01/10/2026
Pancasila Pemersatu Bangsa, Literasi Penguat Persatuan
Tema Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 mengingatkan kita bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan nilai yang perlu terus dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, menjaga persatuan bangsa tidak hanya membutuhkan semangat kebersamaan, tetapi juga masyarakat yang memiliki pengetahuan dan kemampuan literasi yang baik. Di sinilah perpustakaan memiliki peran penting.
Perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan dan meminjam buku. Perpustakaan merupakan ruang belajar bersama, ruang bertukar gagasan, sekaligus ruang untuk mengenal berbagai pengetahuan, budaya, sejarah, dan keberagaman yang menjadi bagian dari Indonesia.
Melalui buku dan berbagai sumber informasi yang tersedia, masyarakat dapat melihat Indonesia dari banyak sudut pandang. Kita belajar bahwa perbedaan suku, budaya, bahasa, agama, maupun pemikiran merupakan bagian dari kekayaan bangsa yang perlu dihargai.
Literasi juga membentuk kemampuan untuk membaca informasi secara kritis. Di tengah derasnya informasi di ruang digital, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi, memeriksa kebenarannya, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah persatuan.
Karena itu, membangun budaya literasi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat persatuan bangsa.
Perpustakaan hadir untuk membuka akses pengetahuan bagi masyarakat tanpa membedakan latar belakang. Dari perpustakaan, setiap orang memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang, dan memperluas wawasan. Dari proses membaca dan belajar tersebut, tumbuh masyarakat yang lebih terbuka terhadap perbedaan, mampu berpikir kritis, serta memiliki kesadaran untuk hidup bersama dalam keberagaman.
Semangat inilah yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Persatuan tidak berarti menyeragamkan perbedaan, tetapi menyatukan keberagaman dalam tujuan bersama.
📚📚