeka tahun 1963-1965.

Kini kita telah memasuki usia ke 64 tahun perlawanan terhadap pendudukan Indonesia. Ribuan orang telah dibantai, hutan kita dirusak, air kita diracuni, dan bangsa kita semakin minoritas. Hanya satu solusi hari ini: merdeka atau punah. Dan inilah yang menjadi tugas kita hari ini.

Bangsa Papua yang kami hormati, marilah terlibat dalam perayaan dan perjuangan 64 tahun kemerdekaan bangsa Papua yang akan dilaksanakan pada:

𝗛𝗮𝗿𝗶: 𝗦𝗲𝗻𝗶𝗻, 𝟬𝟭 𝗗𝗲𝘀𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿 𝟮𝟬𝟮𝟱
𝗝𝗮𝗺: 𝟬𝟵.𝟬𝟬—𝗦𝗲𝗹𝗲𝘀𝗮𝗶
𝗧𝗶𝘁𝗶𝗸 𝗸𝘂𝗺𝗽𝘂𝗹: 𝟭) 𝗥𝗮𝗺𝘆𝗮𝗻𝗮 𝗠𝗮𝗹𝗹, 𝟮) 𝗟𝗮𝗺𝗽𝘂 𝗠𝗲𝗿𝗮𝗵 𝗞𝗺 𝟭𝟬, 𝟯) 𝗠𝗮𝗹𝗮𝗻𝘂 𝗞𝗶𝗼𝘀 𝗔𝗻𝗱𝗮, 𝗱𝗮𝗻 𝟰) 𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗿𝘂 𝗝𝗲𝗺𝗽𝘂𝗿.
𝗧𝗶𝘁𝗶𝗸 𝘁𝗲𝗺𝘂: 𝗟𝗮𝗺𝗽𝘂 𝗠𝗲𝗿𝗮𝗵 𝗘𝗹𝗹𝘆𝗻, 𝗠𝗮𝗿𝗮𝗻𝗮𝘁𝗵𝗮.

Siapkan diri anda dan jadilh bagian dari perlawanan ini. Tunduk tertindas atau bangkit dan melawan? Hanya ada satu kata: Lawan🚩

SALAM PEMBEBASAN NASIONAL!!SURGA, BIDADARI, DAN KRITIK TAN MALAKA : MEKBACA "BAYANGAN MASYARAKAT" DALAM MADILOGMembaca M...
18/11/2025

SALAM PEMBEBASAN NASIONAL!!

SURGA, BIDADARI, DAN KRITIK TAN MALAKA : MEKBACA "BAYANGAN MASYARAKAT" DALAM MADILOG

Membaca Madilog berarti membongkar bagaimana mitos bekerja dalam benak masyarakat. Tan Malaka menunjukkan bahwa surga dan bidadari bukan sekadar keyakinan, tetapi ‘bayangan sosial’ yang lahir dari kondisi material. Saat imajinasi dibentuk struktur, kritik menjadi jalan menuju pembebasan.

SELENGKAPNYA UNTUK BACAAN INI DAPAT DI SCAN PADA POJOK KANAN ATAS GAMBAR ATAU MELALUI LINK BERIKUT

SMI Bima SMI Cabang Bima 11/08/2025 01:03:00 PM Analisis Surah Al-Ma'un dan Sosialisme Marxisme: Perbandingan dan Kontras dalam Penanganan Ketidakadilan Sosial Dapatkan link Facebook X Pinterest Email Aplikasi Lainnya Posting Komentar

𝐒𝐄𝐑𝐔𝐀𝐍 𝐏𝐄𝐌𝐔𝐓𝐀𝐑𝐀𝐍 𝐅𝐈𝐋𝐌 (𝐍𝐎𝐁𝐀𝐑) &  𝐃𝐈𝐒𝐊𝐔𝐒𝐈. SOLIDARITAS RAKYAT PAPUA PRO DEMOKRASI SE-SORONG RAYA (SRP-PDSR)Salam Demokras...
16/11/2025

𝐒𝐄𝐑𝐔𝐀𝐍 𝐏𝐄𝐌𝐔𝐓𝐀𝐑𝐀𝐍 𝐅𝐈𝐋𝐌 (𝐍𝐎𝐁𝐀𝐑) & 𝐃𝐈𝐒𝐊𝐔𝐒𝐈.

SOLIDARITAS RAKYAT PAPUA PRO DEMOKRASI SE-SORONG RAYA (SRP-PDSR)

Salam Demokrasi!
Salam Pembebasan!

Menjelang agenda pembacaan putusan terhadap empat tahanan politik Papua Barat (NFRPB) yang akan dilaksanakan pada 19 November 2025 mendatang di Pengadilan Negeri Makassar Kelas IA, kami Solidaritas Rakyat Papua Pro Demokrasi Se-Sorong Raya (SRP-PDSR) mengundang dan kepada seluruh elemen rakyat bangsa Papua Barat, organisasi, individu pro-demokrasi & HAM yang berada di sekitaran wilayah sorong raya untuk hadir dalam kegiatan Nobar & Diskusi Film “𝐏𝐄𝐏𝐄𝐑𝐀 𝟏𝟗𝟔𝟗: 𝐈𝐍𝐓𝐄𝐆𝐑𝐀𝐒𝐈 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐃𝐄𝐌𝐎𝐊𝐑𝐀𝐓𝐈𝐒?”
Yang sedianya akan dilaksanakan pada :
📅 Senin, 17 November 2025
🕔 17.00 WPB (Jam 5 Sore) – Selesai
📍 Kompleks Aspen (ASPAGU) Sorong-West Papua
🎤 Moderator Diskusi: Apey Tarami

Film “Pepera 1969: Integrasi yang Demokratis?” merupakan sebuah film dokumenter hasil produksi Jubi TV, yang mengulas kembali proses pelaksanaan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) pada 1969, suatu peristiwa besar dan bersejarah bagi rakyat bangsa Papua Barat yang diklaim sebagai dasar bergabungnya Papua Barat kedalam bingkai NKRI saat ini.

Melalui dokumentasi sejarah, arsip, serta kesaksian rakyat Papua yang ikut terlibat dalam proses Pepera tersebut, film ini juga menyingkap bagaimana Pepera berlangsung dalam situasi penuh manip**asi, tekanan militer, pembatasan hak politik, dan berbagai pelanggaran HAM.

Film ini juga dapat menjadi ruang edukasi politik penting bagi rakyat bangsa Papua Barat untuk memahami akar persoalan yang hingga kini terus melahirkan konflik, represi, dan ketidakadilan.
Proses pelaksanaan Pepera 1969 yang penuh rekayasa dan paksaan kala itu, dan yang menjadi titik awal berbagai ketidakadilan politik yang masih berlangsung diatas tanah Papua Barat hingga hari ini.

Dan apa yang diperjuangkan oleh ke empat Tahanan Politik Papua Barat (NFRPB) hingga di kriminalisasi dan ditahan saat ini, merupakan bagian dari perjuangan lanjutan dalam menuntut pengakuan Indonesia terhadap ketidakadilan sejarah, serta kelanjutan langsung dari pertanyaan besar yang tidak pernah selesai sejak Pepera 1969 tersebut: "Apakah rakyat bangsa Papua Barat benar-benar diberikan hak untuk memilih masa depannya secara bebas dan demokratis kala itu?", dan juga merupakan perjuangan untuk menuntut Hak Menentukan Nasib Sendiri bagi rakyat bangsa Papua Barat dari penjajahan Indonesia.

Seperti halnya Pepera yang dijalankan dengan penuh manip**asi, intimidasi dan pengondisian politik saat itu, hari ini juga negara kembali memakai pola yang sama melalui pembungkaman ruang demokrasi, kriminalisasi dan penangkapan sewenang-wenang terhadap setiap rakyat bangsa Papua Barat, para Aktivis yang masih konsisten menyuarakan ketidakadilan dan menuntut Hak menentukan nasib sendiri saat ini.

Pemutaran film ini bukan sekadar menonton dokumenter, tetapi juga sebagai tindakan politik untuk membangkitkan kembali ingatan kolektif rakyat bangsa Papua Barat, bahwa sejarah penindasan masa lalu itu masih berlangsung, dan perjuangan untuk menuntut keadilan & pembebasan nasional Papua Barat masih juga terus berlanjut sampai dengan hari ini.

Maka daripada itu, kami mengajak seluruh rakyat bangsa Papua Barat dan para pejuang demokrasi & HAM untuk menghadiri pemutaran film dan diskusi tersebut dengan maksud memperluas dan mempertajam pemahaman mengenai akar persoalan politik Papua Barat, dan juga memperkuat barisan solidaritas menjelang persidangan dengan agenda Putusan majelis hakim terhadap ke empat TAPOL Papua Barat (NFRPB) pada 19 November 2025 mendatang di pengadilan Negeri kelas IA Makassar

Demikian seruan pemutaran film (nobar) dan diskusi, serta undangan ini kami keluarkan untuk diketahui bersama. Atas perhatian dan kehadirannya, diucapkan banyak terimakasih.

Sorong, 16 November 2025.

Penanggung jawab:
SOLIDARITAS RAKYAT PAPUA PRO DEMOKRASI SE-SORONG RAYA





Ahli waris ondoafi besar Kampung Tobati dan Enggros, Distrik Nafri, Kota Jayapura Papua, Yahe Petrus Hamadi memalang Kan...
14/11/2025

Ahli waris ondoafi besar Kampung Tobati dan Enggros, Distrik Nafri, Kota Jayapura Papua, Yahe Petrus Hamadi memalang Kantor Badan Pertanahan Nasional atau BPN yang di Jalan Garuda, Wai Mhorock, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Jumat (14/11/2025).

Yeri Stenli Hamadi, anak dari Yahe Petrus Hamadi mengatakan, pihaknya melakukan pemalangan, agar pihak BPN Kota Jayapura segera menyelesaikan masalah tanah adat milik ahli waris, yang bersengketa dengan PT Bintang Mas dengan melakukan pengukuran lahan seluas 67 hektare.

Menurutnya, pemalangan itu berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Jayapura Nomor 50/PDT-/G/1988/PN.JPR, Putusan Pengadilan Tinggi Nomor 21/PDT/1989/PTJPR, dan Putusan Kasasi Nomor 3152 K/ PDT/ 1989 dan putusan Mahkamah Agung nomor 35.PK/PDT/1998

⬇️⬇️⬇️
https://jubi.id/mamta/2025/ahli-waris-palang-kantor-bpn-kota-jayapura/







Yeri Stenli Hamadi, anak dari Yahe Petrus Hamadi mengatakan, pihaknya melakukan pemalangan, agar pihak BPN Kota Jayapura segera menyelesaikan masalah tanah

Address

Abepura
Jayapura
56798

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Marthen Louw posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share