26/12/2020
Cerita dirangkai melalui perjalanan Febriana Firdaus menapaki ladang perjuangan perempuan-perempuan dari berbagai wilayah ini, dimulai dari Kendeng, Mollo, Banggai hingga Aceh yang terletak di ujung barat Indonesia. Dengan latar bandara sebagai adegan pembuka film ini, Febriana Firdaus menjelajahi beberapa titik di Indonesia. Dia menemui perempuan-perempuan yang selama ini memperjuangkan ruang hidup mereka dari gempuran industri.
Perjalanan pertamanya dimulai dengan mengunjungi Yu Sukinah, seorang perempuan yang berjuang melindungi Pegunungan Kendeng di Jawa Tengah dari kungkungan pabrik semen. Meskipun budaya masyarakat Jawa masih didominasi oleh laki-laki, tetapi hal berbeda tergambar pada Gerakan Kendeng. Di sini mana wadah dan ruang terbuka lebar bagi perempuan. Bahkan perempuan menjadi pemimpin dan garda terdepan dalam setiap aksi yang mereka lakukan di ruang publik.
Jeritan beberapa perempuan terdengar dari balik layar ponsel saya. Layar hitam dihiasi beberapa kalimat muncul. Salah satu petikan kalimatnya berbunyi, “Dalam beberapa kasus, perlawanan dipimpin oleh perempuan”. Dalam layar itu, muncul seorang jurnalis perempuan bernama Febriana Firdaus. Dia dud...