Nawaksara.id

Nawaksara.id Collection of personal works related to culture, history, arts, and literature which were produced for the purpose of dedication and knowledge development.

Mengarusutamakan Lontar Yusuf sebagai figur Kabupaten Banyuwangi adalah langkah yang tepat. Namun, hal tersebut jangan s...
11/06/2024

Mengarusutamakan Lontar Yusuf sebagai figur Kabupaten Banyuwangi adalah langkah yang tepat. Namun, hal tersebut jangan sampai menjadikan naskah-naskah lainnya terkubur, sehingga nilai-nilai di dalamnya dianggap tidak terafiliasi dengan kosmik peradaban di Banyuwangi. Lalu naskah mana yang paling tepat untuk diusung sebagai IKON dari Banyuwangi ?
Baca Selengkapnya di

ꦤꦶꦠꦶꦃꦱꦼꦥꦸꦂꦩꦿꦶꦁꦧ꧀ꦭꦩ꧀ꦧꦔꦤ꧀ꦤꦒꦿꦶ꧈ꦏꦶꦤꦺꦤ꧀ꦫꦮꦸꦃꦲꦥꦸꦠꦸꦱ꧀ꦥꦿꦗ꧈ꦒꦾꦠ꧀ꦭꦸꦩꦩ꧀ꦥꦃꦱꦱꦺꦴꦭꦃꦲꦺ꧈ꦥꦫꦤ꧀ꦠꦶꦭꦱ꧀ꦱꦶꦁꦪꦸꦱꦸꦥ꧀꧈ꦧꦒꦶꦤ꧀ꦢꦏꦁꦕꦶꦤꦠ...

Belum diketahui kapan para ilmuwan pertama kali menggunakan istilah “Kawi” untuk menyebut aksara periode pasca Pallawa. ...
02/06/2024

Belum diketahui kapan para ilmuwan pertama kali menggunakan istilah “Kawi” untuk menyebut aksara periode pasca Pallawa. Catatan dari ahli seperti Kern, Juynboll, Van Der Tuuk, Ronggowarsita, Poerbatjaraka, hingga Zoetmoelder menyatakan bahwa istilah “Kawi” merujuk pada dua hal: pertama, profesi seseorang yang ahli menulis sastra puitis pada zaman itu yang disebut Sang Kawya atau Parakawi, dan kedua, bentuk karya sastra ciptaannya yang disebut Kakawin. Namun, tidak satupun ahli memberikan keterangan bahwa istilah “Kawi” adalah nama sebenarnya untuk jenis aksara tersebut. Tidak ada sumber naskah atau prasasti yang diajukan sebagai data primer yang menyebut secara eksplisit bahwa aksara pada zaman itu disebut “Aksara Kawi”. Lalu apa nama yang tepat untuk menyebut aksara pada periode antara abad ke-8 hingga abad ke-16 itu ?
Baca selengkapnya di nawaksara.id
https://nawaksara.id/wiyata/menakar-kawi/

Suatu hari, saya pernah berkesempatan untuk berbincang intensif dengan salah seorang suku Baduy, kami berbincang dari jam 19 sampai sekitar...

Buku ini menjelaskan dengan mendalam kisah hidup Ki Ageng Mangir, tokoh legendaris dalam tradisi Jawa, yang terkenal kar...
25/03/2024

Buku ini menjelaskan dengan mendalam kisah hidup Ki Ageng Mangir, tokoh legendaris dalam tradisi Jawa, yang terkenal karena kebijaksanaan dan pengaruhnya dalam masyarakat. Seiring dengan itu, buku juga mengisahkan peristiwa dramatis penaklukan Ki Ageng Mangir, yang dianggap makar terhadap Mataram oleh Panembahan Senapati. Kisah ini mencapai puncaknya ketika putri Panembahan
Baca selengkapnya di Nawaksara.id

Buku ini menjelaskan dengan mendalam kisah hidup Ki Ageng Mangir, tokoh legendaris dalam tradisi Jawa, yang terkenal karena kebijaksanaan dan...

Menggugah Kekayaan Budaya Di Era DigitalDi era kemajuan teknologi informasi, media digital menjadi sarana yang tak terni...
24/03/2024

Menggugah Kekayaan Budaya Di Era Digital
Di era kemajuan teknologi informasi, media digital menjadi sarana yang tak ternilai dalam mengembangkan dan melestarikan kebudayaan Nusantara. Di balik layar-layar monitor, dunia maya telah menjadi wadah bagi berbagai aspek budaya untuk tetap hidup dan terjangkau oleh semua orang. Nawaksara.id muncul sebagai salah satu pionir,....
Baca selengkapnya di Nawaksara.id

Menggugah Kekayaan Budaya Di Era Digital Di era kemajuan teknologi informasi, media digital menjadi sarana yang tak ternilai dalam mengembangkan...

Kyai Soleh Darat, seorang ulama besar dan mahaguru di tanah Jawa, tidak hanya dikenal sebagai sosok yang mendalam dalam ...
24/03/2024

Kyai Soleh Darat, seorang ulama besar dan mahaguru di tanah Jawa, tidak hanya dikenal sebagai sosok yang mendalam dalam ilmu agama, tetapi juga sebagai penulis dan terjemahan kitab-kitab penting dalam Islam. Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah "Jauhar At-Tauhid", sebuah kitab

Kyai Soleh Darat: Jejak Karya dan Warisan Ajaran TauhidKyai Soleh Darat, seorang ulama besar dan mahaguru di tanah Jawa, tidak...

Orasi Budaya - Dék Nalabu Essoé Ri Tenngana BitaraéPuang Kare Tojeng, Karaeng Galesong di usianya yang baru 15 tahun sud...
13/01/2022

Orasi Budaya - Dék Nalabu Essoé Ri Tenngana Bitaraé

Puang Kare Tojeng, Karaeng Galesong di usianya yang baru 15 tahun sudah mempunyai kesadaran untuk tidak tunduk pada monopoli yang dilakukan serikat dagang VOC melalui perjanjian Bongaya, sebuah diktum tak berimbang yang merugikan serumpun tana Ugi (Sempugi). Umur lima belas tahun Puang Kare Tojeng kala itu adalah usia anak muda hari ini yang juga sedang sibuk menumbuhkan kesadaran untuk bisa viral di media sosial. Setiap waktu sibuk merancang konten joget dan tarian erotika, atau bersusah payah menyusun konten drama tanpa estetika apalagi nilai-nilai-nilai etika. Tak jarang isinya hanyalah sumpah serapah, bullying, penghinaan, atau lebih parah lagi adalah kalimat-kalimat yang memicu perpecahan antar bangsa.

Malang, 21 November 2021

Orasi Kebudayaan DÉK NALABU ESSOÉ RI TENNGANA BITARAÉ Tiada matahari tenggelam di tengah langit. [oleh : Diaz Nawaksara] السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الحمد للّه الذي علّم بالقلم، و الصلاة والسلام على رسول الله نور ....

Orasi Kebudayaan : Mawa Yaśa Ni Nguni I Jaya Ni ParatraJangan ragu untuk mengawal dan menyertai pelestarian Aksara Kawi,...
12/01/2022

Orasi Kebudayaan : Mawa Yaśa Ni Nguni I Jaya Ni Paratra

Jangan ragu untuk mengawal dan menyertai pelestarian Aksara Kawi, karena menjaga Kawi berarti turut andil menjaga keutuhan negeri, tampak jelas dari semboyan negara Indonesia “Bineka Tunggal Ika” yang juga ditulis dalam Kawi.
Menjaga Kawi sama dengan menjaga akal budi pertiwi, karena dari kawi, lahir karya-karya besar yang menjadi inspirasi bagi kehidupan bangsa Indonesia hari ini.

Kediri, 13 November 2021

Orasi Kebudayaan MAWA YAŚA NI NGUNI I JAYA NI PARATRA membawa kehormatan masa lalu untuk kejayaan di masa depan. [oleh : Diaz Nawaksara] السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الحمد للّه الذي علّم بالقلم، و علي رسول الله الصلاة والس....

Isu tentang generasi muda yang "jauh dari akar budaya" tidak lagi  sepenuhnya relevan, karna faktanya generasi hari ini ...
03/01/2022

Isu tentang generasi muda yang "jauh dari akar budaya" tidak lagi sepenuhnya relevan, karna faktanya generasi hari ini justru lebih tertarik untuk mengangkat kembali khazanah kebudayaan lokal. Tidak heran jika sosok seperti Cak Nun dan Sujiwo Tejo yang giat dalam melestarikan kebudayaan dengan gaya kekinian begitu digemari dan dicintai oleh generasi Millenial.

Gemuruh semangatnya seperti tak pernah padam, di usianya yang lebih dari 60 tahun ia masih bersuara lantang membakar jiwa bangsa Indonesia untuk bangkit dan percaya diri. Dialah Soekarno, sang proklamator yang sedang berapi-api menyampaikan amanatnya dalam perayaan HUT kemerdekaan Indonesia pada tah...

Address

RT. 003 RW. 003 Ds. Dagan Kec. Solokuro
Lamongan
62265

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Nawaksara.id posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Nawaksara.id:

Share

Category