Info Wisata Bondowoso

Info Wisata Bondowoso Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Info Wisata Bondowoso, Landmark & historical place, Jombang.

Ada yang punya kenangan disini ?Info Wisata Bondowoso
19/07/2022

Ada yang punya kenangan disini ?
Info Wisata Bondowoso

Ada yang tau tempat ini ? Ketikan di kolom Komentar Guys.Info Wisata Bondowoso
19/07/2022

Ada yang tau tempat ini ? Ketikan di kolom Komentar Guys.
Info Wisata Bondowoso

Kabupaten Bondowoso terus mengembangkan destinasi wisata yang ada di banyak banyak desa. Banyak destinasi wisata yang su...
26/01/2020

Kabupaten Bondowoso terus mengembangkan destinasi wisata yang ada di banyak banyak desa. Banyak destinasi wisata yang sudah banyak mempesona dan dikunjungi wisatawan dari luar daerah dan bahkan turis asing. Salah satunya adalah wisata Tirta Agung.

Salah satunya wisata Tirta Agung Sukosari Kidul Sumber Wringin, yang terletak di desa. Obyek wisata itu dikembangkan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di desa setempat.

Menurut Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Kabupaten Bondowoso, saat berkunjung ke wsiata Tirta Agung, pihaknya sangat mengapresiasi upaya BUMDes yang mengelolanya.

“Saya berharap, wisata desa terus berkembang. Terus ditata dengan baik dan mampu mempesona para wisatawan,” katanya, kepada TIMES Indonesia, Rabu (25/04/2018).

Pihaknya menegaskan, akan terus menyupport kebutuhan desa, apalagi terkait wisata desa. Bahkan tahun ini katanya, sudah ada kucuran dana satu miliar, untuk pembangunan infrastruktur wisata Almour, di desa Alas Sumur di Bondowoso.

Pertama-tama jelas pria yang populer disapa Sabil itu, yang akan dibangun adalah mindset kepala desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES).

"Misalnya, melalui pelatihan-pelatihan dan diajak studi banding ke desa-desa yang sudah maju wisatanya. Agar mereka punya referensi dan bisa mengembangkan wisata di desanya,” terangnya.

Diketahui, wisata Tirta Agung itu, kini masih dalam tahap penyelesaian. Wisata desa tersebut, dibangun setelah pihak Kepala Desa, Tolak Abdul Azis, melakukan studi banding ke Yogyakarta.

Sepulang dari Yogyakarta, pihak desa langsung berinisiatif memanfaatkan Waduk Pengairan Sawah yang selama ini tidak difungsikan dengan baik.

“Melihat kondisi Waduk yang belum difungsikan, saya berinisiatif untuk bekerjasama dengan masyarkat disini. Dan Wisata desa ini, dikelola oleh BUMDES Makmur Sejahtera,” katanya.

Meski belum dilauching, wisatawan Tirta Agung sudah mulai dikunjungi wisatawan lokal. “Bahkan di hari libur, bisa mencapai 800 pengunjung. Alhamdulillah, semoga ini menjadi jalan untuk memajukan desa dan wisata desa,” harapnya.

Ditanya soal konsep wisata Tirta Agung yang akan ditarapkannya, Aziz mengaku, pihaknya telah membangun 12 saung di atas waduk dan jembatan dari papan yang dihubungkan ke saung-saung tersebut. “Wisatawan seperti berjalan di atas air. Itu konsep yang kami terapkan untuk mempesona wisatawan,” ungkapnya.

Source : https://www.timesindonesia.co.id/?target=amp

25/03/2019

Kawah Ijen adalah sebuah danau kawah yang bersifat asam yang berada di puncak Gunung Ijen dengan tinggi 2.443 meter di atas permukaan laut dengan kedalaman danau 200 meter dan luas kawah mencapai 5.466 Hektar. Danau kawah Ijen dikenal merupakan danau air sangat asam terbesar di dunia.

Kawah Ijen berada dalam wilayah C***r Alam Taman Wisata Ijen Kabupaten Bondowoso Jawa Timur. Setiap dini hari sekitar pukul 02.00 hingga 04.00, di sekitar kawah dapat dijumpai fenomena blue fire atau api biru, yang merupakan keunikan tempat ini, karena pemandangan alami ini hanya terjadi di dua tempat di dunia yaitu Islandia dan Ijen.

Dari Kawah Ijen, kita dapat melihat pemandangan gunung lain yang ada di kompleks Pegunungan Ijen, di antaranya adalah puncak Gunung Merapi yang berada di timur Kawah Ijen, Gunung Raung, Gunung Suket, Gunung Rante, dan sebagainya.

KAWAH ILALANG BONDOWOSOKawah ilalang terletak di Curah Macan, Desa Kalianyar, Kecamatan Sempol. Tempat tersebut belum ba...
21/03/2019

KAWAH ILALANG BONDOWOSO

Kawah ilalang terletak di Curah Macan, Desa Kalianyar, Kecamatan Sempol. Tempat tersebut belum banyak banyak dijamah tangan wisatawan. Ia berada tepat di sebelah timur Kawah Wurung, sebuah wisata yang baru dibuka oleh Dinas pariwisata Bondowoso.

Perjalanan ke sana merupakan sebuah perjuangan. Penuh rintangan karena medan yang sangat berat.

Pertama yang harus dilakukan adalah cek kesehatan kendaraan dan persiapan lainnya seperti bekal dan obat – obatan. Dibutuhkan waktu sekitar 3 jam perjalananan dari kota menuju Desa Curah Macan. Usahakan jangan memakai sepeda motor matic jika tak ingin bernasib seperti saya, dorong-dorongan sepeda motor bahkan sampai motor tak bisa jalan di medan berpasir.

Di Desa Curah Macan jangan malu untuk bertanya kepada warga lokal. Tanyalah akses menuju lokasi Kawah Ilalang atau penduduk setempat menyebutnya dengan Lawang Seng atau Bukit Glaman. Meskipun jalannya sedikit sulit, tenang saja karena kamu akan disuguhi oleh hamparan kebun sawi dan kentang yang dikelola oleh penduduk setempat. Agar aman, sembunyikan sepeda motormu di semak – semak yang tumbuh di kawasan kaki bukit. Jika masih ragu, titipkan saja di pemondokan para petani yang menggarap ladang di kawasan Bukit Glaman.

Setelah sampai desa, kita masih harus mendaki untuk menuju Kawah Ilalang dengan jalan yang tak begitu terjal dan dapat ditempuh dengan waktu sekitar 30 menit menuju sisi utara Kawah Ilalang. Cuaca di sini sangat terik. Bawalah persediaan minuman mineral karena sepanjang jalan menuju Kawah Ilalang tidak ada yang menyediakan jasa penjualan makanan, selain masih alami Kawah Ilalang masih belum dikelola oleh dinas yang berwenang.


Type Here
HOMEPAGESTORY
STORY
Kawah Ilalang, Satu Alasan Kamu Harus Berkunjung ke Bondowoso
bondowoso
Ilalang tumbuh subur. Foto oleh Achmad Taufik


Saya yakin, Bondowoso, sebuah kota kecil di Jawa Timur, pasti jarang masuk radar para wisatawan Indonesia.

Jika memang kamu belum bisa menemukan alasan tepat untuk berkunjung ke sini, saya akan memberikannya. Keindahan Kawah Ilalang-lah yang akan jadi alasan kuatmu berkunjung ke Bondowoso!

Kawah Ilalang berada di Dusun Curah Macan, Desa Kalianyar, Kecamatan Sempol. Tempat tersebut belum banyak banyak dijamah tangan wisatawan. Ia berada tepat di sebelah timur Kawah Wurung, sebuah wisata yang baru dibuka oleh Dinas pariwisata Bondowoso.

Perjalanan ke sana merupakan sebuah perjuangan. Penuh rintangan karena medan yang sangat begitu sulit;

Jangan Pernah Malu Bertanya
Bondowoso
Dorong-dorongan menuju Kawah Ilalang. Foto oleh Achmad Taufik

Pertama yang harus dilakukan adalah cek kesehatan kendaraan dan persiapan lainnya seperti bekal dan obat – obatan. Dibutuhkan waktu sekitar 3 jam perjalananan dari kota menuju Desa Curah Macan. Usahakan jangan memakai sepeda motor matic jika tak ingin bernasib seperti saya, dorong-dorongan sepeda motor bahkan sampai motor tak bisa jalan di medan berpasir.

Di Desa Curah Macan jangan malu untuk bertanya kepada warga lokal. Tanyalah akses menuju lokasi Kawah Ilalang atau penduduk setempat menyebutnya dengan Lawang Seng atau Bukit Glaman. Meskipun jalannya sedikit sulit, tenang saja karena kamu akan disuguhi oleh hamparan kebun sawi dan kentang yang dikelola oleh penduduk setempat. Agar aman, sembunyikan sepeda motormu di semak – semak yang tumbuh di kawasan kaki bukit. Jika masih ragu, titipkan saja di pemondokan para petani yang menggarap ladang di kawasan Bukit Glaman.

Setelah sampai desa, kita masih harus mendaki untuk menuju Kawah Ilalang dengan jalan yang tak begitu terjal dan dapat ditempuh dengan waktu sekitar 30 menit menuju sisi utara Kawah Ilalang. Cuaca di sini sangat terik. Bawalah persediaan minuman mineral karena sepanjang jalan menuju Kawah Ilalang tidak ada yang menyediakan jasa penjualan makanan, selain masih alami Kawah Ilalang masih belum dikelola oleh dinas yang berwenang.

Tak ada hal besar tanpa sebuah pengorbanan!
bondowoso
Kawah Ilalang dari bawah. Foto oleh Achmad Taufik

Perjuangan kami terbayar! Keindahan Kawah Ilalang yang masih hijau dan dipenuhi oleh ilalang yang tumbuh subur, ada juga tumbuhan yang sudah mulai jarang ditemui di perkotaan” pakis tiang ( Pakis sejati)” yang banyak tumbuh di bibir kawah.

Ada keunikan tersendiri di Kawah Ilalang. Jika ada hembusan angin di lokasi tersebut seakan terdengar pantulan angin bagaikan auman singa selain itu disana kita bisa melihat panorama Gunung Raung yang beberapa waktu lalu sempat batuk-batuk, serta Gunung Ijen dan juga hamparan Bukit Megasari yang sangat indah. Dalam hati saya bersyukur “ya, inilah lukisan maha pencipta di kota Bondowoso”.

Dari kawasan hutan mati kita menuruni tebing yang tidak begitu curam menuju ke Kawah Ilalang. Disana saya disuguhi tanaman ilalang yang tumbuh subur di kawasan tersebut. Jangan khawatir di kawasan kawah ilalang aman dari predator liar, saya bersama beberapa teman sudah menyisir Kawah Ilalang.

Dan kami akhiri perjalanan kami di Kawah Ilalang dengan kembali ke titik poin semula di kaki Bukit Glaman di tempat penitipan sepeda kita. Tak banyak menguras tenaga untuk mengitari Kawah Ilalang selain medan yang landai dan juga kita masih disuguhi oleh pemandangan alam yang dapat menghilangkan rasa penat.

Jika belum terbiasa mengendarai motor dengan medan ekstrim, sebaiknya untuk menuju ke Kawah Ilalang dengan berjalan kaki atau meminta jasa warga untuk mengantarkan ke Kawah Ilalang di Desa Curah Macan.

Datanglah setelah musim hujan saat kawah masih hijau dan pastikan cuaca cerah jika ingin berkemah disana dan yang paling penting jangan nyampah di tempat indah dan jangan lupa mampir juga di Kawah Wurung yang lokasinya tak jauh dari Kawah Ilalang.

Source : https://phinemo.com/kawah-ilalang-satu-alasan-kamu-harus-berkunjung-ke-bondowoso/

Pendakian Gunung Raung Via Sumber Wringin (Review Kondisi Jalur)Sejatinya, gunung Raung memiliki 4 jalur pendakian, yait...
22/06/2018

Pendakian Gunung Raung Via Sumber Wringin (Review Kondisi Jalur)

Sejatinya, gunung Raung memiliki 4 jalur pendakian, yaitu jalur Kalibaru, jalur Jambewangi, jalur Glenmore dan jalur Sumber Wringi. Khusus dalam tulisan ini, kamu akan mengetahui tentang jalur pendakian gunung Raung via Sumber Wringin.

Transportasi Menuju Basecamp Sumber Wringin

Naik kereta: dari manapun kamu, tujuan awal kita adalah statsiun Jember, kemudian dilanjut dengan taksi atau ojeg menuju terminal Arjasa, kemudian naik bis menuju terminal Bondowoso.

Dari terminal Bondowoso, kamu dapat menggunakan jasa angkutan umum menuju Wonosari dan kemudian turun di pertigaan Gardu Atta, kemudian disambung dengan angkutan umum menuju desa Sumber Wringin. Setelah sampai, kamu dapat berjalan kaki untuk sampai di basecamp pendakian Sumber Wringin.

Tabel Rute Perjalanan

Statsiun Jember >> Terminal Arjasa >> Terminal Bondowoso >> pertigaan Gardu Atta >> Desa Sumber Wringin >> Basecamp pendakian

Perizinan

Basecamp pendakian di jalur Sumber Wringin sudah dilengkapi berbagai fasilitas, termasuk tempat parkir, kamar mandi dan kamar tamu. Biaya penginapan per malamnya adalah Rp. 10.000, harga tersebut sudah termasuk biaya retrubusi pendakian.

Jalur Pendakian Gunung Raung Via Sumber Wringin

Menurut saya, jalur Sumber Wringin merupakan jalur paling asik, aman dan murah dibanding jalur lainnya di gunung Raung. Namun, tidak banyak pendaki yang memilih jalur satu ini, mungkin karena minimnya informasi atau kalah populer oleh jalur Kalibaru. Saran saya, kamu harus coba asiknya pendakian gunung Raung lewat jalur Sumber Wringin.

Basecamp - Pos 1 (60 menit naik ojeg)

Beranjak dari basecamp, untuk menghemat waktu dan tenaga kamu bisa naik ojeg menuju pos 1. Jarak perjalanan sekitar 10km, dengan waktu tempuh 1 jam bila naik ojeg atau 3 jam bila berjalan kaki. Sementara, ongkos ojeg di sini adalah Rp. 50.000. Oleh karena ojeglah pos 1 disebut dengan nama pos Pondok Motor.

Pos 1 - Pos 2 (4 jam)

Selepas pos 1, perjalanan dilanjutkan dengan melintasi track yang perlahan menanjak, pemandangan berupa kebun kopi yang dikelilingi hutan rimbun, jalur sempit diapit oleh semak belukar yang cukup tinggi, sedangkan udara mulai terasa lembab. Berhati-hatilah, karena kamu akan banyak menemui persimpangan jalan, selalu cermati petunjuk arah, berupa pita atau tali rafia yang diikat pada pepohonan.


Setelah berjalan sekitar 4 jam, kamu akan sampai di pos 2, sebuah tempat yang bernama Pondok Sumur. Meski terlihat luas, namun pos 2 bukanlah tempat ideal untuk berkemah. Sebab, puncak masih jauh.

Pos 2 - Pos 3 (2,5 jam)

Setelah melewati pos 2, track akan terasa lebih menanjak dari sebelumnya, vegetasi semakin rapat dan rimbun. Sesekali, perjalananmu akan dihadang oleh pohon-pohon tumbang yang menghalangi jalur, dan bekas kebakaran masih terlihat di beberapa titik. Sementara, kamu harus tetap waspada, mencermati petunjuk arah. Pos 3 merupakan sebuah tempat yang dinamai Pondok Demit.

Pos 3 - Pos 4 (60 menit)

Selepas Pondok Demit, kondisi jalur tidak banyak berubah, namun kemiringan track sedikit bertambah menanjak. Setelah berjalan sekitar 60 menit, maka kamu akan sampai di pos 4, sebuah lahan terbuka yang disebut dengan nama Pondok Mayit, areanya tidak terlalu luas, mungkin hanya mampu menampung 4 tenda, namun di sini adalah tempat paling ideal untuk mendirikan tenda.

Pos 4 - Pos 5 (45 menit)

Perjalanan menuju pos 5 merupakan penyebrangan batas vegetasi, hutan perlahan terbuka, menyisakan pohon-pohon pinus yang berdiri berjauhan. Di beberapa sudut, terlihat juga ranting dan pepohonan berwarna hitam, seolah habis terbakar, sedikit mirip hutan mati di gunung Papandayan, menimbulkan suasana angker.

Setelah bejalan sekitar 45 menit, sampailah kamu di pos 5, sebuah tempat bernama Pondok Angin. Di sini angin kencang sering berhembus, bergemuruh, seakan macan yang sedang meraung.

Pos 5 - Puncak Gunung Raung (90 menit)

Selepas Pondok Angin, perjalanan dilanjutkan menuju puncak, melintasi jalur maut yang diapit oleh jurang di sebelah kanan dan kiri, sedangkan medan didominasi oleh bebatuan dan kerikil, membuat perjalanan semakin sulit, dibutuhkan kecermatan, fokus dan kerja-sama tim untuk dapat melaluinya dan bisa sampai di puncak gunung Raung.

Puncak Gunung Raung

Sejatinya, gunung Raung memiliki 4 puncak, yaitu puncak Bendera, puncak Tujuh Belas, puncak Tusuk Gigi dan puncak Sejati. Bila kita menggunakan jalur Sumber Wringin, maka kita akan sampai di puncak Kaldera (puncak bayangan). Sementara, untuk sampai di puncak Sejati (tertinggi), maka kita harus menggunakan jalur Kalibaru.

Ketinggian puncak Sejati yang mencapai 3.344 mdpl, menempatkan gunung Raung di urutan ke-14 dalam jajaran 50 gunung tertinggi di Indonesia.

Meski bukan puncak tertinggi di gunung Raung, namun pemandangan di puncak Kaldera tidak kalah mengagumkan dari puncak Sejati, di sana kamu dapat menyaksikan gugusan gunung-gunung lainnya, termasuk gunung Semeru, gunung Argopuro dan gunung Ijen. Serta menyaksikan sebuah kawah besar yang masih aktif mengepulkan asap.

Source : Http://www.pendakigunung.top

Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, ternyata menyimpan potensi yang sangat luar biasa. Salah satunya adalah Kawah Wurung, y...
21/06/2018

Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, ternyata menyimpan potensi yang sangat luar biasa. Salah satunya adalah Kawah Wurung, yang berada di Desa Jampit, Kecamatan Sempol.

Untuk mencari lokasi Kawah Wurung cukup gampang, sebab lokasinya satu arah ke Gunung Ijen. Jika berangkat dari Kota Bondowoso, diperlukan waktu sekitar 2 jam lamanya untuk sampai di lokasi. Pengunjung tidak perlu khawatir, sebab akses jalan ke Kawah Wurung bisa dilewati dengan sepeda motor maupun mobil.

Tidak hanya itu, selama di perjalanan menuju lokasi Kawah Wurung, kita akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang luar biasa. Mulai dari hutan pinus, hingga taman bunga di sepanjang perkebunan Jampit.

“Saya pertama datang ke sini, dan ternyata pemandangannya luar biasa, sangat bagus. Apalagi selama di jalan tadi, pemandangan bunganya cukup menyejukkan mata,” ucap salah satu wisatawan, Nazila.

Eksotisme Kawah Wurung memang cukup luar biasa, sebab pegunungan dan kawahnya dipenuhi dengan rerumputan yang hijau.

“Ingin lama-lama di sini, selain udaranya yang segar, pemandangan sangat bagus. Bukitnya itu lo, hijau banget, membayangkan seperti di surga saja,” kata Alfan, wisatawan lainnya.

Beberapa wisatawan juga mencoba menuruni tebing di Kawang Wurung, dengan menggunakan sepeda gunung. “Asyik medannya, cukup menantang juga. Tadi saya sempat nyoba, seru banget pokoknya,” kata Ahmad.

Wisatawan yang datang, juga tidak lupa berfoto di lokasi Kawah Wurung. “Mumpung ke sini, sekalian foto-foto, karena perbukitannya mirip di film Teletubbies,” kelakar Doni, salah satu wisatawan.
Sementara, Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir, mengatakan Kawah Wurung merupakan salah satu destinasi andalan Kabupaten Bondowoso. “Saya saja kalau sedang libur, liburannya ke sini, jadi tidak usah jauh-jauh ke luar kota,” katanya.

Dhafir berharap, wisatawan yang datang ke Kawah Wurung ikut menjaga kebersihan kawasan tersebut.

“Waktu saya datang ke Kawah Wurung, banyak sampah yang berserakan. Makanya kita minta agar wisatawan juga ikut menjaga kebersihan di sini. Sampahnya dibawa kembali, jangan buang di sini,” pinta Dhafir.

(Sumber : kompas.com)

Fenomena Alam Api Biru "Blue Fire" di Kawah IjenApi seperti yang diketahui warnanya pasti merah, lantas bagaimana jika A...
21/06/2018

Fenomena Alam Api Biru "Blue Fire" di Kawah Ijen
Api seperti yang diketahui warnanya pasti merah, lantas bagaimana jika Anda ingin melihat sebuah api yang warnanya berbeda, tidak merah melainkan berwarna biru dan keluar dari sebuah kawah gunung. Dapatkah dibayangkan Anda berdiri dan menyaksikan fenomena itu dengan kepala Anda sendiri, momen keajaiban alam yang tiada taranya. Teramat spesial untuk dilewatkan karena di dunia hanya ada dua fenomena yang terjadi seperti ini dan salah satunya ada di Indonesia.

Adalah kawah biru atau blue fire, fenomena alam yang unik dan hanya dapat dilihat di Kawah Ijen - Banyuwangi saja. Saking indahnya fenomena ini bahkan mengalahkan popularitas matahari terbit di Banyuwangi yang disebut sebagai matahari pertama di Jawa. Tak hanya itu, banyak wisatawan dari berbagai negara rela datang jauh-jauh sekedar untuk melihat penampakan si Api Biru di kawah Ijen.

Cara Mencapai Api Biru
Nah, sekarang bagaimana jika Anda ingin menyaksikan fenomena ini? Hal pertama yang mesti Anda lakukan adalah pergi terlebih dahulu ke Banyuwangi dan semuanya melalui jalan darat menggunakan angkutan bus umum. Anda dapat mencapai Kawah Ijen atau Gunung dari dua arah yaitu, dari arah utara atau dari selatan. Dari arah utara, bisa di tempuh melalui Situbondo menuju Sempol (Bondowoso) lewat Wonosari dan dilajutkan ke Paltuding. Jarak Situbondo ke Paltuding sekitar 93 Km dan dapat ditempuh sekitar 2,5 jam.

Sedangkan dari arah selatan dapat dilalui dari Banyuwangi menuju Licin yang berjarak 15 Km. Dari Licin menuju Paltuding berjarak 18 Km dan diteruskan menggunakan Jeep atau mobil berat lainnya sekitar 6 Km sebelum ke Paltuding. Ini dikarenakan jalan yang berkelok dan menanjak.
Daerah ini bisa dicapai dengan menggunakan kendaraan umum dari Banyuwangi menuju Jambu.Dari Jambu, anda bisa melanjutkan perjalanan menuju C***r Alam Taman Wisata Kawah Ijen yang terletak di Paltuding dengan menggunakan ojek dan kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki.

Address

Jombang

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Info Wisata Bondowoso posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share