Bag. Protokol Setda Kudus

Bag. Protokol Setda Kudus Akun resmi Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kudus

Wujud Transparansi, Kini Publik Bisa Mengakses Kegiatan Bupati KudusKUDUS-Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Bagian Prot...
24/10/2024

Wujud Transparansi, Kini Publik Bisa Mengakses Kegiatan Bupati Kudus

KUDUS-Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda menggagas sebuah inovasi untuk mengefektifkan pengelolaan agenda Bupati Kudus.

Inovasi dengan nama AGENDA-KU ini diharapkan mampu meminimalisir persoalan yang ada selama ini. Seperti adanya dua agenda yang bersamaan pada saat yang sama. Dan juga kurang optimalnya koordinasi bagi personel giat yang bertugas.

AGENDA-KU merupakan singkatan/akronim dari pengelolaan agenda kegiatan kepala daerah di Pemkab Kudus. Yang transparan dan terintegrasi dengan rilis pemberitaan GPR (government publik relation).

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Setda Kudus Rokhis Purwadi mengatakan bahwa selama ini pengaturan agenda kepala daerah masih dilakukan dengan cara konvensional. Yang mengetahui agenda tersebut hanyalah pihak-pihak tertentu saja.

"Dengan AGENDA-KU ini, publik bisa mengakses agenda kegiatan kepala daerah melalui website Setda. Ini merupakan salah satu wujud transparansi," kata Rokhis seusai acara sosialisasi di pendopo belakang rumah dinas bupati, Rabu (23/10).

AGENDA-KU ini memanfaatkan teknologi informasi di era digitalisasi ini. Karena saat ini organisasi pemerintah sudah saatnya menjadi organisasi digital pada semua lini pelayanan.

Pj. Bupati Kudus M. Hasan Chabibie berharap dengan adanya AGENDA-KU ini, agenda kegiatan bisa lebih ter-manage dengan baik serta bisa diketahui publik secara luas melalui website.

"Tentunya untuk menunjang peningkatan pelayanan publik yang ada di Kabupaten Kudus," kata Pj. Bupati.

Senada dengan Pj. Bupati, Sekretaris Daerah Revlisianto Subekti berharap ada peningkatan kinerja yang efektif, jelas, dan terukur. Mengingat jumlah kegiatan kepala daerah dalam satu tahun lebih dari lima ratus kegiatan.

"Saya berharap inovasi ini bisa terus dikembangkan dan direplikasi pada instansi lain," harap Sekda.(*)

Pj. Bupati Kudus Raih Penghargaan Bhumandala Award 2023 dari BIGPemerintah Kabupaten Kudus dinilai berhasil dalam mengim...
07/11/2023

Pj. Bupati Kudus Raih Penghargaan Bhumandala Award 2023 dari BIG

Pemerintah Kabupaten Kudus dinilai berhasil dalam mengimplementasikan serta mengembangkan inovasi pemanfaatan informasi geospasial dalam tata kelola pemerintahan. Sehingga berdampak pada produktivitas maupun efektivitas kinerja.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Kudus di anugerahi penghargaan Bhumandala Award 2023 dari Badan Informasi Geospasial (BIG) sebagai Juara 3 Tingkat Nasional kategori Informasi Geospasial Batas Desa/Kelurahan.

Piagam Bhumandala Award 2023 tersebut diserahkan Kepala Badan Informasi Geospasial Muh Aris Marfai kepada Pj. Bupati Kudus Bergas Catursasi Penanggungan di Ballroom Discovery Kartika Plaza Hotel, Bali, Senin (6/11) malam.

Pj. Bupati mengatakan bahwa penghargaan yang diraih Kabupaten Kudus tentu berkat sinergitas dan kinerja dari seluruh pihak. Untuk itu, harus terus dilanjutkan agar berdampak pada kepentingan masyarakat.

"Data geospasial itu banyak positifnya, bagaimana kita memetakan suatu data awal yang sudah disediakan oleh pemerintah pusat melalui BIG, ini sangat penting untuk perencanaan dan pengambilan keputusan berbasis kewilayahan," jelasnya.

Bergas juga mengucapkan terima kasih kepada BIG atas penghargaan Bhumandala Award 2023 yang diberikan untuk Kabupaten Kudus. Dirinya akan terus berkomitmen untuk meningkatkan kinerja simpul jaringan dalam rangka mewujudkan satu peta, satu data dan menyongsong Indonesia emas.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menyebut bahwa informasi geospasial sangat berarti dan sangat penting dalam menjalankan mandat tugas kementerian termasuk kementerian LHK. Relevansi sosial dari Informasi geospasial sangat besar. Untuk itu, instrumennya yang sangat penting dalam proses penyelenggaraan kehidupan kenegaraan.

"Secara nasional kita memaknai penting informasi geospasial, pertama sebagai refleksi, eksistensi, dan kedaulatan negara. Kedua, informasi geospasial untuk inventoris sumber daya alam. Ketiga, untuk memaksimalkan manfaat sumber daya alam bagi rakyat dalam hal alokasi, distribusi dan tata kelola. Mengatasi kerawanan bencana dan mitigasinya serta menata penggunaan lahan bagi kepentingan pembangunan dan investasi

Sementara, Kepala BIG Muh Aris Marfai mengatakan, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi BIG kepada kementerian/lembaga dan juga pemerintah daerah, yang telah menyelenggarakan simpul jaringan dan informasi geospasial dengan baik.

"Saya mengucapkan selamat kepada seluruh penerima penghargaan Bhumandala tahun ini. Jangan pernah lelah untuk informasi geospasial yang lebih baik di Indonesia. Informasi geospasial sangat penting dan dibutuhkan baik di kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah, untuk membantu pengambilan keputusan dan membantu pelaksanaan perencanaan pembangunan di banyak sektor," kata Aris.

Lebih lanjut, Aris berharap bahwa seluruh partisipan penghargaan Bhumandala Award 2023 ini, akan terus menjadi sumber inspirasi untuk berkontribusi nyata dalam perkembangan pemanfaatan informasi geospasial di Indonesia (*)

Komitmen Tangani Stunting, Pemkab Kudus Raih Penghargaan dari Wapres RIJAKARTA - Stunting merupakan masalah gizi kronis ...
06/10/2023

Komitmen Tangani Stunting, Pemkab Kudus Raih Penghargaan dari Wapres RI

JAKARTA - Stunting merupakan masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang, sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak. Apabila tidak ditangani secara tuntas, masalah stunting ini tidak hanya menggangu generasi sekarang tetapi juga bisa mempengaruhi perjalanan generasi penerus bangsa Indonesia mencapai visi Indonesia Emas Tahun 2045.

Pemerintah Kabupaten Kudus sebagai kepanjangan tangan dari pemerintah pusat berupaya secara gigih agar kasus stunting di kota Kretek bisa terus menurun.

Atas kerja keras bersama dengan seluruh stakeholder, Pemerintah Kabupaten Kudus mendapatkan penghargaan Alokasi Insentif Fiskal Kinerja Tahun Berjalan Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp. 7,37 miliar. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI K.H. Ma'ruf Amin dan diterima Pj Bupati Kudus Bergas C. Penanggungan saat Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Penurunan Stunting di Istana Wakil Presiden RI, Provinsi DKI Jakarta, Jumat (6/10/2023) petang.

Wakil Presiden K.H. Ma'ruf Amin menuturkan bahwa saat ini satu dari tiga balita Indonesia mengalami stunting. Lebih jauh, Wakil Presiden menekankan kembali, pemerintah sangat serius mengupayakan penurunan angka prevalensi stunting. Apalagi, pemerintah pusat menargetkan prevelansi stunting pada tahun 2024 sebesar 14 persen dan pada tahun 2030, sesuai dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), prevalensi stunting sudah 0 (nol) di Indonesia.

Sementara itu, Pj Bupati Kudus Bergas C. Penanggungan mengaku penghargaan yang diberikan ini tidak datang secara tiba-tiba. Melainkan, berkat komitmen dan kolaborasi yang sudah berjalan antara Pemerintah Kabupaten Kudus dengan seluruh pemangku kepentingan yang ada di Kudus. Sehingga, percepatan penurunan stunting dapat terlaksana dengan baik dan dilakukan secara bersama-sama serta penuh guyub.

"Penangan stunting di Kudus ini dikerjakan oleh seluruh pemangku kepentingan. Jadi, kebersamaan dan guyub ini menjadi kunci," jelasnya.

Bergas menambahkan, tambahan alokasi fiskal dari pemerintah pusat harus dimaknai sebagai pemacu kinerja agar target prevalensi penurungan angka stunting nasional sebesar 14 persen bisa dicapai. Menurutnya, pemerintah daerah punya andil mewujudkan program nasional.

"Jadi, tambahan ini justru harus memacu kita agar bekerja lebih baik lagi, apalagi target nasional sebesar 14 persen harus terealisasi pada tahun 2024," jelasnya. (*)

Hadiri Sertijab Pj Gubernur Jateng, Bupati: Mohon Arahan untuk Kabupaten Kudus yang Lebih Baik Bupati Kudus Dr. HM. Hart...
06/09/2023

Hadiri Sertijab Pj Gubernur Jateng, Bupati: Mohon Arahan untuk Kabupaten Kudus yang Lebih Baik

Bupati Kudus Dr. HM. Hartopo didampingi istri Mawar Hartopo menghadiri serah terima jabatan Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah yang baru Komjen Pol (Purn) Nana Sudjana menggantikan Ganjar Pranowo dan Ketua PKK Provinsi Jawa Tengah yang baru Dra. Shinta Nana Sudjana menggantikan Siti Atikoh Supriyanti.

"Matur suwun bapak Ganjar Pranowo yang sudah berkontribusi membangun Jawa Tengah khususnya Kabupaten Kudus. Untuk bapak Nana Sudjana, selamat mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai Penjabat Gubernur Jawa Tengah yang baru. Semoga amanah," ujar Bupati HM. Hartopo saat menghadiri serah terima jabatan Pj Gubernur Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Rabu (6/9).

"Kami yakin dengan banyaknya pengalaman, Pj. Gubernur Jawa Tengah mampu melanjutkan program-program yang sudah berjalan. Mari bersinergi dan mohon arahannya untuk pembangunan di Kabupaten Kudus agar semakin baik lagi," ujar Bupati Hartopo.

Di tempat yang sama, Ganjar meminta para pejabat di Pemprov Jateng juga di kabupaten/kota se-Jateng agar tak ragu berkonsultasi dengan Nana Sudjana untuk bersinergi memajukan provinsi Jawa Tengah. "Kawan-kawan sudah bekerja dengan sangat luar biasa. Secara kerja, kawan-kawan sudah top semua. Di kabupaten/kota teman-teman ini menjadi garda paling depan untuk menangani PR-PR besar seperti, penanganan kemiskinan dan stunting," ujarnya.

Sementara, Nana Sudjana menegaskan siap melanjutkan program-program positif yang telah dilakukannya. "Beberapa kebijakan tentunya akan kami teruskan dan PR-PR yang harus dilaksanakan akan kami tindak lanjuti. Disamping itu, mendekati tahun politik, saya juga siap bersinergi menjaga stabilitas dan kondusivitas untuk menyukseskan pemilu 2024" kata Nana Sudjana. (*)

Bupati Apresiasi Toleransi Dalam Perbedaan yang Ada Di Kabupaten KudusToleransi antar umat beragama sangat penting dalam...
05/09/2023

Bupati Apresiasi Toleransi Dalam Perbedaan yang Ada Di Kabupaten Kudus

Toleransi antar umat beragama sangat penting dalam menciptakan kondusivitas di tengah masyarakat. Hal tersebut disampaikan Bupati Kudus HM. Hartopo saat menerima audiensi dari Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Kudus, Selasa (5/9).

"Saya senang dan bangga semua keyakinan yang ada di kabupaten Kudus saling mengedepankan toleransi yang menjadikan kondusivitas yang luar biasa. Saya berharap masyarakat Kudus selalu mengedepankan persatuan dalam keberagaman, dan tidak menjadikan perbedaan keyakinan atau etnis sebagai pemisah antara masyarakat”, ujarnya.

"Kita semuanya sama, Bangsa Indonesia. Kita punya komitmen yang sangat baik bagaimana kita selalu bisa menyatukan dan mengawal NKRI harga mati. Maka dari itu, kita semua bersaudara. Marilah kita membawa kabupaten Kudus dengan cara yang humanis, harmonis, kompak dan selalu bersatu," pungkasnya. (*)

Bupati Apresiasi Sinergi FPRB dengan BPBD dalam Pemilihan EkonomiEmbung Balong Sangkal Putung merupakan pemanfaatan laha...
28/07/2023

Bupati Apresiasi Sinergi FPRB dengan BPBD dalam Pemilihan Ekonomi

Embung Balong Sangkal Putung merupakan pemanfaatan lahan tidur di desa Kesambi dan menjadi salah satu pendapatan asli desa (PADes). Namun, dampak bencana banjir yang sempat menggenangi desa Kesambi, masih di rasakan. Pasalnya, ikan di dalam kolam semakin berkurang karena terbawa arus banjir.

"Tebar 10.000 benih ikan nila hitam di embung Balong Sangkal Putung desa Kesambi ini menjadi upaya pemulihan ekonomi pasca bencana banjir," kata Bupati HM. Hartopo usai melepas ikan di embung, Jumat (28/7).

"Ini Pemkab Kudus melalui BPBD bekerjasama dengan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) lokal. Semoga bantuan ini dimanfaatkan dengan baik," ujarnya.

Bupati menilai embung Balong Sangkal Putung ini memiliki potensi yang luar biasa untuk dijadikan tempat wisata. Untuk itu, dirinya meminta dinas terkait untuk mengawal hingga mengembangkan potensi yang ada sebagai upaya meningkatkan PADes. (*)

Serahkan SK Pensiun, Bupati : Rambut Boleh Putih, Tapi Semangat Harus Tetap MudaPurna tugas bukan tidak beraktivitas sam...
27/07/2023

Serahkan SK Pensiun, Bupati : Rambut Boleh Putih, Tapi Semangat Harus Tetap Muda

Purna tugas bukan tidak beraktivitas sama sekali. Namun, konsep pola hidup sehat harus dijaga, tetap semangat, jaga kesehatan, dan jaga pola makan untuk mengawal masa depan anak bahkan cucu ke masa depan.

Demikian yang dikatakan Bupati Kudus HM. Hartopo usai menyerahkan 40 Surat Keputusan pemberian pensiun PNS karena batas usia pensiun TMT 1 Agustus 2023 dan pensiun atas permintaan sendiri (APS), Kamis (27/7).

"Rambut boleh putih, tapi semangat harus tetap muda. Umur manusia kita tidak tahu kapan kita akan dipanggil. Untuk itu, jadikan kesehatan sebagai ikhtiar memperpanjang umur kita," tuturnya.

"Saya secara pribadi dan atas nama Pemkab Kudus berterima kasih atas dedikasi dan kerja keras pensiunan dalam mengabdi untuk melayani masyarakat. Semoga amal baik itu bisa menjadi investasi ladang ibadah panjenengan semua," ucap Bupati. (*)

25/07/2023

• • Repost HM. Hartopo

Menikmati kuliner jadul di kawasan Taman Menara, semalam. Ada makanan dan minuman jaman kecil muncul lagi seperti intip ketan, sego karak, bubur bongko, wedang blung, es limun, dan lainnya. Semoga ini bisa membangkitkan geliat UMKM Kudus. Ada yang sudah ke sini ? Coba apa saja ?

Puncak HUT Bhayangkara Ke-77,  Bupati : Antusias Masyarakat untuk Hidup Sehat Sangat Luar BiasaPeran aktif jajaran polri...
16/07/2023

Puncak HUT Bhayangkara Ke-77, Bupati : Antusias Masyarakat untuk Hidup Sehat Sangat Luar Biasa

Peran aktif jajaran polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjadikan Kabupaten Kudus hingga saat ini dalam keadaan kondusif. Hal ini tak lepas dari sinergitas harmonis antara Pemkab Kudus dan jajaran Polres Kudus.

"Dalam puncak HUT Bhayangkara ke-77 ini, Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias berolahraga untuk hidup sehat dengan mengikuti olahraga Senam, Jalan Santai dan Sepeda Santai," kata Bupati Kudus HM. Hartopo usai melepas peserta Jalan Santai dan Sepeda Santai, Minggu (16/7).

"Saya mengapresiasi kegiatan ini, sebagai suatu upaya yang baik dalam mengajak kita semua berolahraga. Ini menjadi edukasi yang baik kepada masyarakat. Perlu diketahui, olahraga merupakan kebutuhan, karena olahraga bagian dari investasi kesehatan masa depan," jelasnya.

Bupati Hartopo mengungkapkan bahwa, jika tubuh sehat, maka kualitas hidup akan meningkat. Lebih lanjut, potensi akan lebih maksimal dan produktivitaspun akan bertambah. Oleh karena itu, dirinya mengajak masyarakat kabupaten Kudus, untuk menjadikan olahraga sebagai suatu kebutuhan dan bukan sekedar gaya hidup.

Sementara, Kapolres Kudus AKBP Dydit Dwi Susanto, menyampaikan bahwa jalan santai dan sepeda santai merupakan rangkaian kegiatan HUT Bhayangkara ke-77. Terlihat antusias masyarakat cukup semangat untuk mengikutinya. Terbukti 10.000 kupon laris terjual.

Disampaikan itu, terdapat 48 stand untuk mempromosikan UMKM di kabupaten Kudus. Hal ini sekaligus bertujuan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. (*)

Bupati : Sekarang Tidak Ada Pejabat, Adanya Pelayan MasyarakatBupati Kudus HM. Hartopo mengatakan bahwa Kepala desa menj...
13/07/2023

Bupati : Sekarang Tidak Ada Pejabat, Adanya Pelayan Masyarakat

Bupati Kudus HM. Hartopo mengatakan bahwa Kepala desa menjadi garda terdepan bahkan ujung tombak di dalam indikator kemajuan daerah. Bahkan kemajuan Negara ada di pundak kepala desa.

"Jadi kepala desa yang baik itu jangan hanya ingin dilayani, akan tetapi Kades lah yang harus melayani masyarakat," kata Bupati Hartopo usai melantik dua kepala desa dan satu kepala desa antarwaktu terpilih, Kamis (13/7).

"Saya ucapkan selamat kepada kepala desa yang pagi ini dilantik. Tentunya ini amanah yang sangat berat. Terlebih ini sudah diambang pintu tahun politik. Tentunya yang pertama bagaimana kita bisa membuat kekondusifan wilayah," pungkasnya.

"Kepala desa ini sebagai pelayan masyarakat. Dari awal harus punya komitmen diri. Jenengan sebagai kepanjangan tangan saya. Sebagai pelayan masyarakat harus siap menerima komplain. Untuk itu, mari semangat bekerja untuk mewujudkan misi bersama dalm memajukan Kabupaten Kudus, baik pembangunan maupun perekonomian di wilayah kita masing-masing," jelasnya.

Bupati Hartopo menekankan, di dalam melayani masyarakat jangan sampai monoton. Oleh karena itu, dirinya meminta agat kreasi dan inovasi terus dilakukan. Terlebih jalin sinergitas dengan Pemerintah atasan yaitu Kecamatan dan Kabupaten. Hal ini agar tercipta situasi dan kondisi desa yang kondusif, aman dan tentram pasca pelaksanaan pemilihan kepala desa ini.

"Kepala desa harus mampu merangkul dan mengayomi seluruh warganya. Kemarin banyak beda pilihan tapi harus tetap rukun. Kepala desa yang terpilih sekarang bisa menjadi pelopor kedamaian di wilayahnya masing-masing. Kalo bisa semua tim lawan diajak untuk silaturahmi yang dikemas dalam bentuk tasyakuran," pesan Bupati.

Sebagai informasi, dua Kepala desa dan satu Kepala desa Antar Waktu yang dilantik diantaranya, Nur Taufiq sebagai Kepala Desa Golantepus; Badrus sebagai Kepala Desa Kaliputu; dan Noor Azis sebagai Kepala Desa Janggalan Antarwaktu. (*)

Bupati Sebut TMMD Jadi Upaya Wujudkan Percepatan Perekonomian dan Peningkatan Kualitas SDMPercepatan pembangunan terus d...
12/07/2023

Bupati Sebut TMMD Jadi Upaya Wujudkan Percepatan Perekonomian dan Peningkatan Kualitas SDM

Percepatan pembangunan terus diupayakan demi kesejahteraan masyarakat. Salah satunya melalui sinergitas antara pemerintah kabupaten Kudus dan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Bupati Hartopo mengapresiasi pembangunan hasil TMMD yang turut mendukung kegiatan perekonomian warga.

"Pelaksanaan TMMD ini saya atas nama Pemkab Kudus sangat apresiasi atas kerjasama yang baik untuk percepatan pembangunan di kabupaten Kudus. Saya sangat menyambut baik mengingat manfaat TMMD yang sangat besar bagi masyarakat. Salah satunya dengan adanya banyak akses baru dan jalan alternatif," kata Bupati Kudus HM. Hartopo usai membuka TMMD Sengkuyung II di desa Jurang, Rabu (12/7).

Menurut Bupati, TMMD terbukti memberikan kontribusi yang luar biasa dalam mendukung upaya kesejahteraan masyarakat, mengurangi kesenjangan, dan menumbuhkan ketahanan masyarakat atas segala ancaman terhadap keutuhan NKRI. Pasalnya, disamping sasaran fisik juga ada sasaran non fisik dengan berbagai sosialisasi.

"TMMD ini pun juga ada sosialisasi masalah narkoba, radikalisme dan juga penyuluhan yang lain. Ini merupakan di dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Harapan kami, pemahaman ini perlu dimengerti dengan tujuan yang baik dan tentunya bisa diimplementasikan dan disebarluaskan di masyarakat lainnya," ujarnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Inf. Andreas Yudhi Wibowo menyebut terdapat 4 sasaran fisik yang dikerjakan, betonisasi jalan dan pembuatan talud. Betonisasi jalan dengan panjang 298 meter, lebar 3 meter, dan tinggi 15 cm. Pembuatan talud I dengan panjang 15 meter, tinggi 2,40 meter. Talud II dengan panjang 19 meter, tinggi 1,90 meter. Talud III dengan panjang 22 meter, tinggi 0,90 meter.

Sedangkan, sasaran non fisik berupa penyuluhan radikalisme dan terorisme, penyuluhan bintal, penyuluhan bela negara dan wawasan kebangsaan, penyuluhan desa tanggap bencana, penyuluhan narkoba dan kamtibmas, penyuluhan KB-Kes dan pemberdayaan masyarakat, penyuluhan pertanian, sosialisasi stunting, dan penyuluhan pengembangan UMKM. (*)

Subsidi Gas dan Listrik, Salah Satu Manfaat DBHCHTBupati HM. Hartopo mengatakan bahwa masyarakat adalah pejuang di dalam...
11/07/2023

Subsidi Gas dan Listrik, Salah Satu Manfaat DBHCHT

Bupati HM. Hartopo mengatakan bahwa masyarakat adalah pejuang di dalam memberantas rokok ilegal. Pasalnya, dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tersebut sangat bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

"Sebenarnya setiap hari panjenengan sampun dibantu dari DBHCHT. Seperti penggunaan Gas LPJ 3 kg itu adalah subsidi dari dana DBHCHT. Kemudian, penggunaan listrik untuk 950 watt kebawah juga ada subsidi dari DBHCHT. Jadi dana cukai ini bermanfaat untuk masyarakat," jelas Bupati Kudus saat sosialisasi cukai di balai desa Kalirejo dan Lambangan, Selasa (11/7).

Diterangkannya, pemanfaatan DBHCHT telah diatur sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 215/PMK.07/2021 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi DBHCHT. Dimana, untuk bidang kesehatan 40 persen, penegakan hukum 10 persen, dan kesejahteraan masyarakat 50 persen.

"DBHCHT yang diterima Kabupaten Kudus, selain digunakan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi buruh rokok di Kudus. Selain itu, juga dialokasi untuk BPJS Kesehatan gratis bagi masyarakat tidak mampu, penanganan stunting, program pelatihan yang dilaksanakan di Disnaker Perinkop UKM Kudus, dan masih banyak lagi. Ini adalah perhatian pemerintah daerah untuk kesejahteraan masyarakat di Kudus" jelas Bupati. (*)

Address

Kudus

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bag. Protokol Setda Kudus posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share