Gema Pembebasan Kampus Kota Kendari

Gema Pembebasan Kampus Kota Kendari Bersatu Bergerak dan Tegakkan Ideologi Islam

🌎_ *DIALOGIKA GEMA PEMBEBASAN Wilayah Sulawesi Tenggara^β„’*πŸŽ™Sejak dibubarkan dan menjadi Partai Terlarang, Partai Komunis...
18/06/2020

🌎_ *DIALOGIKA GEMA PEMBEBASAN Wilayah Sulawesi Tenggara^β„’*πŸŽ™

Sejak dibubarkan dan menjadi Partai Terlarang, Partai Komunis Indonesia nampaknya kini terus berusaha untuk bangkit kembali..

Terkesan dipaksakan RUU HIP tetap digodok ditengah pandemi Covid 19, pasal per-pasalnya dinilai sangat Pro Komunisme dan ingin menyingkirkan agama dalam pemerintahan dan bernegara dengan "menuhankan pancasila"

RUU HIP dalam beberapa analisis pakar politik merupakan salah satu tanda upaya yang dilakukan oleh oknum-oknum PKI untuk bangkit kembali melalui jalan pemerintahan dan regulasi di Era Reformasi saat ini..

Lalu benarkah RUU HIP adalah jalan bangkitnya kembali Partai Komunis Indonesia?
Bagaimana umat mahasiswa dan umat islam harusnya menyikapi RUU HIP dan isu bangkitnya Partai Komunis Indonesia?

*Saksikan Dilogika Gema Pembebasan Wilayah Sultra..!*
Tema : *"Bahaya Laten Bangkitnya Komunisme di Balik RUU HIP"*
Bersama Pembicara:
*1. Arwin Solihin, S.Pd*
-(Humas Gema Pembebasan Wilayah Sultra)
*2. Farid Syahbana SH*
-(Ketua Pengurus Pusat Gema Pembebasan)
*3. Risman SH*
-(Ketua Korwil LBH PELITA UMAT Sultra)

Special Host :
*Rama Sultan* (Ketua Gema Pembebasan Daerah Kolaka)
πŸ“† *Sabtu, 20 Juni 2020*
πŸ•₯ *20.30 Wib s/d Selesai*

Teleconference Via Zoom and Live on:

πŸ“² Fanpage Gema Pembebasan Wilayah sultra

Link :
https://www.facebook.com/pg/MediaPembebasanSultra/
https://www.facebook.com/pg/MediaPembebasanSultra/

_Raih Pahala jariah dengan menyebarkan Info Kegiatan ini kekontak dan grup anda sebanyak-banyaknya.._

Allahu akbar ✊✊
*Bersatu, Bergerak Tegakkan ideologi Islam*

Foccus Group DiscussionPresent by Aliansi Mahasiswa Bersuara SULTRASetelah sempat ditunda masuknya 500 TKA ke Sultra kin...
18/06/2020

Foccus Group Discussion
Present by
Aliansi Mahasiswa Bersuara SULTRA

Setelah sempat ditunda masuknya 500 TKA ke Sultra kini telah mendapatkan restu dari Gubernur Sultra. Berbagai penolakan datang dari berbagai kalangan termaksud ketua DPRD Sultra, bahkan dikesempatan sebelumnya Pimpinan DPRD Sultra tersebut mengatakan akan memimpin demo sekiranya TKA tersebut tetap di datangkan.

Tentu mendatangkan 500 TKA asal China di tengah perjuangan rakyat melawan Pandemi COVID-19 semakin membuat masyarakat gerah , terlebih banyaknya kasus PHK yang menimpa anak negeri selama ini kian menumpuk keresahan publik.

Lalu bagaimana mahasiswa dan pemuda melihat kebijakan ini?

Saksikan
FGD dengan tajuk "Menyoal TKA di SULTRA"
Bersama
Baharuddin Yusuf (Ketua MPM UHO)
Supriyadi S.Ak M.E (Pengamat Ekonomi Politik)
Hasrin (Ketua BEM Unilaki)
Pandyi Priyono (Ketua BEM UHO)
Hikma Sanggala (Koord Aliansi Mahasiswa Bersuara SULTRA)

Insyaallah akan dilaksanakan pada.
Hari : Jum'at 19 Juni 2020
Pukul : 20.00 WITA
Via zoom

Silahkan daftarkan diri anda ke:
085246000527 (wa)

Pelaksana: Aliansi Mahasiswa Bersuara SULTRA

UU MINERBA MEMBERI KARPET MERAH BAGI OLIGARKI TAMBANG Oleh : Muzir Collins (sekretaris umum gema pembebasan kolaka)Undan...
17/06/2020

UU MINERBA MEMBERI KARPET MERAH BAGI OLIGARKI TAMBANG

Oleh : Muzir Collins
(sekretaris umum gema pembebasan kolaka)

Undang-Undang tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) yang disahkan dalam Rapat Paripurna Selasa (12/5/2020) lalu berbuntut panjang.

Pasalnya undang-undang ini bertujuan memberi jaminan korporasi ketimbang melindungi sumber daya alam beserta masyarakat sekitar yang terdampak. selain menguntungkan korporasi, revisi juga mengatur soal kewajiban divestasi saham sebesar 51 persen bagi perusahaan tambang alam.

Pengistimewaan bagi perusahaan juga tampak dalam perpanjangan izin. Undang-undang baru memberikan jaminan kepada perusahaan untuk memperpanjang izin operasi. Sebuah peruhaan tambang batu bara, misalnya bisa beroperasi hingga 60 tahun setelah mendapat perpanjangan 2 kali 10 tahun. jika perusahaan batu bara tersebut terintegrasi dengan pembangkit listrik tenaga uap, misalnya operasinya sampai 80 tahun setelah perpanjangan 30 tahun dan jaminan perpanjangan 10 tahun. Demikian juga untuk perusahaan tambang logam yang terintegrasi dengan pabrik pemurnian atau smelter. Adanya garansi perpanjangan izin di undang-undang baru justru melanggengkan penguasaan sumber daya alam oleh segelincir pengusaha. Apalagi, undang-undang baru, mineral yang tidak dimohonkan ditambang pada saat pengurusan izin secara otomatis menajdi milik pemegang izin.

Kemudian perubahan UU Minerba merupakan salah satu terjadinya perselingkuhan antara oligarki kekuasaan dan oligarki perusahaan. bagaimana tidak publik menduga ada kepentingan pro korporasi dan oligarki tambang dalam UU ini, jika kita lihat dengan kacamatan hukum setidaknya ada empat hal penting di balik UU Minerba ini.

pertama: UU Minerba pro korporasi dan oligarki. Bahkan beberapa ahli mengatakan UU ini sarat kepentingan
oligarki tambang.

Ekonom Senior Faisal Basri mengatakan ada indikasi menyelamatkan bandar tambang. β€œIni elite pesta pora di tengah kondisi seperti ini. Mereka menyelamatkan bandar tambang batu bara dengan UU Minerba,” kata Faisal dalam diskusi virtual ILUNI UI, Rabu (13/5/2020).

Direktur IRESS Marwan Batubara mengatakan, betapa kuat dan berkuasanya oligarki penguasa-pengusaha, yang belakangan juga sudah melibatkan DPD RI. Ia mengajak semua elemen masyarakat untuk tetap melakukan advokasi agar BUMN-lah yang diberi mandat mengelola tambang sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945.

Kedua; UU Minerba Sangat dipaksakan. Apalagi negeri ini sedang hadapi wabah corona. Ekonom Senior Faisal Basri mengaku heran dengan rencana pengesahan tersebut di tengah kondisi pandemi seperti ini.

Direktur Eksekutif Pushep Bisman Bhaktiar mengatakan pembahasan RUU Minerba sangat dipaksakan di tengah pandemi COVID-19. β€œTidak ada yang mendesak dengan RUU Minerba ini, kecuali soal perpanjangan PKP2B,” ungkapnya kepada CNBC Indonnsia.
Koordinator Jaringan Advokasi Tambang, Merah Johansyah mengatakan bahwa Pemerintah secara sadar memberikan bentuk jaminan (bailout) untuk melindungi keselamatan elite korporasi, tetapi tidak bagi lingkungan hidup dan rakyat. (tempo.co, 12 Mei 2020).

Ketiga; UU Minerba ini produk dari proses Demokrasi. Banyak pihak yang mengkritik UU Minerba dan UU lainnya yang merupakan hasil proses Demokrasi yang merugikan publik dan pro korporasi. Namun mereka tidak mengkritik sistem demokrasi sebagai penyebab lahirnya UU tersebut.

Lahirnya UU yang pro oligarki maupun yang pro korporasi tak lepas dari pelaksanaan demokrasi itu sendiri. Siapa pun pejabat publik, untuk duduk di kursinya harus mengikuti proses demokrasi yang tak gratis. Bahkan harus mengikuti proses pesta demokrasi yang super mahal.

Dalam demokrasi yang super mahal, nyaris tak ada pejabat publik (rezim) yang terbebas dari Utang. Minimal punya utang janji politik. Setidaknya punya tiga utang politik yang harus dilunasi. Utang kepada para investor politik, kepada partai politik pengusung, kepada rakyat pemilih.
Utang kepada para investor Politik (para pengusaha pemilik modal). Akibat Biaya pesta demokrasi itu dibayar dengan memberikan jabatan atau kebijakan yang berpihak pada kepentingan bisnis mereka. Di titik inilah bertemunya dua kepentingan. Kepentingan bisnis para investor politik dan politisi.
Cara mudah melunasi utang politik kepada para investor politik ini adalah dengan menyetujui proyek-proyek bagi mereka. Tak heran jika sebuah negara yang selesai melaksanakan pesta demokrasi akan membangun banyak proyek besar. Strategi lain adalah pemberian ijin usaha (baik perkebunan, pertambahan, kehutanan, kelautan, dll) kepada para investor politik sebagai kompensasi partisipasi investasi dalam pesta demokrasi.

Ketiga; Pengelolaan tambang versi Islam. Dalam Islam, tambang batubara maupun tambang lain yang berlimpah merupakan kepemilikan umum (milkiyah ammah). Negara wajib mengelolanya untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, di antaranya untuk biaya pendidikan, kesehatan dan keamanan seluruh rakyat.

Kini negara menjadi pelayan para kapitalis. Melalui proses demokrasi, dibuatlah aturan (UU) yang memfasilitasi para kapitalis pengusaha untuk mengeruk kekayaan rakyat Indonesia. Tak peduli pada kerusakan lingkungan, kebutuhan rakyat dan aspirasi masyarakat, asalkan keuntungan materi didapatkan.

lantas bagaimana islam membuat aturan tentang sumber daya alam? menurut aturan Islam, tambang yang jumlahnya sangat besar baik garam maupun selain garam seperti batubara, emas, perak, besi, tembaga, timah, minyak bumi, gas dsb semuanya adalah tambang yang terkategori milik umum sebagaimana tercakup dalam hadis berikut.

β€ŽΨ§Ω„Ω’Ω…ΩΨ³Ω’Ω„ΩΩ…ΩΩˆΩ†ΩŽ Ψ΄ΩΨ±ΩŽΩƒΩŽΨ§Ψ‘Ω فِي Ψ«ΩŽΩ„ΩŽΨ§Ψ«Ω فِي Ψ§Ω„Ω’Ω…ΩŽΨ§Ψ‘Ω ΩˆΩŽΨ§Ω„Ω’ΩƒΩŽΩ„ΩŽΨ₯ِ ΩˆΩŽΨ§Ω„Ω†Ω‘ΩŽΨ§Ψ±Ω

Kaum Muslim berserikat (memiliki hak yang sama) dalam tiga hal: air, rumput dan api (HR Ibnu Majah).

Dengan demikian, untuk mengakhiri kisruh pengelolaan sumberdaya alam sebagaimana yang terjadi saat ini, mau tak mau, kita harus kembali pada ketentuan syariah Islam. Selama pengelolaan sumberdaya alam didasarkan pada aturan-aturan sekular kapitalis, tidak diatur dengan syariah Islam, semua itu tak akan banyak manfaatnya bagi rakyat dan pastinya akan kehilangan berkahnya. Terbukti, di tengah berlimpahnya sumberdaya alam kita, mayoritas rakyat negeri ini miskin. Pasalnya, sebagian besar kekayaan alam kita hanya dinikmati oleh segelintir orang, terutama pihak asing, bukan oleh rakyat kebanyakan. Wallahu alam

*Hadirilah..!*Diskusi Virtual dan Halal Bihalal Mahasiswa Muslim Sulawesi Tenggara dengan Tema :🌎_ *MERAJUT UKHUWAH MEWU...
13/06/2020

*Hadirilah..!*

Diskusi Virtual dan Halal Bihalal Mahasiswa Muslim Sulawesi Tenggara dengan Tema :

🌎_ *MERAJUT UKHUWAH MEWUJUDKAN ISLAM RAHMATAN LIL ALAMIN^β„’*πŸŽ™

Bersama Pembicara :

Sesi 1 :
*1. Hikma Sanggala*
(Ketua Forum Intelektual Muda Sultra)
*2. Azril Buton*
(Ketua KAMMI kota Kendari)
*3. Aharuddin*
(Ketua Gema Pembebasan Wilayah Sultra)
*4. Muh. Taufik*
(Korwil BKLDK Sultra )

Sesi 2:
*1. Jeklin*
(Forum Intelektual Muda Bau-Bau)
*2. Salam*
(Forum Intelektual Muda Kolaka)
*3. Al-Azizy Revolusi*
(Forum Intelektual Muda konawe)
*4. Rama Sultan*
(Ketua GP Daerah Kolaka)
*5. Funarno Juriadin*
(Ketua GP Daerah Bau-bau)
*6. Askar*
(Korda BKLDK Kolaka)

πŸ“† *Ahad. 14 juni 2020*
πŸ•₯ *08.30 Wib s/d Selesai*

*Teleconference Via Zoom Apps:*

Allahu akbar..!
_*Link Teleconference Menyusul_

PEMUDA, ISLAM & KHILAFAH!Oleh: Mu’adz Al Hafidz(Pemuda Pejuang Khilafah)Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pemuda adala...
09/06/2020

PEMUDA, ISLAM & KHILAFAH!

Oleh: Mu’adz Al Hafidz
(Pemuda Pejuang Khilafah)

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pemuda adalah laki-laki yang berusia muda. Usia muda ini berada pada kisaran 18 – 30 tahun ada juga yang menyebutkan hingga 40 tahun. Di usia ini manusia mencapai puncak keemasannya, baik dari segi fisik juga mentalnya.

Berbicara bagaimana spesialnya sosok pemuda, maka kita akan selalu teringat kata-kata B**g Karno dalam menyanjung sosok pemuda, ia bertutur "beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 Pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia. Seribu orang tua bisa bermimpi, satu orang pemuda bisa mengubah dunia".

Dalam Islam, pemuda telah Allah spesialkan, melalui lisan yang mulia Muhammad Saw, β€œAda tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungan (Arsy-Nya) pada hari yang tidak ada naungan (sama sekali) kecuali naungan-Nya: …Dan seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah …” [HR. Bukhari no. 1357 dan Muslim no. 1031].

Pemuda telah membuktikan bahwa diri mereka memang layak mendapatkan posisi yang spesial ditengah-tengah masyarakat. Jika kita lihat kelompok dakwah pertama yang hadir di muka bumi ini, yang dibentuk oleh Muhammad Saw, kita akan jumpai sosok pemuda yang bahkan masih sangat belia, namun kontribusi mereka terhadap dakwah Islam tak ada duanya.

Mereka diantaranya:
β€œ(1) β€˜Ali bin Abi Thalib yang berusia 8 tahun
(2) Zubair bin al-Awwam 8 tahun
(3) Thalhah bin β€˜Ubaidillah berumur 11 tahun
(4) Arqam bin Abi al-Arqam berusia 12 tahun
(5) β€˜Abdullah bin Mas’ud berusia 14 tahun
(6) Sa’id bin Zaid berumur kurang dari 20 tahun
(7) Sa’ad bin Abi Waqash 17 tahun
(8) Mas’ud bin Rabi’ah 17 tahun
(9) Ja’far bin Abi Thalib 18 tahun
(10) Shuhaib ar-Rumi di bawah 20 tahun
(11) Zaid bin Haritsah sekitar 20 tahun
(12) β€˜Utsman bin β€˜Affan sekitar 20 tahun
(13) Thulaib bin β€˜Umair sekitar 20 tahun
(14) Khabab bin al-β€˜Arat sekitar 20 tahun
(15) β€˜Amir bin Fuhairah 23 tahun
(16) Mush’ab bin β€˜Umair 24 tahun
(17) Miqdad bin al-Aswad 24 tahun
(18) β€˜Abdullah bin Jahsy 25 tahun
(19) β€˜Umar bin Khaththab 26 tahun
(20) Abu β€˜Ubaidah bin Jarrah 27 tahun
(21) β€˜Utbah bin Ghazwan 27 tahun
(22) Abu Hudzaifah bin β€˜Utbah sekitar 30 tahun
(23) Bilal bin Rabah sekitar 30 tahun
(24) β€˜Ayasy bin Rabi’ah sekitar 30 tahun
(25) β€˜Amir bin Rabi’ah sekitar 30 tahun
(26) Na’im bin β€˜Abdillah sekitar 30 tahun
(27) β€˜Utsman Sekitar 30 tahun
(28) β€˜Abdullah 17 tahun
(29) Qudamah, 19 tahun dan
(30) as-Saib bin Mazhun sekitar 20 tahun
(31) Abu Salmah Abdullah bin Abdul al-Asad al-Makhzumiy yang umurnya sekitar 30 tahun
(32) Abdurrahman bin Auf sekitar 30 tahun
(33) Ammar bin Yasar antara 30 hingga 40 tahun
(34) Abu Bakar ash-Shidiq berumur 37 tahun.” (Taqiyuddin, 2012:18)

Merekalah yang disebut kutlah sahabat, sebuah kelompok dakwah terbaik yang dikader langsung oleh manusia terbaik, Muhammad Saw. Tidak heran ditangan mereka Islam mampu menggulung peradaban jahiliyah Bangsa Arab, menggantikannya dengan peradaban Islam yang mulia.

Estafet kepemimpinan Islam terus berlanjut, pun tetap berada ditangan para pemuda. Kita tentu mengenal sosok Salahuddin al Ayyubi, beliau meninggalkan kemewahan dan memilih memimpin pasukan untuk menghadapi pasukan salib yang telah menguasai Yerusalem, dan melakukan pembantaian umat muslim yang ada disana.

Saifuddin al Qutus, sang pemimpin perang Ain Jalut. Beliau yang mengakhiri kejayaan pasukan Mongol yang telah memporak-porandakan Baghdad, yang menjadi ibu kota Daulah Islam saat itu.

Muhammad Al-Fatih, diusianya yang baru menginjak 21 tahun telah berhasil menaklukan Kostatinopel, ibu kota Romawi Timur. Beliau yang telah merealisasikan bisyarah Rasulullah Saw, bahwa Konstatinopel akan jatuh dipangkuan kaum Muslimin dan yang membebaskannya adalah sebaik-baik pemimpin.

Tegaknya Daulah Islam/Khilafah Islamiyah disebabkan para pemuda yang menjadikan kegundahannya, kegundahan karena Islam, fokusnya adalah pada perkara Agamanya. Bagaimana agar dakwah terus tersebar, memikirkan agar setiap penghalang dakwah dapat disingkirkan. Inilah yang menjadi rahasia keberhasilan pemuda Islam generasi sebelumnya.

Islam ada dihati-hati mereka. Pola fikir dan pola sikap mereka terikat pada Islam. Syaksiyah Islamiyah jadi karakter mereka. Sebab tujuan dari segala tujuan yang mereka ingin capai adalah Ridho Allah SWT.

Apakah karakter ini telah terlihat pada generasi pemuda hari ini? Mungkin belum terlalu mencolok, namum yakin dan percaya bahwa generasi terbaik itu akan kembali. Rumusnya seperti itu, jika Khilafah akan kembali sesuai janji Allah, maka yang mengembalikkannya harus memiliki karakter yang sama dengan generasi awal yang memperjuangkan dan berhasil menegakkannya.

Tanda-tanda itu telah ada, pemuda hari ini mulai banyak menceburkan dirinya dalam aktifitas dakwah, sibuk mengkaji perkara agama, menuangkan fikiran dalam bentuk tulisan maupun video yang berisi konten dakwah. Pemuda hari ini mulai memainkan peranannya demi kembalinya kejayaaan Islam.

Untuk pemuda yang hari ini yang masih sibuk dengan perkara dunia yang melelahkan, sibuk dengan urusan remeh temeh, sibuk menghabiskan waktu bermain game, sibuk nongkrong tidak jelas, sibuk dan sibuk mengejar cinta pujaan hati. Please! Stop. Dunia hari ini membutuhkan potensi kita, jangan habiskan untuk sesuatu yang sia-sia.
Kekacauan yang ditimbulkan oleh hadirnya ideologi sekuler, baik Kapitalisme Demokrasi, maupun Sosialisme Komunisme, menjadi urgent untuk segere kita akhiri. Jika bukan kepada pemuda umat akan berharap, maka kepada siapa lagi, jika bukan hari ini maka kapan lagi.

Mari kita bersama-sama mempersiapkan bekal, sebab suatu saat pasti kita akan dipanggil untuk menghadap Allah Swt, mempertanggung jawabkan segala sesuatu yang telah kita perbuat di Dunia.

Nabi shallallahu β€˜alaihi wa sallam bersabda, β€œTidak akan bergeser kaki manusia di hari kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya dalam apa ia gunakan, tentang MASA MUDANYA DALAM APA IA HABISKAN, tentang hartanya darimana ia peroleh dan dalam apa ia belanjakan, dan tentang apa yang ia amalkan dari yang ia ketahui (ilmu)." [HR. At-Tirmidzi, Lihat Ash-Shahihah no. 946]

Semoga kontribusi kita dengan memperjuangkan kembalinya kejayaan Islam, dengan tegaknya Khilafah menjadi hujjah kita dihadapan Allah agar kita bisa disatukan dengan Rasulullah Saw, dan pemuda generasi awal di dalam jannatul Firdaus-Nya. Aamiin.!!

π—‘π—˜π—ͺ 𝗑𝗒π—₯π— π—”π—Ÿ : π—”π— π—•π—”π—‘π—š π—žπ—˜π—₯𝗨𝗑𝗧𝗨𝗛𝗔𝗑 π—£π—˜π—₯𝗔𝗗𝗔𝗕𝗔𝗑 π—žπ—¨π—™π—¨π—₯ π—žπ—”π—£π—œπ—§π—”π—Ÿπ—œπ—¦π— π—˜πŽπ₯𝐞𝐑: 𝐀𝐫𝐰𝐒𝐧 𝐒𝐑𝐨π₯𝐒𝐑𝐒𝐧 (Humas Gema Pembebasan Sulawesi Tenggara)...
08/06/2020

π—‘π—˜π—ͺ 𝗑𝗒π—₯π— π—”π—Ÿ : π—”π— π—•π—”π—‘π—š π—žπ—˜π—₯𝗨𝗑𝗧𝗨𝗛𝗔𝗑 π—£π—˜π—₯𝗔𝗗𝗔𝗕𝗔𝗑 π—žπ—¨π—™π—¨π—₯ π—žπ—”π—£π—œπ—§π—”π—Ÿπ—œπ—¦π— π—˜

𝐎π₯𝐞𝐑: 𝐀𝐫𝐰𝐒𝐧 𝐒𝐑𝐨π₯𝐒𝐑𝐒𝐧
(Humas Gema Pembebasan Sulawesi Tenggara)
Sejak menyebar pada akhir Desember lalu, pandemi virus Corona seperti masih jauh dari kata usai. Situasi pandemik Covid-19 secara faktual telah mengguncang tatanan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, hingga tatanan dunia. Covid-19 yang merebak di berbagai Negara hari ini telah mewabah di 216 negara, menginveksi sebanyak 6.535.354 jiwa serta menewaskan tidak kurang dari 387.155 jiwa, menjadikan hampir setiap negara yang di landa wabah ini mengalami krisis di berbagai bidang. (WHO).
Beberapa Negara di dunia termasuk Indonesia, menyinggung soal persiapan memasuki 'kondisi baru' atau kini kita kenal dengan istilah _π’π’†π’˜ π’π’π’“π’Žπ’‚π’ π’π’Šπ’‡π’†_ sebagai respon atas wabah Covid-19. _World helath Organization_ (WHO) beberapa waktu lalu mengeluarkan protokol the new normal selama vaksin COVID-19 belum ditemukan.
Dikutip dari Tribun, pada jum’at (15/5) Presiden Jokowi dalam pidato resminya mengatakan bahwa: β€œlambat laun masyarakat harus berkompromi dengan korona. Masyarakat harus hidup berdampingan dengan korona”. Juru bicara pemerintah terkait penanganan Covid-19, Ahmad Yurianto juga mengatakan bahwa β€œBeberapa saat yang akan datang tentunya banyak daerah yang secara bertahap akan memulai mengimplementasikan kebiasaan baru ini sejalan dengan mulai dijalankan kembali aktivitas aktivitas produktif dalam rangka untuk mempertahankan kinerja keseluruhan kita," Selasa (2/6/2020).
Berdasarkan keterangan pemerintah, pembatasan yang diberlakukan selama beberapa pekan terakhir ini akan kembali dilonggarkan dan berangsur normal sebagaimana biasanya. Perbedaannya hanya pada adanya himbauan untuk mematuhi sejumlah protocol kesehatan seperti menggunakan masker dan membatasi jarak dengan orang lain.
Dari pernyataan presiden Jokowi dan beberapa pejebat pemerintah termasuk juru bicara gugus tugas percetapan Covid-19 memberikan signal kepada masyarakat bahwa pengaktifan berbagai sarana umum beserta para sumber daya manusianya merupakan suatu keharusan bagi pemerintah. Tindakan tersebut merupakan upaya pemerintah untuk menyelamatkan roda perekonomian dari ancaman krisis yang kini mengintai dan siap menerjang bangsa ini kapanpun.
Pembatasan social berskala besar (PSBB) yang selama ini diterapkan oleh pemerintah meskipun terkesan tarik ulur, secara signifikan dipandang telah membebani Negara dengan segala konsekuensinya. Lebih jauh, dalam perspektif kapitalisme, hal tersebut merupakan kebijakan yang tidak menguntungkan bagi pemangku kekuasaan dan para cukongnya yang selalu menghitung laba dalam semua lini kebijakannya.
Dari perspektif tersebut, Negara dan rezim yang menganut sistem demokrasi kapitalisme sekuler yang seluruh kebijakannya berorientasikan keuntungan/materi tentu akan menempuh berbagai cara untuk tetap memprioritaskan keuntungan materi meskipun dalam kondisi nyawa rakyat dipertaruhkan. Maka new normal menjadi langkah yang paling relevan bagi rezim agar tujuan tersebut tetap terwujud. Dalam opsi new normal ini, Negara dibawah kendali rezim akan berlepas diri dari berbagai tanggung jawab terhadap rakyatnya. Bahkan lebih jauh, Negara menjadi pihak yang mengkomersialkan jasa penanganan pandemic, menjadi pemasok alat kesehatan dan obat-obatan yang keseluruhannya ditransaksikan dengan skema dagang kepada rakyatnya sendiri.
Dalam penanganan wabah covid-19, peradaban kapitalisme terbukti bertekuk lutut dan gagal mengeluarkan Negara-negara penganutnya dari wabah ini, termasuk Indonesia. Sistem kapitalisme global sudah menunjukkan tanda-tanda nyata akan runtuh. Berbagai upaya untuk mengatasi kolapsnya peradaban kapitalisme saat ini sejatinya hanya upaya tambal sulam yang semu. Kepercayaan masyarakat dunia terhadap sistem kufur kapitalisme sudah semakin berkurang. Hal tersebut kemudian semakin diperparah dengan adanya pandemic covid-19, semua kerusakan dan kebobrokan system ini semakin tampak.
Untuk menyelamatkan bangsa ini dari keterpurukan diperlukan gagasan dan gebrakan yang lebih besar, yakni pada tataran system bernegara. Permasalahan ini tidak cukup hanya dengan menerapkan new normal. Korea Selatan adalah contoh konkrit yang terbukti gagal menerapkan new normal. Dan akan demikian halnya dengan Indonesia. Pemberlakuan new normal hanya akan mengantarkan bangsa ini pada krisis ekonomi-sosial-politik yang semakin melebar ke dimensi yang lain.
Karena objek soalan dalam masalah ini berada dalam tataran sistem, maka solusi yang diperlukan harus berupa sebuah sistem p**a atau sebuah _new system._ Sebuah sistem baru kehidupan yang mengatur seluruh aspek kehidupan dari yang paling sederhana hingga pada tatanan negara, ideologi baru yang menggantikan peradaban rusak kapitalisme.
Merumuskan solusi untuk masa depan bangsa haruslah didasarkan pada pemahaman yang benar terkait tata kelola bernegara dan keterkaitannya dengan sistem yang benar secara syari'at. Sehubungan dengan kondisi tersebut, Islam sebagai ideologi yang sempurna lagi paripurna dengan sistem _Khiafahnya_ merupakan satu-satunya penantang bagi sistem kufur kapitalisme. Sebuah sistem yang pernah mengantarkan manusia pada peradaban yang paling mulia dan solusi yang paling relevan untuk mengentaskan berbagai problem umat manusia termasuk wabah di negeri ini bahkan dunia hari ini. Negara ini perlu berkaca bagaimana islam dan kekhilafahan menunjukkan kedigdayaannya ketika diambil sebagai sistem yang mengatur kehidupan. Selama kurang lebih 13 abad lamanya, Islam mampu mengurusi umat hampir di dua pertiga dunia dan memberikan petunjuk serta jalan keluar terhadap seluruh masalah ummat manusia tanpa terkecuali.[]

Kehancuran AS suatu keniscyaan, Dunia Islam penggantinya??AS selaku negara berideologikan Kapitalisme, sang pemimpin per...
03/06/2020

Kehancuran AS suatu keniscyaan, Dunia Islam penggantinya??

AS selaku negara berideologikan Kapitalisme, sang pemimpin peradaban sekarang ini, sedang ditimpa berbagai permasalahan dari dalam maupun dari luar.

Ini bisa menjadi pemicu kejatuhan dan kehancurannya. Mengingat AS telah memenuhi berbagai faktor yang menjadi sebab jatuh dan hancurnya sebuah peradaban.

Akankah Dunia Islam bisa menggantikan posisinya? Dan membangun peradaban yang baru, yang berlandaskan Islam kembali?

Simak selengkapnya dalam videonya, silahkan akses link ini https://youtu.be/1O_e303LFTs

Jangan lupa, dukung channel ini dengan subscribe, like, comment, and share, agar channel ini semakin berkembang dan bermanfaat.

Ikuti saya di Facebook! Nama pengguna:
Deni Oktakiawan
https://m.facebook.com/deni.oktakiawan.31

Ikuti saya di Instagram! Nama pengguna: oktakiawandeni1453
https://www.instagram.com/oktakiawandeni1453?r=nametag

AS selaku negara berideologikan Kapitalisme, sang pemimpin peradaban sekarang ini, sedang ditimpa berbagai permasalahan dari dalam maupun dari luar. Ini bisa...

Israel Anak Manja AS, Solusi Tuntas Palestina Adalah Dengan Syariah Dan Khilafahhttps://youtu.be/34rFdFwtIeMIsrael total...
01/06/2020

Israel Anak Manja AS, Solusi Tuntas Palestina Adalah Dengan Syariah Dan Khilafah

https://youtu.be/34rFdFwtIeM

Israel totalitas dalam melayani kepentingan AS di kawasan Timur Tengah, sehingga Israel adalah salah satu kaki tangan AS di kawasan Timur Tengah sana, tepatnya di wilayah Palestina.

Maka, AS tentunya akan menjaga posisi Isreal sebagai Negara Besar Regional di kawasan Timur Tengah sana. Karena Membela Israel sama dengan membela AS itu sendiri.

Sehingga solusi tuntas permasalahan di Palestina sana, hanya bisa terselesaikan dengan Syariah dan Khilafah.

Israel totalitas dalam melayani kepentingan AS di kawasan Timur Tengah, sehingga Israel adalah salah satu kaki tangan AS di kawasan Timur Tengah sana, tepatn...

The Real New Normal: Campakkan Kapitalisme!Farid Syahbana (PP GEMA Pembebasan)Badan pusat statistic (BPS) merilis bahwa ...
27/05/2020

The Real New Normal: Campakkan Kapitalisme!

Farid Syahbana (PP GEMA Pembebasan)

Badan pusat statistic (BPS) merilis bahwa pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada kuartal-I 2020 sebesar 2,97 % year on year (yoy). Angka tersebut meleset jauh dibandingkan dengan prediksi pertumbuhan oleh otoritas ekonomi pada kuartal I yang mencapai kisaran 4 % lebih.

Untuk target keseluruhan pertumbuhan ekonomi di tahun 2020, pemerintah mematok angka di level 2,3%. Menteri keuangan Sri Mulyani pun sudah menyampaikan target pertumbuhan ekonomi tahun 2021, diproyeksikan tumbuh kisaran 4,5% - 5,5%.

Menyaksikan prediksi angka pertumbuhan ekonomi ditengah Pandemik Corona oleh otoritas ekonomi, jadi teringat ungkapan mantan Menteri Ekonomi tahun 2013, Chatib Basri, diberbagai kesempatan ia menjelaskan bahwa prediksi pertumbuhan ekonomi di tengah situasi pandemik Corona menandakan bahwa anda punya selera humor yang tinggi.

Kalau kita melihat urut-urutannya secara jelas maka anjloknya pertumbuhan ekonomi nasional atau global, variable utama diantaranya adalah pandemik virus Corona. Economic Shock kali ini merupakan kombinasi yang tak terprediksi sebelumnya, bukan hanya dari problem barang dan/atau jasa, persoalan moneter atau pun ruang fiskal yang sempit.

Ada sebab yang tak dapat ditentang, yakni Corona Virus. Sampai detik ini belum ada yang dapat memastikan kapan corona virus ini akan berakhir. Karena bacaan sederhananya, kalau ingin ada peningkatan angka pertumbuhan ekonomi sebagaimana tahun-tahun sebelumnya maka selesaikan dahulu persoalan pandemik Corona.

Sementara itu, Untuk Indonesia, pertumbuhan Corona Virus belum terlihat melandai, meskipun beberapa daerah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sejak awal maret hingga awal Mei (12/05), belum pernah sekalipun kasus aktif Covid-19 di Indonesia menurun. Penurunan terjadi jika kasus sembuh dalam satu hari melampaui penambahan kasus baru.

Apalagi kali ini kita dihadapkan pada issue New Normal, yakni sebuah kehidupan dengan Tatanan baru, menjalankan kebiasaan-kebiasaan baru, menjalani kehidupan dengan pola hidup bersih dan sehat. Mulai dari kebiasaan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memakai masker ketika keluar rumah, hingga menghindari kerumunan dan tetap tinggal di rumah.

Jadi mohon maaf mesti disampaikan, sepanjang vaksin belum ditemukan, sepanjang virus belum dapat dikendalikan penyebarannya, corona virus akan tetap ada di Indonesia. Hal ini dipertegas kembali oleh Jubir Corona, Ahmad Yurianto "Perlu satu upaya untuk hidup dalam tatanan baru, yang menyadari COVID-19 akan terus terjadi," ujarnya, Selasa (12/5/2020).

Kembali ke problem ekonomi, kronologi awal merebaknya corona virus adalah di Wuhan, China. Positioning China dalam rantai pasokan produksi global (Global Supply Chain) sangat krusial. China merupakan pemain utama sebagai pemasok suplai global selama dua dekade terakhir, Saat ini Cina diperkirakan menyumbang hampir 20% dari produk domestik bruto (PDB) dunia.

Saat Ekonomi China melambat di masa pandemik, maka rantai pasokan global tentu terganggu. Efek kejut dan lanjutannya adalah gangguan kepada Negara-negara lain yang selama ini terkoneksi dan menjadi mitra dagang China untuk persediaan bahan baku produksi.

Indonesia menjalani hubungan dagang yang cukup mesra dengan China, Contoh Komoditi Ekspor seperti Batubara dan kelapa sawit yang merupakan komoditi primadona dalam hubungan dagang Indonesia - China. jika komoditi tersebut demand (permintaan) dari Tiongkok menurun, maka produksinya tentu akan menurun dan berakibat terhadap harga kedua komoditi tersebut.

Selanjutnya ancaman PHK depan mata, pendapatan sumber daya manusia yang mengandalkan harapan hidupnya kepada komoditi tersebut akan tergerus. Kemudian Daya beli akan menurun, penurunan daya beli akan melemahkan sektor produksi/Investasi. Kombinasi j*p dari Supply Shock dan Demand Shock menghasilkan Economic Shock (Ekonomi Terlunta-lunta).

Ditambah kebijakan PSBB dan Issue New Normal, orang-orang dihimbau untuk dirumah, akibatnya adalah aktivitas ekonomi yang mengandalkan kehadiran fisik tentu terganggu.

Kalau begitu, darimana datangnya angka-angka optimistic pertumbuhan ekonomi ketika pandemiknya belum jua usai?
Jikalau tetap ingin menerka-nerka pertumbuhan ekonomi akan rebound pada tahun-tahun berikutnya pasca 2020, PDB dunia diprediksi akan meningkat, pertanyaannya kemudian, apakah linier tingginya angka PDB dengan tingkat kesejahteraan masyarakat dunia?

Karena PDB sebagai alat ukur dalam system Kapitalisme ditujukan untuk menunjukkan adanya pertumbuhan ekonomi agregat (keseluruhan), sama sekali tidak mencerminkan distribusi kekayaannya, dengan kata lain, Koefisien gininya banyak tak berubah, tetap sedikit orang yang menguasai kekayaan dunia.

Kesenjangan kekayaan antara si kaya dan si miskin semakin lebar, nyata dan tak terbantahkan, rilis lembaga sosial Oxfam (2017), harta delapan orang paling kaya di dunia, sama dengan kekayaan setengah pop**asi orang miskin dunia (3,6 Milyar orang lebih) sementara total penduduk dunia diperkirakan 7 miliar lebih.

Solusi Alternative : Islam

Islam merupakan agama yang paripurna, tidak hanya mengatur persoalan Ritual dan moral, Islam juga mengatur manusia dalam segala aspek kehidupan.

Buruknya distribusi kekayaan yang selama ini terjadi justru disebabkan oleh Kapitalisme. Kendati secara tekstual Kapitalisme memberikan kesempatan yang sama (equality of opportunity) kepada setiap anggota masyarakat, namun faktual, struktur dan metodenya terlihat diskriminatif.

Orang-orang yang kuat akan Kapital (modal) dapat kebebasan untuk menambah sebanyak-banyaknya pundi-pundi kekayaan. Terdapat kebebasan untuk kepemilikan/ pemanfaatan barang yang sejatinya adalah kepemilikan Umum.

Padahal harta-harta yang tergolong milik umum itu amat penting bagi hajat hidup manusia. Nilainya pun amat besar. Apabila harta-harta itu boleh dimiliki individu, niscaya akan mengakibatkan terkosentrasinya kekayaan pada segelintir orang (oligarki).

Yang dapat diharapkan mengatasi problem ekonomi itu adalah sistem ekonomi Islam. Islam memang tidak mengharuskan persamaan dalam kepemilikan kekayaan, namun Islam tidak membiarkan buruknya distribusi kekayaan. Islam memandang individu sebagai manusia yang harus dipenuhi kebutuhan-kebutuhan primernya secara menyeluruh.

Jika politik ekonomi ini diterapkan dalam suatu negara secara konsisten, maka problem lebarnya kesenjangan ekonomi antar individu di tengah-tengah masyarakat dapat diatasi.

Saya membayangkan kondisi hari-hari ini, Kapitalisme kalau diibaratkan seorang petinju, ia masuk pada ronde –ronde penghujung dimana terpojok disudut ring, dihajar dengan kombinasi pukulan Jab, straight, Hook, dan Uppercut.

Pada saat-saat kritis terus berusaha bertahan dengan terlunta-lunta…yap, Kapitalisme bukan berada pada situasi senja, Kapitalisme diujung tanduk, tatanan baru/New Normal seharusnya adalah campakkan Kapitalisme.[]

Address

Kendari

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gema Pembebasan Kampus Kota Kendari posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share