Ayo ke Soppeng

Ayo ke Soppeng Memberikan informasi tentang daerah kabupatem Soppeng

Merayakan tahun ke-4 saya di Facebook. Terima kasih atas dukungan berkelanjutan. Saya tidak mungkin berhasil tanpa Anda ...
20/02/2025

Merayakan tahun ke-4 saya di Facebook. Terima kasih atas dukungan berkelanjutan. Saya tidak mungkin berhasil tanpa Anda semua. 🙏🤗🎉

20/02/2025

Bupati dan Wakil Bupati Soppeng periode 2025-2030

23/01/2024

Siap melakukan pemasangan patok perbatasan yang sudah melakukan pelunasan administrasi

30/03/2023
15/02/2023
14/02/2023
06/02/2023

(Jejak-Jejak Rindu)

AWAS! PAO MACANG (MANGGA KWENI) MAKANAN POPPO DAN PARAKANG.

Pokoknya, PAO MACANG (mangga kweni) adalah buah ‘andalang’ saya sewaktu masih kecil di kampung dulu, Desa Kalobba- Sinjai. Mangga jenis ini memang banyak tumbuh di kampung.

Salah satu ciri khas PAO MACANG adalah baunya yang khas dan menyengat. Makanya, bila mangga ini MADIDI (matang dan masak) lalu jatuh dari pohonnya, baunya bisa tercium dari jarak 20 meter.

Meski nenek pernah bercerita bahwa PAO MACANG makanan poppo dan parakang, saya bergeming, saya tetap menyukainnya. Hingga sekarang, saya pun begitu merindukannya. Kalau sebatas ‘kesukaan’ memang sudah bisa dikalahkan oleh buah mangga lain yang lebih manis dan ‘modern’. Tetapi, buat saya, PAO MACANG bukan sekadar kesukaan, tapi ia adalah buah kerinduan. Ada makna dan kenangan yang berkelindan (saling terkait).

Suatu ketika, saya sakit perut karena terlalu banyak makan PAO MACANG. Nenek pun menasihati saya, “Lain kali jangan terlalu banyak makan pao macang, Nak!”

“Tapi kan PAO MACANG enak, Nek.”

“Harus berhati-hati, Nak! Karena pao macang itu buah parakang, makanya kau sakit perut,” tegas nenek.

Saat itu saya membantah, “Yang membuat sakit perut karena pao macang mengandung banyak gas.”

“Nah, itulah! Gas itu itu muncul karena mangga itu diusap-usap oleh parakang,” kata nenek tak mau kalah.

Di lain waktu, kulit tangan saya melepuh karena terkena getah pao macang yang memang banyak dibanding jenis mangga lain. Kala itu, nenek menasihati agar saya berhati-hati karena pohon pao macang adalah tempat favorit POPPO. Makanya pao macang banyak getahnya karena sudah bercampur dengan ludah POPPO.

Berdasarkan nasihat nenek, yang sebenarnya hanyalah mitos (tetapi tetap ada yang percaya), imajinasi saya tentang PAO MACANG selalu mengacu kepada POPPO dan PARAKANG.

Novel PEREMPUAN POPPO yang kutulis pun salah satu inspirasinya adalah sebuah pohon mangga macang yang tumbuh besar di sekitar area PINTU 1 UNHAS Tamalanrea. Saat awal jadi mahasiswa Unhas, saya memang tinggal kost di sekitar area PINTU 1 UNHAS. Konon, kata seorang petugas dan penata taman di Unhas, pohon mangga itu tempat tinggal parakang dan hantu-hantu lainnya.

Suatu ketika, saat pohon itu berbuah, seorang teman kos yang juga berasal dari Sinjai mengajak saya untuk mengambil buahnya.

“Aja! Tania fao macang (Jangan! Bukan mangga macang),” kata saya.

“Fao aga fale lo (Jadi mangga apa)?”

“Fao TAIPA.” (Taipa = mangga, Bahasa Makassar)

“Aga diaseng fao TAIPA (Apa yang disebut mangga TAIPA)?” Ia memang tidak paham Bahasa Makassar.

“TAI PARAKANG😀🙏,” jawab saya yang memang bisa berbahasa Bugis dan Makassar.

Ia bergidik dan tak pernah lagi mengajak saya mengambil buah mangga macang itu.

Jadi?

Iye, begitulah. Cerita masa kecil memang selalu menarik. Ia bukan sekadar kenangan dan kerinduan. Ia adalah sebuah perjalanan yang selalu meninggalkan JEJAK-JEJAK MAKNA.

Tabek!

Dul Abdul Rahman. Petani, penulis, dan pengajar. Sejauh ini sudah menulis 20 buku sastra & budaya.








04/02/2023
02/02/2023

Address

Limpomajang

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ayo ke Soppeng posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Ayo ke Soppeng:

Share

Category