22/09/2025
*Rantai Produksi Dipastikan Bebas Radioktif, Badan Mutu KKP Imbau Masyarakat Tidak Ragu Konsumsi Udang*
JAKARTA, (22/09) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan bahwa sektor hulu rantai produksi udang Indonesia aman dari cemaran radioaktif berdasarkan hasil joint investigasi bersama dengan otoritas pengawas radioaktif BAPETEN (Badan Pengawas Tenaga Nuklir) dan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) yang dilaksanakan pada 13 - 15 Agustus 2025 di sepanjang rantai produksi udang (tambak, hatchery maupun UPI).
"Kami bersama dengan BAPETEN dan BRIN telah melaksanakan joint investigasi berbasis root case analysis pada rantai pasok udang, dan hasil pengujian lapangan maupun laboratorium dengan sampel udang, air dan sedimen tambak tidak menemukan trace Cesium 137 di tambak pembesaran maupun hatchery," terang Ishartini di Jakarta, Senin (22/9).
Sebagai komitmen mengawal mutu dan keamanan hasil perikanan udang dan untuk membangun kesadaran publik bahwa udang berasal dari lingkungan budidaya yang bebas dari cemaran radioaktif, terutama Cesium 137, KKP menggagas kegiatan bertajuk "Makan Siang Udang dari Tambak". Kegiatan ini turut diikuti para pejabat eselon I KKP, serta unit pelaksana teknis KKP di seluruh Indonesia, para kepala dinas terkait, Forkopimda, penyuluh perikanan, aparat berwenang/TNI/POLRI serta stakeholders dan tentunya petambak udang/pelaku usaha.
"Makan udang nasional dari tambak ini diikuti secara serentak oleh lebih dari 1.000 orang di seluruh Indonesia untuk kampanye dalam menepis anggapan udang kita terkontaminasi sejak dari hulu", jelas Ishartini.
Tidak Terbukti Tercemar
Senada dengan Ishartini, Dirjen Perikanan Budidaya, Dirjen Penguatan Daya Saing, dan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM KKP yang turut hadir secara langsung juga kembali menegaskan komitmen KKP dalam menjaga keberlangsungan industri perudangan Indonesia melalui pembinaan budidaya, penyuluhan maupun penguatan daya saing global.
Lanjut di komentar...