Taman Nasional Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon Official Page of Ujung Kulon National Park Service, Indonesia

Hai Sobat BaCuSa,Tahukah kamu? Seutas jerat di tengah hutan bukan cuma soal jebakan, tapi soal nyawa penghuni rimba yang...
04/03/2026

Hai Sobat BaCuSa,

Tahukah kamu? Seutas jerat di tengah hutan bukan cuma soal jebakan, tapi soal nyawa penghuni rimba yang tak ternilai harganya. Jerat ini bisa bikin luka parah sampai kematian massal satwa dilindungi kita!

Sebaiknya jangan terlalu gegabah ya:
- Tim anjing pelacak dari Jaringan Satwa Indonesia siap tracking bau manusia di setiap jerat yang ditemukan. Gak ada yang bisa sembunyi!
- ⁠Berdasarkan UU No. 32 Tahun 2024, pelaku perorangan bisa dipenjara 15 tahun & denda Rp5 Miliar. Bahkan korporasi bisa didenda sampai Rp200 Miliar!

Kenapa ini penting?
Karena kalau satu spesies kunci hilang, rantai makanan rusak, dan kelestarian hutan yang terjaga ratusan tahun bisa hancur seketika.

Yuk, jadi pelindung, bukan penghancur. Satu jerat bisa mengakhiri segalanya.

Share postingan ini buat sebarin kesadaran ke temen-temen kamu!

Hai Sobat BaCuSa,Kondisi puasa nggak jadi alasan buat kendorin semangat! Petugas dari Resor Tamanjaya, SPTN Wilayah III ...
27/02/2026

Hai Sobat BaCuSa,

Kondisi puasa nggak jadi alasan buat kendorin semangat! Petugas dari Resor Tamanjaya, SPTN Wilayah III tetap turun langsung ke lapangan buat ngecek batas kawasan di Taman Nasional Ujung Kulon.

Dengan medan yang nggak santai dan cuaca yang lumayan bikin keringetan, patroli ini fokus buat mastiin batas kawasan tetap jelas, utuh, dan aman dari gangguan.

Mulai dari potensi perambahan, penebangan liar, sampai perburuan satwa semuanya diantisipasi dari awal biar hutan tetap lestari. Tidak cuma itu, kegiatan ini juga jadi langkah deteksi dini kalau ada potensi gangguan keamanan hutan. Intinya, sebelum kejadian yang nggak diinginkan muncul, tim udah sigap duluan.

Walaupun lagi nahan lapar dan haus, semangat penjaga rimba tetap on terus tanpa jeda. Karena buat mereka, menjaga kelestarian ekosistem itu bukan cuma tugas, tapi juga bentuk cinta sama alam dan masa depan Ujung Kulon.

Puasa jalan terus, patroli tetap lanjut, hutan pun tetap terjaga!

Hai Sobat BaCuSa,Kita sering kagum sama ikan-ikan cantik.Tapi lupa siapa yang membangun rumahnya.Sudahkah kita menjagany...
25/02/2026

Hai Sobat BaCuSa,

Kita sering kagum sama ikan-ikan cantik.
Tapi lupa siapa yang membangun rumahnya.

Sudahkah kita menjaganya?

Hai Sobat BaCuSa,Kepala Resor Kopi bersama anggota serta Masyarakat Mitra Polhut (MMP) laksanakan kegiatan rutin patroli...
23/02/2026

Hai Sobat BaCuSa,

Kepala Resor Kopi bersama anggota serta Masyarakat Mitra Polhut (MMP) laksanakan kegiatan rutin patroli terestrial di wilayah kerja Resor Kopi, SPTN Wilayah III Sumur. Kegiatan ini merupakan langkah nyata buat memastikan kawasan tetap aman dan bebas dari aksi perburuan liar serta gangguan hutan.

Dengan semangat kebersamaan, tim menyusuri jalur hutan, cek titik-titik rawan, sekaligus memperkuat sinergi antara petugas dan masyarakat sekitar. Patroli ini jadi bukti nyata kalau menjaga kelestarian kawasan bukan cuma tugas petugas, tapi tanggung jawab bareng.

Langkah ini juga jadi upaya preventif supaya ekosistem di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon tetap terjaga dan satwa liar bisa hidup aman tanpa ancaman. Intinya, hutan aman, satwa nyaman, dan kekompakan tetap jalan!

Hai Sobat BaCuSa,Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) kembali diperkuat melalui rangkaian latihan intensif dan patr...
20/02/2026

Hai Sobat BaCuSa,

Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) kembali diperkuat melalui rangkaian latihan intensif dan patroli terpadu yang digelar oleh K9 Unit bersama petugas TNUK dan Tim TRC dalam beberapa hari terakhir. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalisme, kesiapsiagaan, serta efektivitas pengawasan kawasan konservasi.

Latihan dipimpin langsung oleh Instruktur Fred dari Prancis, mantan anggota pasukan khusus tentara Prancis yang telah berpengalaman puluhan tahun mendampingi unit K9 di berbagai negara. Selama lebih dari sepekan, tim mengikuti sesi materi kelas, penguatan teknis, hingga simulasi operasi lapangan yang dirancang menyerupai kondisi penugasan nyata.

Fokus utama pelatihan meliputi peningkatan kemampuan pelacakan, kepatuhan dan respons anjing pelacak, serta kesiapan handler dalam menghadapi beragam skenario, mulai dari pencarian jejak hingga dukungan patroli pengamanan kawasan. Standar operasional juga diperkuat melalui proses evaluasi dan sertifikasi.

Salah satu agenda penting adalah sertifikasi untuk K9 Rocky bersama handler-nya, R. Zai, yang juga menjabat sebagai Manager K9 Unit. Proses ini menjadi bagian dari penguatan standar kerja tim sekaligus memastikan kualitas dan konsistensi kinerja di lapangan.

Selain pelatihan, tim juga melaksanakan patroli penyisiran di area SBSN dan sepanjang pagar paddock. Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan simulasi menemukan sejumlah indikasi aktivitas ilegal, antara lain beberapa jerat satwa (baik jerat tako maupun jerat kancil),serta sejumlah pohon berukuran pancang dan tiang yang diduga sengaja ditebang. Beberapa di antaranya terlihat baru dipotong, sementara lainnya diperkirakan telah lama ditebang. Seluruh temuan telah didokumentasikan, dilaporkan, dan ditindaklanjuti bersama petugas terkait.

Rangkaian pelatihan resmi ditutup setelah seluruh sesi pendampingan dan evaluasi selesai dilaksanakan. Instruktur Fred dijadwalkan kembali ke Prancis usai memastikan seluruh personel dan K9 memenuhi standar kesiapsiagaan yang ditetapkan.

Melalui kegiatan ini, K9 Unit menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas internal serta mendukung pengawasan kawasan konservasi secara profesional, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Salam Lestari!

Hai Sobat BaCuSa,Suasana Resor Rancapinang SPTN Wilayah III lagi full vibes positif nih! Bertempat di kawasan Taman Nasi...
15/02/2026

Hai Sobat BaCuSa,

Suasana Resor Rancapinang SPTN Wilayah III lagi full vibes positif nih! Bertempat di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, kegiatan yang terekam di video ini nunjukin semangat kebersamaan dan aksi nyata di lapangan.

Mulai dari aktivitas monitoring sampai interaksi santai tapi tetap produktif, semuanya jalan dengan kompak dan solid. Tim terlihat all out menjalankan tugas, tetap fokus jaga kawasan biar tetap lestari dan aman.

Pokoknya, Resor Rancapinang hari ini bukan cuma soal kerja, tapi juga soal dedikasi dan semangat menjaga alam biar tetap keren dan terjaga buat generasi selanjutnya.

Gas terus jaga hutan, jaga masa depan!

Hai Sobat BaCuSa,Balai TNUK kembali menjadi ruang belajar langsung bagi generasi muda. Tiga mahasiswa Program Studi Pari...
11/02/2026

Hai Sobat BaCuSa,

Balai TNUK kembali menjadi ruang belajar langsung bagi generasi muda. Tiga mahasiswa Program Studi Pariwisata Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melaksanakan kegiatan magang di sejumlah lokasi lapangan seperti Semenanjung Ujung Kulon, Pulau Peucang, Pulau Panaitan, dan desa-desa penyangga. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, pengumpulan data sekunder, hingga perancangan konsep pariwisata yang tetap mengedepankan prinsip konservasi.

Kepala Balai TNUK, Ardi Andono,S.TP., M.Sc. menyampaikan bahwa kegiatan magang ini mencerdaskan masyarakat dengan memberikan ruang untuk kontribusi dalam pendidikan merupakan Pagar Pendidikan yang kelak membentengi Ujung Kulon dari kerusakan.

Selamat Hari Pers Nasional 2026!Di balik satu berita, ada riset, verifikasi, dan tanggung jawab ya, Sob!Singkat saja!Seb...
09/02/2026

Selamat Hari Pers Nasional 2026!

Di balik satu berita, ada riset, verifikasi, dan tanggung jawab ya, Sob!

Singkat saja!
Sebelum share, pastikan benar.
Sebelum percaya, cek sumbernya.
Oke? Mantap!

Anyways, Banten tahun ini jadi tuan rumah HPN, that’s why ada maskot Badak Jawa dalam logo HPN kali ini ya, Sob 🥰

Salam lestari! Save Badak Jawa!

08/02/2026

Hai Sobat BaCuSa,

Langkah kaki petugas TNUK yang sedang berpatroli di Pulau Panaitan mendadak terhenti sejenak. Bukan karena rintangan jalan, tapi karena ada 'tuan rumah' yang muncul untuk menampakkan diri.

Bagi petugas TNUK, pertemuan seperti ini adalah bagian dari keseharian. Sebuah pengingat bahwa kita hanyalah tamu di rumah mereka. Ular ini seolah memberikan 'izin melintas' bagi para penjaga rimba yang sedang memastikan keamanan kawasan Taman Nasional Ujung Kulon.

Sebuah momen magis yang membuktikan bahwa jika kita menjaga alam, alam pun akan menyambut kita dengan caranya sendiri.

Hai Sobat BaCuSa,Ada yang beda nih di Taman Nasional Ujung Kulon! Kali ini, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Balai TNUK ngg...
07/02/2026

Hai Sobat BaCuSa,

Ada yang beda nih di Taman Nasional Ujung Kulon!
Kali ini, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Balai TNUK nggak cuma fokus ke kegiatan internal, tetapi turut turun langsung berbagi pengetahuan konservasi kepada generasi muda.

Sebanyak 56 siswa-siswi kelas V SDN Kalanganyar II Labuan berkesempatan berkunjung ke Kantor Balai TN Ujung Kulon untuk mengikuit kegiatan belajar sambil bermain seputar konservasi alam.

Dalam kunjungan ini, para siswa diajak mengenal dunia konservasi dengan cara yang seru, interaktif dan mudah dipahami.

Yang bikin makin asyik, kegiatan ini dipandu langsung oleh ibu-ibu DWP Balai TNUK bersama Penyuluh serta Pengendali Ekosistem Hutan (PEH), sehingga materi dapat disampaikan secara menarik dan aplikatif.

Materi yang disampaikan seputar pentingnya menjaga kelestarian alam, melindungi satwa liar, dan peran generasi muda dalam menjaga kawasan konservasi sejak usia dini. Anak-anak pun terlihat antusias, aktif bertanya, dan ikut diskusi.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari Program Pagar Pendidikan Pengelolaan TNUK, yang bertujuan menanamkan nilai-nilai konservasi sejak dini agar tumbuh rasa cinta terhadap alam dan lingkungan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat menjaga alam dapat tumbuh dari bangku sekolah dan terus melekat hingga dewasa, demi masa depan lingkungan yang lebih lestari.

Hai Sobat BaCuSa,Kenalin nih, sang "Alarm Alami" dari Pulau Panaitan! Lewat pantauan camera trap kolaborasi Balai TNUK d...
06/02/2026

Hai Sobat BaCuSa,

Kenalin nih, sang "Alarm Alami" dari Pulau Panaitan! Lewat pantauan camera trap kolaborasi Balai TNUK dan YIARI, kita dapet footage kece sepasang Ayam Hutan Merah (Gallus gallus) lagi vibing di rumahnya.

Check out detailnya:
- Sang jantan pamer jengger merah dan kokok teritorial yang super khas!
- The Queen: Sang betina tampil dengan warna cokelat zaitun, jagonya kamuflase biar nggak ketauan predator.

Hadirnya mereka ini bukan cuma buat konten ya, tapi jadi indikator kalau ekosistem hutan kita masih asri dan terjaga kualitasnya. Seneng banget kan liat mereka hidup bebas tanpa gangguan? Yuk, kita jaga bareng…

SIARAN PERSNomor: SP. 25/HUMAS/PPIP/HMS.3/01/2026Upaya konservasi Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) kembali menunjukkan ...
04/02/2026

SIARAN PERS
Nomor: SP. 25/HUMAS/PPIP/HMS.3/01/2026

Upaya konservasi Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) kembali menunjukkan hasil positif. Berdasarkan hasil pemantauan lapangan menggunakan kamera jebak (camera trap), Tim Monitoring dan Evakuasi Operasi Merah Putih Translokasi Badak Jawa berhasil merekam keberadaan seekor induk Badak Jawa bersama anaknya di Taman Nasional Ujung Kulon.

Rekaman tersebut diperoleh pada 29 Januari 2026 pukul 22.17 WIB. Temuan ini menjadi rekaman anakan Badak Jawa pertama pada tahun 2026, sekaligus memperkuat optimisme terhadap keberlangsungan populasi Badak Jawa di habitat alaminya.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Satyawan Pudyatmoko menyampaikan bahwa temuan ini merupakan indikator penting keberhasilan pengelolaan kawasan dan perlindungan Badak Jawa. “Keberadaan induk dan anakan Badak Jawa yang terekam melalui camera trap menunjukkan bahwa habitat di Taman Nasional Ujung Kulon masih terjaga dengan baik. Selain itu, pengamanan kawasan yang kuat dan konsisten, serta dukungan kerja sama dari berbagai pihak, menjadi faktor kunci yang memungkinkan Badak Jawa berkembang biak secara alami,” katanya, pada Rabu (4/2).

Menurut hasil analisis awal tim, induk Badak Jawa yang terekam diduga bernama “ARUM” merupakan individu yang telah teridentifikasi sebelumnya dalam sistem monitoring. Sementara itu, anakan Badak Jawa yang terekam merupakan individu baru, dengan perkiraan usia kurang dari lima bulan.

Kementerian Kehutanan melalui Balai Taman Nasional Ujung Kulon akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap induk dan anakan Badak Jawa tersebut, serta seluruh populasi Badak Jawa di kawasan. Upaya ini dilakukan melalui penguatan patroli, pemantauan berbasis teknologi, pengelolaan habitat, serta peningkatan kolaborasi dengan mitra konservasi, LSM, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Pemerintah mengajak seluruh pihak untuk terus memberikan dukungan terhadap upaya pelestarian Badak Jawa sebagai salah satu satwa paling langka di dunia dan kebanggaan Indonesia, demi memastikan kelangsungan hidupnya bagi generasi mendatang,” pungkas Satyawan Pudyatmoko.

Jakarta, 4 Februari 2026

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan,
Ristianto Pribadi

Address

Jalan Perintis Kemerdekaan No. 51
Labuan
42264

Opening Hours

Monday 07:30 - 16:00
Tuesday 07:30 - 16:00
Wednesday 07:30 - 16:00
Thursday 07:30 - 16:30
Friday 07:30 - 17:00

Telephone

+628111238884

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Taman Nasional Ujung Kulon posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Taman Nasional Ujung Kulon:

Share

Category