28/09/2026
PURA LOSARI NITI
Kesederhanaan Pura, Keteguhan Śraddhā dan Bhakti Umat Hindu Tengger
Dusun Ngelosari, Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo
Pura Losari Niti merupakan salah satu tempat suci umat Hindu yang terletak di Dusun Ngelosari, Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Pura yang didirikan pada tahun 2000 ini menjadi saksi perjalanan spiritual umat Hindu setempat dalam menjaga dan mempertahankan śraddhā serta bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Perjalanan menuju pura ini membutuhkan tenaga ekstra. Kondisi jalan yang sebagian masih berupa makadam menjadi tantangan tersendiri bagi siapa pun yang hendak berkunjung. Namun, sulitnya perjalanan seakan terbayarkan ketika menyaksikan ketulusan dan semangat kebersamaan umat Hindu yang senantiasa menjaga tempat suci ini.
Sejarah berdirinya Pura Losari Niti tidak terlepas dari ketulusan hati Ibu Minah yang menghibahkan tanah miliknya untuk dijadikan tempat persembahyangan umat Hindu. Sebelum pura ini berdiri, umat Hindu setempat belum memiliki tempat ibadah bersama. Persembahyangan dilaksanakan secara bergiliran dari rumah ke rumah, dalam suasana kekeluargaan yang menyerupai sarasehan keagamaan.
Berkat semangat kebersamaan dan gotong royong, akhirnya berdirilah Pura Losari Niti pada tahun 2000. Meskipun bangunannya sederhana, pura ini memiliki makna yang begitu mendalam bagi kehidupan spiritual umat Hindu di Dusun Ngelosari.
Setiap Purnama Sasih Kapat menurut kalender Tengger, umat Hindu setempat melaksanakan upacara Pujawali sebagai wujud rasa syukur dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Momentum suci ini sekaligus menjadi sarana mempererat tali persaudaraan, menjaga tradisi, dan mewariskan nilai-nilai keagamaan kepada generasi penerus.
Di tengah segala keterbatasan, umat Hindu di Pura Losari Niti tetap guyub, rukun, dan penuh keikhlasan dalam melaksanakan persembahyangan. Mereka membuktikan bahwa kemegahan bangunan bukanlah ukuran utama kesucian sebuah pura, melainkan ketulusan hati umat yang senantiasa menjaga dan menghidupkan nilai-nilai dharma.
Pura boleh sederhana, tetapi śraddhā dan bhakti umatnya tetap kokoh. Jalan menuju pura boleh berbatu, tetapi jalan menuju Hyang Widhi senantiasa terbuka bagi hati yang tulus dan penuh pengabdian.
Om Śānti, Śānti, Śānti Om.
Hong Ulun Basuki Langgeng.