Balai Veteriner Subang

Balai Veteriner Subang BVet Subang : Salah satu UPT Ditjen PKH Kementan RI. Bertugas melaksanakan pengamatan & pengidentifikasian diagnosa, pengujian veteriner & produk hewan

14/05/2026
08/05/2026

, Selamat bertugas para ASN baru Kementerian Pertanian!
Sebanyak 158 CPNS Ditjen PKH resmi diangkat menjadi PNS sebagai bagian dari penguatan SDM peternakan dan kesehatan hewan yang profesional, berintegritas, dan siap melayani masyarakat.

Penguatan SDM menjadi langkah penting dalam mendukung peningkatan produksi peternakan, pengendalian penyakit hewan, hingga mewujudkan ketahanan pangan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

08/05/2026

Hai Sobat Ternak! Jangan lewatkan live recorded di Instagram Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan setiap hari.

Narasumber : Akbar Hira Surbakti, http://S.Pt (Pengawas Bibit Ternak Ahli Pertama)
Tema : Kambing Panorusan Samosir, Sumber Daya Genetik Ternak Lokal

📅 Yuk nyalakan notifikasi dan lonceng di Instagram Ditjen PKH, agar tidak ketinggalan informasi berharga buat ternakmu!

07/05/2026

Hai Sobat Ternak! Jangan lewatkan live recorded di Instagram Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan setiap hari.

Narasumber : Dr. drh. Liza Angeliya, http://M.Sc (Medik Veteriner Madya)
Tema : Mengenal Ruang Baca Kesehatan Hewan: Inovasi Edukasi dari Bvet Lampung untuk Masyarakat

📅 Yuk nyalakan notifikasi dan lonceng di Instagram Ditjen PKH, agar tidak ketinggalan informasi berharga buat ternakmu!

Kita bekerja bukan hanya untuk tugas, tapi untuk amanah.Ada rasa malu saat kita lalai,ada rasa tidak nyaman saat kita ti...
06/05/2026

Kita bekerja bukan hanya untuk tugas, tapi untuk amanah.

Ada rasa malu saat kita lalai,
ada rasa tidak nyaman saat kita tidak jujur.
Dan justru dari situlah integritas dijaga.

Jika rasa itu terus dirawat,
ia akan tumbuh menjadi budaya yang menguatkan.

05/05/2026

, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memastikan ketersediaan daging nasional dalam kondisi terkendali melalui perhitungan neraca komoditas.

Pemerintah juga menjaga stabilitas harga sesuai HET serta memastikan distribusi diawasi dari hulu hingga hilir. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak berdasar. Ketersediaan pangan kita terjaga, peternak pun tetap terlindungi.


Pakar Ungkap Potensi Kerbau Australia sebagai Sumber Protein Alternatif GlobalJakarta – Sejarah panjang keberadaan kerba...
04/05/2026

Pakar Ungkap Potensi Kerbau Australia sebagai Sumber Protein Alternatif Global
Jakarta – Sejarah panjang keberadaan kerbau di Australia menunjukkan bagaimana sebuah pengenalan spesies dapat berkembang menjadi potensi ekonomi yang besar. Sekitar dua abad lalu, kerbau dibawa oleh penjajah Inggris dari wilayah Indonesia yang saat itu masih berada di bawah kekuasaan kolonial Belanda, untuk dijadikan sumber pangan di wilayah utara Australia. Kerbau tersebut diketahui berasal dari Indonesia bagian timur, khususnya Nusa Tenggara Timur (NTT).
Namun, ketika pemukiman Inggris di Semenanjung Cobourg ditinggalkan pada tahun 1849, kerbau-kerbau tersebut dilepas ke alam bebas. Sejak saat itu, populasinya berkembang secara alami dan menjadi bagian penting di wilayah Northern Territory.
Dalam perkembangannya, kerbau hidup bebas di alam dengan mengandalkan rumput liar sebagai sumber pakan utama. Kondisi ini justru mendukung pertumbuhan populasi yang cukup pesat.
“Kerbau dibiarkan bebas hidup karena negara dengan empat musim memiliki kualitas nutrisi rumput yang lebih baik dibandingkan dengan wilayah tropis,” ujar Kurnia Achyadi, Praktisi Kesehatan Reproduksi dan Anggota Komisi Keswan-Kesmavet Kementerian Pertanian, Sabtu (2/5/2026).
Ia juga menambahkan bahwa populasi kerbau sempat mengalami penurunan akibat penyakit.
“Populasi kerbau di Australia sempat mengalami penurunan akibat wabah brucellosis sekitar tahun 1837. Namun, seiring waktu, populasinya kembali berkembang dengan baik karena sistem pemeliharaan yang minim input produksi,” lanjutnya.
Saat ini, di wilayah Northern Territory, jumlah kerbau diperkirakan mencapai ratusan ribu ekor dan sebagian besar hidup di alam terbuka. Pada awalnya, jumlah yang melimpah ini mendorong aktivitas perburuan sejak akhir abad ke-19, dengan puncaknya pada tahun 1960-an ketika populasinya diperkirakan mencapai sekitar 200.000 ekor.
Seiring meningkatnya kebutuhan pasar terhadap daging kerbau, cara pengelolaannya pun mengalami perubahan. Dari yang semula berburu, kini beralih menjadi sistem penangkapan (mustering) dan pemeliharaan yang lebih terarah untuk menjaga kualitas ternak.
Sistem ini kemudian berkembang menjadi usaha komersial yang melibatkan berbagai pihak, seperti pemilik lahan, kontraktor penangkap kerbau, pekerja feedlot (usaha penggemukan), pengusaha rumah potong hewan, hingga pengelola wisata budaya. Masing-masing pihak memperoleh keuntungan sesuai perannya.
Kurnia juga menekankan pentingnya kerja sama ke depan.
“Indonesia harus lebih serius melihat potensi kerbau Australia ini dengan asas saling menguntungkan, saling ketergantungan, dan saling melindungi,” lanjutnya.
Sementara itu, menurut Abdullah Akhyar Nasution, Pemerhati Peternakan Kerbau Tradisional sekaligus Dosen Antropologi FISIP Universitas Malikussaleh, model pengelolaan seperti ini dapat menjadi contoh yang relevan untuk diterapkan di Indonesia.
Saat ini, kerbau Australia dikenal sebagai salah satu sumber protein hewani yang memiliki potensi besar di pasar global. Populasinya yang melimpah serta karakteristik dagingnya yang khas membuat komoditas ini semakin diminati sebagai alternatif sumber protein.
Untuk memastikan kualitas dan kehalalan produk, para pelaku usaha bekerja sama dengan berbagai lembaga sertifikasi halal, seperti Islamic Coordinating Council of Victoria dan Supreme Islamic Council of Halal Meat in Australia. Selain itu, pengawasan juga melibatkan lembaga di negara tujuan ekspor, seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk Indonesia dan Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) untuk Malaysia.
“Guna menjamin penyediaan daging kerbau yang memenuhi kebutuhan konsumen termasuk kehalalan, banyak pengusaha feedlot dan pengusaha rumah potong hewan bekerja sama dengan lembaga yang ikut mengampanyekan kehalalan produk, di antaranya Islamic Coordinating Council of Victoria dan Supreme Islamic Council of Halal Meat in Australia. Tidak hanya itu, usaha ini juga melibatkan lembaga pengawas kehalalan produk di negara tujuan ekspor. Dengan Indonesia, usaha ini melibatkan MUI. Dengan Malaysia, kerja sama kehalalan dilakukan dengan JAKIM,” ujar Abdullah Akhyar Nasution.
Dari sisi gizi, daging kerbau memiliki kandungan protein tinggi dengan kadar lemak yang relatif lebih rendah dibandingkan jenis daging lainnya. Hal ini menjadikannya pilihan yang tepat bagi konsumen yang menginginkan sumber protein yang lebih sehat.
Selain itu, kerbau juga dikenal memiliki kemampuan adaptasi yang baik di berbagai kondisi lingkungan serta mampu memanfaatkan pakan alami secara efisien. Hal ini membuatnya lebih hemat dalam sistem produksi.
Dari sisi ekonomi, daging kerbau juga relatif lebih terjangkau. Karena itu, komoditas ini menjadi alternatif penting dalam memenuhi kebutuhan protein hewani di tengah fluktuasi harga pangan global.
Produk kerbau, baik dalam bentuk ternak hidup maupun daging beku, kini telah dipasarkan ke berbagai negara. Permintaannya pun terus meningkat seiring dengan kebutuhan akan sumber protein yang terjangkau, berkualitas, dan terjamin kehalalannya.
Selain untuk konsumsi, kerbau juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi berbagai produk turunan, seperti olahan daging, pupuk organik, hingga energi terbarukan dari limbahnya.
Dengan sejarah panjang dan manfaat yang luas, kerbau Australia kini menjadi salah satu komoditas penting dalam sistem pangan global. Menariknya, yang dahulu dianggap sebagai masalah karena jumlahnya yang berlebih, kini justru berubah menjadi peluang ekonomi yang memberikan manfaat bagi banyak pihak. (*)

Kementan Tampilkan Produk Peternakan Organik, Kembangkan Pasar NasionalJakarta – Kementerian Pertanian melalui Direktora...
04/05/2026

Kementan Tampilkan Produk Peternakan Organik, Kembangkan Pasar Nasional
Jakarta – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) berupaya memperluas edukasi kepada masyarakat terkait produk organik. Upaya tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan dalam gelaran “CL Organicversary Bazaar” yang berlangsung di Mal Ciputra Jakarta pada 29 April–3 Mei 2026.
Partisipasi tersebut juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendorong gaya hidup sehat melalui konsumsi produk yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Bazaar ini menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan produk organik kepada masyarakat perkotaan.
Dalam kegiatan ini, Kementerian Pertanian menghadirkan pelaku usaha, UMKM binaan, serta unit pelaksana teknis (UPT) dalam satu booth bertajuk organik. Kehadiran berbagai pihak ini memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mengembangkan ekosistem organik nasional.
Produk yang ditampilkan pun beragam, mulai dari olahan keju, yogurt, susu pasteurisasi, es krim, dan susu evaporasi, ayam negeri dan kampung, hingga pupuk organik. Ragam produk tersebut menjadi representasi nyata hasil peternakan yang sehat, berkualitas, dan berwawasan lingkungan.
Antusiasme pengunjung terhadap produk peternakan organik, khususnya susu dan pupuk, menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi produk sehat. Hal ini menjadi sinyal positif bagi pengembangan pasar produk organik nasional ke depan.
Kementerian Pertanian juga mendorong praktik usaha peternakan berkelanjutan melalui pemanfaatan limbah kotoran hewan menjadi pupuk organik. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi pelaku usaha.
Beberapa UPT lingkup Ditjen PKH yang turut memasarkan pupuk organik di antaranya Badan Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, BPTU-HPT Baturaden, BPTU-HPT Denpasar, BPTU-HPT Pelaihari, BPTU-HPT Indrapuri, BPTU-HPT Sembawa serta Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang. Kehadiran mereka memperkuat promosi produk organik berbasis peternakan.
Dari sisi jaminan mutu, produk yang dipamerkan telah tersertifikasi sesuai standar nasional SNI 6729.2.2016 yang kini diperbarui menjadi SNI 6729.2.2025. Sertifikasi ini memastikan seluruh proses produksi memenuhi sistem pertanian organik yang telah ditetapkan.
Selain Ditjen PKH, dalam bazaar tersebut turut hadir Sarim, produsen pupuk organik dari Kelompok Ternak Mandiri Jaya, yang menyampaikan rasa syukur atas keikutsertaannya dalam bazaar ini. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi pelaku usaha organik.
Sarim juga berkesempatan menjadi salah satu pemapar dalam sesi sharing pada Kamis (30/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia berbagi pengalaman mengenai pengembangan pupuk organik berbasis peternakan kepada para peserta.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga ruang kolaborasi dan edukasi. Ia menegaskan bahwa pupuk organik memiliki peran penting sebagai input utama dalam produksi pangan sehat hingga bahan baku kosmetik organik.
“Saya sangat senang bisa ikut serta dan berbagi pengalaman, karena melalui bazaar ini kami bisa menunjukkan bahwa pupuk organik menjadi fondasi penting bagi ekosistem produk organik yang berkelanjutan,” ujar Sarim.
Event bazaar organik ini juga dihadiri oleh pelaku organik sapi perah, salah satunya Prof. Moh. Cholil Mahfud dari KPSP Setia Kawan Pasuruan.
Menurut Prof. Cholil, penyelenggaraan bazaar ini sangat strategis dalam memperkenalkan susu sapi organik pertama di Indonesia kepada masyarakat luas.
“Kami sangat senang produk kami dapat diperkenalkan di Jakarta, semoga konsumen kota menjadi mengerti bahwa susu organik sudah diproduksi di dalam negeri sehingga dapat mendorong peningkatan konsumsi dan permintaan,” paparnya.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Pertanian berharap dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan masyarakat terhadap produk organik dalam negeri. Selain itu, kegiatan ini juga membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha. (*)

04/05/2026

Hai Sobat Ternak! Jangan lewatkan live recorded di Instagram Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan setiap hari.

Narasumber : Ir. Rosikin, http://S.Pt., http://M.Si. (Pengawas Bibit Ternak Ahli Madya)
Tema : Mengenal Lebih Dekat GPS (Grand Parent Stock) pada Ayam Ras

📅 Yuk nyalakan notifikasi dan lonceng di Instagram Ditjen PKH, agar tidak ketinggalan informasi berharga buat ternakmu!

Selamat Memperingati Hari Buruh 1 Mei 2026Teruslah berjuang dengan integritas dan semangat, karena setiap langkah kecil ...
01/05/2026

Selamat Memperingati Hari Buruh 1 Mei 2026

Teruslah berjuang dengan integritas dan semangat, karena setiap langkah kecil membawa perubahan besar..



Address

Jalan Terusan Garuda, Blok Wera Sari RT33/11, Kel. Dangdeur, Kec. Subang, Kab. Subang
Kalijati
41212

Opening Hours

Monday 08:00 - 16:00
Tuesday 08:00 - 16:00
Wednesday 08:00 - 16:00
Thursday 08:00 - 16:00
Friday 08:00 - 16:30

Telephone

+622607423134

Website

https://desty.page/bv_subang

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Balai Veteriner Subang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Balai Veteriner Subang:

Share