Guitar lesson

Guitar lesson practice make perfect

14/11/2015

Jika selama ini kita hanya tertarik untuk menikmati musik,, mungkin ada baiknya untuk mengenali lebih jauh filosofi terkait musik. Coba pikirkan jawaban untuk pertanyaan berikut:
*.Apa itu musik?
*.Apa hubungan musik dgn pikiran?
*.Apa yg musik berikan terhadap dunia kita?
*.Apa hubungan antara musik dgn emosi?
*.Apa makna yang terkait dengan musik?
Melalui pertanyaan² mendasar seperti itu, beberapa pemikir di kehidupan kita mencoba merumuskan musik agar dpt dipelajari dan diresapi makna yg terkandung di dlmnya. Berikut beberapa pemikiran yg telah dihasilkan mengenai musik hingga saat ini. Definisi Musik Salah satu definisi paling umum dr musik adalah “suara yg teratur”. Namun, definisi ini sepertinya tdk memuaskan, terdapat banyak tipe dr suara yg teratur yg kita anggap sebagai musik sebagaimana suara manusia atau dering alarm. Kemudian, muncul lg definisi berikutnya dr musik yaitu “musik adalah nada yg teratur”, sebagaimana yg diajukan oleh filsuf era² awal. Tetapi, definisi tersebut terlalu sempit, dikarenakan ada banyak bentuk musik yg tdk menggunakan skala nada. Musik perkusif dan atonal musik misalnya, mereka hanya menggunakan tempo dan ketukan, tdk memiliki nada. Kemudian, pemikir merumuskan aspek² populer yg terdapat di musik yaitu: melodi, harmoni, ritme, dan timbre. Kemudian, berbagai bantahan muncul terhadap pemahaman aspek² dr musik. Musique concrete misalnya, hanya berisi oleh contoh² suara dr alam yg terkadang memiliki komposisi yg acak. Ambient music juga hanya terdiri dr rekaman kehidupan liar atau alam. Kemudian pendefinisian musik kembali dipelopori oleh John Cage. Karyanya, 4’ 33” merupakan kasus pengujian terhadap berbagai definisi dr musik. Ia menampilkan pertunjukan selama 4 menit 33 detik tanpa menimbulkan suara sama sekali. Cage bermaksud untuk menampilkan permainan musik, tetapi menampilkan lingkungan selama bermain musik. Menurutnya, selalu ada suara kemanapun kita pergi, dan tdk ada ruang pertunjukan yg benar² sunyi. John Cage percaya bhw setiap suara seharusnya dianggap sebagai musik, dan ide ini terlihat dr berbagai karya yg ia ciptakan. Absolute music vs Program Music “Absolute music” mengacu pd musik yg tdk bermakna apapun dan non-representational. “Program music”, merupakan lawannya, yaitu dimaksudkan untuk membangkitkan ide di luar musik di luar musik ke dlm pikiran pendengar yg merepresentasikan adegan, gambar, atau perasaan. Karena absolute music tdk memiliki makna apapun, makna tersebut jadi diturunkan dr esensi musik itu sendiri. Perdebatan selama ini muncul apakah absolute music dpt benar² ada dan apakah setiap musik diciptakan oleh alam untuk memiliki maksud atau tdk. Terdapat debat yg intens tentang masalah ini selama era romantic akhir, dimana mayoritas menolak musik berbasis instrumental yg absolute. Penentang tersebut berasal dr Richard Wagner, Friedrich Nietzche dan Georg Wilhelm Friedrich Hegel. Karya Wagner mengatur programmatic dan sering menggunakan vokalisasi, dan ia menambahkan bhw “dimana musik tdk mampu melaju lbh jauh, mereka menjadi kata. Kata berposisi lebih tinggi drpd nada.” Nietzche menulis banyak komentar pujian terhadap musik Wagner dan faktanya ia sendiri adalah komposer amatir. Filsuf romantic yg mendukung absolute music muncul dr Johannvon Goethe yg melihat musik bknlah sebagai subjek bahasa manusia melainkan sebagai keabsolutan sejati yg berarti terlihat lbh tinggi drpd urutan kenyataan dan keindahan. Beberapa filsuf lainnya juga menghubungkan musik dgn unsur spiritualisme. Pada bagian IV dr karyaThe Worldas Will and Representation (1819),, Arthur Schopenhauer menulis bhw “musik adalah jawaban dr misteri kehidupan. Kebanyakan tersusun dr segala seni, musik mengekspresikan pemikiran terdalam dr hidup.” Pd The Immediate Stages of Erotic, or Musical Eroticm bagian dari Either/Or (1843), Soren Kierkegaard memeriksa kedalaman dr musik Wolfgang Amadeus Mozart Mozart dan unsur sensual dari Don Geovanni. Makna dan Tujuan Saat ini masih terdapat banyak debat mengenai bagaimana memaknai suatu musik. Tentu saja, musik dpt diinterpretasikan dgn berbagai cara oleh berbagai pendengar, tetapi terdapat banyak karakter emosional yg muncul secara universal pada musik. Orang² mungkin menghubungkan suara tertentu dgn emosi tertentu berdasarkan kondisi alamiah, tetapi beberapa tipe suara yg fundamental mungkin memiliki kenyamanan dan ketidak nyamanan yg alami juga. Sebagai contoh, kajian yg menunjukkan bhw suara rendah berlatar belakang noise cenderung untuk menenangkan dan melemaskan (kemungkinan krn suara tersebut serupa dgn suara di dlm kandungan) dimana suara tinggi dan tempo tinggi digunakan untuk menunjukkan kegembiraan. Pertanyaan utama disini seberapa besar anggapan tersebut yg dtng secara langsung dr musik dan seberapa besar juga yg dtng dr pengaruh budaya? Ilmu neurobiology, evolutionary psychology, dan bidang ethnomusicology perlahan menemukan kemajuan untuk menjawab hal ini dan pertanyaan terkait. Upaya pertama untuk menempatkan musik pd frame work evolusi dibuat oleh Charles Darwin yg berkata pd 1871 di bukunya berjudul The Descent of Man, “nada musik dan ritme pertama kali digunakan oleh laki² dan perempuan untuk tujuan memesona lawan jenisnya.” Saat ini terdapat penelitian aktif mengenai evolusi dari musik, dan beberapa bukti ditemukan untuk mendukung hipotesis Darwin, dan buktinya lainnya menyarankan bhw musik bermakna sebagai organisasi sosial dan komunikasi untuk budaya masyarakat jaman purba. Pd tahun 1997 di buku How the Mind Works, Pinker meragukan musik sebagai “auditory cheesecake“, sebuah frase yg bertahun-tahun digunakan untuk menantang musikologi dan psikologi yg mempercayai bhw musik merupakan keindahan bagi unsur auditori. Keindahan Musik Studi estetika musik melibatkan pertanyaan “apa yg membuat musik enak didengar?” Pandangan mengenai apa yg disebut “musik yg bagus” telah berubah secara dramatis sejak bentuk musik yg baru muncul dan bentuknya musik yg lama tenggelam. Fakta ini menunjukkan bhw kebudayaan musik bergantung kpd kemampuan seseorang untuk menginterpretasi dan menikmati musik. Untuk memahami hal ini lbh baik, mari kita kenali perbedaan antara art music dan popular music. Popular music adalah musik dgn pendengar yg banyak dan bergantung pd periode budaya dan waktu. Art music adalah musik yg dikembangkan oleh kelompok yg relatif kecil dan hrs berlatih serta belajar agar dpt menciptakan musik yg diapresiasi. Batasan yg jelas antara art music dan popular music secara konstan berubah-ubah dan bergantung pd subjek perdebatan. Begitulah beberapa pemikiran mengenai musik yg ada hingga skrg. Bagaimana dgn pemikiran anda sendiri mengenai musik? Apakah menurut anda musik hanyalah karya seni penyegar jiwa? Atau mungkin sesuatu yg berkembang berdasarkan kebudayaan manusia? Atau memiliki makna yg berada pd tataran spiritualisme sehingga tdk bisa sembarangan dinikmati krn akan mempengaruhi persepsi spiritualisme anda? Mari menikmati musik.

12/03/2014

9 guitar licks part 2

12/03/2014

8 guitar licks lesson part 1

11/03/2014

7 super fast blues lesson

11/03/2014

6 Arrpegio

10/03/2014

5 alternate speed picking

10/03/2014

4 john petruci young guitar

10/03/2014

3 speed kills michael angelo batio

10/03/2014

2 paul gilbert - technical difficulties

10/03/2014

1

Address

Jombang
61419

Telephone

+6285777649982

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Guitar lesson posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share