09/11/2012
PROFIL TEATER LUMBUNG
SEJARAH
Teater Lumbung, sekelompok pelaku seni teater disebuah perkampungan di sebuah dusun yang bernama Dusun Rawamanuk Desa Kutaraja Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang, didirikan sejak 2005. Kelompok ini mewadahi minat masyarakat terhadap dunia teater, seni rupa, sastra, dan musik. “Lumbung” sendiri bermakna “sebuah wadah berkumpulnya anak-anak petani untuk mengembangkan kreatifitas di negeri ini”,
Prinsip para pekerja seni Teater Lumbung sejak awal sebenarnya tidak terlalu berbeda dalam memandang aktivitas berteater, yaitu, mereka memandang teater sebagai tempat mengekspresikan kreativitas berkesenian, tidak terpaku pada satu style (aliran) berkesenian, serta tidak pernah melepaskan diri dari tujuan “penyadaran publik” agar para apresian dan penonton dapat menikmati pesan teks dari sisi bertualang di wilayah estetika maupun religius.
PROSES
Teater Lumbung mengalami perkembangan dan perubahan estetika berteater karena seiring perkembangan waktu terjadi proses rekruitmen setiap tahun dan menyesuaikan kondisi yang sedang berkembang. Pada awalnya, Teater Lumbung berpijak pada kondisi minimalis (apa adanya), karena keterbatasan minat (interest) Massyarakat, sarana dan prasarana, serta belum maraknya wacana seni teater pada masa itu. Setelah mengalami proses yang panjang, akhirnya Teater Lumbung semakin berkembang menjadi sebuah organisasi teater yang maju. Hal ini dapat dilihat dari beberapa indikator:
A. Kuantitas pementasan yang diadakan dalam 1 periode (Biasaya sekitar 2-3 pementasan produksi dalam 1 tahun), tidak termasuk event aksidental, undangan, dan performance yang diadakan untuk kepentingan internal.
Event yang rutin diadakan adalah:
1. Workshop keteateran, yaitu proses rekruitmen awal yang harus diikuti calon warga Teater Lumbung di mana mereka memperoleh teori dan praktek keteateran meliputi: sejarah teater, manajemen panggung, keaktoran dan penyutradaraan, penulisan naskah, sastra, tata visual, olah tubuh, gerak, dan olah rasa, serta materi “keLumbungan”.
2. Pementasan produksi, adalah suatu proses penggarapan sebuah naskah yang dipentaskan pada suatu saat setelah mencapai hasil yang diharapkan. Pementasan produksi dapat diselenggarakan setelah melakukan proses latihan yang membutuhkan waktu berkisar 3 bulan. Pementasan produki merupakan suatu kegiatan yang paling urgent dibanding seluruh agenda kegiatan Teater Lumbung lainnya karena pementasan produksi adalah proses dasar para pekerja teater dalam menyatukan ekspresi emosinya di atas panggung dan di balik layar.
3. Multimedia Lumbung, yaitu event yang diselenggarakan oleh Teater Lumbung setiap 2 tahun sekali. Konsep acara Multimedia Lumbung adalah mengumpulkan segala bentuk kesenian, meliputi: parade teater, parade musik, performance art, musikalisasi puisi, diskusi, pameran lukisan, dan pameran foto.
4. Event yang secara aksidental diadakan biasanya meliputi undangan pementasan di luar kota maupun menghadiri acara teater di lingkungan Karawang. Event aksidental seperti ini tidak hanya terbatas kepada publik penikmat teater yang berlatar belakang ilmiah, melainkan juga di tengah masyarakat yang masih awam dalam memandang teater sebagai suatu bentuk kesenian.
B. Kelas event yang diadakan sudah mencapai taraf regional, jika diukur dari latar belakang penyaji maupun liputan media.
C. Beberapa event lomba telah dimenangkan di tingkat regional maupun nasional, antara lain: Lomba Peksiminas (Pekan Seni Daerah) di bidang baca puisi (2006) juara 2, penulisan naskah lakon (2007) juara 1, dan pementasan drama realis (2008) juara 1 tingkat Jawa Barat. memecahkan GUINES BOOK ASEAN RECOR STORY TELLING mendongeng terlama selama 48 jam dengan 141 caracter suara dan 161 caracter pemeranan selama 6 hari berturut turut,
D. Teater Lumbung telah memiliki paradigma pengkaderan dan metode berteater yang dijalankan setiap tahun dan menjadi semacam panduan dalam menempa para anggotanya. Adapun metode berteater yang selama ini dijadikan bentuk adalah mengadakan proses latihan yang diberi nama Sekolah Keaktoran. Sekolah Keaktoran adalah sebuah proses latihan yang dirancang untuk warga sebagai metode pengembangan keaktoran. Metode latihan sekolah keaktoran yang dipakai disesuaikan dengan model pelatihan dramaturgi pada umumnya, yakni pembentukan tubuh, emosi dan mental, improvisasi, eksplorasi, dan rasa. Di samping metode pengkaderan dalam hal keaktoran, Teater Lumbung juga menerapkan beberapa bentuk pengkaderan baik yang berkaitan tentang berorganisasi, Seni Rupa, Musik, Sastra, Film, dongeng dan Kaulinan Budak Lembur. Hal ini dilakukan agar kader yang terbentuk menjadi penerus yang mempunyai dedikasi dan loyalitas yang tinggi.
AKTIVITAS TEATER LUMBUNG
Teater “Lumbung” mempunyai jumlah anggota yang tergolong aktif sekitar 25 orang. Selain berteater, organissi Teater “Lumbung” selalu melakukan rutinitas latihan,dan Teater Lumbung tidak hanya mementaskan naskah naskah drama, melainkan mencakup pengertian seni secara luas, meliputi:
1. Musik
Sebagai bentuk pengembangan bakat dalam bidang musik, Teater Lumbung juga sedang mempersiapkan bentuk musik keroncong sunda. Metode pengembangan bakat yang dilakukan dengan cara pembentukan sebuah group keroncong yang diberi nama Swara Pasundan, yaitu kelompok musik yang menggarap lagu-lagu berbahasa sunda dengan irama musik keroncong, dan musikalisasi puisi.
2. Seni rupa dan kaligrafi
Bidang kesenian lainnya yang sering dijadikan alternatif untuk pengembangan bakat warganya, Teater Lumbung menggunakan seni rupa dan kaligrafi sebagai media belajar yang diberi nama LAK (Lumbung Art Kaligrafi). Karya yang dihasilkan meliputi lukisan, instalasi, digital art, kerajinan anyaman khas karawang dan kaligrafi untuk dipamerkan dan dijual kepada publik.
3. Diskusi sastra
Diskusi sastra bertujuan menggali potensi warga Teater Lumbung dalam bidang penulisan karya sastra, meliputi penulisan puisi, cerpen, novel, dan naskah drama. Karya yang dihasilkan sering dimuat di media massa.
4. Kaulinan Budak Lembur
Sebuah kelompok bermain anak anak yang sengaja dibentuk guna untuk melestarikan dan membudayakan permainan anak anak (dolanan)
5. SADO (Saung Dongeng)
Melakukan penggalian,pengembangan dan pelestarian cerita rakyat legenda yang berada di tanah sunda baik itu cerita fiksi maupun non fiksi, Funs Story Telling (pecinta buku cerita/dongeng
6. Latihan basic teater
Warga Teater Lumbung wajib mengikuti latihan basic teater yang diadakan setiap seminggu 2 kali. Latihan ini bertujuan untuk membentuk potensi keaktoran agar menjadi aktor yang siap pentas.
E. Karya yang sudah di hasilkan Teater Lumbung.
Karya-karya teater yang pernah diproduksi / dipentaskan diantaranya adalah, Ruang dan waktu (Karya Rizal Nasty), Nopember 2006, Aids-AIB, karya Adhi LUMBUNG, Juni 2006, Pinangan, karya Anton Cekov, Oktober 2007, Hitamnya Hitam Underground, karya Imams S Bumi Ayu, Maret 2007, kerekayasaan Tuhan, karya Hendra WP, Juni 2007, Sendal Jepit, karya Hendra WP, September 2007, Tanda jasa, karya Hendra WP, Desember 2007, Opera Sabun, karya Hendra WP, Maret 2008 hingga 2010 mengalami kefakuman kini teater Lumbung kembali aksis dengan karya perdananya TOPENG GAUL (Topeng Banjet) dengan lakon Jhon Kwnyot Anak Durhaka. Karya Sutradara Hendra WP tahun 2011
CONTACT PERSON
Bupati Teater Lumbung
Drs.Hendra WP,M.St
( 081213345007)
PROGRAM KELOMPOK TEATER LUMBUNG 2013
1. Temu KOTEKA (Komunitas Teater Karawang)
2. Workshop Pelatihan Pelatih Teater
3. Pelatihan indy movi film
4. Festival Monologh teater pelajar se karawang
5. Festival teater realis