Humas Kemenag Kab. Magelang

Directions Website

Humas Kemenag Kab. Magelang Media dan informasi seputar kegiatan Kementerian Agama Kabupaten Magelang

Sinergi Penghulu Magelang Diperkuat melalui Diskusi Keagamaan BerkelanjutanKota Mungkid (Humas) — Penghulu se-Kabupaten ...
20/08/2026

Sinergi Penghulu Magelang Diperkuat melalui Diskusi Keagamaan Berkelanjutan

Kota Mungkid (Humas) — Penghulu se-Kabupaten dan Kota Magelang mengikuti Diskusi Keagamaan Berkelanjutan yang diselenggarakan Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Magelang di Balai Nikah KUA Magelang Utara, Kota Magelang, Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini menjadi wadah memperkuat sinergi, meningkatkan kompetensi, serta memperkokoh komitmen penghulu dalam memberikan pelayanan keagamaan yang berdampak bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang, Makruf Widodo, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Magelang, Maesaroh.

Dalam arahannya, Makruf Widodo mengajak seluruh penghulu untuk terus memperkuat kolaborasi dan profesionalisme agar mampu menghadirkan pelayanan yang semakin berkualitas. Menurutnya, sinergi antar penghulu menjadi modal penting dalam mewujudkan Kementerian Agama Kabupaten Magelang yang berdampak bagi umat.

“Kita harus terus membangun kebersamaan dan memperkuat pelayanan agar setiap langkah yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Maesaroh menekankan pentingnya semangat pembaharuan dalam menjalankan tugas dan fungsi penghulu. Ia mengingatkan bahwa setiap program dan layanan harus dilandasi komitmen yang kuat sehingga mampu memberikan dampak nyata di masa depan.

“Harus ada pembaruan. Komitmen terhadap apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan dampaknya pada masa mendatang,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa Kabupaten dan Kota Magelang memiliki kedekatan wilayah dan karakteristik yang sama, sehingga kolaborasi yang terjalin diharapkan semakin erat untuk menghadirkan pelayanan keagamaan yang lebih optimal bagi masyarakat.

Penyuluh Agama Islam se Eks Karesidenan Kedu Perkuat Sinergi dan Strategi Pelayanan Keagamaan Kota Mungkid (Humas) — Seb...
20/08/2026

Penyuluh Agama Islam se Eks Karesidenan Kedu Perkuat Sinergi dan Strategi Pelayanan Keagamaan

Kota Mungkid (Humas) — Sebanyak 185 penyuluh agama Islam fungsional se-eks Karesidenan Kedu mengikuti Pertemuan dan Rapat Koordinasi Penyuluh Agama Islam Fungsional serta Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Magelang, Rabu (29/7/2026), di Kota Magelang. Kegiatan ini menjadi wadah memperkuat koordinasi, meningkatkan kompetensi, sekaligus menyusun strategi pelayanan keagamaan yang semakin berdampak bagi masyarakat.

Membuka kegiatan, Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono menegaskan bahwa penyuluh agama Islam memiliki peran yang sangat mendasar dalam membangun karakter dan moralitas masyarakat. Menurutnya, negara memiliki kepentingan untuk menjaga nilai-nilai moral warga melalui peran para penyuluh agama yang hadir di setiap daerah.

“Peran penyuluh agama Islam adalah peran yang fundamental. Mari kita susun berbagai program agar dapat terimplementasi dengan baik kepada masyarakat. Pulang dari rakor ini harus membawa strategi baru dan terus berkembang dalam memberikan pelayanan,” pesannya.

Wali Kota juga mengajak seluruh peserta menginternalisasikan semangat yang terkandung dalam lagu Penyuluh Agama sebagai motivasi dalam menjalankan tugas. Ia berharap sinergi yang terbangun melalui forum ini semakin memperkuat kolaborasi lintas wilayah dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang lebih berkualitas.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Magelang, Maesaroh, menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta yang berasal dari Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Temanggung, Purworejo, Wonosobo, dan Kebumen. Ia berharap pertemuan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman serta penguatan profesionalisme penyuluh agama Islam.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang, Makruf Widodo, turut menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran strategis penyuluh agama. Ia berharap seluruh program yang telah disusun dapat diinternalisasikan dan diimplementasikan secara optimal di tengah masyarakat.

“Penyuluh mengemban amanah yang besar untuk mewujudkan masyarakat yang religius. Jadilah corong Kementerian Agama dalam menyampaikan nilai-nilai keagamaan, moderasi, dan program-program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Makruf.

Rangkaian kegiatan diisi dengan pembinaan bertema Penguatan Tupoksi Penyuluh dan Optimalisasi Pelayanan, serta sesi Knowledge Sharing mengenai penyampaian hasil Rapat Kerja Nasional III IPARI Tahun 2026. Materi tersebut diharapkan dapat memperkaya wawasan sekaligus memperkuat kapasitas penyuluh dalam menjawab tantangan pelayanan keagamaan di tengah masyarakat.

Peserta yang hadir terdiri atas 16 penyuluh dari Kota Magelang, 32 dari Kabupaten Magelang, 32 dari Temanggung, 36 dari Purworejo, 32 dari Wonosobo, dan 35 dari Kebumen. Melalui kegiatan ini, para penyuluh diharapkan semakin solid dalam memperkuat koordinasi, meningkatkan kualitas pembinaan umat, serta menghadirkan pelayanan keagamaan yang profesional, adaptif, dan berdampak bagi masyarakat.

Diseminasi Kurikulum Berbasis Cinta Perkuat Kompetensi Guru Madrasah Ibtidaiyah Kota Mungkid (Humas) — Kementerian Agama...
20/08/2026

Diseminasi Kurikulum Berbasis Cinta Perkuat Kompetensi Guru Madrasah Ibtidaiyah

Kota Mungkid (Humas) — Kementerian Agama Kabupaten Magelang menggelar Diseminasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diikuti 66 guru Madrasah Ibtidaiyah perwakilan Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) pada Rabu, (29/2026) di Trio Azana Magelang.

Kegiatan yang merupakan program kerja KKMI dan berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis 29-30 Juli 2026, ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang, Makruf Widodo, ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya kegiatan.

Diseminasi bertujuan meningkatkan kompetensi guru sekaligus menyamakan persepsi dalam implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah. Para peserta diharapkan menjadi agen diseminasi yang mampu menyampaikan kembali materi kepada guru-guru di wilayah masing-masing sehingga implementasi KBC dapat berjalan secara optimal.

Dalam arahannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang, Makruf Widodo, menekankan bahwa keberhasilan Kurikulum Berbasis Cinta sangat bergantung pada implementasi nyata oleh para pendidik.

Ia menyampaikan bahwa kurikulum itu penting, tetapi yang lebih penting adalah metode. Metode juga penting, namun guru jauh lebih penting. Bahkan, ruh dan jiwa guru dalam mendidik jauh lebih bermakna daripada sekadar mengajar.

“Kurikulum Berbasis Cinta bukan hanya buku, tetapi harus diwujudkan melalui implementasi dan tindakan nyata. Tiga bulan ke depan saya ingin melihat hasilnya. Hasil diseminasi ini harus disosialisasikan dan akan saya pantau,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dapat terlaksana secara berkesinambungan di seluruh madrasah, sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang berpusat pada nilai kasih sayang, keteladanan, dan penguatan karakter peserta didik.

Kemenag Kabupaten Magelang Dukung Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi SosialKota Mungkid (Humas) - Kantor Kemente...
20/08/2026

Kemenag Kabupaten Magelang Dukung Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Kota Mungkid (Humas) - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang turut mendukung Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial melalui kehadiran Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Muchamad Miftachusurur, pada Pertemuan Pemangku Kepentingan Tingkat Kabupaten Magelang Tahun 2026 di Graha Seba Pustaka Dispuspa Kabupaten Magelang, Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Sapta Cipta Bupati Magelang, khususnya program Pinter Ngaji dan Pinter Sekolah Bocahe.

Kehadiran Kementerian Agama menjadi wujud sinergi dalam memperkuat budaya literasi, khususnya di lingkungan madrasah. Melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, madrasah diharapkan semakin berperan dalam meningkatkan kualitas literasi dan pembelajaran yang berdampak bagi masyarakat.

Kementerian Agama Kabupaten Magelang berkomitmen terus mendukung program pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing melalui penguatan budaya literasi.

Kemenag Kabupaten Magelang Percepat Penyelesaian Ruislag Tanah Wakaf, Pastikan Hak Umat Terlindungi dalam Pembangunan To...
20/08/2026

Kemenag Kabupaten Magelang Percepat Penyelesaian Ruislag Tanah Wakaf, Pastikan Hak Umat Terlindungi dalam Pembangunan Tol Yogyakarta–Bawen

Kota Mungkid (Humas) — Di balik pembangunan Jalan Tol Yogyakarta–Bawen, terdapat komitmen besar untuk memastikan hak masyarakat, khususnya atas tanah wakaf, tetap terlindungi. Komitmen tersebut diwujudkan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang melalui Rapat Koordinasi Penyelesaian Ruislag Tanah Wakaf Terdampak Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Yogyakarta–Bawen yang digelar di Op Room Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang, Rabu (29/7/2026).

Rapat ini menjadi langkah nyata Kementerian Agama dalam memberikan pendampingan dan kepastian proses perubahan status atau tukar menukar (ruislag) harta benda wakaf yang terdampak pembangunan jalan tol. Tujuannya bukan sekadar mempercepat proses administrasi, tetapi memastikan aset wakaf tetap terjaga nilai, fungsi, dan kemanfaatannya bagi umat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas Surat Pejabat Pembuat Komitmen Pengadaan Tanah Jalan Tol 1.18 Nomor UM0102/T/Bk7.18/2026/134.10 tentang percepatan dan akselerasi penyelesaian izin perubahan status atau tukar menukar harta benda wakaf terdampak Proyek Strategis Nasional Jalan Tol Yogyakarta–Bawen.

Rapat yang dilaksanakan secara hybrid melalui Zoom Meeting ini menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidang perwakafan, yaitu Attan Navaron selaku Ketua Tim Wakaf Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Moh. Fajri Nukman selaku Pejabat Pembuat Komitmen Pengadaan Tanah Jalan Tol 1.18, serta Asih Nirbiyanti selaku Kepala Satuan Kerja Pengadaan Tanah Jalan Tol Wilayah I.

Hadir p**a Faizah Hanik Kepala Subbag TU, Nur Kholiq Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Tim Penetapan Keseimbangan Nilai dan Manfaat, Kepala KUA dari kecamatan Ngluwar, Muntilan, Mungkid, Tegalrejo, Candimulyo, Secang, dan Grabag, serta Pengurus Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Magelang.

Bagi masyarakat, proses ini memberikan kepastian bahwa tanah wakaf yang terdampak pembangunan tidak serta-merta beralih fungsi. Setiap perubahan status harus melalui mekanisme yang ketat sesuai Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf dan peraturan turunannya. Dengan demikian, manfaat wakaf tetap berkelanjutan, sementara pembangunan infrastruktur nasional dapat berjalan sesuai rencana.

Melalui koordinasi lintas sektor ini, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang menunjukkan perannya sebagai institusi yang hadir di tengah masyarakat, tidak hanya mengurus administrasi keagamaan, tetapi juga menjadi pengawal perlindungan aset wakaf umat. Kementerian Agama berkomitmen memberikan pelayanan yang profesional, akuntabel, dan solutif agar kepentingan pembangunan nasional dapat berjalan beriringan dengan terjaganya kemaslahatan umat.

Apel Senin: Kemenag Kabupaten Magelang Teguhkan Komitmen Wujudkan Kemenag BerdampakKota Mungkid (Humas) — Semangat mewuj...
20/08/2026

Apel Senin: Kemenag Kabupaten Magelang Teguhkan Komitmen Wujudkan Kemenag Berdampak

Kota Mungkid (Humas) — Semangat mewujudkan Kementerian Agama Berdampak terus diteguhkan di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang melalui Apel Senin Pagi yang digelar pada Senin (27/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat komitmen aparatur sipil negara (ASN) untuk menghadirkan pelayanan yang profesional, bermanfaat, dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Bertindak sebagai pembina apel, Penyelenggara Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang, Vinsensius Kriswidiatma Tjahja Hernawa, mengajak seluruh ASN untuk terus meningkatkan dedikasi dan kinerja sehingga setiap tugas yang dijalankan mampu memberikan dampak nyata bagi umat dan masyarakat.

“Kita sebagai ASN Kementerian Agama harus bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta memastikan setiap pelayanan yang diberikan benar-benar menghadirkan manfaat sebagai wujud Kemenag Berdampak,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan Surat Keputusan (SK) Kenaikan Pangkat kepada enam ASN di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang. Dari jumlah tersebut, satu orang merupakan guru dan lima orang merupakan pengawas madrasah.

Penyerahan SK kenaikan pangkat menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja ASN sekaligus diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan profesionalisme, kompetensi, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Melalui semangat kebersamaan dan pengabdian, Kementerian Agama Kabupaten Magelang berkomitmen menghadirkan layanan keagamaan yang semakin berkualitas dan berdampak bagi seluruh lapisan masyarakat.

Indonesia Tipitaka Chanting Perkuat Harmoni dan Kontribusi Umat bagi NegeriKota Mungkid (Humas) — Indonesia Tipitaka Cha...
20/08/2026

Indonesia Tipitaka Chanting Perkuat Harmoni dan Kontribusi Umat bagi Negeri

Kota Mungkid (Humas) — Indonesia Tipitaka Chanting (ITC) dan Asalha Mahapuja 2570 B.E./2026 menjadi momentum penguatan nilai-nilai spiritual sekaligus harmoni kebangsaan. Kegiatan yang berlangsung pada 24–26 Juli 2026 di Taman Lumbini, kawasan Taman Wisata Candi Borobudur, diikuti lebih dari 2.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.

Kegiatan ini diikuti para Bhikkhu dari berbagai negara, samanera, atthasilani, serta upasaka-upasika yang menjalankan Atthasila. Peringatan tahun ini mengusung tema “Menapaki Jalan Mulia, Bersumbangsih bagi Negeri”. Tema tersebut mencerminkan semangat partisipasi umat Buddha dalam memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara Indonesia melalui pengamalan nilai-nilai Dhamma.

Puncak peringatan Asalha Mahapuja pada Minggu (26/7/2026) turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang, Makruf Widodo, bersama Kasi Bimas Islam dan Penyelenggara Buddha dengan unsur pemerintah, tokoh agama, dan tamu undangan lainnya sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan moderasi beragama dan kerukunan umat.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Supriyadi mewakili Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dalam sambutannya menegaskan bahwa nilai cinta kasih menjadi fondasi penting dalam kehidupan berbangsa. “Nilai cinta kasih menjadi pusat perputaran dunia untuk menguatkan keberagamaan yang harmonis, terjaganya peradaban dan persaudaraan,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Indonesia Tipitaka Chanting yang secara konsisten menjadi ruang pelestarian nilai budaya sekaligus mempererat harmoni antarumat beragama. Menurutnya, kegiatan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam merawat keberagaman sebagai kekuatan bangsa.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang, Makruf Widodo, menegaskan komitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan keagamaan yang memperkuat kerukunan dan moderasi beragama. Menurutnya, Indonesia Tipitaka Chanting menjadi momentum penting untuk menumbuhkan nilai cinta kasih, toleransi, dan persaudaraan.

“Candi Borobudur kembali hadir bukan sekadar sebagai objek wisata, melainkan menjadi ruang spiritual yang hidup, tempat di mana ajaran leluhur dihayati, manusia menundukkan diri dalam hening, serta menjadi simbol toleransi dan kedamaian antar umat beragama,” ujarnya.

Bangun Kolaborasi Antarinstansi, Kemenag Kabupaten Magelang Perkuat Layanan Keagamaan dan Penegakan HukumKota Mungkid (H...
20/08/2026

Bangun Kolaborasi Antarinstansi, Kemenag Kabupaten Magelang Perkuat Layanan Keagamaan dan Penegakan Hukum

Kota Mungkid (Humas) — Kementerian Agama Kabupaten Magelang terus memperkuat kolaborasi lintas sektor sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui audiensi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang, Makruf Widodo, bersama Kepala Sub Bagian TU, Faizah Hanik dan para Kasi dan Penyelenggara ke Pengadilan Agama Mungkid, Polresta Magelang, Pengadilan Negeri Mungkid, dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Magelang, Kamis (23/7/2026).

Audiensi di Pengadilan Agama Mungkid menjadi momentum memperkuat sinergi yang telah terjalin, khususnya dalam pelaksanaan sidang itsbat nikah. Kolaborasi tersebut diharapkan terus mendukung kemudahan akses layanan dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

Di Polresta Magelang, pembahasan difokuskan pada penguatan kerja sama melalui program yang telah terjalin, salah satunya Da’i Kamtibmas. Program ini melibatkan penyuluh agama sebagai mitra kepolisian dalam membangun kesadaran masyarakat, memperkuat nilai-nilai moderasi beragama, serta menjaga keamanan dan ketertiban melalui pendekatan keagamaan.

Sementara itu, audiensi dengan Pengadilan Negeri Mungkid dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Magelang menjadi ajang mempererat komunikasi sekaligus memperkuat koordinasi antarlembaga. Sinergi tersebut diharapkan semakin mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing instansi dalam memberikan pelayanan publik yang profesional, akuntabel, dan berkeadilan.

“Kami ingin membangun kolaborasi yang semakin kuat dengan seluruh mitra strategis. Dengan sinergi yang baik, setiap instansi dapat saling mendukung sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih optimal,” ujar Makruf Widodo.

Melalui audiensi ini, Kementerian Agama Kabupaten Magelang menegaskan komitmennya untuk terus membangun kemitraan lintas instansi sebagai fondasi menghadirkan pelayanan keagamaan dan pelayanan publik yang semakin berkualitas serta berdampak bagi masyarakat.

Peringatan Hari Anak Nasional Perkuat Komitmen Wujudkan Lingkungan Aman dan Ramah AnakKota Mungkid (Humas) — Peringatan ...
20/08/2026

Peringatan Hari Anak Nasional Perkuat Komitmen Wujudkan Lingkungan Aman dan Ramah Anak

Kota Mungkid (Humas) — Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memenuhi hak serta memberikan perlindungan terbaik bagi anak sebagai generasi penerus bangsa. Semangat tersebut ditegaskan dalam Upacara Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 yang digelar di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang, Kamis (23/7/2026).

Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang, Makruf Widodo, membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Dalam amanatnya disampaikan bahwa Hari Anak Nasional bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat pemenuhan hak anak atas hidup, tumbuh, berkembang, berpartisipasi, serta memperoleh perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.

Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan,” peringatan HAN Tahun 2026 menegaskan bahwa setiap anak merupakan pribadi yang berharga dan subjek pembangunan yang harus dihormati, didengar pendapatnya, serta diberikan ruang untuk berkembang sesuai usia dan tingkat kematangannya.

Makruf menyampaikan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang tidak dapat dilakukan pemerintah semata. Diperlukan sinergi keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dunia usaha, media, tokoh agama, hingga seluruh elemen bangsa untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak, termasuk di ruang digital.

“Melindungi anak dan memastikan hak-haknya terpenuhi, sesungguhnya kita sedang membangun fondasi masa depan bangsa yang lebih maju, adil, dan berkelanjutan,” demikian pesan Menteri PPPA yang dibacakan Makruf.

Melalui peringatan ini, seluruh peserta juga diajak mendukung Gerakan BERLIAN (Bersama Lindungi Anak) sebagai gerakan kolaboratif untuk membudayakan perlindungan anak dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Selain itu, nilai-nilai Berakhlak Mulia, Bahagia, Peduli, Berani, Cerdas, Solidaritas, Aman, dan Bertanggung Jawab diharapkan menjadi karakter yang tertanam dalam diri setiap anak Indonesia.

Belajar di Bawah Atap Rusak, Kemenag Kabupaten Magelang Berikan Bantuan Kota Mungkid (Humas) – Peserta didik Raudhatul A...
20/08/2026

Belajar di Bawah Atap Rusak, Kemenag Kabupaten Magelang Berikan Bantuan

Kota Mungkid (Humas) – Peserta didik Raudhatul Athfal (RA) Muslimat NU Pasuruan 2 Kabupaten Magelang sempat belajar di bawah atap rusak. Bangunan yang terdiri dari empat ruang yaitu dua ruang kelas, ruang guru dan ruang bermain tersebut, terdapat dua ruang beratap rusak. Saat ini, dua ruang beratap rusak masih digunakan sebagai ruang penyimpanan dan ruang guru.

“Kalau malam turun hujan, pagi sebelum kegiatan belajar, para guru membersihkan genangan air terlebih dahulu. Ketika jam sekolah hujan, anak anak kehujanan karena gentengnya banyak yang bergeser,” ungkap salah satu pengajar RA Pasuruan 2. Terlihat atap-atap yang terbuka dan banyak genteng rusak. “Saat ini, ruang kelas yang beratap rusak sudah berpindah ke ruang yang tidak bocor walaupun atapnya masih sederhana tetapi anak-anak sudah tidak kehujanan. Untuk ruang guru masih beratap bocor” lanjutnya

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang, Makruf Widodo beserta jajarannya melakukan kunjungan dan melihat langsung kerusakan-kerusakan pada bangunan salah satu RA yang ada di wilayah Kabupaten Magelang tersebut.

“Semoga dapat memberikan manfaat bagi perbaikan atap sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan baik,” harap Kakan saat menyampaikan bantuan kepada pihak RA Pasuruan, Kamis (22/07/2026).

Pihak Kemenag Kabupaten Magelang juga berharap dengan diperbaikinya sarana prasarana, akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan animo masyarakat untuk menitipkan putra-putrinya di sekolah tersebut.

Address

Jalan Mayjend Bambang Sugeng No. 46
Magelang
56172

Opening Hours

Monday 08:00 - 15:00
Tuesday 08:00 - 15:00
Wednesday 08:00 - 15:00
Thursday 08:00 - 15:00
Friday 08:00 - 15:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Humas Kemenag Kab. Magelang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share