Pak Maidi

Pak Maidi Walikota Madiun 2019 - 2024
Walikota Madiun 2025 - 2030
(1)

19/01/2026

Kota ini bisa berhasil kalau semua pihak saling bersinergi dan saling menjaga. Pemerintah sudah menyediakan tempat yang menarik banyak pengunjung. Sudah menyediakan tempat bagi PKL untuk berjualan. Para pedagang juga harus turut berkontribusi nyata menjaga yang sudah baik ini untuk semakin baik ke depan.

Kemarin saya sengaja meninjau lapak-lapak UMKM di kawasan Pahlawan Street Center dan Pahlawan Religi Center. Setiap makanan dan minuman yang dijual harus dicantumkan harga. Saya tidak mau wisatawan yang datang kecewa karena merasa dientol pedagang. Jangan sampai meninggalkan kesan negatif.

Jangan hanya mencari keuntungan sebanyak-banyaknya di satu hari saja. Tetapi untuk keberlangsungan ke depan. Bagaimana mereka nyaman dan mau kembali datang. Untung sedikit tak masalah tapi berkelanjutan. Daripada hanya ramai sesaat dan semakin ditinggalkan wisatawan. Sekali lagi ini demi keberlanjutan sektor wisata kota. Demi kota kita yang semakin maju mendunia.

17/01/2026

Tanaman yang bagus-bagus dan cocok untuk penghijauan di kota kita. Kemarin saat kunjungan ke Kota Kediri, saya sempatkan melihat langsung sembari gowes. Langsung saya pesan untuk kota kita.

Saya memang memberikan perhatian tersendiri untuk urusan tanaman. Maklum saya berangkat dari ilmu geografi. Ilmu alam. Jangan heran kalau pembangunan dan penataan Kota Madiun juga mengacu ke sana. Sejak menjabat di periode pertama lalu, saya berupaya menambah jumlah pohon besar di kota kita. Selain untuk keindahan, hadirnya tanaman ini memberikan banyak kebermanfaatan. Salah satunya, suplai oksigen dan menurunkan suhu.

Setiap kebijakan pun saya arahkan ke sana. Seperti CSR perusahaan yang banyak diwujudkan pohon dan tanaman juga ucapan selamat yang juga harus tanaman hidup. Bukan sekedar karangan bunga. Makanya, tatkala ada pohon yang mati, saya marah sekali. Masyarakat juga harus ikut menjaga. Ini demi kelestarian kota kita.

17/01/2026

Bunderan Taman sudah menjadi ikon kedua Sunday Market di kota kita. Di sana, perputaran uangnya juga luar biasa. Ini harus kita optimalkan. Karenanya, bersama pak camat dan paguyuban PKL Bunderan, kita cek ke lokasi untuk menentukan apa-apa yang harus dilakukan.

Tentunya ada banyak yang perlu dioptimalkan. Mulai penataan PKL hingga penutupan saluran di sebelah kantor Kecamatan. Saya ingin ini disegerakan. Kawasan ini harus juga maksimal seperti di titik lain. Saya memang berangan setiap kecamatan memiliki pusat kota sendiri. Wilayah Kecamatan Taman sudah memiliki embrio di sini. Maka ini yang kita maksimalkan.

Ke depan, wilayah ini akan kita percantik lagi. Akan kita tata lagi. Tentunya biar semakin menarik. Apalagi ada banyak potensi menarik di sekitar sini. Seperti pasar bunga, Kampung Jepang, dan lainnya. Tentu ini akan turut mendongkrak kawasan sekitar. Dengan begitu semua akan maksimal. Bukan hanya di jantung kota. Tetapi juga wilayah pinggiran.


16/01/2026

Jalan jalan ke Kediri Kota

Kulinernya pecel tumpang dan
tahu takwa

Terimakasih warga kota Kediri gus qowim dan juga mbak .pw

Atas sambutanya yang ramah luar biasa 🙏🏻🙏🏻🙏🏻

15/01/2026

Seperti biasa, saya isi waktu pagi dengan gowes keliling kota. Tapi, kali ini saya bersama Mbak Wali .pw keliling di Kota Kediri.

Melihat-lihat penataan kota, saya rasa Kota Kediri punya banyak potensi. Khususnya potensi wisata.

Di Wisata Alam Sumber Jiput, misalnya. Destinasi wisata ini bisa jadi wisata unggulan Kota Kediri. Lokasi yang sejuk, air jernih, dan pepohonan rindang patut dikembangkan menjadi ekowisata berkelanjutan. Wisatanya dapat ekonomi masyarakat lokal juga dapat.

Dengan semangat bersama membangun kota dan mensejahterakan masyarakat.
Bismillah, Kota Madiun dan Kota Kediri akan berkolaborasi serta bersinergi.

13/01/2026

Perubahan terjadi setiap waktu,
Siapa tidak beradaptasi niscaya akan jadi korban perubahan itu. Pemerintah tidak bisa berkaselerasi jika hanya bekerja sendiri.
Maka kolaborasi yang sinergi adalah kunci. Kota Madiun dan Kediri sepaham tentang hal ini.
Saya bersama mbak .pw berkomitmen untuk bekerjasama membangun Kota. Kota Kediri akan mengadopsi hal-hal positif dari Kota Madiun utamanya bidang pariwisata dan ekonomi begitu juga sebaliknya. Semoga kerjasama inj akan memberikan dampak positif bagi kedua pemerintah untuk mewujudkan satu tujuan yaitu memajukan Kota dan menyejahterakan Masyarakat.

09/01/2026

Gowes keliling kota sudah menjadi rutinitas. Khususnya hari Jumat. Saya ajak pejabat perangkat daerah olahraga sambil cek kondisi kota kita.

Di sela gowes kali ini, saya mampir di lapak UMKM yang berada di Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman. Melihat nasi jotos, perut saya langsung keroncongan. Saya ambil satu bungkus untuk isi ‘’bensin’’ selepas gowes.

Sambil menikmati sebungkus nasi jotos, saya berbincang dengan para pelaku UMKM. Alhamdulillah perekonomian mereka tergerak dengan adanya lapak ini. Saya ikut lega dengarnya.

Di samping Pemkot Madiun membangun lapak UMKM yang merata di seluruh wilayah kelurahan, saya punya jurus jitu agar UMKM semakin hidup, mandiri, dan sejahtera. Yakni, program Pro-UMKM yang telah berjalan sejak 2021 hingga sekarang.

Pro-UMKM merupakan pembinaan intensif, digitalisasi, dan penguatan ekosistem melalui kewajiban ASN untuk belanja di UMKM. ASN yang belanja di UMKM akan terekap dalam aplikasi. Jadi, siapa yang belanja dan siapa yang tidak belanja di lapak UMKM akan ketahuan. Saya lihat satu per satu.

Insya Allah Pro-UMKM ini mampu menciptakan sirkulasi ekonomi besar dan meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha kecil.

Monggo dulur-dulur dilarisi nggih dagangan pelaku UMKM..

09/01/2026

Pembangunan objek wisata di Kota Madiun semakin merata. Jika sebelumnya Kampung Korea di Kelurahan Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, kali ini kota kita punya Kampung Jepang di Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman.

Ke depan, akan ada kampung-kampung replika dunia lainnya di beberapa kelurahan. Seperti Kampung Arab dan Kampung Jawa di wilayah Kecamatan Manguharjo.

Insya Allah, keberadaan kampung-kampung tematik ini memperpanjang daftar objek wisata di Kota Madiun. Pun menggeliatkan sektor wisata maupun ekonomi lebih luas hingga tingkat kelurahan. Lebih dari itu, tiap kampung juga dikonsep sebagai kawasan pertanian program swasembada ketahanan pangan.

Di Kampung Jepang ini, misalnya. Pembangunan memang belum sepenuhnya selesai. Tapi, saya silakan kepada masyarakat yang ingin datang ke Kampung Jepang. Mau berswafoto silakan. Mau menggelar hajat pernikahan atau acara lainnya juga boleh.

Kalau semua sudah sempurna, tiap kampung, termasuk Kampung Jepang, akan kita jadikan objek wisata terintegrasi. Kita sediakan bus Heritage Express bagi wisatawan bersafari di objek-objek wisata di Kota Madiun.

08/01/2026

Beberapa waktu lalu saat gowes, saya lihat kabel semrawut di atas kota kita. Tiang-tiang provider juga semakin banyak. Lima tahun lalu hanya satu. Sekarang sudah 15 tiang di satu lokasi. Ini sangat mengganggu estetika.

‎Maka dari itu, hari ini saya kumpulkan provider di Kota Madiun. Saya ajak semuanya sama-sama menjaga keindahan kota kita. Caranya, dengan menata kabel yang semrawut di atas langit untuk ditanam di bawah tanah.

‎Sebagian jalan di Kota Madiun sudah ada box culvert-nya. Nanti kabel-kabel bisa dimasukkan ke situ. Untuk jalan yang belum ada box culvert-nya, masih boleh menggunakan tiang. Tapi, satu tiang untuk digunakan bersama.

‎Saya tidak mengejar PAD (Pendapatan Asli Daerah). Tapi keindahan dan kenyamanan kota ini. Kalau Kota Madiun tertata rapi dan cantik, niscaya lebih menarik wisatawan dan investor. Dengan begitu, PAD akan ikut naik.

‎Siapapun yang ingin membangun usaha di Kota Madiun, harus mau ikut menjaga dan membangun kota ini.

‎Saya juga mengajak provider-provider ini untuk membantu masyarakat Kota Madiun yang kurang mampu dengan menyalurkan CSR nya dalam bentuk Jaminan sosial. Jadi di mana kabel jaringan ini disekitarnya ada orang kurang mampu maka perusahaan internet ini wajib membantu. Jadi jangan hanya cari keuntungan di Kota ini. Tapi harus andil dalam membangun dan membantu masyarakat Kota Madiun.


07/01/2026

Kota ini harus hidup di segala penjuru. Harus ramai di semua sisi. Karenanya, pembangunan juga harus merata. Kalau di jantung kota sudah banyak ikon negara. Di kelurahan pinggiran juga harus punya destinasi wisata. Seperti di Kelurahan Kanigoro yang kita hadirkan Kampung Korea.

Ini sudah jadi, tinggal sedikit penyempurnaan. Akan kita sempurnakan untuk akses jalan, parkir, dan penerangan. Saya sudah meninjaunya ke sana beberapa waktu yang lalu. Tempatnya asik dengan pemandangan hamparan persawahan. Tak hanya sebagai wisata, kampung ini kita konsep untuk edukasi juga pertumbuhan ekonomi. Apalagi, lokasinya tak jauh dari Lapak Kampir. Artinya, akan saling melengkapi. Masyarakat dapat menikmati Kampung Korea dan beragam kuliner khas lapak UMKM di sana.

Ekonomi harus terus tumbuh. Makanya, tempat-tempat untuk pertumbuhan ekonomi ini juga harus terus kita hadirkan. Tidak hanya Kampung Korea. Nantinya, juga akan ada Kampung Jepang, Kampung Arab, dan Kampung Jawa. Lokasinya juga tersebar. Dengan begitu pertumbuhan ekonomi juga semakin merata.

madiun24jam

07/01/2026

2027 wajib zero sampah di Kota Madiun. Tidak boleh ada alasan. Semua kantor, semua aktivitas ekonomi harus ada tong sampahnya. Tidak cukup hanya itu. Sampah harus terkelola dengan baik. Dipilah sesuai jenisnya. Tidak boleh lagi sembarangan membuang sampah meski sudah pada tempatnya.

Sampah yang akhirnya dibuang ke TPS adalah sampah yang sudah tidak bisa diolah atau dimanfaatkan sama sekali. Kita harus pintar dan bijak. Sampah yang bernilai ekonomis, silahkan dijual. Nanti akan ada banyak bank-bank sampah. Termasuk yang dikelola Koperasi Kelurahan Merah Putih.

Sampah sisa makanan, sayur, dan lainnya, bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak. Makanya, saya juga menganjurkan kantor-kantor kelurahan, kecamatan, dapat memanfaatkan lahannya untuk ternak. Pakannya, dari sisa-sisa makanan tadi.

Sampah harus benar-benar terkelola dengan baik dari tingkat bawah. Dari tingkat masyarakat. Sampah rumah tangga juga harus begitu dengan dikoordinir kelurahan. Kelurahan terbaik saya siapkan reward Rp 500 juta. Sebaliknya, yang membandel akan kita semprit. Akan kita beri sanksi. Akan saya cek langsung dengan sering turun keliling ke bawah. Ini demi kota kita yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Address

Madiun

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pak Maidi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share