Portal Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan

  • Home
  • Portal Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan

Portal Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan info seputar dunia kelautan dan perikanan sulawesi selatan

24/02/2026

Pemeliharaan dan pembersihan tanaman mangrove bukan sekadar urusan estetika, melainkan langkah krusial untuk memastikan ekosistem pesisir ini dapat bertahan hidup dan menjalankan fungsinya secara optimal. Secara garis besar, tujuan utama dari kegiatan ini meliputi: 1. Meningkatkan Persentase Kelangsungan Hidup Bibit mangrove yang baru ditanam sangat rentan. Pemeliharaan rutin bertujuan untuk: Penyulaman: Mengganti bibit yang mati atau rusak dengan bibit baru agar kerapatan vegetasi tetap terjaga. Perlindungan dari Predator: Memasang pelindung (seperti ajir atau bambu) untuk mencegah bibit hanyut terbawa arus atau dimakan hewan air. 2. Mempercepat Pertumbuhan Tanaman Gangguan eksternal dapat menghambat metabolisme mangrove. Pembersihan dilakukan untuk: Pelepasan Sampah: Sampah plastik yang tersangkut di batang atau akar napas dapat mengakibatkan batang patah atau menutupi pori-pori akar yang berfungsi untuk pernapasan (pneumatofora). Pembersihan Gulma dan Parasit: Membersihkan tumbuhan merambat atau lumut berlebih yang berebut nutrisi dan sinar matahari dengan bibit mangrove. 3. Menjaga Keseimbangan Ekosistem Pesisir Jika mangrove tumbuh dengan sehat karena terpelihara, manfaat lingkungan yang dihasilkan akan maksimal: Fungsi Fisik: Menahan abrasi pantai dan memecah ombak/tsunami. Fungsi Biologis: Menjadi tempat memijah (breeding ground) yang aman bagi ikan, kepiting, dan udang karena airnya bersih dari polutan sampah. Fungsi Kimia: Mengoptimalkan penyerapan karbon dioksida dari atmosfer.

Bagi sahabat nelayan atau yang melakukan aktivitas melaut untuk tetap memperhatikan keselamatan dan kondisi  cuaca      ...
04/02/2026

Bagi sahabat nelayan atau yang melakukan aktivitas melaut untuk tetap memperhatikan keselamatan dan kondisi cuaca












03/02/2026

Putaran mesin kehidupan sang nelayan


















09/01/2026

penampakan ikan nila didasar kolam













27/12/2025

penampakan rumput laut dibawah air yang terpasang pada tali bentangan












Kementerian Kelautan dan Perikanan RI
South Sulawesi
Semua Orang

23/12/2025

Menikmati hasil panen ikan nila













Kementerian Kelautan dan Perikanan RI

22/12/2025

Pembudidaya (udang windu) sedang mengamati kondisi benih udang secara visual, hal ini dilakukan sebelum ditebar kedalam tambak. guna memberi informasi ke pembudidaya terkait kondisi dan kualitas benih yang akan digunakan.
















Kementerian Kelautan dan Perikanan RI
Semua Orang

Budidaya rumput laut di Sulawesi Selatan memiliki sejarah panjang yang menjadikannya sebagai salah satu produsen terbesa...
22/12/2025

Budidaya rumput laut di Sulawesi Selatan memiliki sejarah panjang yang menjadikannya sebagai salah satu produsen terbesar di Indonesia. Berikut adalah rincian mengenai awal mula, jenis, dan metode yang digunakan:

1. Waktu Dimulai
Usaha budidaya rumput laut di Sulawesi Selatan secara terorganisir mulai berkembang pesat pada era 1980-an.
Meskipun perdagangan rumput laut alam (hasil tangkapan liar) sudah tercatat di Makassar sejak tahun 1940-an, transisi dari sekadar mengambil di alam menjadi kegiatan budidaya (farming) baru mulai intensif sekitar tahun 1985–1988. Pada tahun 1988, tercatat sudah ada sekitar 2.171 plot budidaya laut yang tersebar di wilayah Sulawesi Selatan.

2. Jenis Rumput Laut yang Dibudidayakan
Pada awal perkembangannya, terdapat dua jenis utama yang menjadi komoditas unggulan:
Eucheuma cottonii (sekarang dikenal sebagai Kappaphycus alvarezii): Jenis ini adalah yang paling populer dan banyak dibudidayakan di perairan laut karena menghasilkan keragenan (carrageenan).
Eucheuma spinosum: Jenis lain yang juga dibudidayakan di laut, namun volumenya biasanya di bawah cottonii.
Gracilaria sp.: Jenis ini kemudian menyusul dan menjadi sangat populer di wilayah Sulawesi Selatan untuk budidaya di tambak (air payau), terutama di daerah seperti Maros, Pangkep, dan Takalar.

3. Metode Budidaya yang Digunakan

Ada beberapa metode yang digunakan sejak awal hingga sekarang, menyesuaikan dengan kondisi perairan:
Metode Lepas Dasar (Off-bottom Method): Digunakan pada masa-masa awal di perairan dangkal. Bibit diikat pada tali yang dipasang pada tiang-tiang pancang kayu/bambu yang ditancapkan di dasar laut.
Metode Rakit Apung (Floating Raft Method): Menggunakan rakit dari bambu atau p**a paralon agar rumput laut tetap berada dekat permukaan air untuk mendapatkan sinar matahari optimal.
Metode Long-Line (Tali Rentang): Ini adalah metode yang paling populer dan bertahan hingga sekarang karena lebih efisien dan tahan terhadap ombak. Bibit diikat pada tali panjang yang dibentangkan dan diberi pelampung (biasanya botol plastik bekas).
Metode Tambak: Khusus untuk jenis Gracilaria, budidaya dilakukan di tambak-tambak pesisir dengan metode tebar atau ikat.














Kementerian Kelautan dan Perikanan RI
Semua Orang

18/12/2025

tinjau kolam terpal kotak









Kementerian Kelautan dan Perikanan RI

17/12/2025

MONITORING RESIDU oleh UPT PBAPL, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan.
Pengambilan sampel udang dan ikan secara berkala merupakan prosedur WAJIB dalam manajemen tambak saat ini, terutama untuk memastikan keamanan pangan dan memenuhi standar ekspor.

Pengecekan RESIDU (sisa zat kimia atau antibiotik) sangat krusial karena akumulasi zat berbahaya dapat membatalkan pengiriman produk dan merugikan petambak secara finansial.

Mengapa Pengambilan SAMPEL RESIDU Sangat PENTING?

1. Keamanan Konsumen dan Kesehatan Publik
Residu obat-obatan, seperti antibiotik golongan Chloramphenicol atau Nitrofurans, bersifat karsinogenik (pemicu kanker) bagi manusia. Dengan mengambil sampel sebelum panen, petambak memastikan produknya aman untuk dikonsumsi.

2. Memenuhi Standar Pasar Ekspor
Pasar internasional (seperti Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang) memiliki aturan yang sangat ketat mengenai Maximum Residue Limits (MRL) atau Batas Maksimum Residu.
Jika ditemukan residu di atas ambang batas, satu kontainer produk dapat ditolak atau dimusnahkan.
Hal ini berisiko membuat tambak atau bahkan negara asal masuk ke dalam "daftar hitam" (blacklist).

3. Monitoring Efektivitas Masa Henti Obat (Withdrawal Period)
Jika ikan atau udang pernah diberi pengobatan, pengambilan sampel berfungsi untuk memeriksa apakah zat kimia tersebut sudah hilang sepenuhnya dari jaringan tubuh hewan sebelum dipasarkan.

4. Mendeteksi Kontaminasi Lingkungan
Kadang kala, residu tidak berasal dari pakan atau obat yang diberikan petambak, melainkan dari sumber air yang tercemar pestisida dari lahan pertanian sekitar. Sampel rutin membantu mengidentifikasi masalah ini lebih awal.
















Kementerian Kelautan dan Perikanan RI
Tekhnisi Tambak Udang / Ikan Indonesia
Budidaya Udang Vannamei Kolam Bundar
Semua Orang

15/12/2025

pengamatan terhadap anakan nila yang baru menetas dari telur












Kementerian Kelautan dan Perikanan RI

13/12/2025

Proses pengangkutan/distribusi ikan ke pasar lokal/pelelangan ikan.







Kementerian Kelautan dan Perikanan RI
South Sulawesi
Semua Orang
Penyuluh Perikanan SBT

Address


Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Portal Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

  • Want your organization to be the top-listed Government Service?

Share