Karantina Sulawesi Selatan

Karantina Sulawesi Selatan Balai Besar Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Selatan

Pastikan Bebas Rabies, Karantina Sulsel Uji Sampel Serum Anjing Poodle Sebelum Dikirim ke BaubauMakassar – Karantina Sul...
06/05/2026

Pastikan Bebas Rabies, Karantina Sulsel Uji Sampel Serum Anjing Poodle Sebelum Dikirim ke Baubau

Makassar – Karantina Sulsel melakukan pengujian laboratorium terhadap seekor anjing ras Poodle. Hal ini dilakukan sebagai syarat mutlak penjaminan kesehatan hewan sebelum diberangkatkan menuju Baubau, Sulawesi Tenggara.

Anjing berumur 5 tahun tersebut menjalani pengujian ELISA Rabies untuk memastikan anjing tersebut memiliki antibodi rabies yang cukup dan bebas dari penyakit mematikan. Pemeriksaan ini merupakan tindak lanjut dari permohonan pengujian laboratorium yang diajukan melalui UPT Pusat Kesehatan Hewan, Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar pada 4 Mei 2026.

Kepala Karantina Sulsel, Sitti Chadidjah menegaskan bahwa setiap lalu lintas hewan penular rabies (HPR) antarwilayah harus disertai dengan sertifikat kesehatan yang sah. Menurutnya, pengujian laboratorium seperti ELISA Rabies sangat krusial untuk mencegah penyebaran penyakit rabies ke wilayah lain, terutama ke daerah tujuan seperti Sulawesi Tenggara.

"Kami berkomitmen penuh dalam menjaga keamanan hayati di wilayah Sulawesi Selatan maupun daerah tujuan pengiriman. Melalui pengujian ELISA Rabies pada sampel serum anjing ini, kami memastikan bahwa hewan yang dilalulintaskan benar-benar sehat dan sudah memiliki kekebalan terhadap rabies," ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa prosedur ini merupakan bagian dari penerapan UU Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.

"Masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya melapor ke petugas karantina saat akan membawa hewan kesayangan keluar daerah. Hal ini bukan sekadar administratif, melainkan langkah nyata kita bersama dalam melindungi kesehatan masyarakat dan populasi hewan dari ancaman penyakit zoonosis," tambahnya.

Cegah Penyakit Masuk Sulsel, Karantina Sulsel Musnahkan Puluhan Komoditas Tanpa Dokumen dari Luar NegeriMakassar – Karan...
06/05/2026

Cegah Penyakit Masuk Sulsel, Karantina Sulsel Musnahkan Puluhan Komoditas Tanpa Dokumen dari Luar Negeri

Makassar – Karantina Sulawesi Selatan menggelar pemusnahan terhadap berbagai media pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK), dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK). Kegiatan yang berlangsung di kantor Balai Besar Karantina Sulsel ini dihadiri oleh jajaran instansi terkait, mulai dari Bea Cukai, BKSDA, Avsec Bandara Sultan Hasanuddin Makassar hingga kepolisian.

Dalam sambutannya, Kepala Karantina Sulsel, Sitti Chadidjah menekankan bahwa tindakan pemusnahan merupakan amanat Undang - Undang Nomor 21 Tahun 2019 dan sebagailangkah preventif krusial untuk melindungi sumber daya alam hayati Sulawesi Selatan dari ancaman penyakit yang dapat merusak ekonomi.

"Pemusnahan ini adalah salah satu langkah preventif yang sangat penting untuk mencegah penyebaran risiko yang lebih luas di wilayah Sulawesi Selatan. Kita tidak ingin provinsi ini terjebak kembali pada penyebaran penyakit seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di tahun-tahun sebelumnya yang memberikan dampak ekonomi luar biasa," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa mayoritas komoditas yang dimusnahkan merupakan hasil penegahan pada kegiatan tindak karantina di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Komoditas tersebut masuk dari berbagai negara seperti Singapura, Cina, Malaysia, dan Vietnam tanpa dilengkapi dokumen resmi.

Keberhasilan pengawasan ini merupakan buah dari kolaborasi "All Indonesia" antara Karantina, Imigrasi, dan Bea Cukai. Kepala Karantina Sulsel juga mengapresiasi dukungan BKSDA dan kepolisian, terutama dalam penanganan penyelundupan satwa dilindungi seperti nuri kepala hitam yang telah diserahkan ke pihak berwenang.

04/05/2026

Karantina Sulsel Perkuat Koordinasi dan Integritas di Bawah Kepemimpinan Baru

Makassar – Karantina Sulawesi Selatan kembali menggelar rutinitas apel pagi di halaman kantor, Makassar, Senin (4/5). Kegiatan ini menjadi momentum penguatan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) pegawai di tengah transisi kepemimpinan baru di Badan Karantina Indonesia.

Ketua Tim Kerja Bidang Karantina Ikan, Muh. Masagena, yang bertindak sebagai pembina apel, menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi bagi seluruh pegawai. Hal ini sejalan dengan arahan Kepala Badan Karantina yang baru untuk menjaga standar pelayanan publik.

"Dengan adanya kepemimpinan baru di Badan Karantina, saya meminta seluruh rekan-rekan untuk menjalankan fungsi dan tugasnya secara konsisten sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku," tegasnya.

Selain masalah integritas internal, beliau juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas instansi. Menurutnya, keberadaan Karantina harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas melalui koordinasi yang solid dengan pemangku kepentingan terkait.

"Teruslah berkoordinasi dengan instansi terkait agar kehadiran Karantina dapat betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama dalam menjaga kedaulatan pangan dan sumber daya alam kita," tambahnya.

Apel pagi rutin ini diikuti oleh seluruh jajaran pegawai di lingkup Karantina Sulsel sebagai bentuk kedisiplinan dan kesiapan kerja mengawali pekan.

Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding menitipkan dua hal. Yaitu tetap jaga kualitas kerja, dan tetap ped...
04/05/2026

Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding menitipkan dua hal. Yaitu tetap jaga kualitas kerja, dan tetap peduli sama masyarakat.

Menurut Karding, Barantin tidak hanya hadir untuk mengawasi, tapi juga melayani.

Pelayanan harus cepat, pengawasan harus kuat, dan manfaatnya harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Jamin Hewan Kurban Sehat, Karantina Sulsel Gelar Rakor Pengawasan Ternak Jelang Iduladha 2026Makassar - Karantina Sulsel...
01/05/2026

Jamin Hewan Kurban Sehat, Karantina Sulsel Gelar Rakor Pengawasan Ternak Jelang Iduladha 2026

Makassar - Karantina Sulsel menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pengawasan lalu lintas ternak menjelang Iduladha 2026, Rabu (29/4). Pertemuan ini bertujuan memperkuat komitmen lintas instansi dalam menjamin ketersediaan hewan kurban yang sehat dan layak bagi masyarakat.

Kepala Karantina Sulsel, Sitti Chadidjah, dalam sambutannya mengatakan penguatan sistem karantina di garda terdepan menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas pasokan lokal dan menjamin hewan kurban tetap bebas dari penyakit menular.

"Kami fokus pada tiga hal utama, menjamin pasokan ternak dengan memaksimalkan potensi lokal, memastikan hewan kurban bebas dari penyakit menular seperti PMK, serta memperkuat sistem karantina di garda terdepan, terutama pada titik-titik rawan yang belum ditetapkan," tegasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Perwakilan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Prov. Sulsel, Sriyanti Haruni, memaparkan materi mengenai penyiapan ternak yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).Rakor ini juga menyoroti kerawanan jalur masuk ilegal atau "pelabuhan tikus".

Oleh karena itu, seluruh instansi berkomitmen memperkuat kolaborasi guna menjaga titik-titik perbatasan dan pelabuhan tikus tersebut. Di sisi lain, pihak Pelindo berkomitmen mengoptimalkan perangkat X-ray di pelabuhan guna mencegah penyelundupan komoditas wajib lapor. Dukungan juga datang dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) yang menyiagakan tenaga medis veteriner untuk pemeriksaan ante-mortem dan post-mortem di lokasi penyembelihan.

Melalui kolaborasi satgas terpadu ini, diharapkan pelaksanaan Iduladha 2026 di Sulawesi Selatan berjalan sukses dengan jaminan keamanan pangan yang maksimal.

Hadiri Pelantikan Rektor Unhas, Karantina Sulsel Perkuat Sinergi AkademisMakassar – Kepala Karantina Sulawesi Selatan, S...
30/04/2026

Hadiri Pelantikan Rektor Unhas, Karantina Sulsel Perkuat Sinergi Akademis

Makassar – Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, menghadiri prosesi pelantikan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Jamaluddin Jompa periode 2026–2030. Acara tersebut berlangsung khidmat di Gedung Baruga AP Pettarani Unhas, Senin (27/4).

Kehadiran pimpinan Karantina Sulsel ini menegaskan hubungan erat yang selama ini terjalin antara instansi Badan Karantina dengan dunia pendidikan. Sinergi tersebut bahkan telah diperkuat secara formal melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Karantina dengan Universitas Hasanuddin sebagai landasan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia.

Kepala Karantina Sulsel, Sitti Chadidjah, menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya rektor terpilih. Ia berharap kepemimpinan kedua ini dapat membawa Unhas semakin gemilang dan terus berkontribusi bagi pembangunan nasional, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

“Kami mengucapkan selamat kepada Rektor Unhas yang dilantik untuk yang kedua kalinya. Unhas selama ini telah menjadi mitra strategis Karantina dalam mendukung penguatan sistem perkarantinaan melalui kajian ilmiah dan penyediaan sumber daya manusia yang kompeten,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara praktisi dan akademisi dalam menghadapi tantangan perlindungan sumber daya alam hayati. Menurutnya, inovasi di bidang karantina memerlukan dukungan riset terkini agar pengawasan terhadap hama dan penyakit hewan serta tumbuhan dapat dilakukan lebih efektif dan efisien.

“Ke depan, kami berharap sinergi ini semakin diperkuat, baik melalui implementasi MoU yang telah ditandatangani, penelitian bersama, maupun program magang bagi mahasiswa, sehingga tercipta ekosistem yang mendukung ketahanan pangan dan kelestarian hayati di Sulawesi Selatan,” tambahnya.

Acara pelantikan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, jajaran pimpinan daerah, serta mitra strategis Universitas Hasanuddin lainnya. Dengan dilantiknya rektor ini, diharapkan Unhas dapat terus menjadi motor penggerak inovasi yang sejalan dengan kebutuhan industri dan pemerintahan.

Berita DukaKarantina Sulawesi SelatanInnalillahi wainna illaihi roji'un…Allahummaghfirlaha warhamha wa'afiha wa'fu'anha ...
30/04/2026

Berita Duka
Karantina Sulawesi Selatan

Innalillahi wainna illaihi roji'un…

Allahummaghfirlaha warhamha wa'afiha wa'fu'anha wa akrim nuzulaha

Pimpinan dan Keluarga Besar Badan Karantina Indonesia menghaturkan ucapan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Nur Annisa Basri (Usia 26 tahun) pada hari Rabu, 29 April 2026, pukul 20:00 Wita di RS. Syekh Yusuf Gowa.

Almarhumah merupakan anak Tercinta dari Basri Daud, SE, Penelaah Teknis Kebijakan pada Balai Besar Karatina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan.

Teriring doa semoga almarhumah husnul khotimah, diterima semua amal ibadahnya, dilapangkan kuburnya, diberikan tempat yang mulia.

Kuburnya dijadikan Raudhoh min Riyaadhil Jannah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran & keikhlasan.

Aamiiin Yaa Robbal Aalamin

🤲🏼🙏🏼

Alamat rumah duka : Jl. Mangka Dg. Bombong Perumahan Bukit Manggarupi, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan

Siaran PersBadan Karantina IndonesiaNomor: 3304/R-Barantin/04.2026 Barru, 29 April 2026Bersama Pemkab Barru, Karantina S...
30/04/2026

Siaran Pers
Badan Karantina Indonesia
Nomor: 3304/R-Barantin/04.2026
Barru, 29 April 2026

Bersama Pemkab Barru, Karantina Sulsel Kawal Lalu Lintas Ternak dari Garongkong Jelang Iduladha

Barru – Menjelang Hari Raya Iduladha, aktivitas lalu lintas ternak di sejumlah titik pengeluaran utama kian meningkat. Di Pelabuhan Garongkong, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, sebanyak 113 ekor sapi yang akan dikirim menuju Batu Licin, Kalimantan Selatan, menjalani pemeriksaan oleh petugas karantina sebagai bagian dari upaya pengendalian penyakit hewan menular.

Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah menjelaskan bahwa dengan peningkatan permintaan hewan kurban menjelang Iduladha Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Sulsel harus melakukan dengan pengawasan yang lebih ketat dan terukur.

“Setiap sapi yang akan diberangkatkan wajib melalui serangkaian pemeriksaan kesehatan. Kami memastikan ternak yang dilalulintaskan dalam kondisi sehat, bebas penyakit, dan memenuhi seluruh persyaratan karantina,” ujarnya.

Sementara itu, terhadap ratusan ekor sapi yang akan dilalulintaskan tersebut petugas karantina melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh serta pengambilan sampel darah untuk pengujian laboratorium. Langkah ini dilakukan guna mendeteksi kemungkinan paparan brucellosis, penyakit hewan menular yang menjadi perhatian dalam distribusi ternak antardaerah.

Ia menambahkan, pengendalian brucellosis menjadi salah satu fokus utama karena dampaknya yang luas terhadap produktivitas ternak dan keberlanjutan usaha peternakan. Selain itu, aspek keamanan pangan asal hewan juga menjadi perhatian penting dalam rangka memberikan jaminan kepada masyarakat.

Di tengah proses pengawasan tersebut, Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari turut melakukan kunjungan langsung untuk meninjau kesiapan instalasi karantina hewan milik Karantina Sulawesi Selatan. Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam memastikan seluruh prosedur berjalan optimal, khususnya dalam menghadapi lonjakan distribusi ternak menjelang Iduladha.

Bupati Barru dalam kesempatan tersebut mengapresiasi langkah Karantina Sulawesi Selatan yang telah melakukan pengawasan secara ketat dan sistematis. Menurutnya, kesiapan instalasi karantina menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas dan kesehatan hewan yang akan didistribusikan ke luar daerah.

"Jaminan kesehatan ternak dapat meningkatkan nilai ekonomi. Sehingga Barru harus menjadi pemerintahan yang aware terhadap pemilik ternak dan konsumen dari hulu sampai hilir," tutur Bupati Barru

Chadidjah menambahkan selain pemeriksaan kesehatan, petugas juga melakukan verifikasi dokumen serta pencocokan jumlah dan identitas ternak. Seluruh tahapan tersebut merupakan bagian dari sistem pengawasan terpadu yang bertujuan mencegah penyebaran penyakit antarwilayah.

“Sinergi antara pemerintah daerah dan Karantina dinilai menjadi kunci dalam menjaga kualitas distribusi ternak. Kepatuhan terhadap prosedur karantina diharapkan dapat terus ditingkatkan oleh seluruh pelaku usaha dan peternak,” tutup Chadidjah.

Dengan langkah tersebut, pemerintah memastikan bahwa setiap hewan kurban yang sampai ke masyarakat tidak hanya memenuhi kebutuhan, tetapi juga terjamin kesehatannya khususnya menjelang Iduladha

Narahubung :
Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Utama Badan Karantina Indonesia

Berita DukaKarantina Sulawesi SelatanInnalillahi wainna illaihi roji'un…Allahummaghfirlaha warhamha wa'afiha wa'fu'anha ...
29/04/2026

Berita Duka
Karantina Sulawesi Selatan

Innalillahi wainna illaihi roji'un…
Allahummaghfirlaha warhamha wa'afiha wa'fu'anha wa akrim nuzulaha

Pimpinan dan Keluarga Besar Badan Karantina Indonesia menghaturkan ucapan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Ibu Badhiah A. Pammulang (Usia 76 tahun) pada hari Rabu, 29 April 2026, pukul 14:00 WITA di RS. Tadjuddin Chalid, Makassar.

Almarhumah merupakan Ibu Tercinta dari Rita Harnita,SP,MP. Analis Perkarantinaan Tumbuhan (APT) Ahli Madya pada Balai Besar Karatina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan.

Teriring doa semoga almarhumah husnul khotimah, diterima semua amal ibadahnya, dilapangkan kuburnya, diberikan tempat yang mulia.

Kuburnya dijadikan Raudhoh min Riyaadhil Jannah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran & keikhlasan.

Aamiiin Yaa Robbal Aalamin
🤲🏼🙏🏼

Alamat rumah duka : Kec. Labakkang Kab. Pangkep, Sulawesi Selatan

28/04/2026

Perkuat Disiplin dan Kekompakan, Karantina Sulsel Gelar Apel Pagi Rutin

Makassar – Karantina Sulawesi Selatan kembali melaksanakan apel pagi rutin di halaman kantor pada Senin (27/4). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat profesionalisme dan integritas seluruh pegawai. Apel pagi yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh jajaran struktural, fungsional, serta staf di lingkungan Karantina Sulawesi Selatan.

Dalam amanatnya, Kepala Bagian Umum, Bayu Wahyudi, menekankan pentingnya implementasi Panca Prasetya Korpri, khususnya mengenai kedisiplinan dan komitmen dalam menjalankan tugas negara. Ia menyoroti bahwa disiplin bukan sekadar kehadiran fisik, melainkan tanggung jawab moral terhadap institusi.

"Disiplin dan komitmen adalah fondasi kita. Saya mengajak kita semua untuk terus belajar berbenah. Jangan sampai ada nama di jadwal, namun orangnya tidak ada di tempat tugas," tegasnya.

Lebih lanjut, ia meminta agar komunikasi antarpegawai ditingkatkan. Jika ada kendala atau halangan hadir karena alasan mendesak seperti sakit, pegawai diharapkan segera melapor agar posisi layanan dapat segera dibantu oleh rekan lainnya (backup). Hal ini bertujuan agar pelayanan publik tetap berjalan prima tanpa kekosongan petugas yang berisiko memicu kendala di lapangan.

Selain kedisiplinan, aspek kekompakan antarpegawai turut menjadi sorotan. Menurutnya, suasana kerja yang harmonis dan cair adalah kunci kenyamanan dalam bekerja hingga masa pensiun nanti.

"Kita harus menjalin kekompakan, baik yang bertugas di balai maupun di Satuan Pelayanan (Satpel). Jangan sampai ada rasa kaku antar-rekan sejawat. Jika hubungan kerja sudah kaku, rasa malas ke kantor akan muncul. Mari kita bangun kerja sama yang baik demi menjaga nama baik Karantina Sulsel," tutupnya.

Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian Ibu sebagai Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Karantina Indonesia Peri...
27/04/2026

Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian Ibu sebagai Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Karantina Indonesia Periode 2023 - 2026.

Ibu Hotmida Sahat Manaor Panggabean

Dengan ketulusan dan kepemimpinan yang hangat, telah terbangun kebersamaan, kepedulian, serta semangat pemberdayaan yang memberi arti bagi seluruh anggota. Setiap langkah dan kontribusi yang diberikan menjadi bagian penting dalam menguatkan peran DWP sebagai mitra strategis dalam mendukung organisasi.

Semoga perjalanan berikutnya senantiasa membawa kebaikan, kebahagiaan, dan keberkahan.

Selamat dan Sukses atas pelantikanProf. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc sebagai Rektor Universitas Hasanuddin Periode 202...
27/04/2026

Selamat dan Sukses atas pelantikan
Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc sebagai Rektor Universitas Hasanuddin Periode 2026 - 2030

Semoga kepemimpinan yang diemban senantiasa diberi kelancaran, kebijaksanaan, dan kekuatan dalam menghadirkan inovasi serta kontribusi nyata bagi bangsa.

Terus melangkah, menginspirasi, dan membawa Unhas semakin berjaya di tingkat nasional maupun global.

Address

Jalan Perintis Kemerdekaan KM. 12
Makassar

Opening Hours

Monday 07:30 - 16:00
Tuesday 07:30 - 16:00
Wednesday 07:30 - 16:00
Thursday 07:30 - 16:00
Friday 07:30 - 16:00
Saturday 07:30 - 16:00
Sunday 07:30 - 16:00

Telephone

+628114162626

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Karantina Sulawesi Selatan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share