24/08/2026
Cahaya Kelahiran Nabi Muhammad saw.
Rabi’ul Awwal atau yang lebih dikenal sebagai bulan Maulid merupakan salah satu bulan yang memiliki tempat istimewa di hati umat Islam. Bulan ini mengingatkan kita pada kelahiran sosok agung yang menjadi teladan bagi seluruh umat manusia, yaitu Nabi Muhammad saw.
Kehadiran Rasulullah saw. membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia. Beliau bukan hanya menyampaikan risalah Allah Swt., tetapi juga memberikan teladan nyata dalam seluruh aspek kehidupan. Akhlak, perilaku sehari-hari, hubungan sosial, hingga tata cara beribadah kepada Allah Swt. telah beliau contohkan agar dapat diikuti oleh umatnya.
Besarnya pengaruh kehadiran Rasulullah saw. digambarkan dalam sebuah riwayat dari sahabat Anas bin Malik r.a. yang dikutip dalam kitab Munyatul al-Murtaji, terjemah Maulid al-Barzanji halaman 81:
> لمَّا كانَ اليومُ الَّذي دخلَ فيهِ رسولُ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليْهِ وسلَّمَ المدينةَ أضاءَ منْها كلُّ شيءٍ، فلمَّا كانَ اليومُ الَّذي ماتَ فيهِ أظلمَ منْها كلُّ شيءٍ
“Pada hari ketika Rasulullah saw. memasuki kota Madinah, segala sesuatu di sana memancarkan cahaya. Namun, ketika beliau wafat, segala sesuatu di Madinah seakan menjadi gelap.”
Riwayat tersebut menggambarkan betapa besar makna kehadiran Rasulullah saw. bagi masyarakat Madinah dan umat manusia secara keseluruhan. Kedatangan beliau ibarat hadirnya cahaya yang menerangi kehidupan, mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju jalan keimanan, ilmu, akhlak, dan petunjuk Allah Swt.
Kegembiraan masyarakat Madinah atas kedatangan Rasulullah saw. juga tergambar dalam riwayat yang dinisbatkan kepada sahabat al-Barra’ bin ‘Azib r.a. Penduduk Madinah menyambut kedatangan beliau dengan penuh kebahagiaan. Bahkan, kegembiraan tersebut dituangkan dalam syair yang sangat terkenal:
> طَلَعَ الْبَدْرُ عَلَيْنَا، مِنْ ثَنِيَّةِ الْوَدَاعِ
> وَجَبَ الشُّكْرُ عَلَيْنَا، مَا دَعَا لِلهِ دَاعِ
> أَيُّهَا الْمَبْعُوْثُ فِيْنَا، جِئْتَ بِالْأَمْرِ الْمُطَاعِ
“Telah terbit purnama di atas kita dari lembah Wada’. Kita wajib bersyukur ketika seorang penyeru mengajak kepada jalan Allah. Wahai Rasul yang diutus kepada kami, engkau datang membawa perintah yang harus ditaati.”
Ungkapan tersebut menjadi gambaran kecintaan, kegembiraan, dan rasa syukur atas hadirnya Rasulullah saw. sebagai pembawa risalah dan rahmat bagi seluruh alam. Allah Swt. berfirman:
> وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya’: 107).
Karena itu, memperingati bulan Maulid hendaknya tidak berhenti pada ungkapan kecintaan secara lisan atau seremonial semata. Kecintaan kepada Rasulullah saw. seharusnya diwujudkan dengan mengikuti ajaran dan akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari. Semakin besar kecintaan kita kepada Nabi Muhammad saw., semestinya semakin kuat p**a keinginan kita untuk mengikuti sunnah dan meneladani akhlaknya.
Semoga momentum Rabi’ul Awwal menjadi sarana bagi kita untuk semakin mengenal, mencintai, dan meneladani Rasulullah saw. Semoga kita senantiasa mendapatkan bimbingan untuk berjalan di atas jalan yang diridai Allah Swt., bangga menjadi umat Nabi Muhammad saw., serta mampu mengamalkan sunnah dan akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Amin ya Rabbal ‘alamin.