14/05/2020
NU mengisi ruang kosong
Belum lama ini dunia media sosial di gemparkan dengan bantuan-bantuan sosial, dari pemerintah kepada masyarakat. Upaya pemerintah dalam mensejahterakan rakyat, dan membantu masyarakat yang terdampak covid 19, melalui program-program bantuan sosial disambut baik oleh seluruh lapisan masyarakat, akan tetapi ada sebagian dari warga masyarakat yang nampaknya harus kecewa, karena tidak mendapatkan bantuan. Problematika pendataan, lagi-lagi yang menjadikan konflik di tengah-tengah masyarakat. Tapi yang jelas, bantuan dari pemerintah, untuk mereka yang tertib administrasi pemerintahan, dengan dibuktikan kepemilikan KTP dan KK. Sedangkan tepat sasaran atau tidak, itu tergantung dari masing-masing individu masyarakaynya sendiri.
Disini NU melalui lembaga, banom, dalam tingkatan Majlis Wakil cabang, atau setara dengan tingkat kecamatan mencoba untuk mengisi ruang ruang kosong, yang belum terjamah oleh pemerintah. Melalui UPIZNU MWC NU Kecamatan Petanahan, menjadi motor penggerak, dalam mengelola bantuan yang kemudian disalurkan kepada warga masyarakat di Kecamatan Petanahan.
Bantuan yang diberikan memang tidaklah semewah apa yang diberikan oleh pemerintah. Akan tetapi kepedulian terhadap sesama, menjadi bagian yang terpenting, tidak diukur seberapa besar bantuan itu.
Karena ternyata ditengah-tengah masyarakat kita masih ada sebagaian masyarakat yang kurang memperdulikan administrasi tata pemerintahan, tidak punya KTP dan tidak punya KK. Adapun yang sudah mempunyai, akan tetapi bukan alamatnya tidak berada dimana ia tinggal sekarang, secara kriteria penerima bantuan harus menyertakan itu semua sehingga itu yang menyebabkan masyarakat tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah, dan bagi masyarakat sedikit ribet untuk mengurus itu semua. Oleh karena itu, NU melalaui UPIZNU merespon kondisi tersebut, selain masyarakat kurang mampu yang tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah, juga guru-guru ngaji, yang berjuang menyebarkan agama islam, yang memberi pendidikan agama sebagai bekal kepada calon generasi penerus bangsa, janda, dan jompo.
Dalam mengisi ruang-ruang kosong ini tentulah banyak kekurangan, yang tidak banyak, tidak merata, dan lain sebagainya. Itu yang menjadikan motivasi buat kami, untuk bisa terus berjuang, terus berbuat yang bermanfaat bagi masyarakat.
Semangat untuk sahabat-sahabat UPIZNU, dan terimakasih untuk sahabat ghofur, tholib, Muhatadin, , dan SELURUH sahabat-sahabat pengurus UPIZNU MWC NU Petanahan,tidak bisa disebutkan satu persatu yang telah mendayagunakan tenaga dan pikiran dalam mengelola UPIZNU MWC NU PETANAHAN.
Semoga tetap istiqomah dalam pengabdian kepada NU, dan terus bisa bersinergi dengan intern NU(Ansor, Banser, Fatayat, Muslimat), dan juga dengan pihak-pihak diluar NU.
MWC NU PETANAHAN
MUSLIMAT NU PETANAHAN
PAC GP ANSOR PETANAHAN
FATAYAT NU PETANAHAN
UPIZNU MWC NU PETANAHAN
PAC PAGARNUSA PETANAHAN