24/08/2025
Persemian Masjid Besar Baitush Shomad Welahan
Sebagai bentuk rasa syukur dan memohon keberkahan atas selesainya pembangunan renovasi masjid, Pengurus Masjid Besar Baitush Shomad Welahan menyelenggarakan kegiatan peresmian.
Kegiatan yang diselenggarakan pada Ahad, 24 Agustus 2025 tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, Forkopincam Welahan, Petinggi dan Perangkat Desa Welahan, Ketua RT/RW se Desa Welahan, Tokoh agama dan tokoh masyarakat Desa Welahan, Kader dan Tim PKK Desa Welahan, Perwakilan NU, Fatayat NU, Muslimat NU, Banser dan Ansor Desa Welahan, Ketua IPNU/IPPNU Desa Welahan, Tim KKN Unisnu Desa Welahan, Pengurus Masjid serta Jamaah Masjid Besar Baitush Shomad Welahan.
Dalam kesempatan tersebut Taj Yasin Maimoen menyampaikan, Masjid adalah simbol kemakmuran. Masjid harus menjadi pusat kemakmuran, maka itu benar karena masjid seyogianya menjadi pusat kegiatan ibadah, pendidikan, dan sosial ekonomi bagi umat, yang pada akhirnya akan menciptakan kemakmuran bagi masyarakatnya, bukan semata-mata kemegahan fisiknya.
Selain sebagai Baitullah atau tempat ibadah kepada Allah. Seperti salat berjamaah, zikir, dan doa yang harus menjadi inti dari aktivitas masjid. Masjid juga sebagai Baitul Maal. Masjid berperan sebagai pusat pengelolaan keuangan umat. Zakat, infak, sedekah, dan wakaf bisa dikelola secara profesional untuk kepentingan umat, seperti membantu fakir miskin, pendidikan, dan pengembangan ekonomi.
Masjid sebagai Baitut Tarbiyah. Masjid harus menjadi pusat pendidikan, baik ilmu agama maupun ilmu duniawi. Kegiatan seperti kajian Al-Qur’an, pembelajaran bahasa Arab, hingga pelatihan keterampilan menjadi bagian penting untuk mencerdaskan umat.
Masjid juga harus berfungsi sebagai Baitud Dakwah. Masjid harus aktif menjadi pusat penyebaran Islam. Masjid bisa menggunakan teknologi digital untuk dakwah, pengumpulan dana, dan pendidikan agar lebih menjangkau masyarakat.
Fungsi masjid berikutnya adalah sebagai Baitul Muamalah.
Masjid dapat menjadi pusat pengembangan ekonomi umat. Aktivitas ekonomi syariah, seperti koperasi masjid dan bazar halal, dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di akhir acara, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menandatangani prasasti sebagai simbol peresmian.