03/04/2026
Kamis, 2 April 2026 Tim Gabungan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Way Pisang-Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, LPHD Sumur Kumbang, KUPS Leuweung Kolot, Sispala LGH SMA Ma'arif 1 Sukatani, Wanacala Lampung dan Media Ranjana melaksanakan kegiatan peninjauan dan penanaman di titik longsor di Gunung Rajabasa yang sedang viral di media sosial. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari peninjauan pertama yang telah dilakukan oleh LPHD Sumur Kumbang dan KUPS Leuweung Kolot selaku Kelompok Tani Hutan yang ada di wilayah setempat yang videonya telah banyak dikutip di media sosial.
Respon cepat ini dilakukan setelah dilaksanakan Rapat Koordinasi bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan.
Atas arahan Kepala KPH Way Pisang dan inisiasi Kanit Polhut KPH Way Pisang, tim respon cepat bergerak menuju titik longsor dengan membawa bibit dan perlengkapan untuk penanaman. Sebanyak 100 batang bibit dengan jenis beringin, kiara, aren, langkap, ketapang hutan dan mengkudu ditanam oleh tim gabungan di sepanjang material longsoran yang diperkirakan sekitar 60 meter dengan lebar 20 meter di sekitar areal tebing yang longsor. Tujuan dari penanaman ini untuk memperkuat struktur tanah dan mencegah potensi longsor susulan.
Untuk diketahui bersama bahwa lokasi longsor ini berada di Zona Inti/Perlindungan Gunung Rajabasa dan jauh dari pemukiman masyarakat.
Penyebab longsoran ini bukan disebabkan oleh faktor adanya aktifitas manusia melainkan disebabkan oleh faktor alam yaitu terjadinya cuaca ekstrim dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini diperkuat dengan adanya vegetasi rumput dan semak belukar yang mulai tumbuh di material longsoran yang merupakan bukti bahwa tidak ada aktifitas manusia di sekitaran lokasi longsoran.
Namun upaya mitigasi dan edukasi berkelanjutan terus akan dilakukan oleh pihak Kehutanan bersama Pemerintah Daerah, dan para mitra terkait khususnya Kelompok Tani Hutan atau Kelompok Perhutanan Sosial di sekitar lokasi. Kegiatan lanjutan berikutnya dijadwalkan akan dilakukan pada hari Sabtu, tanggal 4 April 2026 yang akan langsung dipimpin oleh Bupati Lampung Selatan, TNI/POLRI, BPBD, Tokoh Adat, Organisasi Masyarakat, media dan unsur lainnya.
Semoga ke depan kita semua bisa lebih peduli dan peka terhadap kondisi alam lingkungan sekitar kita namun juga bisa dengan bijak dalam menyikapi informasi dan berita yang diterima.
Salam Rimba..
Salam Lestari..