Tasma Mas Putra

Tasma Mas Putra Indonesia

"Jadilah miskin untuk sementara, kamu harus keluar dari zona nyaman, tidak punya uang untuk sementara waktu, kehilangan ...
05/10/2024

"Jadilah miskin untuk sementara, kamu harus keluar dari zona nyaman, tidak punya uang untuk sementara waktu, kehilangan beberapa teman, dan melalui beberapa hari tanpa tidur, beberapa orang tidak memahami ini semua." ~(Bob Sadino)~

SIAPA YANG BERSEDIH DENGAN KELAHIRAN NABI MUHAMMAD ﷺ? Imam al-Hafizh Ibnu Katsir Berkata Dalam Kitab Al-Bidayah Wa An-Ni...
08/10/2022

SIAPA YANG BERSEDIH DENGAN KELAHIRAN NABI MUHAMMAD ﷺ?

Imam al-Hafizh Ibnu Katsir Berkata Dalam Kitab Al-Bidayah Wa An-Nihayah Bab Malam Kelahiran Rasulullah shallallahu àlaihi wa sallam,

انَّ ابليس رنَّ اربع رنَّات: حين لُعِنَ وحين اهبط وحين وُلِدَ رسول اللّٰه صلى الله عليه وسلم وحين انزلت الفاتحةُ.

"Bahwa Iblis menangis histeris empat kali: ketika dilaknat, ketika diusir dari surga, ketika dilahirkan Rasulullah shallallahu àlaihi wa sallam, dan ketika diturunkan surat al-Fatihah."

Berbahagialah alam semesta menyambut kelahiran Rasulullah sang pembawa kabar gembira, penebar rahmat, pemersatu umat. Rasa bahagia ini adalah sesuatu yang sangat manusiawi ketika seorang mengingat kenikmatan yang Allah berikan pada seorang Muslim.

Namun dua kelompok jahat bersedih: Pertama adalah Iblis dan sekutunya, karena mereka tahu bahwa kelahiran Rasulullah shallallahu àlaihi wa sallam akan membawa keberkahan dan petunjuk pada umat manusia, yang secara otomatis akan menghalangi misi jahat Iblis.

Kedua, orang-orang Yahudi. Mereka resah ketika mengetahui kelahiran Rasulullah shallallahu àlaihi wa sallam, seperti yang telah Allah kabarkan di dalam al-Quran aurat al-Baqarah.

Jika kita galau, sedih, murung, hilang rasa bahagia dengan datangnya bulan kelahiran Baginda Rasulullah shallallahu àlaihi wa sallam, bulan Rabi'ul Awwal, maka hal itu mirip perasaan dari dua makhluk yang bersedih dengan kelahiran Rasulullah shallallahu àlaihi wa sallam.

Bagi yang telah berbahagia dengan kelahiran Rasulullah, hendaknya meningkatkan peneladanan pada Beliau secara maksimal, sehingga kita pun dapat membahagiakan Rasulullah shallallahu àlaihi wa sallam. Hal itu dilakukan dengan menjalankan syariatnya.

Rasulullah berwasiat kepada umatnya untuk berpegang teguh pada al-Qur’an dan al-Sunnah, menjadikannya sebagai pedoman hidup:

«يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي قَدْ تَرَكْتُ فِيكُمْ مَا إِنِ اعْتَصَمْتُمْ بِهِ فَلَنْ تَضِلُّوا أَبَدًا كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ»

“Wahai umat manusia, sesungguhnya aku telah meninggalkan bagi kalian apa-apa yang jika kalian berpegang teguh pada keduanya, maka tidak akan tersesat selama-lamanya yaitu Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.” (HR. Al-Hakim, al-Baihaqi dan lainnya)

Hadits ini mengandung pesan umum bagi manusia, mencakup kehidupan pribadi, berkeluarga, bermasyarakat dan bernegara, sebagaimana ditunjukkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya secara praktis.

Wasiat Rasulullah ini, mengandung perintah fardhu untuk berpegang teguh terhadap al-Qur’an dan al-Sunnah, mencakup kewajiban menjadikan keduanya sebagai dasar negara dan hukum perundang-undangan, mencakup aspek politik dalam negeri maupun luar negeri, fardhu dengan petunjuk (qarînah) adanya janji keselamatan dari kesesatan, diperkuat dalil-dalil al-Qur’an dan al-Sunnah lainnya.

Ya Allah tanamlah rasa cinta pada sayyidina Muhammad di hati kami, anak kami, dan orang-orang yang mencintai kami, berkat kemuliaan Nabi-Mu dan kekasih-Mu Muhammad shallallahu àlaihi wa sallam.

Jangan selipkan rasa sedih dan rasa enggan ketika menyambut seruan penerapan syariahnya. Hari ini Nabi sudah tiada, namun Beliau meninggalkan syariahnya untuk kita. Mencintai Nabi sama artinya dengan mencintai syariahnya.

اللهم صل وسلم وبارك وكرم وعظم وترحم وتحنن على سيدنا ومولانا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين

Ustadz Yuana Ryan Tresna
_______________________________
Support akun
Fanspage : Untuk Negeri
Instagram :

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAWTanggal 1 Rabiul Awal 1444 H bertepatan dengan tanggal 27 September 2022 M.  Peraya...
28/09/2022

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

Tanggal 1 Rabiul Awal 1444 H bertepatan dengan tanggal 27 September 2022 M. Perayaan maulid Nabi saw atau kelahirannya yang marak diselenggarakan dalam bulan Rabiul Awal selalu menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk mensyukuri kelahiran Nabi Muhammad saw.

Perayaan maulid Nabi seiring firman Allah dalam Al-Qur’an:

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

“Katakanlah Muhammad, dengan anugerah Allah dan rahmat-Nya maka hanya dengan itu berbahagialah orang-orang yang beriman. Hal itu (anugerah dan rahmat-Nya) lebih baik daripada harta dunia yang mereka kumpulkan.” (QS Yunus: 58).

Ibnu Abbas ra, maksud “anugerah Allah” dalam ayat adalah ilmu, sedangkan maksud “rahmat-Nya” adalah Nabi Muhammad saw.

Imam as-Suyuthi meriwayatkan:

وأخرج أبو الشيخ عن ابن عباس رضي الله عنهما في الآية قال: فضل الله العلم ورحمته محمد صلى الله عليه و سلم. قال الله تعالى: وما أرسلناك إلا رحمة للعالمين الأنبياء [الأنبياء: 107]

“Abus Syekh meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra berkaitan ayat 58 surat Yunus, ia berkata: ‘Anugerah Allah adalah ilmu dan rahmat-Nya adalah Nabi Muhammad saw. Allah ta’âlâ berfirman: ‘Dan tidaklah Aku mengutusmu Muhammad kecuali sebagai rahmat bagi alam semesta’.” [Al-Anbiya: 107]. (Abdurrahman bin al-Kamal Jallaluddin as-Suyuthi, ad-Durrul Mantsûr, [Beirut, Dârul Fikr: 1993], juz IV, halaman 367).

Menurut al-Hafidh Ibnu Hajar al-‘Asqalani yang dikutip oleh Imam as-Suyuthi dalam kitab al-Hawi lil Fatawi, memperingati maulid Nabi dapat dilakukan dengan berbagai cara sebagai ekspresi kebahagiaan atas kelahiran Nabi Muhammad saw. Di antaranya dengan; (1) membaca Al-Qur’an, (2) memberi makan orang, (3) bersedekah, dan (4) mengungkapkan berbagai pujian kepada Nabi—seperti dengan membaca Maulid al-Barzanji, Maulid Diba’, Simtuth Durar, Dhiyâul Lami’ dan semisalnya—yang dapat mendorong hati untuk lebih giat melakukan amal kebaikan sebagai bekal di kehidupan akhirat kelak.

Larangan Memperingati Maulid Nabi dengan Kemaksiatan

Adapun ekspresi kebahagiaan atas kelahiran Nabi Muhammad saw yang dilakukan secara berlebihan, yaitu dengan melakukan perbuatan yang hukumnya makruh atau khilâful aula, maka menurut al-Hafidh Ibnu Hajar al-'Asqalani hendaknya dihindari. Apalagi memperingati maulid Nabi dengan perbuatan-perbuatan yang haram atau dengan kemaksiatan, maka harus benar-benar dihindari. Ia menjelaskan:

وما كان حراما أو مكروها فيمنع وكذا ما كان خلاف الأولى انتهى

“Perbuatan yang haram atau makruh, maka (dalam peringatan maulid nabi) hendaknya dicegah. Demikian p**a perbuatan yang khilâful aula atau yang tidak sesuai dengan keutamaan.” (Jalaluddin as-Suyuthi, al-Hawi lil Fatawi, juz I, halaman 282).
Wallâhu a’lam.

Sumber :
- Ahmad Muntaha AM - nu.online

17/09/2022

Address

Jalan Raya Junti No. 20 _Kutawaluya
Karawang
41358

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Tasma Mas Putra posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category