Laboratorium Teater Lumbung

Laboratorium Teater Lumbung LABORATORIUM TEATER LUMBUNG Setelah mengalami proses yang panjang, akhirnya Teater Lumbung semakin berkembang menjadi sebuah organisasi teater yang maju. B. C. E.

PROFIL TEATER LUMBUNG

SEJARAH

Teater Lumbung, sekelompok pelaku seni teater disebuah perkampungan di sebuah dusun yang bernama Dusun Rawamanuk Desa Kutaraja Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang, didirikan sejak 2005. Kelompok ini mewadahi minat masyarakat terhadap dunia teater, seni rupa, sastra, dan musik. “Lumbung” sendiri bermakna “sebuah wadah berkumpulnya anak-anak petani untuk mengemban

gkan kreatifitas di negeri ini”,

Prinsip para pekerja seni Teater Lumbung sejak awal sebenarnya tidak terlalu berbeda dalam memandang aktivitas berteater, yaitu, mereka memandang teater sebagai tempat mengekspresikan kreativitas berkesenian, tidak terpaku pada satu style (aliran) berkesenian, serta tidak pernah melepaskan diri dari tujuan “penyadaran publik” agar para apresian dan penonton dapat menikmati pesan teks dari sisi bertualang di wilayah estetika maupun religius. PROSES

Teater Lumbung mengalami perkembangan dan perubahan estetika berteater karena seiring perkembangan waktu terjadi proses rekruitmen setiap tahun dan menyesuaikan kondisi yang sedang berkembang. Pada awalnya, Teater Lumbung berpijak pada kondisi minimalis (apa adanya), karena keterbatasan minat (interest) Massyarakat, sarana dan prasarana, serta belum maraknya wacana seni teater pada masa itu. Hal ini dapat dilihat dari beberapa indikator:

A. Kuantitas pementasan yang diadakan dalam 1 periode (Biasaya sekitar 2-3 pementasan produksi dalam 1 tahun), tidak termasuk event aksidental, undangan, dan performance yang diadakan untuk kepentingan internal. Event yang rutin diadakan adalah:

1. Workshop keteateran, yaitu proses rekruitmen awal yang harus diikuti calon warga Teater Lumbung di mana mereka memperoleh teori dan praktek keteateran meliputi: sejarah teater, manajemen panggung, keaktoran dan penyutradaraan, penulisan naskah, sastra, tata visual, olah tubuh, gerak, dan olah rasa, serta materi “keLumbungan”.
2. Pementasan produksi, adalah suatu proses penggarapan sebuah naskah yang dipentaskan pada suatu saat setelah mencapai hasil yang diharapkan. Pementasan produksi dapat diselenggarakan setelah melakukan proses latihan yang membutuhkan waktu berkisar 3 bulan. Pementasan produki merupakan suatu kegiatan yang paling urgent dibanding seluruh agenda kegiatan Teater Lumbung lainnya karena pementasan produksi adalah proses dasar para pekerja teater dalam menyatukan ekspresi emosinya di atas panggung dan di balik layar.
3. Multimedia Lumbung, yaitu event yang diselenggarakan oleh Teater Lumbung setiap 2 tahun sekali. Konsep acara Multimedia Lumbung adalah mengumpulkan segala bentuk kesenian, meliputi: parade teater, parade musik, performance art, musikalisasi puisi, diskusi, pameran lukisan, dan pameran foto.
4. Event yang secara aksidental diadakan biasanya meliputi undangan pementasan di luar kota maupun menghadiri acara teater di lingkungan Karawang. Event aksidental seperti ini tidak hanya terbatas kepada publik penikmat teater yang berlatar belakang ilmiah, melainkan juga di tengah masyarakat yang masih awam dalam memandang teater sebagai suatu bentuk kesenian. Kelas event yang diadakan sudah mencapai taraf regional, jika diukur dari latar belakang penyaji maupun liputan media. Beberapa event lomba telah dimenangkan di tingkat regional maupun nasional, antara lain: Lomba Peksiminas (Pekan Seni Daerah) di bidang baca puisi (2006) juara 2, penulisan naskah lakon (2007) juara 1, dan pementasan drama realis (2008) juara 1 tingkat Jawa Barat. memecahkan GUINES BOOK ASEAN RECOR STORY TELLING mendongeng terlama selama 48 jam dengan 141 caracter suara dan 161 caracter pemeranan selama 6 hari berturut turut,

D. Teater Lumbung telah memiliki paradigma pengkaderan dan metode berteater yang dijalankan setiap tahun dan menjadi semacam panduan dalam menempa para anggotanya. Adapun metode berteater yang selama ini dijadikan bentuk adalah mengadakan proses latihan yang diberi nama Sekolah Keaktoran. Sekolah Keaktoran adalah sebuah proses latihan yang dirancang untuk warga sebagai metode pengembangan keaktoran. Metode latihan sekolah keaktoran yang dipakai disesuaikan dengan model pelatihan dramaturgi pada umumnya, yakni pembentukan tubuh, emosi dan mental, improvisasi, eksplorasi, dan rasa. Di samping metode pengkaderan dalam hal keaktoran, Teater Lumbung juga menerapkan beberapa bentuk pengkaderan baik yang berkaitan tentang berorganisasi, Seni Rupa, Musik, Sastra, Film, dongeng dan Kaulinan Budak Lembur. Hal ini dilakukan agar kader yang terbentuk menjadi penerus yang mempunyai dedikasi dan loyalitas yang tinggi. AKTIVITAS TEATER LUMBUNG

Teater “Lumbung” mempunyai jumlah anggota yang tergolong aktif sekitar 25 orang. Selain berteater, organissi Teater “Lumbung” selalu melakukan rutinitas latihan,dan Teater Lumbung tidak hanya mementaskan naskah naskah drama, melainkan mencakup pengertian seni secara luas, meliputi:

1. Musik
Sebagai bentuk pengembangan bakat dalam bidang musik, Teater Lumbung juga sedang mempersiapkan bentuk musik keroncong sunda. Metode pengembangan bakat yang dilakukan dengan cara pembentukan sebuah group keroncong yang diberi nama Swara Pasundan, yaitu kelompok musik yang menggarap lagu-lagu berbahasa sunda dengan irama musik keroncong, dan musikalisasi puisi.


2. Seni rupa dan kaligrafi
Bidang kesenian lainnya yang sering dijadikan alternatif untuk pengembangan bakat warganya, Teater Lumbung menggunakan seni rupa dan kaligrafi sebagai media belajar yang diberi nama LAK (Lumbung Art Kaligrafi). Karya yang dihasilkan meliputi lukisan, instalasi, digital art, kerajinan anyaman khas karawang dan kaligrafi untuk dipamerkan dan dijual kepada publik.

3. Diskusi sastra
Diskusi sastra bertujuan menggali potensi warga Teater Lumbung dalam bidang penulisan karya sastra, meliputi penulisan puisi, cerpen, novel, dan naskah drama. Karya yang dihasilkan sering dimuat di media massa.

4. Kaulinan Budak Lembur
Sebuah kelompok bermain anak anak yang sengaja dibentuk guna untuk melestarikan dan membudayakan permainan anak anak (dolanan)

5. SADO (Saung Dongeng)
Melakukan penggalian,pengembangan dan pelestarian cerita rakyat legenda yang berada di tanah sunda baik itu cerita fiksi maupun non fiksi, Funs Story Telling (pecinta buku cerita/dongeng

6. Latihan basic teater
Warga Teater Lumbung wajib mengikuti latihan basic teater yang diadakan setiap seminggu 2 kali. Latihan ini bertujuan untuk membentuk potensi keaktoran agar menjadi aktor yang siap pentas. Karya yang sudah di hasilkan Teater Lumbung. Karya-karya teater yang pernah diproduksi / dipentaskan diantaranya adalah, Ruang dan waktu (Karya Rizal Nasty), Nopember 2006, Aids-AIB, karya Adhi LUMBUNG, Juni 2006, Pinangan, karya Anton Cekov, Oktober 2007, Hitamnya Hitam Underground, karya Imams S Bumi Ayu, Maret 2007, kerekayasaan Tuhan, karya Hendra WP, Juni 2007, Sendal Jepit, karya Hendra WP, September 2007, Tanda jasa, karya Hendra WP, Desember 2007, Opera Sabun, karya Hendra WP, Maret 2008 hingga 2010 mengalami kefakuman kini teater Lumbung kembali aksis dengan karya perdananya TOPENG GAUL (Topeng Banjet) dengan lakon Jhon Kwnyot Anak Durhaka. Karya Sutradara Hendra WP tahun 2011


CONTACT PERSON

Bupati Teater Lumbung

Drs.Hendra WP,M.St
( 081213345007)

04/04/2024

Salam Teater

OPEN RECRUITMENT !!!! Bagi yang hari liburnya ga kemana-mana,ayoooo !!! Ikut bergabung di Sanggar Seni Teater Lumbung Ka...
08/10/2016

OPEN RECRUITMENT !!!!
Bagi yang hari liburnya ga kemana-mana,ayoooo !!! Ikut bergabung di Sanggar Seni Teater Lumbung Karawang. Kita membuka pendaftaran anggota baru untuk Teater,Sastra,Musik dan Tari periode 2016.. dengan PERSYARATAN UMUM sebagai berikut :
1.Dibuka untuk umum dengan batasan umur terendah 13 tahun khusus masyarakat Karawang
2. Berminat serta ingin mempelajari, melestarikan dan mengembangkan seni budaya yang ada di Karawang pada umumnya.
3. Diutamakan yang ingin menyalurkan hobi dalam bidang Musik, Teater, Sastra dan Tari .
Persyaratan khusus :
1. Pendaftar laki-laki maupun perempuan.
2.Baik hati, tidak sombong dan tidak pernah terlibat dalam permasalahan hukum.
3. Biaya pendaftaran 150 ribu / orang
4. Wajib mengikuti Perkemahan Diklat Dasar Seni dan siap menjadi anggota.
5. Mengisi formulir pendaftaran dan surat pernyataan izin yang tandatangani oleh orangtua/wali
6. Pendaftar wajib mengikuti Kemah Diklat Anggota yang akan di jadwalkan kemudian
PENDAFTARAN DIBUKA DARI TANGGAL 10 Oktober-10November 2016
WAKTU PENDAFTARAN : SETIAP HARI DARI 14.00 WIB – 22.00 WIB
KUOTA PENDAFTARAN 100 ORANG
UNTUK FORMULIR PENDAFTARAN DAN INFORMASI LEBIH LANJUT HUBUNGI : 081514466610

Sabtu 20 September 2014 Jam 19-30 Tempat KAMPUNG BUDAYA KARAWANGJl. Interchange Karawang BaratSamping Toko Besi Mega Baj...
19/09/2014

Sabtu 20 September 2014 Jam 19-30
Tempat KAMPUNG BUDAYA KARAWANG
Jl. Interchange Karawang Barat
Samping Toko Besi Mega Baja Karawang

25/04/2013
SALAM TEATER
09/02/2013

SALAM TEATER

Paszone.com, Karawang - Teater dikenal sebagai induk dari segala genre seni (mother of arts).

Semoga di halaman kami ini "LAB Teater Lumbung Karawang"Sekadar merupakan pemikiran perihal bagaimana menggeliatkan kemb...
09/02/2013

Semoga di halaman kami ini "LAB Teater Lumbung Karawang"

Sekadar merupakan pemikiran perihal bagaimana menggeliatkan kembali gairah proses kreativitas di bidang teater di Karawang, semoga perhelatan panggung perteateran semakin maju dan melahirkan pengamat, curator pelaku dan para pemerhati baru. Jangan sampai perteateran di Karawang mengalami stagnasi kreativitas. Semoga perteateran di Karawang akan semakin meningkat pada peminatnya, Semoga dunia teater di Karawang akan selalu mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah........... Teater

30/01/2013

Kesenian tradisioonal yang sebenarnya adalah jatidiri sebuah bangsa semoga mendapat perhatian dari pihak yang terkait dan juga dari berbagai lapisan masyarakat.

22/11/2012

UNDANGAN MENJADI BAKAL CALON ANGGOTA LABORATORIUM TEATER LUMBUNG 2012

Laboratorium Teater Lumbung Karawang mengundang warga Karawang untuk mengajukan diri atau orang yang dianggap cakap untuk menjadi anggota Laboratorium Teater Lumbung 2012 dengan memerhatikan kriteria sebagai berikut:

1. Calon harus seorang yang memiiki Bakat apa lagi prestasi dalam bidang kesenian, baik sebagai pencipta, kritikus, atau organisator.
2. Calon harus adaptif yaitu dapat bekerjasama dengan individu atau lembaga lain.
3. Calon harus bias bekerjasama dalam Group atau organisasi
4. Calon harus mampu menyusun rencana dan menyelenggarakan program-program kesenian Khususnya Teater.
5. Calon harus bersedia menyediakan waktu untuk menjalankan tugas sebagai anggota maupun pengurus Laboratorium Teater Lumbung.

Calon-calon tersbebut, setelah diterima namanya oleh Sekretariat Laboratorium Teater Lumbung Karawang, akan ditelaah oleh sejauh Tim Penyeleksi yang dipilih berdasarkan prestasi dan bobot yang telah mantap, yang dipandang mengetahui kemampuan calon-calon yang diajukan dan selanjutnya dikelompokkan sesuai dengan komite-komite yang ada, yaitu Komite Film, Musik, Seni Rupa, Sastra, Tari, dan Teater, untuk diwawancara oleh anggota Laboratorium Teater Lumbung Karawang dan hasilnya, sebanyak 35 orang, yang akan menjadi anggota Laboratorium Teater Lumbung 2012 yang akan disampaikan kepada Bupati Teater Lumbung Karawang untuk dikukuhkan.

Nama-nama calon anggota Laboratorium Teater Lumbung yang diharapkan telah masuk ke alamat secretariat

Bagi yang berminat
Formulir keanggotaan dapat di ambil di sekretareat Laboratorium Teater Lumbung

Jl. Alun-alun Selatan, gedung Joang 45 tuparef Karawang
Kreteria yang di butuhkan

Actor 5 Orang
Actress 5 Orang
Pemusik 5 orang
Penari 5 orang
Seni rupa 5 Orang
Seni Sastra 5 Orang
Film 5 Orang

catatan.
pendaftaran di tutup tgl 10 Desember 2012

terimakasih
Management Lab Teater Lumbung

09/11/2012

Ada yang bertanya tentang teater lumbung,.....

yah!,..........inilah kami

09/11/2012

PROFIL TEATER LUMBUNG

SEJARAH

Teater Lumbung, sekelompok pelaku seni teater disebuah perkampungan di sebuah dusun yang bernama Dusun Rawamanuk Desa Kutaraja Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang, didirikan sejak 2005. Kelompok ini mewadahi minat masyarakat terhadap dunia teater, seni rupa, sastra, dan musik. “Lumbung” sendiri bermakna “sebuah wadah berkumpulnya anak-anak petani untuk mengembangkan kreatifitas di negeri ini”,

Prinsip para pekerja seni Teater Lumbung sejak awal sebenarnya tidak terlalu berbeda dalam memandang aktivitas berteater, yaitu, mereka memandang teater sebagai tempat mengekspresikan kreativitas berkesenian, tidak terpaku pada satu style (aliran) berkesenian, serta tidak pernah melepaskan diri dari tujuan “penyadaran publik” agar para apresian dan penonton dapat menikmati pesan teks dari sisi bertualang di wilayah estetika maupun religius.

PROSES

Teater Lumbung mengalami perkembangan dan perubahan estetika berteater karena seiring perkembangan waktu terjadi proses rekruitmen setiap tahun dan menyesuaikan kondisi yang sedang berkembang. Pada awalnya, Teater Lumbung berpijak pada kondisi minimalis (apa adanya), karena keterbatasan minat (interest) Massyarakat, sarana dan prasarana, serta belum maraknya wacana seni teater pada masa itu. Setelah mengalami proses yang panjang, akhirnya Teater Lumbung semakin berkembang menjadi sebuah organisasi teater yang maju. Hal ini dapat dilihat dari beberapa indikator:

A. Kuantitas pementasan yang diadakan dalam 1 periode (Biasaya sekitar 2-3 pementasan produksi dalam 1 tahun), tidak termasuk event aksidental, undangan, dan performance yang diadakan untuk kepentingan internal.

Event yang rutin diadakan adalah:

1. Workshop keteateran, yaitu proses rekruitmen awal yang harus diikuti calon warga Teater Lumbung di mana mereka memperoleh teori dan praktek keteateran meliputi: sejarah teater, manajemen panggung, keaktoran dan penyutradaraan, penulisan naskah, sastra, tata visual, olah tubuh, gerak, dan olah rasa, serta materi “keLumbungan”.
2. Pementasan produksi, adalah suatu proses penggarapan sebuah naskah yang dipentaskan pada suatu saat setelah mencapai hasil yang diharapkan. Pementasan produksi dapat diselenggarakan setelah melakukan proses latihan yang membutuhkan waktu berkisar 3 bulan. Pementasan produki merupakan suatu kegiatan yang paling urgent dibanding seluruh agenda kegiatan Teater Lumbung lainnya karena pementasan produksi adalah proses dasar para pekerja teater dalam menyatukan ekspresi emosinya di atas panggung dan di balik layar.
3. Multimedia Lumbung, yaitu event yang diselenggarakan oleh Teater Lumbung setiap 2 tahun sekali. Konsep acara Multimedia Lumbung adalah mengumpulkan segala bentuk kesenian, meliputi: parade teater, parade musik, performance art, musikalisasi puisi, diskusi, pameran lukisan, dan pameran foto.
4. Event yang secara aksidental diadakan biasanya meliputi undangan pementasan di luar kota maupun menghadiri acara teater di lingkungan Karawang. Event aksidental seperti ini tidak hanya terbatas kepada publik penikmat teater yang berlatar belakang ilmiah, melainkan juga di tengah masyarakat yang masih awam dalam memandang teater sebagai suatu bentuk kesenian.

B. Kelas event yang diadakan sudah mencapai taraf regional, jika diukur dari latar belakang penyaji maupun liputan media.

C. Beberapa event lomba telah dimenangkan di tingkat regional maupun nasional, antara lain: Lomba Peksiminas (Pekan Seni Daerah) di bidang baca puisi (2006) juara 2, penulisan naskah lakon (2007) juara 1, dan pementasan drama realis (2008) juara 1 tingkat Jawa Barat. memecahkan GUINES BOOK ASEAN RECOR STORY TELLING mendongeng terlama selama 48 jam dengan 141 caracter suara dan 161 caracter pemeranan selama 6 hari berturut turut,

D. Teater Lumbung telah memiliki paradigma pengkaderan dan metode berteater yang dijalankan setiap tahun dan menjadi semacam panduan dalam menempa para anggotanya. Adapun metode berteater yang selama ini dijadikan bentuk adalah mengadakan proses latihan yang diberi nama Sekolah Keaktoran. Sekolah Keaktoran adalah sebuah proses latihan yang dirancang untuk warga sebagai metode pengembangan keaktoran. Metode latihan sekolah keaktoran yang dipakai disesuaikan dengan model pelatihan dramaturgi pada umumnya, yakni pembentukan tubuh, emosi dan mental, improvisasi, eksplorasi, dan rasa. Di samping metode pengkaderan dalam hal keaktoran, Teater Lumbung juga menerapkan beberapa bentuk pengkaderan baik yang berkaitan tentang berorganisasi, Seni Rupa, Musik, Sastra, Film, dongeng dan Kaulinan Budak Lembur. Hal ini dilakukan agar kader yang terbentuk menjadi penerus yang mempunyai dedikasi dan loyalitas yang tinggi.

AKTIVITAS TEATER LUMBUNG

Teater “Lumbung” mempunyai jumlah anggota yang tergolong aktif sekitar 25 orang. Selain berteater, organissi Teater “Lumbung” selalu melakukan rutinitas latihan,dan Teater Lumbung tidak hanya mementaskan naskah naskah drama, melainkan mencakup pengertian seni secara luas, meliputi:

1. Musik
Sebagai bentuk pengembangan bakat dalam bidang musik, Teater Lumbung juga sedang mempersiapkan bentuk musik keroncong sunda. Metode pengembangan bakat yang dilakukan dengan cara pembentukan sebuah group keroncong yang diberi nama Swara Pasundan, yaitu kelompok musik yang menggarap lagu-lagu berbahasa sunda dengan irama musik keroncong, dan musikalisasi puisi.

2. Seni rupa dan kaligrafi
Bidang kesenian lainnya yang sering dijadikan alternatif untuk pengembangan bakat warganya, Teater Lumbung menggunakan seni rupa dan kaligrafi sebagai media belajar yang diberi nama LAK (Lumbung Art Kaligrafi). Karya yang dihasilkan meliputi lukisan, instalasi, digital art, kerajinan anyaman khas karawang dan kaligrafi untuk dipamerkan dan dijual kepada publik.

3. Diskusi sastra
Diskusi sastra bertujuan menggali potensi warga Teater Lumbung dalam bidang penulisan karya sastra, meliputi penulisan puisi, cerpen, novel, dan naskah drama. Karya yang dihasilkan sering dimuat di media massa.

4. Kaulinan Budak Lembur
Sebuah kelompok bermain anak anak yang sengaja dibentuk guna untuk melestarikan dan membudayakan permainan anak anak (dolanan)

5. SADO (Saung Dongeng)
Melakukan penggalian,pengembangan dan pelestarian cerita rakyat legenda yang berada di tanah sunda baik itu cerita fiksi maupun non fiksi, Funs Story Telling (pecinta buku cerita/dongeng

6. Latihan basic teater
Warga Teater Lumbung wajib mengikuti latihan basic teater yang diadakan setiap seminggu 2 kali. Latihan ini bertujuan untuk membentuk potensi keaktoran agar menjadi aktor yang siap pentas.

E. Karya yang sudah di hasilkan Teater Lumbung.
Karya-karya teater yang pernah diproduksi / dipentaskan diantaranya adalah, Ruang dan waktu (Karya Rizal Nasty), Nopember 2006, Aids-AIB, karya Adhi LUMBUNG, Juni 2006, Pinangan, karya Anton Cekov, Oktober 2007, Hitamnya Hitam Underground, karya Imams S Bumi Ayu, Maret 2007, kerekayasaan Tuhan, karya Hendra WP, Juni 2007, Sendal Jepit, karya Hendra WP, September 2007, Tanda jasa, karya Hendra WP, Desember 2007, Opera Sabun, karya Hendra WP, Maret 2008 hingga 2010 mengalami kefakuman kini teater Lumbung kembali aksis dengan karya perdananya TOPENG GAUL (Topeng Banjet) dengan lakon Jhon Kwnyot Anak Durhaka. Karya Sutradara Hendra WP tahun 2011

CONTACT PERSON

Bupati Teater Lumbung

Drs.Hendra WP,M.St
( 081213345007)

PROGRAM KELOMPOK TEATER LUMBUNG 2013
1. Temu KOTEKA (Komunitas Teater Karawang)
2. Workshop Pelatihan Pelatih Teater
3. Pelatihan indy movi film
4. Festival Monologh teater pelajar se karawang
5. Festival teater realis

06/11/2012

KONSEP PERTUNJUKAN TEATER
Oleh: Hendra WP

Seringkali kita bicara tentang kebutuhan seniman atau penonton, bahkan kita acap p**a berbicara dari pandangan manajer yang “menjual” produk seni. “menjual” benda atau kegiatan untuk publik. Namun, teater bagaimanakah yang dibutuhkan?

Bagi seniman, awalnya, kesenian yg dibutuhkan adalah yg memberi peluang baginya untuk kebebasan berekspresi. Seniman tersebut yg menentukan bentuk dan gayanya. Seniman tersebut juga yang menentukan apakah karyanya itu dikemas secara glamour atau tidak. Tetapi setelah seniman memerlukan publik, disukai dan disanjung oleh publik, maka seniman itu akan melakukan kompromi (tawar-menawar) dengan keinginan dan selera publik. Malahan bisa saja seniman itu lebih mengutamakan publik dibanding kebebasan berekspresi, kebebasannya menyatakan sikap dan pandangan hidupnya.

Seniman yang tunduk pada selera dan kemauan publik, pada awalnya mungkin hanya memburu pop**aritas, tapi kemudian memburu materi. Prinsip dan konsep kesenian mereka jadi longgar. Aliran atau gaya realisme dan naturalisme biasanya lebih cocok guna memenuhi selera publik. Hal ini kentara pda perkembangan seni rupa. Lukisan-lukisan mereka yang pop**ar bisa terjual jutaan rupiah untuk satu lukisan.

Seni pertunjukan yang cakupannya meliputi teater, tari dan musik dan sebagainya begitu kompleks hadir begitu dinamis. Pagelaran tari dan musik dilakukan dalam berbagai acara dan upacara resmi, bahkan dalam peristiwa-peristiwa bersifat massal. Ragam busananya yang glamour dan penari yang cantik diciptakan sering berdasarkan “pesanan”. Lantas, apakah juga teater demikian? Ijinkan penulis untuk mengulasnya dari aspek keilmuan.

Teater, sebagaimana telah sering dibicarakan merupakan suatu genre seni yang merupakan hasil kerja bersama banyak orang dari berbagai disiplin ilmu (kolektif). Seni rupa, Seni tari, seni acting, seni musik adalah beberapa disiplin ilmu yang dilibatkan dalam proses penciptaan peristiwa teater. Masing-masingnya dilibatkan dalam proses penciptaan dengan takaran dan peranan yang saling mendukung. Pembagian peran dan posisi serta takaran bagi masing-masing disiplin ilmu tersebut dalam sebuah proses membutuhkan keterampilan khusus seorang pimpinan yang dalam pembicaraan teater lazim disebut sutradara.

Sutradara merupakan koordinator yang memimpin keseluruhan suatu proses teater. Dari tahapan awal, yang meliputi pemilihan naskah atau tema hingga proses latihan dan akhirnya proses pemanggungan. Namun, ia juga bertindak sebagai konduktor yang menggabungkan berbagai elemen-elemen pertunjukan sehingga menjadi suatu keutuhan yang mengusung satu tujuan bersama yang telah dipilih tadi. Karena kompleksnya tugas dan fungsinya, peranan sutradara dalam suatu proses teater adalah sangat penting.
Arti penting seorang sutradara dalam proses teater,Sutradara teater modern adalah seorang seniman yang menghadirkan suatu pertunjukan pentas yang menampilkan cerita, suasana, pikiran-pikiran dan opini dalam cara yang sangat efektif. Dalam fungsinya sebagai penemu dan penafsir utama naskah secara kreatif, ia menciptakan kondisi kerja ensambel, membantu para pemeran mewujudkan bentuk peran, membantu para pekerja teater lainnya dalam kerja kreatif mereka.

Masalah penyutradaraan teater di satu sisi adalah masalah kreatifitas dan kesenimanan. Tapi disisi lain, sebagai koordinator dari suatu pagelaran yang terbentuk dan diusung sejumlah pemain beserta perangkat teknik artistic lainnya, ia adalah seorang ahli (crafman) yang harus terampil dalam membentuk dan menata setiap unsur pengusung tersebut.

Penyutradaraan, karena alasan diatas, merupakan keahlian khusus yang membutuhkan pengasahan dan pendidikan tersendiri dalam teater. Melalui latihan terus menerus dan berbagai eksperimentasi, seorang sutradara akan menemukan suatu metode, cara kerja, yang paling sesuai dengan keadaan yang melingkupi dan sumber daya manusia yang ia miliki untuk mengkomunikasikan pikiran-pikiran yang ingin ia sampaikan. Bukannya lantas “pesan” an teater langsung jadi dalam waktu singkat. Jika tak mau disebut “Abal-abal”(Tidak Bermutu).

Mengamati proses penyutradaran terdahulu, merupakan salah satu cara yang dapat dipakai dalam mengolah kemampuan menyutradarai. Proses pengamatan tersebut bisa dilakukan melalui observasi langsung terhadap satu proses penyutradaraan, namun bisa juga melalui suatu catatan dan kertas kerja penyutradaraan seseorang. Namun, bila dilihat dari efektifitas dan efisien waktu, agaknya cara yang disebut kedua lebih mudah dilakukan.
Oleh sebab itulah tulisan ini dibuat, untuk mengetengahkan salah satu contoh metode atau cara kerja penyutradaraan, agar dapat menjadi tambahan bahan masukan dan perbandingan bagi proses penyutradaraan teater dimasa yang akan datang. Penyutradaraan dalam pengertian mendasar adalah proses mengolah teks lama (naskah) menjadi teks baru (pertunjukan) melalui penafsiran dilanjutkan dengan eksperimentasi kemungkinan-kemungkinan bentuk komunikasi, sehingga melahirkan suatu “konsep pemanggungan “.

Sutradara dalam melakukan proses kreatifnya memiliki langkah-langkah kerja dimulai dari ; memilih teks apakah itu berupa naskah lakon atau tema saja ,melakukan analisa dan interpretasi terhadap teks , merancang kemungkinan tekstur pemanggungan, memilih pemain pendukung dan penata dan melakukan proses elaborasi dan transformasi terhadap teks.

Beberapa pikiran yang barangkali menjadi dasar dari tulisan ini adalah apa tugas tugas utama sutradara. Dalam hal ini salah satu pendapat dari Louis Jouvet yang dirangkum dalam buku Peretemuan teater 80 adalah seorang sutradara, bila ia juga merangkap produser, maka tugasnya adalah memilih lakon, membagikan peran-peran kepada pemain yang telah dipilihnya, membuat disain set dan kostum secara garis besar, mengawasi pembuatannya, sekaligus mengorganisir dan mengelola latihan-latihan. Dialah p**a yang menangani masuk keluarnya pemain-pemain, menata bloking, dan laksana penata tari, ia merancang gerakan-gerakan, mengatur suara-suara di belakang panggung, musik, tata cahaya. Pendeknya mengatur kesatuan dan detil-detil dari bagian yang besar dan semua bagian khusus dari sebuah jalinan kompleksnya pementasan itu.
Yudiaryani dalam bukunya Panggung Teater Dunia mengemukakan beberapa aspek yang bisa diamati dalam melihat proses kerja penyutradaraan. Pertama, apakah konsep produksi dapat diidentifikasi, dan adakah metafora yang utuh serta pendekatan interpretasi sutradara? Apabila ada, bagaimana konsep itu hadir dalam produksi, dan bagaiama sutradara memilih unsur-unsur panggung? Kedua, seberapa jauh produksi melakukan transformasi dari naskah yang ditulis penulis? Apakah terjadi perbedaan waktu dan tempat? Apabila terjadi perubahan bagaimana panggung dapat dipahami dan didekati oleh penonton? Ketiga, apakah produksi menghadirkan kebaruan konvensi ? bagaimana bentuk kebaruan yang dihasilkannya? Lalu efek apa yang muncul melalui kebaruan tersebut? Keempat, bagaimana unsur visual (skeneri,kostum,lampu) mendukung atau mungkin menggagalkan konsep produksi ? Apakah semua terkoordinasikan ? Apakah sutradara memberi penekanan khusus pada salah satu unsur tersebut ? Efek apa yang yang ingin ditampilkannya? Kelima, bagaimana unsur suara (suara aktor, effek spesial dan musik) mendukung atau bahkan menggagalkan konsep produksi? Apakah unsur-unsur itu terdengar ataukah memiliki kualitas seimbang? Keenam, bagaimana casting mempengaruhi produksi? Ketujuh, apakah akting nampak jelas? Apakah terbangun dengan variasi suasana dan tempo yang selaras? Kedelapan, .apakah seluruh unsur produksi terkoordinasikan? Jika tidak bagian mana yang nampak tertinggal? Bagaimana hasil yang diperoleh berkat koordinasi tersebut?

Secara menyeluruh apakah produksi mencapai hasil yang diharapkan? Jika tidak dimana letak kegagalannya? Bagaimana hasil keseluruhannya? Apakah yang indah itu universal dan dapat menggunakan kriteria yang objektif? Apakah kita akan memasuki perdebatan estetika atau etika yang bersifat local dan temporer? Kalau “kesenian” resmi dan dapat diterima dan dibutuhkan” ditentukan oleh persekutuan birokrat atau kalangan pebisnis, apakah itu masih dapat disebut “kesenian?” Paling tidak, kita kembalikan saja fungsi teater ke asalnya. Sepenuhnya, penulis serahkan kepada kawan-kawan yang bergelut dengan dunia peran.

Selamat berproses

21/10/2012

FORUM TEATER LUMBUNG

Laboratorium Teater Lumbung Merupakan sebuah rangkaian proses seni pertunjukan teater baik realism maupun suryalis, dari Tradisional sampai modern Laboratorium Teater Lumbung memiliki suatu ikhtiar dalam mendorong potensi keaktoran yang terjadi di panggung teater Karawang. Dengan motto “kembali pada kekuatan akting”, Aku Adalah Dia Dia Adalah Saya program ini mencoba merangsang kembali seni bercerita dan seni peran di Indonesia yang saat ini cenderung semakin terabaikan akibat kelangkaan seni peran dan meningkatnya tren genre teater-tubuh.
Pertunjukan teater realis dapat menawarkan refleksi dan proyeksi kehidupan sehari-hari; penonton diajak untuk melakukan rekonstruksi perilaku dan peristiwa, yang dapat mengasah penghayatan dan empati sosial. Dalam hal ini, seni akting/seni bercerita menjadi penting, terlebih lagi karena mayoritas penonton Indonesia masa kini baru terbiasa dengan cerita dalam bentuk film, dan belum memberikan fokus pada penokohan yang hidup di atas panggung.

Salam Teater

Address

KAMPUNG BUDAYA KARAWANG. Jl, Interchange Karawang Barat Desa Wadas Kecamatan Telukjambe Timur
Karawang
35122

Telephone

+6281213345007

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Laboratorium Teater Lumbung posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Laboratorium Teater Lumbung:

Share