Prokopim.kedirikab

Prokopim.kedirikab Halaman Facebook Bagian Protokol & Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Kediri

Anggarkan Rp5 Miliar, Pemkab Kediri Genjot Sertifikasi Tanah di Tahun 2024Kediri - Usai menyelesaikan sebanyak 84.887 bi...
02/02/2024

Anggarkan Rp5 Miliar, Pemkab Kediri Genjot Sertifikasi Tanah di Tahun 2024

Kediri - Usai menyelesaikan sebanyak 84.887 bidang tanah pada tahun 2023, Pemerintah Kabupaten Kediri berencana akan meningkatkan capaian program sertifikasi pertanahan di tahun 2024.

Termasuk Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) maupun sertifikat hak aset dan wakaf Barang Milik Daerah (BMD), Barang Milik Negara (BMN), serta sertifikat perorangan di Kabupaten Kediri.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa menjabarkan, pemerintah daerah bakal menggenjot dana hibah melalui Pola Tri Juang untuk mendukung percepatan Program PTSL pada tahun ini.

Upaya percepatan dapat dilihat pada meningkatnya jumlah anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi Rp5 miliar, sedangkan tahun lalu sebesar Rp4 miliar.

Sebagaimana hal tersebut menjadi salah satu komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri untuk memperhatikan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam hal memberi legalitas hak atas tanah.

“Karena memang masyarakat kita masih banyak yang membutuhkan dan menanti-nanti program ini sebagai salah satu harapan untuk memiliki sertifikat atas tanah mereka,” kata wakil bupati yang akrab disapa Dewi, di Pendopo Panjalu Jayati, Kamis (1/2/2024).

Pihaknya menjelaskan, selain untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, sertifikasi pertanahan juga berfungsi dalam menghilangkan permasalahan sengketa dan tumpang tindih lahan.

Menyikapi permasalahan yang mungkin terjadi, Dewi berharap capaian program sertifikasi pertanahan dapat meningkat. Baik Program PTSL maupun sertifikat hak aset dan wakaf di Kabupaten Kediri.

“Semoga di tahun 2024 ini kita bisa meningkatkan capaian untuk kepemilikan tanah oleh pemerintah, perusahaan, dan masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, target capaian tersebut menyusul pernyataan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto. Bahwasannya Kabupaten Kediri hingga kini telah menyelesaikan legalisasi sertifikat tanah sebanyak 83 persen.

Sebagaimana persentase itu menjadi acuan pemerintah daerah untuk segera menuntaskan sertifikasi guna mencapai predikat sebagai wilayah yang memiliki kelengkapan administrasi secara terorganisir.

Lantaran, kata Hadi, apabila sinergisitas antara BPN dan pemerintah daerah dalam membahas penyelesaian program agraria dan penataan aset terjalin dengan baik, pihaknya meyakini kesejahteraan rakyat juga akan meningkat.

“Untuk sertifikasi tanah sudah selesai kurang lebih 83 persen, tinggal 17 persen lagi. Artinya seluruh bidang tanah di Kabupaten Kediri akan terdata, baik secara spasial maupun yuridis. Maka itu masuknya tidak ada Gap (celah),” jelas Hadi.

Adapun, Menteri ATR/BPN telah menyerahkan sertifikat kepada Pemerintah Kabupaten Kediri sejumlah 348 sertifikat aset, Kodim 0809 sebanyak 8 sertifikat, Provinsi Jawa Timur 47 sertifikat, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Satker PPBS 25 sertifikat, Kementerian PUPR Satker PJR 2 sertifikat.

Kemudian, Kementerian Agama 2 sertifikat, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) 1 sertifikat, Nadhlatul Ulama (NU) Kabupaten Kediri 77 sertifikat, Pondok Pesantren Al Ma’ruf Pare 1 sertifikat, dan 1 sertifikat perorangan.

Selain penyerahan yang berlangsung di Pendopo Panjalu Jayati, Menteri ATR/BPN juga menyerahkan sertifikat redistribusi tanah bekas Hak Guna Usaha (HGU) PT. Mangli Dian Persada terhadap 200 kepala keluarga di Desa Puncu Kabupaten Kediri.

Jadi Percontohan, Mas Dhito Minta Pedagang dan Pengunjung Jaga Pasar WatesKediri - Bupati Kediri Hanindhito Himawan mere...
30/01/2024

Jadi Percontohan, Mas Dhito Minta Pedagang dan Pengunjung Jaga Pasar Wates

Kediri - Bupati Kediri Hanindhito Himawan meresmikan Pasar Wates, pasar tematik pertama di Kabupaten Kediri, Senin (29/1/2024). Dihadiri ratusan pedagang peresmian ini ditandai dengan pemotongan tumpeng dan penandatanganan prasasti oleh bupati.

Pasar Wates yang selesai direvitalisasi selama dua tahap pada 2022-2023 mengusung konsep tematik pasar wisata, budaya, tradisional, modern. Pasar ini bahkan akan menjadi percontohan untuk pasar lain, baik dari segi bangunan, digitalisasi pasar, sarana pendukung dan teknologi yang digunakan.

"Hari ini salah atau pasar terbaik yang dimiliki Kabupaten kediri adalah Pasar Wates. Harapannya, pasarnya sudah bagus, tolong dijaga kebersihannya," pesan bupati muda yang akrab disapa Mas Dhito itu.

Revitalisasi pasar Wates dalam dua tahap menelan anggaran sekitar Rp16 miliar. Dengan anggaran sebesar itu, Mas Dhito mewanti-wanti kepada pedagang maupun pengunjung untuk sama-sama saling menjaga.

"Kedua, saya berharap bagaimana nanti pedagang tidak meluber keluar pasar," ungkapnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Kediri itu meminta area luar pasar tetap steril dari pedagang. Selain menjaga pasar tetap rapi, adanya pedagang yang berjualan di luar juga menjadi keluhan pedagang yang ada di dalam, karena mengurangi pembeli yang masuk pasar.

Setelah Pasar Wates, Mas Dhito membeberkan pemerintah Kabupaten Kediri akan melakukan revitalisasi Pasar Ngadiluwih. Seperti halnya Pasar Wates, revitalisasi Pasar Ngadiluwih nantinya juga akan memasukkan unsur tematik.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih menambahkan, sebagai pasar yang mengusung tematik dalam pembangunannya diharapkan memberikan dampak tidak hanya sebagai sarana jual beli melainkan termasuk sebagai pasar wisata.

"Menjadi harapan Mas Bupati, Pasar Wates ini di desain tidak hanya sekedar pasar, tapi bagaimana bisa menjadi daya tarik orang luar untuk masuk ke Pasar Wates," terangnya.

Diterangkan, selain bangunan pasar dengan hiasan relief dan unsur estetika yang ada, pasar ini juga didukung sarana dan teknologi pendukung yang lebih modern. Seperti pemberlakuan e-parkir maupun evretribusi untuk mendukung digitalisasi pasar termasuk penggunaan smart CCTV.

"Smart CCTV ini mungkin juga satu satunya di Jawa Timur untuk level pasar," urainya.

Jumlah pedagang yang terdata di Pasar Wates berjumlah 486 pedagang. Jumlah itu termasuk yang menempati kios sebanyak 43 pedagang. Tutik menekankan pihaknya akan terus melakukan penataan seiring dengan jumlah pedagang yang terus bertambah.

"Tentunya ini perlu strategi, inovasi-inovasi supaya semua pedagang mendapatkan tempat," tandasnya.

Sementara itu, seniman patung asal Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Win Dwi Laksono yang menggarap relief-relief Pasar Wates mengapresiasi kepada Mas Dhito yang telah memasukkan unsur budaya dalam pasar.

Dia melihat, Pasar Wates, secara fungsional sebagai tempat berjualan dengan penataan pedagang secara modern namun urnamen dan relief yang ada tetap mengangkat nilai tradisional.

"Pasarnya di pinggiran, tapi dikelola dengan kesadaran budaya tradisional, itu mahal harganya. Saya salut dengan kesadaran tersebut," ucapnya.

Usai Pemeriksaan Mata, Keluarga Karnoto Mendapatkan Pelatihan Olahan Makanan dari Mas DhitoKediri - Keluarga Karnoto, Pe...
29/01/2024

Usai Pemeriksaan Mata, Keluarga Karnoto Mendapatkan Pelatihan Olahan Makanan dari Mas Dhito

Kediri - Keluarga Karnoto, Penjual Roti yang sempat bertemu dengan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana telah mendapatkan pelatihan olahan makanan agar mampu mengembangkan usaha keluarga.

Istri Karnoto, Siti Marsinah (55) bersama sang anak Lilik Hindayati (25) bakal menjalani pelatihan tersebut selama lima hari. Mulai Senin hingga Jumat (29 Januari hingga 2 Februari 2024) mendatang.

Pelatihan tersebut merupakan tindaklanjut dari bantuan yang diberikan oleh Mas Dhito, sapaan akrab Bupati Hanindhito. Melalui Dinas Sosial Kabupaten Kediri, mereka bakal didampingi hingga bisa meningkatkan kualitas produk usahanya.

“Kita akan berikan pendampingan untuk meningkatkan kualitas olahan makanan, utamanya roti goreng, dan jenis olahan lainnya,” terang Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri, Ariyanto.

Diterangkan Ariyanto, pelatihan yang diberikan meliputi roti goreng, corn dog, tahu walik, hingga dimsum. Dengan demikian, keluarga Karnoto ini diharapkan bisa berinovasi dengan berbagai macam olahan.

Dalam pelatihan tersebut, lanjutnya, tidak hanya Marsinah dan Lilik, namun juga diikuti oleh delapan masyarakat Desa Janti, Kecamatan Wates yang telah memiliki embrio usaha sepertinya.

“Selain pelatihan, di hari kelima mereka akan diminta untuk unjuk kompetensi dan akan kita bekali dengan sertifikat sekaligus diuruskan Nomor Induk Berusaha (NIB)nya,” sambungnya.

Di sisi lain, lanjutnya, sesuai instruksi Mas Dhito, Karnoto telah mendapatkan pendampingan kesehatan dengan pemeriksaan mata terhadap pria berusia 60 tersebut.

Dari hasil pemeriksaan medis di RSUD Simpang Lima Gumul (RS SLG), terang Ariyanto, dokter merekomendasikan agar Karnoto mengurangi aktivitas dengan jarak tempuh yang jauh.

“Hasil dari pemeriksaan dan koordinasi dengan RS SLG, melihat kondisi mata Pak Karnoto, tidak diperkenankan untuk berjualan jarak jauh,” katanya.

Kepala Desa Janti, Muryadi menambahkan pihaknya juga tengah menyiapkan langkah strategis untuk membantu pemasaran olahan keluarga Karnoto dengan menyiapkan opsi tempat berjualan.

Salah satu opsi tempat yang dipilihnya adalah depan kantor desa setempat yang dinilai representatif untuk berjualan. Secara berkala, Muryadi menyiapkan opsi lain dengan menyediakan lahan di sekitar Lapangan Desa Janti yang dinilai sebagai pusat kegiatan warga.

Dengan opsi-opsi yang disiapkan itu, Muryadi berharap bisa meningkatkan pendapatan keluarga Karnoto yang selama ini hanya bergantung pada kerja keras Karnoto.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Mas Bupati (Mas Dhito) telah memberikan perhatian kepada salah satu warga kami. Kalau lapangan yang disiapkan menarik, tentu (usahanya) akan berkembang,” terangnya.

Sementara itu, Lilik mengaku senang telah mendapatkan pelatihan dari Mas Dhito. Pihaknya menginginkan usahanya bisa berkembang agar membantu sang ayah untuk meningkatkan perekonomian keluarganya.

“Saya sangat senang sekali. Semoga nanti bisa berkembang,” katanya.

Sebelumnya, Karnoto diundang oleh Mas Dhito di ruang kerjanya sebagai bentuk apresiasi terhadap warganya yang tetap gigih mencari nafkah meski di tengah keterbatasan yang dimiliki.

Karnoto sendiri memiliki keterbatasan penglihatan jarak jauh. Meski demikian, pihaknya tetap menjual roti goreng itu dengan sepedanya untuk berkeliling dari rumahnya, Desa Janti hingga Jalan Doho, Kota Kediri.

Pemkab Kediri Targetkan Pedagang Tempati TPPS Ngadiluwih Akhir MaretKediri - Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas P...
26/01/2024

Pemkab Kediri Targetkan Pedagang Tempati TPPS Ngadiluwih Akhir Maret

Kediri - Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Perdagangan memberi tenggang waktu bagi pedagang Pasar Ngadiluwih untuk menempati lapak di Tempat Penampungan Pedagang Sementara (TPPS) maksimal 25 Maret 2024.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih menyampaikan, pasca pengundian lapak pihaknya masih memberi tenggang waktu bagi pedagang untuk persiapan pemindahan ke TPPS.

Dengan tenggang waktu yang telah diberikan, pihaknya mengimbau pedagang untuk menuntaskan persiapan pemindahan sebelum deadline yang telah ditentukan.

“Kami memberi kelonggaran hampir 1,5 bulan pasca pengundian karena teman-teman pedagang masih meminta waktu. Kami deadline 25 Maret, itu sebelum Idul Fitri,” katanya, Kamis (25/1/2024).

Pada sosialisasi dan pengundian nomor lapak yang dilakukan pekan kedua Januari 2024 lalu, total sementara yang akan menempati sebanyak 435 pedagang. Sedangkan, masih ada tambahan sekitar 37 pedagang belum mendapatkan unit lapak.

Diakui Tutik, dalam perkembangannya jumlah pedagang yang ingin menempati lapak lebih banyak dari kuota yang disediakan yakni 460 lapak. Hal ini disebabkan karena ada sejumlah pedagang yang lebih dari tiga tahun tidak berjualan kembali muncul.

“Hal-hal ini yang perlu disikapi, kalau mereka berjualan tiap hari tapi tidak terdaftar di database, itu masih jadi prioritas. Sebaliknya, pedagang yang terdata namun selama ini sudah tidak berjualan, itu yang tidak diprioritaskan,” tegas Tutik.

Berkaca dari kejadian yang ada, muncul indikasi lapak yang tidak lagi digunakan berdagang dijual belikan ke pedagang lain. Sehingga, langkah tegas dilakukan pemerintah daerah dan tersisa sekitar sepuluh pedagang yang masih belum mendapatkan lapak.

Penanganan penertiban tersebut, lanjut Tutik, menyesuaikan arahan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dimana keberadaan pasar harus dimanfaatkan sesuai fungsi dan peruntukannya.

“Kami mengikuti seperti arahan Mas Bupati bahwa pasar ini untuk temen-temen pedagang, bukan untuk jual beli lapak,” urainya.

Menyikapi adanya pedagang yang belum mendapatkan lapak, pihaknya berupaya supaya pedagang tetap bisa berjualan. Pemerintah daerah kini tengah melakukan evaluasi lebih lanjut terkait penanganan dan operasional TPPS Ngadiluwih.

“Mungkin nanti akan kami siasati terhadap beberapa pedagang supaya ditata ulang, dalam artian dibagi berdua dengan pedagang yang lain,” pungkasnya.

Lanjutkan Pembangunan Stadion, Mas Dhito Kerjasama dengan Kementerian PUPRKediri - Pembangunan Stadion Gelora Daha Jayat...
25/01/2024

Lanjutkan Pembangunan Stadion, Mas Dhito Kerjasama dengan Kementerian PUPR

Kediri - Pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati yang menjadi kebanggaan masyarakat Kediri akan dilanjutkan. Pada tahap kedua ini, Pemerintah Kabupaten Kediri bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana telah melakukan pertemuan dengan Direktur Prasarana Strategis, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR Essy Asiah terkait pembangunan stadion tahap kedua.

Pertemuan yang digelar di Pemkab Kediri itu, Mas Dhito, sapaan akrab bupati Kediri menyampaikan Pemkab Kediri terus mengejar pembangunan stadion yang berada tak jauh dari bandara Dhoho tersebut.

"Kami merencanakan stadion selambat-lambatnya akan bisa beroperasi pada 2024 akhir atau 2025 pertengahan," katanya, Selasa (23/1/2024).

Pada tahap pertama, pembangunan struktur Stadion telah selesai. Stadion yang memiliki kapasitas 15.500 penonton itu diproyeksikan kursi menggunakan model single seat. Hanya saja pada tahap pertama baru terpasang 204 kursi.

Kemudian, bagian atap tribun yang didesain tertutup pada tahap pertama pemasangan atap baru pada zona A dan C. Termasuk lampu stadion yang saat ini terpasang 16 unit masih kurang 152 unit.

Adapun untuk Kekurangan pada tahap pertama direncanakan akan dirampungkan pada tahap kedua termasuk untuk pekerjaan lain seperti furniture untuk seluruh ruangan di stadion.

"Dengan kehadiran ibu direktur bersama jajaran kami berharap mendapatkan masukan dan saran (terkait kelanjutan pembangunan stadion)," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Prasarana Strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR Essy Asiah menyampaikan pertemuan itu untuk mempersiapkan kelanjutan pembangunan stadion Gelora Daha Jayati.

"Memang kami mendapatkan arahan dari pimpinan bagaimana nanti untuk melanjutkan karena ini tahap kedua," tuturnya.

Sebelum melanjutkan pembangunan stadion Gelora Daha Jayati pada tahap kedua, pihaknya mengaku akan mereview kembali desain stadion termasuk hal-hal lain terkait pekerjaan di tahap pertama.

Setelah pertemuan itu, rombongan dari Kementerian PUPR melanjutkan melakukan pengecekan lokasi Stadion Gelora Daha Jayati di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan.

Pemkab Kediri Salurkan 31.041 Ton Jagung bagi Peternak Ayam PetelurKediri - Sebagai upaya dalam Stabilisasi Pasokan dan ...
25/01/2024

Pemkab Kediri Salurkan 31.041 Ton Jagung bagi Peternak Ayam Petelur

Kediri - Sebagai upaya dalam Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Perdagangan melakukan penyaluran sebanyak 31.041 ton jagung subsidi kepada peternak ayam petelur.

Penyaluran tahap 1 itu diberikan kepada 61 peternak berskala besar dengan total 25.041 ton dan 281 peternak berskala mikro berjumlah 6.000 ton dalam kurun waktu 3 bulan, terhitung sejak November 2023 hingga Januari 2024.

Kepala Dinas Perdagangan Tutik Purwaningsih menyampaikan, penyaluran jagung subsidi sebagai tindaklanjut pasca dinamika harga jagung yang kini semakin meningkat.

Akibatnya, tak sedikit peternak yang mengeluhkan kenaikan harga jagung tersebut. Sebab sekitar 70 persen keberadaan jagung menjadi kebutuhan pakan utama hewan ternak ayam.

“Akhir tahun lalu di bulan September dan Oktober harga jagung semula masih di bawah Rp7000/kg. Namun di bulan Januari sekarang ini sudah bertengger di harga Rp8800/kg,” kata Tutik

Kenaikan yang cukup signifikan itu membuat pemerintah melalukan intervensi sebagai upaya mengatasi fluktuasi harga dalam beberapa bulan terakhir.

Hal itu ditandai adanya program dari Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional (Bappanas) yaitu memberikan bantuan jagung subsidi dengan harga yang lebih terjangkau.

“Artinya pemerintah menyiapkan jagung impor dengan harga lebih murah yaitu Rp4900/kg yang dialokasikan untuk kebutuhan selama 3 bulan bagi peternak,“ jelasnya.

Tutik menyebut alur penerima bantuan jagung tersebut bagi mereka (peternak) yang telah diverifikasi oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dan pengurus asosiasi peternak Kabupaten Kediri.

Sebagaimana sesuai petunjuk teknis, penerima yang direkomendasikan bagi mereka yang telah menjadi kelompok yang berbadan hukum, belum tergabung di Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR), maupun anggota koperasi.

“Jadi jangan sampai adanya jagung murah ini disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggungjawab untuk kepentingan pribadi,” terangnya terkait petunjuk teknis.

Oleh karenanya, dengan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan peternak, pemerintah daerah berharap para peternak merasa terbantu dengan keterjangkauan harga dan jumlah stok yang disediakan.

“Setidaknya pada kondisi saat ini dengan harga tinggi, barang juga sangat terbatas, kami berharap supporting yang diberikan supaya betul-betul dimanfaatkan oleh peternak,” harapnya.

Di samping itu, pemerintah terus melakukan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Seperti Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro tentang bagaimana mengatur distribusi, mengawasi ketersediaan stok, dan memastikan ketepatan sasaran.

Adapun, jikalau harga jagung masih belum terjangkau. Penyaluran tahap 2 akan kembali dilakukan kepada penerima yang sama, serta tambahan penerima berdasarkan usulan.

Sempat Viral, Ini Nasib Guru SD Honorer Setelah Bertemu Bupati DhitoKediri - Masih ingat dengan guru honorer di Kabupate...
16/01/2024

Sempat Viral, Ini Nasib Guru SD Honorer Setelah Bertemu Bupati Dhito

Kediri - Masih ingat dengan guru honorer di Kabupaten Kediri yang menggunakan gajinya untuk membantu membelikan peralatan sekolah siswanya. Kebaikan guru honorer itu pun pada akhir 2022 lalu sempat viral di jagat maya.

Marga Cistha, nama guru itu tercatat sebagai pengajar di SD Negeri Tiru Lor 2, Kecamatan Gurah sejak tahun 2021. Kegiatan keseharian bersama siswa biasa dibagikan ke media sosial Tiktok.

Kebiasaannya dalam membantu sesama rupanya diperhatikan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Pada Senin (15/1/2024), Marga begitu sapaan guru honorer itu diundang bupati ke Kantor Pemkab Kediri.

"Bagaimana mas kog bisa keren banget itu, gimana ceritanya sampai belikan anak anak peralatan sekolah?," tanya Mas Dhito, sapaan akrab bupati saat pertama kali bertemu Marga.

Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin dan kepala sekolah di tempatnya mengajar, Marga mengisahkan perjalanannya selama menjadi guru honorer.

Di sekolah, sejak awal mengajar Marga melihat ada siswanya mengenakan sepatu rusak. Dalam batin, sang guru merasa iba, hingga muncul niatan membelikan siswanya sepatu.

"Saya sisihkan gaji untuk membelikan sepatu," cerita Marga.

Sebagai guru honorer, Marga waktu itu mendapatkan gaji Rp200 ribu/bulan. Meski gajinya tak seberapa, ketulusannya dalam membantu membelikan peralatan sekolah siswanya tak berhenti.

Setiap hari bertemu, dia semakin mengetahui kondisi anak didik di sekolahnya. Tak hanya sepatu, kadang dia membelikan buku, tas maupun peralatan sekolah lain kepada para siswanya.

Konten yang dibagikan di Tiktok pribadinya pun lambat laun dilihat banyak orang. Bahkan diakui bantuan yang disalurkan kini kerap datang dari para follower, maupun endorse yang masuk.

"Yang mau donasi biasanya DM ke saya mau bantu misal alat tulis nanti dikirim ke alamat saya," ucap Marga.

Tidak hanya kepada siswa di sekolah tempatnya mengajar, bantuan juga disalurkan bagi para siswa sekolah lain di Kabupaten Kediri.

Tak terbatas peralatan sekolah, bantuan juga diwujudkan uang saku, sepeda maupun yang lain menyesuaikan kebutuhan siswa. Bahkan, sempat bantuan diberikan dalam bentuk komputer untuk sekolah termasuk renovasi rumah siswa.

Mendengar cerita itu, sebagai kepala daerah, Mas Dhito merasa bangga dan kagum dengan perjuangan yang dilakukan guru honorer itu. Tanpa campur tangan pemerintah, karena empatinya yang tinggi, Marga telah banyak membantu para siswa.

"Saya perlu orang yang bisa bekerja dengan ikhlas dan jujur, punya integritas," ungkap Mas Dhito.

Melihat nilai positif dan semangat pengabdian yang dilakukan, Mas Dhito menawari Marga untuk bergabung dalam tim yang membantu dirinya di Pemerintah Kabupaten Kediri.

Pun begitu, Marga tetap tidak dibatasi ketika masih berkeinginan untuk mengajar. Untuk itu, dia tidak

"Saya ingin angkat jenengan sebagai tenaga ahli bupati," kata Mas Dhito memberikan tawaran.

Mendapat tawaran dari orang nomor satu di Kabupaten Kediri itu, Marga pun mengaku bersedia bergabung sebagai tenaga ahli bupati.

Dengan kesediaan yang disampaikan, Mas Dhito berharap Marga nantinya dapat ikut membantu dalam mencari solusi atas persoalan yang harus dihadapi di pemerintahan. Tidak terbatas pada sektor pendidikan.

"Senang mendapatkan tawaran itu, semoga nanti bisa mendukung program beliau dan bisa membantu masyarakat yang lebih luas lagi," ucap Marga.

Mas Dhito Siapkan Stand Khusus Bagi UMKM Kabupaten Kediri di BandaraKediri - Bandara Internasional Dhoho Kediri direncan...
04/01/2024

Mas Dhito Siapkan Stand Khusus Bagi UMKM Kabupaten Kediri di Bandara

Kediri - Bandara Internasional Dhoho Kediri direncanakan beroperasi pada 15 Januari 2024. Untuk menyambut beroperasinya bandara ini Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyiapkan stand khusus bagi pelaku UMKM di lokasi bandara.

Pihaknya bahkan meninjau langsung bagaimana kondisi terakhir stand yang akan ditempati bagi pelaku UMKM bandara pada Kamis (4/1/2024) siang.

Dari peninjauan tersebut, katanya, bisa dilihat potensi yang harus digali oleh pemerintah daerah di sekitar bandara. Sehingga nantinya dapat menampilkan kekhasan masing-masing daerah sebagai media promosi.

Menurut bupati yang akrab disapa Mas Dhito tersebut, bandara ini merupakan bandara yang dimiliki masyarakat Jawa Timur. Untuk itu, pihaknya akan berkomunikasi dengan gubernur, terkait daerah yang akan mengisi gerai UMKM

“Kita akan mengajak kota atau kabupaten lain untuk memasukkan produk yang sudah dikurasi yang betul-betul bisa dinikmati pengunjung Bandara Dhoho,” terang Mas Dhito.

Terkait beroperasinya bandara, bupati muda berkacamata tersebut mengungkapkan dalam kurun 10 hari ke depan bandara yang berada di lereng Gunung Wilis ini sudah bisa beroperasi secara komersil.

“Kalau tidak ada perubahan jadwal, semoga bandara bisa beroperasi pada 15 Januari,” ungkapnya.

Dari pantauan langsung di lapangan, posisi stand khusus bagi para pelaku UMKM yang sudah menjalani kurasi dari Dinas Koperasi Usaha Mikro (Kopusmik) cukup representatif. Pasalnya, tempat itu berada persis di area depan pintu masuk gedung terminal.

Sementara itu, Kepala Dinas Kopusmik Kabupaten Kediri, Mamiek Amiyati mengatakan dari kurang lebih 9800 UMKM binaan, terdapat 60 UMKM kategori makanan dan minuman yang siap ditampilkan di bandara.

Sedangkan tempat yang disiapkan bagi pelaku UMKM di bandara sebanyak 3 gerai. Tempat tersebut dibagi menjadi 3 klaster, yakni makanan minuman, kopi, serta craft.

“Stand sudah siap, produk juga siap, tinggal nanti pembenahan tempatnya,” pungkas Mamiek.

Awali 2024 dengan Pimpin Apel, Ini 3 Pesan Mas Dhito Untuk ASNKediri - Di hari pertama kerja pasca libur tahun baru 2024...
02/01/2024

Awali 2024 dengan Pimpin Apel, Ini 3 Pesan Mas Dhito Untuk ASN

Kediri - Di hari pertama kerja pasca libur tahun baru 2024, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana langsung memberikan 3 pesan untuk para ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kediri.

Pesan tersebut disampaikannya saat memimpin apel di lapangan belakang Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, Selasa (2/1/2024). Dengan tegas, pihaknya meminta agar para ASN bisa lebih jujur, loyal kepada masyarakat, serta inovatif.

Menurut bupati yang akrab disapa Mas Dhito tersebut, integritas atau kejujuran merupkan salah satu syarat utama bagi ASN. Pasalnya, jika tak jujur atau bahkan hingga korupsi, akan membawa dampak besar terhadap berjalannya birokrasi di wilayahnya.

Pihaknya secara tegas akan memberikan hukuman hingga menurunkan jabatan jika ditemukn ada ASN yang kedapatan melakukan tindak korupsi.

“Kalau sampai saya menemukan ada pegawai Pemerintah Kabupaten tidak jujur atau bahkan bermain atau ngambil duit, pasti akan saya turunkan jabatannya,” tegasnya.

Selain integritas itu, Mas Dhito juga menekankan kepada seluruh jajarannya untuk memberikan pelayanan prima terhadap masyarakat. Loyalitas terhadap masyarakat, kata Mas Dhito, sangat dibutuhkan.

Loyalitas pada masyarakat ini menjadi pertimbangan sosok bupati muda tersebut dalam menilai kinerja para pegawai. Disektor pelayanan kesehatan misalnya, Mas Dhito menekankan agar melayani masyarakat dengan ramah.

“Mas Bupati, kenapa dateng ke puskes kok pelayanannya judes. Tolong (ketidakramahan) itu dihapus. Kalau melayani masyarakat aja aras-arasen (males), mana bisa maju,” katanya.

Kemudian, suami Eriani Annisa Hanindhito itu meminta agar ASN bisa lebih inovatif. Pihaknya menilai, masih ditemukannya OPD yang menjalankan roda pemerintahan hanya dengan rutinitas seperti biasa.

Terlebih, Kabupaten Kediri tengah menyambut beroperasinya bandara. Berbagai inovasi perlu dilakukan. Sehingga, inovasi ini dinilai mampu memajukan daerah dengan penduduk sekita 1,8 juta ini.

“Saya minta panjenengan semua untuk bisa lebih inovatif,” ucapnya.

UHC Tercapai, Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan Terus Digenjot Mas DhitoKediri - Pemerintah Kabupaten Kediri pada 2023 ...
02/01/2024

UHC Tercapai, Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan Terus Digenjot Mas Dhito

Kediri - Pemerintah Kabupaten Kediri pada 2023 berhasil meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Penghargaan yang diterima menjadi bukti komitmen Pemerintahan Bupati Hanindhito Himawan Pramana dalam mewujudkan implementasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk masyarakat.

Tercatat dari 1.674.818 jiwa penduduk di Kabupaten Kediri hingga Desember 2023 sebanyak 1.607.772 jiwa atau 96 persen tercover jaminan kesehatan.

"Target UHC sudah tercapai tapi ini harus diikuti oleh kualitas dan kemudian akses fasilitas pelayanan kesehatan pada semua tingkat," kata Mas Dhito.

Seiring dengan capaian itu, akses pelayanan kesehatan ditingkatkan dengan membuka layanan poli sore yang dimulai dari Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK) dilanjutkan Puskesmas.

Termasuk adanya layanan antar obat ke rumah pasien yang diberikan RSKK, kemudian pembangunan gedung baru RSKK untuk menambah ruangan rawat inap bagi pasien.

Mas Dhito menekankan, upaya yang telah dilakukan tersebut akan menjadi sia-sia ketika tidak diimbangi dari kualitas pelayanan dari tenaga kesehatan.

Pihaknya memastikan akan terus memantau kualitas pelayanan yang diberikan petugas kesehatan baik itu rumah sakit daerah maupun 37 puskesmas yang ada di Kabupaten Kediri.

"Sektor kesehatan ini saya pantau betul, pelayanan kepada pasien juga harus ramah, itu akan saya cek," tuturnya.

Bupati muda yang mulai menjabat pada 26 Februari 2021 itu berharap dengan capaian UHC itu ke depan terus diikuti dengan peningkatan pelayanan kesehatan termasuk komunikasi yang memuaskan.

Mas Dhito bahkan telah menekankan hal itu kepada dua direktur rumah sakit daerah baik itu RSKK maupun RS SLG termasuk Kepala Dinas Kesehatan untuk terus memantau jajarannya.

"Kalau masih ada di tingkat puskesmas, di tingkat rumah sakit yang memberikan pelayanan dan komunikasi kepada masyarakat tidak ramah, copot, keluarkan," tegas Mas Dhito.

Sikap tegas ini menjadi bukti komitmen bupati muda tersebut dalam memberikan pelayanan dan akses kesehatan yang berkualitas dan memuaskan bagi masyarakat di Kabupaten Kediri.

Sektor kesehatan ini menjadi bagian program prioritas Bupati Hanindhito Himawan Pramana. Dari beberapa program prioritas pemerintah Kabupaten Kediri di tahun 2024 mendatang, kesehatan bahkan menjadi salah satunya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri Ahmad Khotib mengungkapkan, pada tahun 2023, mengalokasikan anggaran untuk program UHC dan layanan poli sore mencapai Rp70 miliar.

Upaya pemerintah daerah tersebut menurut dia harus disertai langkah-langkah yang jitu agar peserta JKN bertambah. Seperti pada segmen kepesertaan dapat diterapkan pada pekerja agar diharuskan untuk mendaftarkan anggota secara mandiri.

“Sehingga prinsip sinergisitas antara pemerintah dengan masyarakat betul-betul terpenuhi,” tambahnya.

Wajah Stadion Gelora Daha Jayati, Pusat Olahraga, Bisnis dan Hiburan di Kediri Era Mas Dhito Kediri – Bupati Kediri Hani...
02/01/2024

Wajah Stadion Gelora Daha Jayati, Pusat Olahraga, Bisnis dan Hiburan di Kediri Era Mas Dhito

Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana pada tahun 2023 membangunan stadion di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan yang dinamai Gelora Daha Jayati.

Pemberian nama stadion ini melibatkan masyarakat melalui proses sayembara. Gelora Daha Jayati menjadi untaian doa yang mengandung filosofi kobaran semangat untuk meraih kemenangan yang berasal dari gelombang atau dukungan rakyat.

Bupati muda yang akrab disapa Mas Dhito ini tak menampik membangun stadion dibutuhkan anggaran yang tak sedikit. Terlebih, stadion yang dibangun tak hanya diperuntukkan bagi penyelenggaraan event olahraga, melainkan memiliki multi fungsi.

Stadion yang mengusung konsep sport, business and entertainment (SBE) ini dibangun pada lahan 106.804 m² dengan luas bangunan 11.220 m². Mega proyek Pemkab Kediri ini pada tahap pertama menelan anggaran Rp149,79 miliar bersumber APBD 2023.

"Di tahap pertama ini stadion belum langsung selesai, secara fisik selesai nanti baru di tahap ketiga," kata Mas Dhito.

Pembangunan stadion di tahap pertama dikerjakan oleh PT. PP Urban mulai 27 Maret - 21 Desember 2023. Pada tahap pertama ini, meski belum jadi, wajah stadion mulai terlihat megah.

Ruangan-ruangan baik untuk wasit, kantor, pemain, media maupun yang lain telah terbangun tinggal penyempurnaan. Rumput lapangan sudah terpasang. Begitu p**a atap tribun meski belum menyeluruh.

Mas Dhito terus mengawal proses pembangunan stadion supaya memenuhi standar termasuk safety atau keamanan. Bahkan, pihaknya beberapa kali melakukan pengecekan ke lokasi.

"Aspek safety juga fungsional stadion ini betul-betul kita awasi," ungkapnya.

Sejak awal, dalam membangun stadion Gelora Daha Jayati, bupati selalu terbuka pada masukan masyarakat. Termasuk suporter, managemen sepakbola baik Persik maupun Persedikab.

Pembangunan stadion yang berlokasi tak jauh dari bandara itu menjadi penting bagi Kabupaten Kediri. Adanya bandara menjadi pintu masuk bagi orang dari berbagai daerah datang ke Kediri.

Bupati berharap dibangunnya stadion Gelora Daha Jayati menjadi kebanggaan masyarakat dan ke depan event olahraga berskala nasional dapat dilaksanakan di Kediri.

"Kita berharap stadion ini bisa menjadi tempat dimana sejarah baru sepakbola Kediri akan tercatat," tuturnya.

Setelah tahap pertama selesai, pembangunan akan dilanjutkan di tahap kedua pada 2024 dan tahap ketiga pada 2025. Pada tahap kedua, orang nomor satu di Kabupaten Kediri itu berharap stadion sudah dapat berfungsi.

Mas Dhito menyatakan akan memfasilitasi cabang olahraga selain sepakbola dalam rencana pengembangan stadion. Hal ini sebagaimana harapan para atlet dari berbagai cabor, termasuk atlet disabilitas yang selama ini terkendala fasilitas olahraga yang layak.

Sebagai bentuk keseriusannya untuk meningkatkan prestasi olahraga di Bumi Panjalu, seiring pembangunan stadion baru, dalam beberapa tahun terakhir Mas Dhito konsen memulangkan para atlet yang sebelumnya memperkuat daerah lain.

Sebagaimana disampaikan Ketua KONI Kabupaten Kediri Dedi Kurniawan, pada tahun 2022 sebanyak 8 atlet berhasil dip**angkan. Kemudian, pada 2023 sebanyak 25 atlet berhasil dip**angkan.

“Saat ini kita sedang memproses 30 atlet untuk p**ang Kediri,” ucapnya.

Di sisi lain, sebagaimana konsep SBE yang diusung, nantinya event yang berpotensi dihadiri penonton dalam jumlah besar akan diselenggarakan di stadion yang mampu menampung lebih dari 15.000 penonton ini.

Dibangunnya stadion Gelora Daha Jayati, diharapkan menjadi pusat ekonomi baru dan mendongkrak perputaran bisnis masyarakat Kabupaten Kediri. Untuk itu, dalam pengembangan stadion ini nantinya disiapkan stand bagi pelaku UMKM.

“Kami mohon doa dan dukungannya, semoga pembangunan stadion ini betul-betul bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kediri,” pungkas Mas Dhito.

Address

Jalan Soekarno Hatta 1 Kediri
Kediri
64182

Opening Hours

Monday 07:30 - 15:30
Wednesday 07:15 - 15:30

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Prokopim.kedirikab posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share