19/08/2021
Menggali Sumur Menggali Kehidupan
Rencana untuk memiliki sumber air yang bisa mencukupi kebutuhan Taman Puspa sudah lama terwacanakan. Sebagaimana cerita kepala unit wisata Moh. Kholiq Tukil kepada pengurus BUMDesa Berkah lainnya, bahwa banyak sumber air yang bisa dikelola dan besar debitnya
Hari berganti Minggu, Minggu berganti bulan dan bulan berjalan hampir satu tahun pengelolaan Taman diamanahkan ke pengurus BUMDesa.
Berbagai rintangan, tantangan, hambatan dan peluang saling tumpang tindih. Kadang rintangan itu menindih sehingga terasa berat dan tertatih untuk bangkit.
Dengan bermimpi, berfikir peluang yang menggelayut dan selalu membayangi hari demi hari kami menjadikan itu suport dan obor penyemangat. Entah sampai kapan obor itu menyala dan semakin membakar kami, kiranya do'a para relawan, restu para sesepuh dan bimbingan virtual para leluhur pem-bedah krawangan Desa Ngadilangkung yang selalu kami cari dan nanti.
Sejak awal ketika kami pengurus BUMDesa Berkah diamanahi ngelola Taman Puspa, Taman Lembah Hijau dan Taman Kehati oleh pemerintah Desa Ngadilangkung itu bukan pekerjaan mudah.
Pertama kita dihadapkan pada kebutuhan operasional mulai dari perawatan taman, kebersihan, keamanan, suplai kebutuhan air dan listrik. Kami sangat berterimakasih kepada Relawan Jalibar yang semangat dan kekeluargaannya luar biasa. Tanpa Meraka kami bukan apa-apa dalam pengelolaan tiga taman yang luasnya hampir 6 Ha.
Dua hari kemarin penggalian sumur dilakukan. Hal ini dilakukan karena suplai kebutuhan air yang selama ini melalui PDAM tidak mencukupi dan sering mati. Sudah hampir satu Minggu Taman Puspa tidak teraliri air, sehingga toilet yang selama ini bersih menjadi pesing dan kotor.
Situasi ini tentu membingungkan kami terutama kepala unit wisata. Komplain dari pengunjung/pemanfaat toilet tiap hari dialamatkan pada kami. Rasa tidak enak dan mumet menghimpit di hari-hari ketika suplai air mati.
Cuk....
Astagfirullah...
Selang dua hari kepala unit mengajak rapat secara maraton untuk menyelesaikan masalah ini. Rapat sampai larut malam selama 2 hari akhirnya diputuskan menggali sumur. Menggali sumur tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan air tetapi lebih dari itu bahwa sebagaimana orang-orang tua dulu berpesan bahwa "sumur adalah sumber penghidupan".
Bismillahirrahmanirrahim, Rabu 18 Agustus 2021 sumber penghidupan itu digali. Allahu Akbar belum selesai galian sumur itu air sudah keluar dan jernih. Tentunya kami bersyukur dengan seraya berucap Alhamdulillahirobbilalamiien.
Semoga sumur ini benar-benar menjadi penghidupan bagi kami, orang-orang yang membutuhkan dan tentunya akan meringankan beban kami dalam pengelolaan taman.