Green Papua

Green Papua Selamatkan Tanai Air dan Bebaskan Rakyat

Reepost : Green Papua Kolektif Kota Jayapura Arogansi Imperialis Amerika Serikat intervensi Negara indonesia untuk kekua...
07/04/2026

Reepost : Green Papua Kolektif Kota Jayapura

Arogansi Imperialis Amerika Serikat intervensi Negara indonesia untuk kekuasaan investasi. Indonesia dan AS menghancurkan manifesto politik Rakyat Papua 1 desember 1961 yang waktu itu di siapkan oleh Belanda dan Rakyat Papua.

Setelah 19 hari kemudian panifesto politik Papua, Indonesia di bawah Mayor Jenderal Soeharto sebagai komandan melancarkan operasi militer yang dikenal Tri Komando Rakyat (TRIKORA) 19 desember 1961.

New York Agreement pada 15 Agustus 1962 dan Perjanjian Roma atau Roma Agreement diadakan di Roma, ibu kota Italia pada 30 September 1962 adalah perjanjian sepihak diantara Indonesia, Amerika dan belanda untuk kepentingan tertentu.

Berdasarkan perjanjian tersebut, klaim Indonesia atas tanah Papua sudah dilakukan pasca penyerahan kekuasan Wilayah Papua Barat dari tangan Belanda kepada Indonesia melalui Badan Pemerintahan Sementara PBB UNTEA pada 1 Mei 1963, yang di kenal rakyat Papua Aneksasi karena penuh dengan penipuan perjanjian sebelumnya.

Dengan itu, sebelum proses penentuan nasib dilakukan pada tahun 1969 PEPERA (Penentuan Pendapat Rakyat), tepat 7 April 1967, Freeport, perusahaan pertambangan milik negara imperialis Amerika Serikat telah menandatangani kontrak karya pertamanya dengan pemerintah Indonesia secara illegal,”

Berdasarkan UU No.1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing, Freeport diberi kontrak karya selama 30 tahun pada 7 April 1967. Dari sini, Freeport jadi perusahaan asing pertama yang investasi di Papua Barat.

Setelahnya, perusahaan AS itu langsung tancap gas. Instalasi pertambangan skala besar dibangun. Lubang besar di tanah perlahan semakin melebar dan dalam, menandakan kalau ekploitasi kekayaan alam semakin masif. Belakangan, Freeport Sulphur Company berubah nama menjadi PT. Freeport Indonesia.

Mulanya, Freeport hanya diizinkan menggarap lahan seluas 10 ribu hektare. Namun, berubah menjadi 2,5 juta hektare pada 1989. Saat perluasan, ditemukan emas yang dapat menambah pundi-pundi uang. Freeport lagi-lagi dapat "durian runtuh". Sedangkan rakyat Indonesia terpaksa harus menelan pil pahit atas temuan ini.

"Dengan ditemukannya Grasberg, potensi nilai politik dan ekonomi dari operasi Freeport bagi pemerintah menjadi tidak terhitung. Dari tahun 1975-1986, Freeport membayar pemerintah sekitar 28 juta dollar AS per tahun. Menjadikannya sebagai pembayar pajak terbesar bagi negara,"

Seluruh keuntungan Freeport sayangnya tidak dirasakan oleh seluruh rakyat, khususnya rakyat Papua. Seluruh cuan dialirkan ke Jakarta untuk difokuskan membangun Jakarta dan Jawa. Untuk memuluskannya, militer jadi perisai dari berbagai tekanan dan kritik. Jadi, selama Orde Baru, tiap kali penduduk lokal melawan, perusahaan mengandalkan militer untuk menjaga ketertiban.

"Sampai pertengahan tahun sembilan puluhan Freeport tampaknya puas memiliki militer untuk melindunginya dan hampir tidak ada birokrasi yang ikut campur dalam kegiatannya,"

Kontrak Karya pertama sejak tahun 1967, Kontrak Karya kedua sejak tahun 1991, kontrak Karya ketiga sejak tahun 2017, dan Kontrak Karya keempat 2026, memperpanjang kontrak sampai 2061.

Dengan gejolak ini bagaimana nasib rakyat Papua kedepan? Mari bergabung bersama kami untuk berdiskusi bersama, Dalam Rangka Memperingati 59 Tahun PT. Freeport Indonesia ILEGAL di Tanah Papua, yang akan di laksanakan pada :

Rabu 8 April 2026
Pukul 15:00 WPB-Selesai
Asrama Deiyai, Kamkey

NOBAR DAN DISKUSI

Judul Film: "Alkunamokiye"

Thema:"PT.Freeport Adalah Awal Investasi dan Kolonialisme di Papua"

Pemantik :Ferjax
Moderator: Mikael G

Penyelenggara :
1. Asrama Mahasiswa Kabupaten Deiyai - Jayapura
2. Green Papua Kolektif Kota Jayapura

Diskusi Publik; 59 Tahun Negara melindungi PT. Freeport dan mengabaikan hak masyarakat adat papua serta Buruh Asli Papua...
05/04/2026

Diskusi Publik; 59 Tahun Negara melindungi PT. Freeport dan mengabaikan hak masyarakat adat papua serta Buruh Asli Papua.

59 Tahun PT. Freeport di papua. Bagaimana Nasib Masyarakat adat papua? Bagaimana Nasib 1.800 Buruh PT. Freeport yang di PHK Se-pihak Oleh Manajemen PT.FI? Bagaimana upaya hukum yang diperjuangkan Masyarakat adat papua dan Buruh Moker Papua?

Mari ko ikut diskusi, Supaya ko tahu. Bagaimana PT. Freeport Perlakukan Orang papua sejak Tahun 1967-Saat ini. Kita akan ulas semua disini. Ko datang saja ke-Aula USTJ Besok!!




Kami anggota Green Papua mengucapkan selamat merayakan hari raya idul fitri 1447 Hijriah.Mohon maaf lahir dan batin bagi...
21/03/2026

Kami anggota Green Papua mengucapkan selamat merayakan hari raya idul fitri 1447 Hijriah.

Mohon maaf lahir dan batin bagi semua rakyat tertindas yang beragama Islam. Tidak ada kata maaf bagi penindas rakyat.

Green Papua
Selamatkan Tanah Air dan Bebaskan Rakyat.

Tanah Air, 21 Maret 2026.

Koyao, Koha, Kosa, Amakaniye, Amolonggo, Tabea, Wiwao, Foimoi, Waiyambe, Kinaonak, Teelep Yepmum Wa Wa Wa WaDengan melih...
21/03/2026

Koyao, Koha, Kosa, Amakaniye, Amolonggo, Tabea, Wiwao, Foimoi, Waiyambe, Kinaonak, Teelep Yepmum Wa Wa Wa Wa

Dengan melihat kondisi internasional hari ini perang yang terjadi antara Israel-Amerika dan Iran memberi dampak yang sangat besar bagi kebanyakan negara terutama bagi rakyat, Yaitu dengan ditutupnya selat homuz yang awalnya menjdi jalur perdagangan minyak global.

Ambisi imperialism Amerika Serikat yang diwujudkan dengan cara-cara kekerasan mengintervensi kedaulatan Negara lain ini memperlihatkan watak ekspansionis dan eksploitatif, di indonesia intervensi tersebut dilakukan dengan tragedi pembantaian 65 yang menelan korban sekitar 2 juta jiwa.

Setelah runtuhnya rezim orde lama dan kebangkitan rezim orde baru dengan watak militeristik yang pro terhadap kapitalis barat ini terbukti dengan pengesahan undang-undang penanaman modal asing pada 10 Januari 1967, yang kemudian menjadi karpet merah bagi penandatanganan kontrak karya PT.Freeport dan eksploitasi secara masif di Papua. Selain ini ada perusahaan tertua di Papua yakni NNGPM mulai melakukan aktivitas pengeboran minyak di Sorong sejak tahun 1935 sampai hari ini masih eksis eksploitasi minyak dan gas di sorong.

Proyek MIFFEE tahun 2010 di Merauke seluas 1,2 juta hektar, ini bukti perampasan lahan milik masyarakat adat, proyek ini mengancam kawasan konservasi, seperti hutan perawatan dan daerah resapan air serta lingkungan masyarakat adat Papua. Dalam proyek ini juga di duga ada keterlibatan militer TNI untuk menjaga aset vital investor asing. Kami mendesak presiden prabowo untuk menarik seluruh pasukan militer organik dan non organik dari seluruh tanah papua.

Undang undang cipta kerja (omnibus law) di sahkan tahun 2020 ini sebagai salah satu karpet merah bagi parah investor asing menginvestasi di Indonesia dengan mudah. Kebijakan negara paksakan Otonomi Khusus Jilib II dan Daerah Operasi Baru (DOB) di Papua tidak terlepas dari pemetaan SDA dan menghancurkan ekonomi politik rakyat Papua.

Proyek Strategi Nasional PSN di tetapkan tahun 2023 dengan seluas mencapai 2 juta hektar dalam masa Presiden Jokowi Dodo. Proyek lumbung pangan terintegrasi (food estate) berlokasi di merauke, Papua Selatan, sebagai Kawasan Ekonomi Khusus KEK.

PSN merauke untuk proyek pangan dan energi, Proyek cetak sawah baru di kelola oleh kemenhan dan kementan, dengan lahan seluas 1 juta hektar. Proyek optimalisasi lahan pertanian melalui mekanisasi pertanian, pembuatan saluran irigasi, pemberian alat mesin pertanian pada 6 distrik, dengan lahan seluas 40.000 hektar, (akan di perluas hingga 100,000 hektar) yang di kelola oleh kementan, pemda, TNI dan mahasiswa polbangtan. Proyek pengembangan perkebunan tebu dan bioethanol yang di kelola 10 perusahaan, dengan lahan seluas 541.094,47 hektar.
Beberapa tahun kebelangan hingga hari ini pendoropan militer dan operasi militer semakin masif dengan dalil pengamanan di Papua.

Ada banyak militer yang terlibat dalam aktivitas perusahaan yang ada di Papua seperti PSN di merauke dan yang lain mencipkan konflik di beberapa wilayah Papua untuk melindungi alat vital negara dan investor hingga merampas tanah-tanah adat untuk membangun pos-pos militer.

Berbagai investasi dengan berkedok pembangunan diatas tanah Papua ini jelas-jelas menghancurkan eksistensi hutan, tanah, air, udara, lingkungan serta kehidupan masyarakat adat.

Dengan Ini Kami Aliansi Setarah Menyatakan Sikap Bawah:

1. Kepada kementrian HAM RI segera menangani secara khusus seluruh korban pengungian yang ada di kabupaten Maybrat, Intan Jaya, Puncak papua, Puncak Jaya, pegunungan Bintang, dan Nduga.

2. Kementrian HAM RI segerah menangani secara khusus perempuan dan anak yang ada di wilayah konflik bersenjata.

3. Kami menuntut hakim pengadilan tata usaha Negara gugatan dan mencabut SK mentri dan SK bupati Merauke tentang kelayakan lingkungan dan pembangunan jalan untuk PSN Merauke.

4. Kami dengan tegas menolak pembangunan jalan 135km oleh PT. Jhonlin di Wanam untuk PSN food state di Merauke.

5. Segera Hentikan PSN di Merauke, Boven Digoel, Sarmi, Kerom dan Sorong serta seluruh tanah Papua.

6. Tolak PT. Antam Tbk Blok Wabu Di Kab Intan Jaya.

7. Segera Cabut Izin PT GAG Nikel Di Raja Ampat.

8. Segera hentikan Rencana Penambangan Nikel Di Kawasan Hutan Lindung Cyclop Jayapura.

9. Segera Hentikan Perampasan Tanah Adat Tanpa Persetujuan Hak Ulayat Masyarakat Adat Di Tanah Papua.

10. Segera hentikan segala bentuk perusahaan asing maupun multi nasional yang menghancurkan tanah adat dan merusak lingkungan dengan berbagai limbah.

11. Hentikan konflik bersenjata dan wujudkan Hak Penentuan Nasib Sendiri sebagai solusi demokratik bagi bangsa Papua.

Demikian pernyataan sikap kami Aliansi Setarah.

Numbay, 21 maret 2026




Kronologi aksi mimbar bebas Aliansi SetarahDalam Rangka Memperingati Hari Air dan Hari Hutan Sedunia• Pra AksiPada hari ...
21/03/2026

Kronologi aksi mimbar bebas Aliansi Setarah
Dalam Rangka Memperingati Hari Air dan Hari Hutan Sedunia

• Pra Aksi
Pada hari kamis 19 Maret 2026, kami (Aliansi Setarah) telah mengantarkan surat pemberitahuan aksi di polresta kota Jayapura pada 11 siang. Dalam pengantaran surat pemberitahuan sempat terjadi negosiasi dan penolakan dengan alasan (1) petugas semua keluar, (2) Kalian antar ke Apik, (3) Ini hari raya Idulfitri jadi kami akan bubarkan.

Setelah pengantaran surat pemberitahuan pada jam 12 siang kami balik untuk persiapan perangkat aksi (pamflet, Spanduk, Poster dll), juga kami melakukan diskusi & konsolidasi pada jumat 20 Maret jam 14.00 WP.

• Aksi
Kami dari Aliansi Setarah mulai bergerak ketitik aksi pada pukul 08.12 pagi, setelah tiba di titik aksi (lingkaran Abe) keberadaan aparat keamanan (sekitar 30an lebih) telah mendahului kami di tempat.

Kemudian Wa-korlap sempat negosiasi sembari masa aksi mengambil menyiapkan spanduk dll, sebelum spanduk dan pamflet di buka kami di paksa mundur sambil di dorong-dorong pada pukul 08.31 WP.

Dengan terpaksa kami mundur ke arah Uncen bawa namun aparat kepolisian masih saja mengintai kami dari pukul 09.11 wp — 09.58 wp dengan menggunakan mobil patroli.

Sampai dengan kronologi ini di posting, kami masih dalam pengintaian aparat kepolisian.

Kronologi: Tkp
Jayapura 21 Maret 2026.




20/03/2026
Reepost : Green Papua Kolektif Kota Jayapura Setiap tanggal 8 Maret, dunia memperingati International Women’s Day sebaga...
08/03/2026

Reepost : Green Papua Kolektif Kota Jayapura

Setiap tanggal 8 Maret, dunia memperingati International Women’s Day sebagai momentum untuk mengenang sejarah panjang perjuangan perempuan melawan penindasan. Hari ini berakar dari gerakan buruh perempuan pada awal abad ke-20 yang menuntut hak kerja yang adil, hak politik, serta pengakuan atas martabat perempuan.

Dalam konteks global, IWD bukan hanya perayaan simbolik, tetapi juga ruang refleksi atas kondisi perempuan yang masih menghadapi berbagai bentuk ketidaksetaraan: dari eksploitasi ekonomi, kekerasan berbasis gender, hingga marginalisasi.

Di Papua, peringatan ini memiliki makna yang sangat penting yang harus di dorong. Perempuan Papua berada di persimpangan berbagai bentuk penindasan: kolonialisme, militerisasi, kapitalisme, serta patriarki yang mengakar.

Hari ini, Rakyat Papua yang masih berada dibawah kekuasaan Kolonialisme punya kewajiban untuk memperingati hari International Women's Day (IWD) jatuh pada tanggal 8 Maret. Kami perlu menggetahui bersama bahwa Perempuan di Papua mengalami penindasan ganda yang di langgengkan oleh negara (Kolonialisme indonesia) kapitalisme dan Militerisme dibawa kebudayaan patriarki yang telah lama mengakar.

Kondisi perempuan hari ini mengalami kekerasan domestik tidak terlepas dari
dari aktivitas kapitalisme karena kapitalisme yang memiliki kontrol atas otoritas kaum tertindas di Papua. Seksisme, rasisme, diskriminasi, marginalisasi, penindasan masih tumbuh subur di Papua adalah bukti bagaimana upaya sistem Kapitalisme menciptakan kejahatan guna mendapatkan nilai lebih.

Kemdian, kalau kami kembali melihat rekam kejahatan di Papua, yang paling terdampak itu perempuan dan anak. Misalnya kondisi hari ini kita sendiri yang saksikan bahwa masyarakat di Nduga, Intan Jaya, Pegunungan Bintang, Yahukimo, Timika, Maybrad, Puncak Jaya, dan pada umumnya di Papua.

Oleh sebab itu, kami perlu memperingan hari International Women's Day merupakan bentuk perlawanan kita terhadap negara yang melanggengkan penindasan. Panggung perlawan di Papua sangat penting untuk di adakan terus menerus, agar korban kekerasan mengekspresikan kebebasan menyampaikan berpendapat yang merupakan bentuk perlawanan.

Rencana Panggung Seni di adakan Oleh Aliansi Gerakan Untuk Pembebasan Perempuan pada:

📆Senin 9 Maret 2026
🕰Pukul 16.00 Waktu Papua Barat
📍Sekretariat PMKRI Samping LBH Papua

Demikian Informasi untuk kita semua…

Aliansi Gerakan Untuk Pembebasan Perempuan (AGPP)

Memperingati
"INTERNATIONAL WOMEN'S DAY"

Panggung Seni dan Diskusi
(Diskusi Film, Puisi, Orasi, Menyanyi)

Numbay 09 Maret 2026

Hidup perempuan Papua.
Hidup solidaritas rakyat!
Salam pembebasan…!!!

05/03/2026

DISKUSI LAO-LAO PAPUA

Edisi Khusus International Women's Day

Topik: "Perempuan, Revolusi, dan Jalan Mengakhiri Penindasan: Sebuah Perspektif Marxis"

Pada 8 Maret 2026 dunia akan memperingati Hari Perempuan Internasional atau International Women's Day (IWD). Sejarah lahirnya IWD tidak terlepas dari perlawanan buruh perempuan terhadap kapitalisme--pertama kali dirayakan di New York, Amerika, pada tanggal 28 Februari 1909. Pasca protes ribuan pekerja perempuan yang menuntut untuk diberikan hak suara, upah yang lebih baik, dan jam kerja yang lebih singkat.

Kemudian, melalui Konferensi yang digelar pada 1910, IWD ditetapkan untuk dirayakan tiap tahun pada 8 Maret.

Memperingati IWD tentu tidak terlepas dari perlawanan terhadap kapitalisme; perjuangan (buruh) perempuan; dan perjuangan menuntut hak suara dalam Pemilu, upah yang lebih baik, dan jam kerja yang lebih singkat.

Kapitalisme adalah sistem dominan yang menghisap kerja manusia dimana saja, tidak hanya di pabrik. Melawan kapitalisme adalah dengan teori, praktek, dan filsafat yang tepat, yaitu dengan Marxisme. Dan sejarah lahirnya IWD oleh Clara Zetkin dkk. merumuskan IWD tidak terlepas dari hal ini.

Lalu apa yang bisa kita belajar dari IWD? Apa yang bisa kita belajar dari asal usul penindasan perempuan? Bagaimana mengakhiri penindasan perempuan dan segala bentuk penindasan di Papua? Bagaimana hubungannya dengan hak menentukan nasib sendiri atau Papua merdeka?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, jangan lupa hadir dalam diskusi Lao-Lao TV dengan topik "Perempuan, Revolusi, dan Jalan Mengakhiri Penindasan: Sebuah Perspektif Marxis".

Narasumber:

- Julia Opki (Lingkar Studi Revolusioner Papua)
- Pipin Jamson (Akademisi Universitas Gadjah Mada)
- Musel Safkaur (Sosialis Muda Papua)

Host:

Frengky Edoway (laolaopapua.com)

Diskusi akan dilaksanakan pada:
Hari/tanggal: Jumat, 6 Maret 2026
Waktu: 18:30 - 19-30 Waktu Papua
Tempat: Live on channel YouTube Lao-Lao TV

Link Channel YouTube Lao-Lao TV: https://youtube.com/?si=IXSeGJIrR6ao_6mh

Mari hadir!




DISKUSI LAO-LAO TV"Freeport Diperpanjang Hingga 2061, Bagaimana Nasib Rakyat Papua: Sebuah Analisa dari Perspektif Marxi...
02/03/2026

DISKUSI LAO-LAO TV

"Freeport Diperpanjang Hingga 2061, Bagaimana Nasib Rakyat Papua: Sebuah Analisa dari Perspektif Marxis"

Baru awal tahun 2026, Imperialis Amerika kembali berulah. Mulai dari serangan bom terhadap Venezuela dan penangkapan Nicolas Maduro; ancaman mengambil alih Granland; melalui Indonesia kontrak karya Freeport diperpanjang hingga 2061; hingga menyerang bom Iran dan tewasnya Ayatullah Ali Khamenei, pemimpin besar Iran.

Kali kita akan bicara mengenai kontrak karya Freeport yang telah disepakati antara Amerika dan Indonesia untuk diperpanjang hingga 2061.

Freeport telah meninggal luka yang sangat mendalam terhadap masyarakat adat di Timika, dan juga terhadap masyarakat di tanah Papua sejak kontrak karyawa pertama dibuat pada 1967 hingga sampai hari ini.

Hubungan Indonesia dan Amerika sudah berlangsung sejak lama. Inilah yang membuat Indonesia sangat tunduk dan patuh pada Amerika.

Tapi apa sebenarnya motif kehadiran Freeport di Papua? Bagaimana menganalisanya dari perspektif Marxis dan ekonomi politik? Bagaimana melihat kondisi objektif masyarakat, perempuan, anak yang terhadap kehadiran Freeport? Bagaimana dampak lingkungan?

Pertanyaan-pertanyaan kunci ini, juga pertanyaan lainnya akan memantik diskusi yang akan diselenggarakan oleh Lao-Lao TV dengan topik "Freeport Diperpanjang Hingga 2061, Bagaimana Nasib Rakyat Papua: Sebuah Analisa dari Perspektif Marxis"

Narasumber:

- Abbi Douw (Aktivis Papua)
- Dorlice Iyowau (Aktivis Perempuan Papua)
- Yohanes Giyai (Green Papua)

Host:

Frengky Edoway (laolaopapua.com)

Diskusi akan dilaksanakan pada:
Hari/tanggal: Rabu, 4 Maret 2026
Waktu: 18:30 - 19-30 Waktu Papua
Tempat: Live on channel YouTube Lao-Lao TV

Link Channel YouTube Lao-Lao TV: https://youtube.com/?si=IXSeGJIrR6ao_6mh

Mari hadir!




Reepost : Green Papua Kolektif Kota Nabire GREEN PAPUA KOLEKTIF KOTA NABIRE Green Papua Kolektif Kota Nabire telah melak...
01/03/2026

Reepost : Green Papua Kolektif Kota Nabire

GREEN PAPUA KOLEKTIF KOTA NABIRE

Green Papua Kolektif Kota Nabire telah melaksanakan Pendidikan Politik dan Konfrensi Kolektif Kota sejak 27 Februari - 1 Maret 2026 di Nabire.

Secara resmi didalam forum tertinggi ditingkat Kolektif Kota telah terpilih pengurus baru masa periode 2026-2027.

Ketua : Rohan Kobepa
Sekertaris : Charles Douw
Bendahara : Kejoralin Tekege
dan dilengkapi biro-biro sesuai kebutuhan kolektif kota.

Kepengurusan baru selamat menjalankan program perjuangan Organisasi demi penyelamatan tanah, air, udara dan rakyat di Papua.
Green Papua !
Selamatkan Tanah Air dan Bebaskan Rakyat.

Teluk Cenderawasih, 1 Maret 2026.

Menurut Yohanes Giyai, sikap Uskup Keuskupan Agung Merauke, Mgr. Mandagi sangat berpengaruh terhadap umat dan publik sec...
27/02/2026

Menurut Yohanes Giyai, sikap Uskup Keuskupan Agung Merauke, Mgr. Mandagi sangat berpengaruh terhadap umat dan publik secara luas.

“Apalagi propaganda-propaganda dia yang mencoba menyamakan proyek PSN ini dengan proyek kemanusiaan,” ujarnya.

Giyai juga pertanyakan rasionalisasi proyek tersebut. “Apakah bisa saja ini menurut Jakarta maupun menurut Uskup Mandagi itu adalah proyek yang memanusiakan manusia Papua. Tapi belum tentu dengan kacamata masyarakat adat hari ini.”

Selengkapnya: https://nadipapua.com/post-green-papua-pertanyakan-legitimasi-gereja-atas-proyek-psn-di-merauke-1061



Diskusi daring Media Lao-Lao Ppaua menghadirkan Yohanes Giyai dari Green Papua yang mengulas relasi gereja dan kapitalisme serta mengkritisi sikap Uskup Agung Merauke terhadap Proyek Strategis Nasional di Merauke. Pembahasan menyoroti dampak PSN dan bioetanol terhadap masyarakat adat, ekosistem, ser...

DISKUSI LAO-LAO TV"Teror oleh Uskup Merauke, PSN, dan Perlawanan Terhadap Kapitalisme di West Papua"Di masa pemerintahan...
20/02/2026

DISKUSI LAO-LAO TV

"Teror oleh Uskup Merauke, PSN, dan Perlawanan Terhadap Kapitalisme di West Papua"

Di masa pemerintahan Prabowo-Gibran, tanah Papua telah memasuki masa dimana eksploitasi sumber daya alam tidak lagi terjadi dibawa meja, tapi telah nampak di kehidupan orang Papua.

Rezim Prabowo-Gibran juga dengan berani menaikan anggaran keamanan untuk menjaga aser-aset kapital yang betumbuh subur di seluruh Indonesia, sampai ke Papua.

Situasi ini juga didukung oleh Gereja Katolik, melalui Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC yang secara terang-terangan mengatakan PSN adalah proyek kemanusiaan.

Kebijakan uskup ini menimbulkan protes dari semua pihak, teritama oleh Suara Kaum Awam Katolik yang dengan berani dan kritis bersuara untuk menolak pernyataan Uskup Merauke, bahkan dengan berani menuntut untuk Uskup Mandagi harus digantikan. Aksi ini mengakibatkan kawan Stenlhy Dabujai dan Chris Dogopia yang juga mempelopori aksi Suara Kaum Awam Katolik mendapat teror dari Uskup Mandagi.

Konsistensi perjuangan kawan-kawan dalam Suara Kaum Awam Katolik ini menarik perhatian publik.

Tapi apa yang diperjuangkan oleh Suara Kaum Awam Katolik? Mengapa kawan-kawan dari Suara Kaum Awam Katolik diteror? Apa hubungan gereja dan kapitalisme?

Pertanyaan-pertanyaan kunci ini, juga pertanyaan lainnya akan memantik diskusi yang akan diselenggarakan oleh Lao-Lao TV topik "Teror oleh Uskup Merauke, PSN, dan Perlawanan Terhadap Kapitalisme di West Papua".

Narasumber:
- Stenlhy Dambujai (Suara Kaum Awam Katolik)
- Charis Dogopia (Suara Kaum Awam Katolik)
- Yohanes Giyai (Green Papua)

Host:
Mikael Kudiai (Pemred laolaopapua.com)

Diskusi akan dilaksanakan pada:
Hari/tanggal: Minggu, 22 Februari 2026
Waktu: 18:30 - 19-30 Waktu Papua
Tempat: Live on channel YouTube Lao-Lao TV

Link Channel YouTube Lao-Lao TV: https://youtube.com/?si=IXSeGJIrR6ao_6mh

Mari hadir!




Address

Jayapura
12526

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Green Papua posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Green Papua:

Share