BRMP Sulsel

BRMP Sulsel Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Selatan

Pionir Pertanian Modern, Sidrap Targetkan Produksi 10 Ton Melalui Sistem PM-AASSIDRAP – Balai Besar Penerapan Modernisas...
15/05/2026

Pionir Pertanian Modern, Sidrap Targetkan Produksi 10 Ton Melalui Sistem PM-AAS

SIDRAP – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Selatan memperkuat koordinasi pelaksanaan program Pertanian Modern Agriculture Advanced System (PM-AAS) di Kabupaten Sidrap. Pertemuan strategis ini digelar di Aula Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kabupaten Sidrap pada Rabu (13/5/2026), guna memastikan kesiapan teknis dan mentalitas petani pionir dalam mengadopsi teknologi terbaru.

​Rapat konsolidasi ini dihadiri langsung oleh Kepala BRMP Sulawesi Selatan, Dr. Zainal Abidin, S.P., M.P., didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sidrap, Ketua Tim Kerja Penyuluhan, serta seluruh Koordinator BPP se-Kabupaten Sidrap.

Dalam arahannya, Dr. Zainal Abidin menekankan bahwa lokasi PM-AAS di Sidrap merupakan proyek pionir yang harus menjadi contoh nasional. Ia menginstruksikan agar setiap kelompok tani didampingi oleh minima dua orang penyuluh untuk memastikan penerapan teknologi dilakukan secara presisi.
​"Lakukan kontrol rutin dan susun perencanaan yang matang. Setiap kesepakatan dalam pertemuan rutin harus dijalankan tanpa pengecualian. Kita harus selalu antisipatif melalui pengamatan periodik di lapangan," tegas Dr. Zainal.

​Selain aspek teknis, beliau juga menyoroti pentingnya strategi komunikasi. Dr. Zainal meminta para penyuluh dan tim di lapangan untuk memasifkan pemberitaan terkait PM-AAS melalui media sosial. "Beritakan hal-hal berbeda dan unik dari penerapan teknologi ini agar masyarakat luas teredukasi," tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sidrap menyatakan optimismenya terhadap target produktivitas yang dipatok. Meskipun target mencapai 10 ton per hektare dianggap cukup menantang, ia meyakini penggunaan sistem Atabela (Tanam Benih Langsung) akan berdampak signifikan pada peningkatan produksi.

Pihak Dinas Pertanian juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap serangan Hama Terpadu, terutama antisipasi serangan tikus dan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) secara kolektif dan dini. Melalui konsolidasi ini, Kabupaten Sidrap siap membuktikan diri sebagai pilar utama pertanian modern berbasis teknologi maju di Sulawesi Selatan.

Sumber: https://sulsel.brmp.pertanian.go.id/berita/pionir-pertanian-modern-sidrap-targetkan-produksi-10-ton-melalui-sistem-pm-aas

Modernisasi IP2MP Luwu dan Bone-Bone Fokus Pada Diseminasi Teknologi Pertanian​LUWU UTARA – Kepala Balai Besar Penerapan...
15/05/2026

Modernisasi IP2MP Luwu dan Bone-Bone Fokus Pada Diseminasi Teknologi Pertanian

​LUWU UTARA – Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Selatan melakukan kunjungan kerja strategis ke Instalasi Penerapan Pengkajian Modernisasi Pertanian (IP2MP) Luwu dan IP2MP Bone-Bone pada Rabu (13/5/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan kedua instalasi sebagai pusat percontohan (show window) teknologi pertanian modern di wilayah Sulawesi Selatan.

​Dalam arahannya, Kepala BRMP Sulawesi Selatan menekankan bahwa IP2MP memiliki peran vital sebagai tempat uji coba sekaligus pusat diseminasi teknologi pertanian yang dikembangkan oleh kementerian. Keberhasilan fungsi ini sangat bergantung pada soliditas tim dan kelayakan infrastruktur di lapangan. ​"IP2MP harus menjadi cerminan dari modernisasi pertanian. Sebagai show window BRMP Sulawesi Selatan, tempat ini menjadi titik awal penyebaran inovasi kepada masyarakat, sehingga kerja sama tim di lingkungan kantor menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi tersebut," tegasnya.

Saat ini, IP2MP Luwu menjadi pusat pengembangan komoditas padi dengan luas lahan mencapai 27 hektare. Sementara itu, IP2MP Bone-Bone berfokus pada sektor perkebunan, seperti sawit dan kakao, di atas lahan seluas 37 hektare. Kedua lokasi ini didukung oleh total 22 personel yang terdiri dari gabungan PNS dan P3K Paruh Waktu.

Dalam kunjungan tersebut, dilakukan inventarisasi mendalam terkait kebutuhan sarana dan prasarana pendukung diseminasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya urgensi untuk melakukan peremajaan pada sektor mekanisasi. Beberapa Alat Mesin Pertanian (Alsintan) diketahui sudah tidak layak pakai dan memerlukan penggantian dengan unit yang lebih modern.

Langkah perbaikan infrastruktur dan pengadaan alsintan baru menjadi prioritas utama guna memastikan fungsi IP2MP sebagai lokasi uji coba teknologi berjalan optimal. Dengan fasilitas yang mumpuni, diharapkan IP2MP mampu menampilkan teknologi pertanian masa kini yang dapat diadopsi secara luas oleh para petani dan stakeholder terkait di Sulawesi Selatan.

Sumber:
https://sulsel.brmp.pertanian.go.id/berita/modernisasi-ip2mp-luwu-dan-bone-bone-fokus-pada-diseminasi-teknologi-pertanian

Rakor Swasembada Pangan Luwu Timur Siap Over Target LTT Pada Mei 2026WOTU – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dina...
15/05/2026

Rakor Swasembada Pangan Luwu Timur Siap Over Target LTT Pada Mei 2026

WOTU – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Pertanian bersama jajaran penyuluh menyatakan optimisme tinggi untuk melampaui target Luas Tambah Tanam (LTT) padi pada periode Mei 2026. Hal tersebut menjadi poin utama dalam Rapat Koordinasi Swasembada Pangan yang diselenggarakan di Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Wotu, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (14/5/2026).

Kegiatan strategis ini dihadiri oleh Dirjen Hortikultura selaku Penanggung Jawab Swasembada Pangan Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Selatan selaku Penanggung Jawab Kabupaten Luwu Timur, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Timur, perwakilan BPS Kabupaten Luwu Timur, serta 137 penyuluh pertanian yang mewakili 11 kecamatan di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Dirjen Hortikultura menekankan pentingnya kolaborasi solid dari para penyuluh sebagai ujung tombak di lapangan untuk mencapai target yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Untuk periode Mei ini, Kabupaten Luwu Timur diinstruksikan untuk menuntaskan target LTT pada lahan seluas 3.047 hektare (ha) . "Kami sangat mengharapkan kerja sama dari seluruh penyuluh di Kabupaten Luwu Timur agar target LTT yang ditentukan pusat dapat tercapai dengan maksimal demi menjaga stabilitas swasembada pangan," tegas Dirjen Hortikultura.

Berdasarkan hasil koordinasi mendalam dan kesepakatan dalam rapat tersebut, diperoleh hasil bahwa estimasi total capaian LTT Kabupaten Luwu Timur untuk bulan Mei diproyeksikan mampu menyentuh angka 3.800 ha.

Dengan estimasi tersebut, Kabupaten Luwu Timur tidak hanya berada di jalur yang tepat untuk memenuhi target, tetapi berpotensi besar melampaui target pusat hingga mencapai selisih surplus. Keberhasilan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Kabupaten Luwu Timur sebagai salah satu lumbung pangan andalan di Provinsi Sulawesi Selatan.

Rapat ini ditutup dengan komitmen bersama dari 137 penyuluh untuk melakukan pengawalan ketat di setiap kecamatan guna memastikan angka estimasi tersebut terealisasi sepenuhnya di akhir bulan Mei.

Sumber:
https://sulsel.brmp.pertanian.go.id/berita/rakor-swasembada-pangan-luwu-timur-siap-over-target-ltt-pada-mei-2026

Mahasiswa Ilmu Tanah dan Proteksi Tanaman Unhas Paparkan Hasil MagangMakassar — (11/05/26) Mahasiswa Program Studi Ilmu ...
14/05/2026

Mahasiswa Ilmu Tanah dan Proteksi Tanaman Unhas Paparkan Hasil Magang

Makassar — (11/05/26) Mahasiswa Program Studi Ilmu Tanah dan Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin melaksanakan seminar hasil magang di Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Selatan yang bertempat di ruang baca perpustakaan BRMP Sulsel.

Seminar hasil magang tersebut dihadiri oleh pembimbing laporan, pegawai BRMP Sulsel, serta mahasiswa peserta magang. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memaparkan hasil kegiatan dan pengalaman selama menjalani program magang, khususnya terkait penerapan ilmu tanah dan proteksi tanaman di lapangan.

Materi yang dipresentasikan mencakup pengelolaan kesuburan tanah, identifikasi organisme pengganggu tanaman, serta teknik pengendalian hama dan penyakit tanaman. Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara mahasiswa, pegawai BRMP Sulsel, dan pembimbing. Dalam sesi tersebut, para peserta seminar memberikan berbagai tanggapan, masukan, dan saran konstruktif terhadap hasil pemaparan mahasiswa sebagai bahan evaluasi dan pengembangan pengetahuan di bidang pertanian.

Pihak BRMP Sulsel menyampaikan apresiasi atas semangat dan partisipasi aktif mahasiswa selama mengikuti program magang. Program ini diharapkan mampu memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa serta meningkatkan kemampuan akademik dan profesional dalam menghadapi dunia kerja. Selain menjadi sarana evaluasi hasil magang, kegiatan ini juga bertujuan untuk melatih kemampuan komunikasi ilmiah, berpikir kritis, dan penyampaian hasil kajian secara sistematis dan profesional.

Sebagai penutup kegiatan, seluruh peserta seminar melaksanakan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan kebersamaan antara mahasiswa, pembimbing, dan pegawai Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Selatan.

Sumber: https://sulsel.brmp.pertanian.go.id/berita/mahasiswa-ilmu-tanah-dan-proteksi-tanaman-unhas-paparkan-hasil-magang

PENGUMUMAN PENERIMAAN FASILITATOR LAPANGAN PADA KEGIATAN ICARE DI SULAWESI SELATANKementerian Pertanian melalui BRMP Sul...
13/05/2026

PENGUMUMAN PENERIMAAN FASILITATOR LAPANGAN PADA KEGIATAN ICARE DI SULAWESI SELATAN

Kementerian Pertanian melalui BRMP Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Bank Dunia membuka kesempatan kepada Warga Negara Indonesia yang memiliki dedikasi, integritas, kompetensi dan komitmen yang tinggi untuk menjadi Fasilitator Lapangan Kawasan Pertanian Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) di Provinsi Sulawesi Selatan.

Persyaratan umum, persyaratan khusus fasilitator lapangan dan informasi pendaftaran klik disini 👇

https://sulsel.brmp.pertanian.go.id/berita/pengumuman-penerimaan-fasilitator-lapangan-pada-kegiatan-icare-di-sulawesi-selatan

BRMP Sulsel Perkuat Sinergi Untuk Menjamin Keberhasilan PM-AAS di Kabupaten SidrapSIDRAP – Balai Besar Penerapan Moderni...
12/05/2026

BRMP Sulsel Perkuat Sinergi Untuk Menjamin Keberhasilan PM-AAS di Kabupaten Sidrap

SIDRAP – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Sidrap memperkuat komitmennya dalam menyukseskan Program Pertanian Modern – Agriculture Advanced System (PM-AAS) melalui Rapat Koordinasi dan Evaluasi Berkala yang digelar di Kecamatan Majelling Wattang, Selasa (12/5/2026).

Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sidrap, Kepala BRMP Sulawesi Selatan, Penyuluh Pertanian, POPT, serta Kelompok Tani pelaksana Program PM-AAS. Agenda utama difokuskan pada pendampingan intensif serta solusi konkret atas kendala lapangan, khususnya ancaman hama tikus.

Menanggapi laporan petani mengenai mulai maraknya serangan hama tikus yang berpotensi menurunkan produktivitas, BRMP Sulawesi Selatan dan Pemerintah daerah sepakat mendorong langkah pengendalian terkoordinasi

Langkah strategis yang ditetapkan yakni Pemasangan jaring pelindung di areal persawahan dan Penguatan peran kelompok tani dalam pengawasan mandiri di lapangan.

Kepala Dinas Pertanian Sidrap menekankan bahwa Majelling Wattang adalah wilayah strategis dengan rata-rata hasil panen padi mencapai 8 ton per hektare. Melalui PM-AAS, target produktivitas diharapkan melonjak menjadi 10 ton per hektar. Kita ingin teknologi ini membawa hasil nyata bagi kesejahteraan petani," tegasnya.

Berbagai dukungan dalam mengawal PM-AAS antara lain : Insektisida nabati (Dinas Pertanian Kab.Sidrap); 10 unit rumah burung hantu (RUBUHA) dari Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Sulawesi Selatan.

Apresiasi tinggi datang dari Kepala BRMP Sulawesi Selatan ia mengungkapkan bahwa Kolaborasi merupakan kunci utama dalam menyukseskan pertanian. Peran Penyuluh Pertanian merupakan penentu dalam mengsukseskan kegiatan pertanian di daerah seperti PM-AAS yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, kesejahteraan petani, dan menjaga ketahanan pangan.

Rapat koordinasi ini diakhiri dengan komitmen bersama antara pemerintah dan petani untuk terus berupaya memperkuat sinergi untuk meningkatkan produksi pertanian.

Sumber: https://sulsel.brmp.pertanian.go.id/berita/brmp-sulsel-perkuat-sinergi-untuk-menjamin-keberhasilan-pm-aas-di-kabupaten-sidrap

Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina, Jumat ...
11/05/2026

Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina, Jumat (8/5). Presiden Prabowo menegaskan pentingnya ketahanan pangan sebagai prioritas utama negara. Menurutnya, pangan bukan hanya kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga penentu kemerdekaan dan stabilitas suatu bangsa.

Selain itu, dalam menghadapi ancaman El Nino ekstrem dan perubahan iklim global, Indonesia mendorong kolaborasi ASEAN dalam penguatan sistem pangan kawasan agar lebih tangguh menghadapi krisis di masa mendatang.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia

11/05/2026

Penanaman Perdana Pertanian Modern - Advance Agriculture System (PM-AAS) di Kabupaten Bone

Tanam Perdana PM-AAS di Bone, Wujud Nyata Transformasi Pertanian Modern SulselBone (08/05/2026). Semangat modernisasi pe...
09/05/2026

Tanam Perdana PM-AAS di Bone, Wujud Nyata Transformasi Pertanian Modern Sulsel

Bone (08/05/2026). Semangat modernisasi pertanian terus digencar di Kabupaten Bone melalui kegiatan tanam perdana padi program Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) yang dilaksanakan di desa Bontopadang,Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone.

Kegiatan ini sukses digelar dengan kehadiran tokoh penting yakni Bupati Bone A. Asman Sulaiman, S.Sos, M.M, dan Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Prof. Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si. Selain itu, kegiatan ini dihadiri juga oleh Direktur Pupuk Indonesia, Kepala Bulog, jajaran pemerintah daerah, penyuluh pertanian, serta para petani.

Program PM-AAS hadir membawa berbagai keunggulan teknologi pertanian modern yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani.

Melalui penerapan mekanisasi pertanian, penggunaan alat dan mesin modern, sistem budidaya terintegrasi, hingga pemanfaatan teknologi pertanian presisi, petani dapat melakukan proses budidaya secara lebih cepat, efektif, dan hemat biaya.

Selain meningkatkan efisiensi tenaga kerja, teknologi PM-AAS juga mendukung penggunaan benih unggul, pengelolaan pemupukan yang lebih tepat, serta penerapan jarak tanam rapat.

Dengan sistem pertanian modern ini, hasil produksi padi diharapkan meningkat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Dalam sambutannya, Kepala BRMP Prof. Fadjry Djufry menegaskan bahwa PM-AAS merupakan program yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mendorong petani agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi pertanian modern.

Menurutnya, penerapan teknologi pertanian menjadi solusi strategis menghadapi tantangan sektor pertanian di masa depan.

Sementara, Bupati Bone menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan seluruh stakeholder dalam mendorong modernisasi pertanian di Kabupaten Bone.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program, pada akhir kegiatan dilakukan penyerahan bantuan benih padi oleh Kepala BRMP Prof. Fadjry Djufry kepada Bupati Bone. Selain itu, Direktur Pupuk Indonesia juga menyerahkan bantuan pupuk Petroganik kepada Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bone guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Kegiatan tanam perdana ini menjadi momentum penting dalam mewujudkan pertanian maju, modern, dan berkelanjutan di Kabupaten Bone melalui kolaborasi pemerintah, stakeholder, dan petani.

Sumber: https://sulsel.brmp.pertanian.go.id/berita/tanam-perdana-pm-aas-di-bone-wujud-nyata-transformasi-pertanian-modern-sulsel

Bupati Soppeng Pimpin Tanam Perdana PM-AAS, Tandai Dimulainya Pertanian Modern di ApanangSoppeng – Program Pertanian Mod...
08/05/2026

Bupati Soppeng Pimpin Tanam Perdana PM-AAS, Tandai Dimulainya Pertanian Modern di Apanang

Soppeng – Program Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kabupaten Soppeng resmi dimulai melalui kegiatan tanam perdana yang dilaksanakan pada Jumat, 8 Mei 2026, di Kelurahan Apanang, Kecamatan Liliriaja.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Prof. Dr. Ir. Fadjri Jufri, M.Si. beserta rombongan Kementerian Pertanian, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Soppeng, unsur Forkopimda Kabupaten Soppeng, para penyuluh pertanian, serta petani dan kelompok tani di wilayah Apanang.

Dalam sambutannya, Bupati Soppeng menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar penanaman padi biasa, melainkan langkah awal menuju transformasi pertanian modern di Kabupaten Soppeng.

“Hari ini kita bukan sekadar menanam padi. Kita sedang menanam masa depan pertanian Soppeng. Kita sedang memulai langkah menuju pertanian modern yang lebih maju, produktif, dan mensejahterakan petani,” ujarnya.

Bupati juga menekankan pentingnya sektor pertanian bagi kehidupan masyarakat.

“Kalau sawah kita hidup, masyarakat hidup. Petani sejahtera, daerah kuat,” lanjutnya.

Ia menyampaikan rasa bangga karena Kabupaten Soppeng dipercaya menjadi salah satu daerah pelaksana program nasional PM-AAS. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa petani Soppeng memiliki kemampuan dan kemauan untuk berkembang menuju sistem pertanian modern.

Program PM-AAS di Kabupaten Soppeng tahun ini dilaksanakan pada dua lokasi, yakni seluas 100 hektare di Kecamatan Liliriaja dan 20 hektare di Kecamatan Marioriawa.

“Saya berharap dari sawah di Apanang ini lahir pertanian modern yang nantinya bisa dicontoh daerah lain. Kita ingin suatu hari nanti orang berkata bahwa petani Soppeng adalah petani yang siap menghadapi masa depan,” ungkapnya.

Melalui program ini, berbagai teknologi pertanian modern diterapkan secara terpadu, mulai dari penggunaan benih unggul bersertifikat, pengolahan lahan menggunakan traktor roda empat dan rotavator, penanaman dengan sistem jajar legowo, hingga pemupukan dan pengendalian organisme pengganggu tanaman menggunakan drone. Pada tahap panen nantinya akan digunakan combine harvester guna meningkatkan efisiensi dan menekan kehilangan hasil.

Bupati berharap sinergi antara petani, penyuluh, dan pemerintah dapat berjalan dengan baik sehingga produksi padi di Kabupaten Soppeng semakin meningkat.

Sementara itu, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Soppeng serta kehadiran unsur Forkopimda dalam kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa Soppeng merupakan salah satu daerah awal yang menjadi cikal bakal penerapan metode PM-AAS setelah kunjungan Menteri Pertanian ke Arkansas, Amerika Serikat, yang dikenal memiliki produktivitas padi tinggi melalui penerapan teknologi modern secara terpadu.

“Metode ini menggunakan sistem yang meningkatkan jumlah rumpun per hektare sehingga membutuhkan benih lebih banyak dan pemupukan lebih tinggi untuk mendukung populasi tanaman yang lebih padat. Tahun lalu metode ini telah dicoba di Soppeng dan menghasilkan produksi mencapai 10,4 ton per hektare,” jelasnya.

Keberhasilan tersebut mendorong perluasan program ke berbagai provinsi di Indonesia. Khusus Sulawesi Selatan, program PM-AAS dilaksanakan di empat kabupaten, yaitu Bone, Maros, Sidrap, dan Soppeng.

Untuk mendukung keberhasilan kegiatan, Kementerian Pertanian memberikan bantuan berupa benih unggul, pupuk organik petroganik, serta silika yang berfungsi memperkuat batang dan meningkatkan kualitas gabah.

Pemerintah juga membuka alokasi khusus pupuk melalui RDKK PM-AAS dengan rekomendasi penggunaan pupuk mencapai 300 kilogram urea dan 400 kilogram NPK per hektare, serta kebutuhan benih sekitar 80 kilogram per hektare.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Fadjir turut mengimbau petani agar menggunakan benih padi resmi dan terdaftar guna mencegah masuknya organisme pengganggu tanaman (OPT) baru ke Indonesia.

“Di Sulawesi Selatan saat ini ada hama baru yang sebelumnya belum pernah ditemukan di Indonesia, diduga masuk melalui benih online yang tidak melewati proses karantina,” jelasnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan benih oleh Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian kepada Bupati Soppeng, serta penyerahan bantuan pupuk dari Pupuk Indonesia kepada Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Soppeng.

Sebagai puncak acara, dilakukan tanam perdana di lokasi PM-AAS seluas 100 hektare oleh Bupati Soppeng bersama unsur Forkopimda, jajaran Kementerian Pertanian, dan para petani. Kegiatan ini menandai dimulainya secara resmi penerapan program PM-AAS di Kabupaten Soppeng sebagai langkah menuju pertanian modern dan berkelanjutan. Walau suasana hujan gerimis di area tanam perdana petani tetap semangat.

Sumber: https://sulsel.brmp.pertanian.go.id/berita/bupati-soppeng-pimpin-tanam-perdana-pm-aas-tandai-dimulainya-pertanian-modern-di-apanang

Address

Perintis Kemerdekaan Km 17, 5
Makassar
90242

Opening Hours

Monday 07:30 - 16:00
Tuesday 09:00 - 16:00
Wednesday 07:30 - 16:00
Thursday 07:30 - 16:00
Friday 07:30 - 16:30

Telephone

+62411556449

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when BRMP Sulsel posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to BRMP Sulsel:

Share