22/05/2018
RENUNGAN BULAN RAMADHAN 1439-H [6].
Renungan dihari ke-enam ini mengingatkan kita bahwa pada hakikatnya Ramadhan itu merupakan bulan pelatihan dan pensucian dengan menjauhi semua larangan-Nya sebagai wujud ketaqwaan, diantaranya ialah melatih diri untuk meninggalkan sifat kedustaan, yang akan memelihara diri dari siksaan-Nya.
“Apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah, dan ber-taqwa-lah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya”. [Al-Hasyr 7].
"Hai orang-orang yang ber-iman, ber-taqwa-lah kepada Allah, dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang jujur". [At-Taubah 119].
Sewaktu masa kanak-kanak, kita seringkali diingatkan oleh guru serta orang tua kita untuk tidak berbohong selagi masa ber-puasa, walaupun pada dasarnya dusta itu adalah perbuatan terlarang sepanjang waktu, karena kedustaan tidak akan pernah membawa kebaikan dan p**a mengandung dosa.
“Jika ia seorang pendusta maka dialah yang menanggung dosa dustanya itu”. [Al-Mu’min 28].
Pada saat ini fenomena kedustaan semakin marak terjadi disekeliling kita, yakni banyaknya aksi pengalihan fakta dan pemberitaan hal-hal yang tidak sesuai dengan kebenaran serta penebaran fitnah, padahal kedustaan adalah perilaku orang yang tidak ber-iman dan mengandung dosa.
"Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan hanyalah orang-orang yang tidak ber-iman kepada ayat-ayat Allah dan mereka adalah pendusta". [An-Nahl 105].
“Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa diantara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar”. [An-Nuur 11].
Kedustaan adalah wujud lain dari pengkhianatan dan termasuk perbuatan dzalim, yang akan mengantarkan kepada dosa, bahkan akan menjadkan penyebab dosa-dosa yang lain, karena semakin banyak kedustaan akan semakin banyak permasalahan atau petaka yang timbul.
“Peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang dzalim saja diantara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya”. [Al-Anfaal 25].
“Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta”. [Al-Mu’min 28].
Marilah kita jadikan bulan Ramadhan ini sebagai ajang melatih diri untuk menjauhi hal-hal yang dilarang-Nya sebagai wujud ketaqwaan, diantaranya dengan berupaya meninggalkan sifat atau perilaku kedustaan yang akan menimbulkan ketidaknyamanan didalam hati, karena kejujuran akan membimbing menuju kebajikan dan kebajikan akan membimbing menuju kebahagiaan.
“Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang ber-taqwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan”. [An-Nahl 128].
“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan dosa perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat”. [Hud 114].
Serta tebarkanlah semangat untuk memperbaiki diri, karena siapa saja yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan keberuntungan.
"Allah akan memberi mereka pahala di-dunia dan pahala yang baik di-akhirat. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan". [Ali 'Imran 148].
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.
“Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia supaya mereka ber-taqwa”. [Al-Baqarah 187].
Semoga renungan ini dapat mengingatkan kita bahwa Ramadhan merupakan ajang pelatihan diri untuk menjauhi semua larangan-Nya, diantaranya dengan meninggalkan sifat kedustaan, karena kejujuran merupakan kebajikan yang akan mengantarkan kepada kebahagiaan hakiki sebagai orang yang ber-taqwa, dan sebaliknya kedustaan akan membawa seseorang kepada kejahatan yang kelak pasti akan merugikan. Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin. [BRH/TMI-Tafakur Meditasi Islam].
□ SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA DI-BULAN RAMADHAN 1439-H □