03/02/2021
SATGAS PENANGANAN WABAH ASF KABUPATEN FLORES TIMUR
=Aksi Tanggap Evakuasi Bangkai Ternak Babi=
Hallo warga masyarakat Flores Timur.,
Kemarin (Selasa/ 02 Februari 2021), Satgas Penanganan wabah ASF (African Swine Fever)/ Demam Babi Afrika Kabupaten Flores Timur melaksanakan aksi tanggap atas banyaknya keluhan masyarakat terkait bangkai ternak babi yang dibuang oleh peternak/ masyarakat di wilayah perairan/ laut Kabupaten Flores Timur.
Yah,. akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab yang membuang bangkai ternak babi di laut, sebagian besar kita tentu saja merasa khawatir akan dampaknya.
Tim Gabungan dari Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Lingkungan Hidup, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Satpol PP, Dinas Kelautan & Perikanan dan Dinas PUPR Kabupaten Flores Timur. Tim laut menggunakan 4 armada kapal nelayan dan 1 armada kapal patroli DKP melakukan penyisiran sepanjang wilayah perairan Flores Timur untuk kemudian melakukan evakuasi dan penguburan bangkai ternak babi yang ditemukan. Sementara tim darat siaga di TPA Delang dengan alat berat dan armada truk sampah DLH.
Setelah melakukan penyisiran, tidak satupun bangkai ternak babi ditemukan di tengah laut sepanjang wilayah perairan Flores Timur. Tim kemudian bergerak sepanjang pesisir dan....
EUREKA!! Total 61 ekor bangkai babi ditemukan!! Jumlah yang boleh dibilang cukup banyak...
15 ekor bangkai ternak babi ditemukan sepanjang pesisir pantai wilayah Wureh sampai Waiwadan Adonara Barat. Bangkai tersebut langsung dikuburkan di tempat mengingat kondisinya yang sudah membusuk.
6 ekor ditemukan sepanjang pesisir wilayah Kecamatan Wotan Ulumado (Wailebe dan Oyang Barang). Dibantu aparat desa dan warga, bangkai tersebut langsung dikuburkan.
40 ekor!!!!.....ditemukan sepanjang pesisir pantai Delang sampai wilayah desa Watotutu (Waimana 1). Bangkai tersebut dikumpulkan kemudian dikuburkan massal di TPA Delang dengan bantuan alat berat dari Dinas PUPR.
Aksi sepanjang pagi hingga sore ini memang belum mencakup seluruh wilayah pesisir Flores Timur, namun setidaknya sudah bisa memberikan gambaran sementara bahwa bangkai ternak babi tidak ditemukan di tengah laut namun di wilayah pesisir pantai, entah terbawa arus ataupun sengaja dibuang begitu saja di pesisirππ
Wabah ASF ini masih belum mereda. Jumlah kematian ternak babi masih terus bertambah, sudah 12235 ekor yang mati (data per Selasa/ 02 Feb 2021)..ππ
Bagi masyarakat yang ternak babinya terkena wabah ini dan mati, tolong jangan dibuang sembarangan, apalagi di laut!!
Dikubur atau dibakar merupakan cara terbaik. Selain bisa memutus mata rantai penyebaran virus, juga untuk kesehatan lingkungan kita.
ASF ini belum ada vaksin dan obatnya. Cara terbaik saat ini hanya pencegahan dengan menerapkan biosecurity yang ketat (kebersihan kandang maupun orang yang kontak dengan ternak), tidak mengedarkan daging dari babi yang sakit, tidak memasukan ternak babi dan produk turunannya dari wilayah lain (luar Flotim) serta tidak membuat pakan dari sisa makanan (daging babi).
Mari perangi wabah ini bersama...
Akhirnya, A LOT OF THANKS untuk semua personil Tim Gabungan atas kerja luar biasanya kemarin.ππ