14/08/2026
*1. CKG*
Presiden menegaskan pentingnya kesehatan sebagai fondasi pembangunan manusia. Program Cek Kesehatan Gratis kini telah menjangkau 108 juta orang dan tersedia di 10.255 puskesmas di 38 provinsi.
Semangat yang sama juga hadir di lingkungan pendidikan Kementerian Agama. Madrasah dan pesantren menjadi bagian penting dalam upaya memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat sebelum melangkah lebih jauh dalam belajar.
Hingga saat ini, sebanyak 1.233.370 siswa madrasah dan santri telah mendapatkan cek kesehatan gratis.
Sebab pendidikan yang berkualitas tidak hanya membutuhkan ruang kelas dan guru yang baik. Ia juga membutuhkan anak-anak yang sehat, kuat, dan siap belajar.
Sehat anaknya, kuat belajarnya, cerah masa depannya.
*2. MBG*
Dalam paparan Presiden, pemenuhan gizi ditempatkan sebagai fondasi pembangunan manusia. Pesannya sederhana: anak tidak dapat belajar dengan baik ketika lapar. Program Makan Bergizi Gratis juga diarahkan untuk menggerakkan ekonomi lokal melalui hasil petani, peternak, nelayan, dan UMKM.
Di lingkungan Kementerian Agama, manfaat MBG juga menjangkau *11.878.330 siswa madrasah dan santri*. Pesantren bahkan memiliki potensi lebih besar, bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem penyediaan makanan bergizi dan penguatan ekonomi masyarakat sekitar.
Karena satu piring makanan bukan sekadar soal kenyang. Ia adalah energi untuk belajar, tumbuh, dan mengejar masa depan.
Dari madrasah dan pesantren, gizi yang baik ikut menyiapkan generasi Indonesia yang kuat.
*3. Revitalisasi Pendidikan*
Percepatan besar revitalisasi satuan pendidikan jadi prioritas Presiden Prabowo Subianto. Pada 2025, sebanyak 16.167 sekolah menerima bantuan revitalisasi. Pada 2026 jumlahnya meningkat menjadi 71.744 sekolah.
Madrasah menjadi bagian dari gerak besar tersebut. *Tercatat lebih dari 1.400 madrasah menjadi sasaran Revitalisasi Pendidikan pada 2025-2026.*
Pada 2026, revitalisasi madrasah terus berjalan melalui kolaborasi lintas kementerian. Kementerian PU menangani prasarana, sementara Keme