Sulsel Bicara Baik

Sulsel Bicara Baik Situs berantas hoaks resmi dibawah kelola Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Kembali beredar informasi Lowongan Kerja PT Angkasa Pura I (Persero) kali ini untuk Tahun 2021  di berbagai grup WhatsAp...
04/10/2021

Kembali beredar informasi Lowongan Kerja PT Angkasa Pura I (Persero) kali ini untuk Tahun 2021 di berbagai grup WhatsApp. Dimana, informasi lowongan tersebut kembali menawarkan gaji pokok yang sebesar Rp 6,5 juta, ditambah berbagai fasilitas seperti uang makan, BPJS, dan premi kehadiran.

Pelamar diminta mengirim dokumen CV, ijazah, KTP, kartu keluarga, dan data pribadi lainnya melalui sebuah email.

Berdasarkan hasil penelusuran Tim Redaksi, lowongan tersebut adalah informasi hoaks yang diolah dan disebarkan kembali. Jenis informasi seperti ini sangatlah berbahaya. Sebab, data yang dikirimkan berpotensi dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Yuk lebih bijak lagi dalam menerima informasi! Jangan percaya lowongan pekerjaan jika tidak bersumber dari situs atau akun resmi Perusahaan terkait.

Semangat para pencari kerja!πŸ‘

Beredar narasi yang menyebutkan bahwa layanan internet berbagai provider akan mati pada 24-30 September 2021.Narasi ini ...
28/09/2021

Beredar narasi yang menyebutkan bahwa layanan internet berbagai provider akan mati pada 24-30 September 2021.

Narasi ini beredar di media sosial berbagai platform yaitu Facebook, TikTok, dan pesan berantai di aplikasi WhatsApp.

Informasi ini dipastikan tidak benar. Masyarakat diimbau untuk tak memercayai informasi yang beredar tanpa memastikan kebenarannya.

Mari !πŸ‘

Beredar gambar melalui pesan berantai facebook yang menyatakan bahwa pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tidak lagi m...
27/09/2021

Beredar gambar melalui pesan berantai facebook yang menyatakan bahwa pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tidak lagi menanggung pasien Covid-19 per 1 Oktober. Selain itu, disebutkan p**a bahwa BPJS hanya menanggung maksimal Rp18 juta.

Berdasarkan hasil penelusuran redaksi Sulsel Bicara Baik, klaim tersebut tidak benar. Dilansir dari medcom.id, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi meluruskan informasi keliru tersebut. Ditegaskan, biaya perawatan pasien Corona tetap ditanggung pemerintah dan sumber anggaran masih dari Kementerian Kesehatan RI.

Mari πŸ˜·πŸ‘

Tidak lama ini, sebuah unggahan video tersebar memperlihatkan ribuan burung pipit jatuh tergeletak di tanah. Adapun ungg...
23/09/2021

Tidak lama ini, sebuah unggahan video tersebar memperlihatkan ribuan burung pipit jatuh tergeletak di tanah. Adapun unggahan tersebut disertai narasi "Akibat CHAM TRAIL ribuan burung Pipit pada mati dan dedaunan pada layu, seandainya ini terjadi pada kalian yang melakukan perbuatan ini, apakah tidak akan menderita jangka panjang dan kemudian mati karena menghirup udara yang mengandung Gas beracun...GIANYAR, KAMIS 9/9 2021".

Faktanya, klaim yang mengatakan bahwa ribuan burung pipit jatuh dan mati karena chemtrail adalah salah. Menurut Kepala Sub Bagian Tata Usaha BKSDA Bali, Prawono Meranto menduga fenomena tersebut dipengaruhi hujan asam. Sehingga, menyebabkan burung-burung pipit itu terjatuh dan mati.

Mari bijak dalam menerima informasi! Jika ragu, bisa langsung informasikan melalui DM atau Website sulselbicarabaik.sulselprov.go.id πŸ˜·πŸ‘

Beredar informasi melalui aplikasi WhatsApp mengenai tulisan yang diklaim berasal dari Dosen Biokimia Institut Pertanian...
22/09/2021

Beredar informasi melalui aplikasi WhatsApp mengenai tulisan yang diklaim berasal dari Dosen Biokimia Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Ir. Hj. Sri Nurdiati yang mengatakan antibodi lebih penting dari sekadar memakai masker di masa pandemi Covid-19.

Dilansir dari medcom.id, klaim bahwa Sri Nurdiati meminta masyarakat untuk tidak panik karena masker namun lebih penting mementingkan antibodi adalah salah. Faktanya, informasi ini telah dibantah langsung oleh Sri Nurdiati. Dilansir laman resmi IPB, Dr. Sri Nurdiati memang Dekan FMIPA IPB. Namun, catatan dalam laman resmi IPB menyatakan bahwa beliau bukan dosen Biokimia, melainkan dosen di Departemen Matematika, tepatnya bagian Matematika Komputasi dan membantah bahwa ia tidak pernah menulis pesan berantai itu.

Sempat beredar informasi melalui Facebook bahwa mencuci hidung dengan garam dapur bisa menghilangkan virus Corona atau C...
20/09/2021

Sempat beredar informasi melalui Facebook bahwa mencuci hidung dengan garam dapur bisa menghilangkan virus Corona atau COVID-19. Benarkah info tersebut ?

Informasi tersebut beredar dengan klaim bahwa virus COVID-19 bisa dihilangkan dengan cara membasuh hidung memakai air garam. Teknisnya, satu sendok makan atau 10 gram garam dapur dicampurkan dengan 1 liter air.

Menurut dr. Fikry Hamdan Yasin SpTHT KL(K), yang berpraktik di RS Eka Hospital BSD, menegaskan terapi cuci hidung ini tak bisa dilakukan dengan bahan sembarangan. Cairan terbaik untuk membersihkan hidung adalah NaCL( natrium klorida) dengan konsentrasi 0,9%. Cairan NaCL 0,9% sebaiknya tidak diganti dengan bahan lainnya, seperti garam dapur, karena justru dapat merusak mukosa hidung.

Cengkeh, si kecil coklat ini memang banyak mengandung khasiat. Selain menjadi bumbu masakan, Cengkeh juga katanya mampu ...
19/09/2021

Cengkeh, si kecil coklat ini memang banyak mengandung khasiat. Selain menjadi bumbu masakan, Cengkeh juga katanya mampu membuat saturasi oksigen yang turun bisa ditingkatkan dengan mengunyah cengkeh dan kayu manis.

Lagi-lagi, informasi tersebut menyebar melalui pesan berantai di platform whatsapp. Dimana dikatakan bahwa mengunyah cengkeh telah dilakukan percobaan oleh seseorang dengan kadar oksigen yang rendah kemudian bisa meningkatkan kadar oksigen dan menyelamatkan nyawa. Benarkah? πŸ’

Faktanya, dilansir dari Medcom. Guru Besar Fakultas Farmasi UGM, Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt mengatakan, belum ada uji klinis yang membuktikan mengunyah cengkeh atau kayu manis dapat meningkatkan kadar oksigen. Dengan kata lain, klaim ini belum terbukti secara ilmiah.

Mari cerdas dalam menerima informasi! πŸ˜·πŸ‘

Sebuah pesan berantai kembali beredar di platform Whatsapp, pesan tersebut memberikan informasi terkait cara mengonsumsi...
18/09/2021

Sebuah pesan berantai kembali beredar di platform Whatsapp, pesan tersebut memberikan informasi terkait cara mengonsumsi dan kandungan yang terdapat dalam petai. Dimana, diklaim bahwa mengonsumsi petai dengan rutin dapat mengobati sakit pada kaki, pinggang, hingga menyembuhkan kanker.

Faktanya, klaim bahwa petai dapat sembuhkan sakit pada kaki, pinggang, hingga menyembuhkan kanker adalah tidak memiliki sumber kredibel. Dilansir dari Kompas.com, Guru Besar Fakultas Farmasi UGM, Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt mengatakan bahwa informasi mengonsumsi banyak petai dapat mengatasi sakit pada kaki, pinggang, hingga menyembuhkan kanker adalah tidak benar. Menurutnya, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut. Prof. Zullies menambahkan, pesan berantai yang berisi informasi mengonsumsi banyak petai dapat mengatasi sakit pada kaki, pinggang, hingga menyembuhkan kanker patut dicurigai sebagai hoaks.

Kembali beredar mulai akhir Agustus 2021 lalu, sebuah link mengenai bantuan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masy...
16/09/2021

Kembali beredar mulai akhir Agustus 2021 lalu, sebuah link mengenai bantuan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sebesar Rp 500.000.

Dilansir dari Kompas, Kemensos menegaskan bahwa mereka tidak pernah memberikan bansos melalui link yang disebutkan pada unggahan. Link yang dibagikan dalam unggahan itu tidak benar dan bukan tautan resmi Kemensos.

Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (Dirjen PFM) Kemensos, Asep Sasa Purnama mengatakan, hingga saat ini program bansos yang diselenggarakan oleh Kemensos yakni Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunat (BPNT)/Kartu Sembako yang dicairkan melalui rekening bank langsung kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Mari πŸ˜·πŸ‘

Beredar foto yang diklaim memperlihatkan perbandingan penampilan perempuan di Kabul, Afghanistan, dari masa ke masa. Fot...
13/09/2021

Beredar foto yang diklaim memperlihatkan perbandingan penampilan perempuan di Kabul, Afghanistan, dari masa ke masa. Foto itu beredar di media sosial.Β 

Dari hasil penelusuran, klaim kedua foto yang beredar tersebut memperlihatkan perbandingan pakaian perempuan Aghanistan pada 1970 dan 2021 adalah salah. Faktanya, kedua foto tidak saling berhubungan.Β 

Dilansir dari Tempo, foto pertama bukan foto wanita Kabul melainkan foto mahasiswa perempuan dari Universitas Teheran, Iran, pada tahun 1971. Sementara foto kedua adalah foto wanita Afghanistan yang diambil pada 19 Juni 2012 sehingga tidak terkait dengan kondisi perempuan Afganistan saat pendudukan ibu kota Kabul oleh milisi Taliban pada Agustus 2021.

Beredar narasi Jokowi bisa jual separuh p**au Kalimantan Timur atau Kaltim untuk Ibu Kota Negara baru. Hal itu beredar d...
08/09/2021

Beredar narasi Jokowi bisa jual separuh p**au Kalimantan Timur atau Kaltim untuk Ibu Kota Negara baru. Hal itu beredar dalam narasi yang disebar melalui sebuah akun Facebook.

Dia mengunggah tangkapan layar berupa judul artikel dari petromaz[dot]blogspot[dot]com berjudul β€œSoal Pemindahan Ibukota, Jokowi: Kita Bisa Jual Separo Dari Pulau Kaltim”.

Faktanya, berita ini adalah hoaks lama yang kembali beredar di tengah masyarakat dengan sedikit perubahan. Tidak ditemukan informasi resmi terkait pernyataan Presiden Jokowi soal menjual separuh p**au Kalimantan.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang Anda dapatkan, pastikan berita tersebut berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Mariki' πŸ™

Telah beredar di media sosial sebuah unggahan berupa informasi terkait daftar penyakit yang akan dinyatakan sebagai pend...
07/09/2021

Telah beredar di media sosial sebuah unggahan berupa informasi terkait daftar penyakit yang akan dinyatakan sebagai penderita Covid-19 jika pasien dibawa ke Rumah Sakit.

Faktanya, klaim yang mengatakan bahwa daftar penyakit yang akan dinyatakan sebagai penderita Covid-19 apabila pasien dibawa ke Rumah Sakit adalah hoaks. Juru Bicara Covid-19 Prof Wiku Adi Sasmito menjelaskan bahwa Rumah Sakit tidak akan vonis covid-19 terhadap pasien tanpa bukti.

Epidemiolog dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Bayu Satria juga menjelaskan sejumlah penyakit penyerta terkait Covid-19 yang bisa memperparah kondisi pasien. Ketika orang dengan komorbid tersebut terkena Covid-19, maka ada risiko cukup tinggi untuk mengalami gejala parah.

Mari saring sebelum sharing informasi yang didapatkan πŸ™

Address

Makassar

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sulsel Bicara Baik posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Sulsel Bicara Baik:

Share