28/01/2026
PERPUSTAKAAN DALAM PANDANGAN ISLAM
(Repost secara utuh dari sumber : http://duniaperpustakaan.com/
oleh :
Agus Prajitno, S.Si.T., M.Eng.
Pranata Ahli Madya
Plt. Kepala UPT Perpustakaan UINSI Samarinda
Islam merupakan agama yang menjadikan ilmu pengetahuan sebagai fondasi utama dalam membangun kehidupan individu dan peradaban umat manusia. Sejak awal turunnya wahyu, Islam telah menegaskan pentingnya aktivitas intelektual seperti membaca, menulis, dan belajar sebagai sarana mengenal Tuhan dan memahami realitas kehidupan. Dalam konteks ini, perpustakaan hadir sebagai institusi strategis yang berfungsi menyimpan, mengelola, dan menyebarkan ilmu pengetahuan. Meskipun istilah perpustakaan tidak disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qurโan dan Sunnah, nilai, fungsi, dan tujuannya sangat selaras dengan ajaran Islam tentang kewajiban menuntut ilmu dan menjaga warisan intelektual umat.
Landasan Teologis Ilmu dalam Al-Qurโan dan Sunnah
Al-Qurโan secara tegas menempatkan ilmu sebagai pilar utama ajaran Islam. Hal ini terlihat dari wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ๏ทบ, yaitu perintah membaca. Allah SWT berfirman:
> ๏ดฟุงููุฑูุฃู ุจูุงุณูู
ู ุฑูุจูููู ุงูููุฐูู ุฎููููู๏ดพ
> โBacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.โ
> (QS. Al-โAlaq [96]: 1)
Perintah ini menegaskan bahwa aktivitas membaca dan belajar merupakan pintu awal peradaban Islam. Selain itu, Al-Qurโan juga menegaskan keutamaan orang berilmu dibandingkan orang yang tidak berilmu, sebagaimana firman Allah SWT:
> ๏ดฟูููู ูููู ููุณูุชูููู ุงูููุฐูููู ููุนูููู
ูููู ููุงูููุฐูููู ููุง ููุนูููู
ูููู}
> โKatakanlah: apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?โ
> (QS. Az-Zumar [39]: 9)
Penegasan Al-Qurโan ini diperkuat oleh Sunnah Nabi Muhammad ๏ทบ yang menyatakan bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban setiap Muslim:
> ุทูููุจู ุงููุนูููู
ู ููุฑููุถูุฉู ุนูููู ููููู ู
ูุณูููู
ู
> โMenuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim.โ
> (HR. Ibnu Majah no. 224)
Dalil-dalil tersebut menunjukkan bahwa Islam tidak hanya mendorong pencarian ilmu, tetapi juga meniscayakan adanya sarana yang mendukung proses tersebut secara berkelanjutan.
Perpustakaan sebagai Konsekuensi Logis Ajaran Keilmuan Islam
Islam memandang ilmu sebagai amanah yang harus dicatat, dijaga, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah SWT:
> ๏ดฟุงูููุฐูู ุนููููู
ู ุจูุงููููููู
ู๏ดพ
> โYang mengajar (manusia) dengan perantaraan pena.โ
> (QS. Al-โAlaq [96]: 4)
Ayat ini menegaskan pentingnya tradisi tulis-menulis dan dokumentasi ilmu. Perpustakaan, sebagai tempat penyimpanan karya tulis dan sumber pengetahuan, merupakan manifestasi nyata dari perintah tersebut. Tanpa adanya institusi yang mengelola dan menyimpan ilmu, proses pewarisan pengetahuan tidak akan berjalan secara sistematis dan berkelanjutan.
Perpustakaan dalam Sejarah Peradaban Islam
Sejarah Islam membuktikan bahwa perpustakaan memiliki peran sentral dalam pembangunan peradaban. Pada masa Dinasti Abbasiyah, berdiri Bayt al-Hikmah di Baghdad yang berfungsi sebagai pusat perpustakaan, penerjemahan, dan penelitian ilmiah. Selain Bayt al-Hikmah, perpustakaan juga berkembang di masjid-masjid dan madrasah sebagai pusat pembelajaran dan diskusi keilmuan.
Peran perpustakaan ini sejalan dengan sabda Nabi Muhammad ๏ทบ:
> ุฅูููู ุงููุนูููู
ูุงุกู ููุฑูุซูุฉู ุงููุฃูููุจูููุงุกู
> โSesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi.โ
> (HR. Abu Dawud no. 3641)
Perpustakaan menjadi sarana utama dalam menjaga dan mewariskan ilmu para ulama, sehingga kesinambungan tradisi keilmuan Islam dapat terus terpelihara dari generasi ke generasi.
Fungsi Perpustakaan dalam Perspektif Islam
Dalam perspektif Islam, perpustakaan memiliki fungsi yang bersifat akademik, spiritual, dan sosial. Pertama, perpustakaan menjadi sarana ibadah karena aktivitas menuntut ilmu termasuk amal saleh. Kedua, perpustakaan berfungsi sebagai penjaga warisan intelektual Islam, khususnya Al-Qurโan, hadis, dan karya-karya ulama. Ketiga, perpustakaan berperan sebagai pusat dakwah berbasis ilmu, sebagaimana perintah Allah SWT:
> ๏ดฟุงุฏูุนู ุฅูููููฐ ุณูุจูููู ุฑูุจูููู ุจูุงููุญูููู
ูุฉู๏ดพ
> โSerulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah.โ
> (QS. An-Nahl [16]: 125)
Dakwah dengan hikmah menuntut dasar keilmuan yang kuat, dan perpustakaan menyediakan fondasi tersebut melalui akses terhadap sumber ilmu yang otoritatif.
Relevansi Perpustakaan Islam di Era Modern
Di era modern dan digital, perpustakaan tetap relevan sebagai pusat literasi dan penyebaran ilmu yang bertanggung jawab. Rasulullah ๏ทบ bersabda:
> ู
ููู ุณููููู ุทูุฑููููุง ููููุชูู
ูุณู ููููู ุนูููู
ูุง ุณูููููู ุงูููููู ูููู ุจููู ุทูุฑููููุง ุฅูููู ุงููุฌููููุฉู
> โBarang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.โ
> (HR. Muslim no. 2699)
Hadis ini menunjukkan bahwa setiap upaya memudahkan akses ilmu, termasuk melalui pengembangan perpustakaan fisik maupun digital, memiliki nilai ibadah dan relevansi yang tinggi dalam Islam.
Kesimpulan
Perpustakaan dalam pandangan Islam merupakan institusi yang memiliki landasan teologis, historis, dan fungsional yang kuat. Meskipun tidak disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qurโan dan Sunnah, nilai-nilai yang melandasi keberadaan perpustakaan sejalan dengan ajaran Islam tentang membaca, menulis, dan menuntut ilmu. Sejarah peradaban Islam membuktikan bahwa perpustakaan menjadi pusat kemajuan intelektual umat. Oleh karena itu, penguatan dan pengembangan perpustakaan merupakan bagian integral dari implementasi nilai-nilai Islam dalam membangun masyarakat berilmu, berakhlak, dan berperadaban.
Sumber : http://duniaperpustakaan.com/
Salam Literasi dari Perpustakaan UINSI Samarinda
Rabu, 28 Januari 2026