19/06/2026
Gapoktan RAHARJO Gandeng Petrokimia Gresik dan BPP Limpung Gelar Uji Tanah, Hasil pH Rata-rata 4-5
Wonokerso -LIMPUNG, – Upaya mewujudkan pemupukan berimbang terus digencarkan. Jumat, 19 Juni 2026, Gapoktan RAHARJO Desa Wonokerso, Kecamatan Limpung menggelar uji tanah langsung di lahan petani. Kegiatan ini merupakan kolaborasi bersama PT Petrokimia Gresik dan Balai Penyuluhan Pertanian BPP Limpung.
Uji tanah dilakukan untuk mengetahui kondisi riil kesuburan lahan. Sampel tanah diuji menggunakan Perangkat Uji Tanah Sawah PUTS untuk mengukur pH serta kandungan hara N, P, dan K.
Hasil Uji Tanah Jadi Acuan Pupuk Tepat Dosis
Dari hasil pengujian, petugas Petrokimia Gresik, Mas Dimas, menyampaikan bahwa pH tanah di lokasi rata-rata berada di angka 4-5.
_"Hasil pH Asam 4-5 ini termasuk kategori asam atau di bawah standar ideal 6-7. Kalau tanah asam, pupuk jadi tidak efektif terserap tanaman. Solusinya perlu pengapuran dan pupuk organik sebelum pemupukan NPK,"_ jelas Mas Dimas.
*Dukungan Penuh Penyuluh dan Pemerintah Desa*
Koordinator BPP Limpung, Ibu Zuni Fitriyantini,S.TP menekankan pentingnya data sebelum memupuk.
"Uji tanah itu langkah awal pertanian presisi. Petani tidak lagi kira-kira kasih pupuk. Dengan data ini, kita bisa hemat biaya dan hasil panen bisa naik,"ujar Ibu Zuni.
Penyuluh Wilbin Desa Wonokerso, Mas Dhuwita Ismana, S.P menambahkan,
'Kami akan kawal terus rekomendasi ini sampai ke petani. Harapannya tiap musim tanam petani Wonokerso sudah melek uji tanah. BPP siap mendampingi."
Pj. Kepala Desa Wonokerso, Antonius Haryanto, SE berpesan agar ilmu dari kegiatan ini benar-benar dipraktikkan.
"Mumpung ada Petrokimia dan BPP langsung ke sawah, manfaatkan. Jangan sampai tanah kita makin rusak karena salah pupuk. Ini demi anak cucu kita juga," tegas Antonius.
*Petani Merasa Terbantu*
Salah satu petani peserta, Moch. Kholidin, mengaku sangat terbantu.
"Terima kasih untuk Gapoktan RAHARJO, Petrokimia, dan BPP Limpung. Baru tahu ternyata tanah saya asam. Pantesan kemarin mupuk banyak tapi hasil kurang. Sekarang jadi tahu harus dikasih dolomit dulu," kata Kholidin.
Ketua Gapoktan RAHARJO berharap kegiatan serupa bisa rutin digelar tiap menjelang musim tanam. Sinergi antara petani, penyuluh, pemerintah desa, dan perusahaan pupuk ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas padi di Desa Wonokerso.
Penulis: Sakhirin