KUA Blimbing Kota Malang

KUA  Blimbing Kota Malang KUA KEC. BLIMBING KOTA MALANG

Kementerian Agama Kota MalangBeranda/Berita/DetailKementerian Agama Kota MalangMelayani dengan Amanah, Membangun Generas...
12/05/2026

Kementerian Agama Kota Malang
Beranda
/
Berita
/
Detail
Kementerian Agama Kota Malang
Melayani dengan Amanah, Membangun Generasi Berakhlak Mulia

Bimas Islam
12 Mei 2026
Digitalisasi Wakaf di KUA Blimbing, e-AIW Permudah Umat Wujudkan Amal Jariyah yang Aman dan Transparan
Digitalisasi Wakaf di KUA Blimbing, e-AIW Permudah Umat Wujudkan Amal Jariyah yang Aman dan Transparan
-WBK 2026 - Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

Kota Malang — Transformasi digital di lingkungan Kementerian Agama terus menghadirkan kemudahan layanan bagi masyarakat. Salah satunya terlihat dalam pelaksanaan Ikrar Wakaf berbasis aplikasi e-AIW (Elektronik Akta Ikrar Wakaf) yang sukses dilaksanakan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Blimbing pada Senin (11/05/2026). Inovasi ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat pelayanan publik yang modern, cepat, dan akuntabel, khususnya di bidang perwakafan.

Pelaksanaan ikrar wakaf tersebut berlangsung dengan tertib dan khidmat di hadapan Kepala KUA Kecamatan Blimbing Ahmad Sa’rani, S.Ag., M.H., yang bertindak sebagai Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW). Kegiatan turut didampingi jajaran staf KUA serta disaksikan sejumlah tokoh dan pengurus yayasan.

Dalam prosesi tersebut, Nadzir Yayasan Al Chusaini, Muchamad Nuris Fakhrurrozi, terlebih dahulu menjalani pengambilan sumpah sebagai pengelola amanah wakaf. Selanjutnya, Wakif atau pihak yang mewakafkan harta, H. Achmad Shodiq, menyampaikan ikrar wakaf di hadapan saksi KH. Achmad Chusaini beserta beberapa pengurus Yayasan Al Chusaini.

Suasana prosesi berlangsung penuh kekhusyukan. Namun di balik nuansa religius tersebut, terdapat semangat pembaruan layanan yang kini semakin memudahkan masyarakat. Penggunaan aplikasi e-AIW memungkinkan seluruh proses administrasi wakaf dilakukan secara digital dan terintegrasi langsung dengan sistem nasional Kementerian Agama.

Kepala KUA Kecamatan Blimbing Ahmad Sa’rani menjelaskan bahwa pemanfaatan e-AIW merupakan bagian dari upaya transformasi digital yang terus didorong Kementerian Agama untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa niat baik masyarakat dalam berwakaf mendapatkan perlindungan administrasi dan hukum yang kuat. Dengan e-AIW, proses menjadi lebih cepat, transparan, dan terdokumentasi dengan baik sehingga aset wakaf umat lebih aman,” ujarnya.

Ia menambahkan, digitalisasi layanan wakaf bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, melainkan juga bentuk tanggung jawab negara dalam menjaga amanah umat. Selama ini, persoalan administrasi dan dokumentasi sering menjadi tantangan dalam pengelolaan aset wakaf. Kehadiran e-AIW diharapkan mampu meminimalisir berbagai risiko tersebut.

Melalui aplikasi ini, dokumen wakaf tersimpan secara digital sehingga lebih aman dari risiko kehilangan maupun kerusakan fisik. Sistem juga memungkinkan validasi data secara real-time antara KUA, Badan Wakaf Indonesia (BWI), dan kementerian terkait. Dengan demikian, proses administrasi menjadi lebih efektif dan akurat.

Tidak hanya itu, masyarakat juga mendapatkan kemudahan dalam memantau status administrasi wakaf yang diajukan. Hal ini menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan wakaf yang profesional dan transparan.

Bagi masyarakat, inovasi ini membawa dampak positif yang sangat nyata. Wakaf yang sebelumnya dipandang rumit dalam sisi administrasi kini menjadi lebih sederhana dan mudah diakses. Kemudahan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berwakaf sebagai bentuk investasi akhirat sekaligus kontribusi sosial bagi kemaslahatan umat.

Wakaf sendiri memiliki peran strategis dalam pembangunan sosial keagamaan. Aset wakaf dapat dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan, pembangunan tempat ibadah, layanan kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Karena itu, penguatan sistem administrasi wakaf menjadi langkah penting agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan.

Keberhasilan pelaksanaan ikrar wakaf berbasis e-AIW di KUA Blimbing juga menjadi bukti bahwa pelayanan publik berbasis teknologi dapat berjalan berdampingan dengan nilai-nilai religius dan humanis. Modernisasi layanan tidak menghilangkan kekhidmatan prosesi, justru memperkuat rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam mengurus hak-hak keagamaan mereka.

Setelah seluruh data selesai diinput melalui sistem digital, penyerahan berkas fisik dilakukan sebagai simbol sahnya perpindahan manfaat harta benda untuk kepentingan umat. Momentum tersebut menjadi penegasan bahwa transformasi digital hadir bukan untuk menggantikan nilai-nilai syariat, melainkan memperkuat tata kelola agar lebih tertib dan terpercaya.

Dengan keberhasilan ini, KUA Kecamatan Blimbing berharap masyarakat semakin yakin untuk memanfaatkan layanan wakaf resmi melalui KUA. Inovasi e-AIW diharapkan menjadi pintu menuju tata kelola wakaf yang lebih profesional, aman, dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat di masa depan.

Perkokoh Ketahanan Keluarga, 16 Pasang Catin Ikuti Bimwin di KUA BlimbingMALANG – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bl...
12/05/2026

Perkokoh Ketahanan Keluarga, 16 Pasang Catin Ikuti Bimwin di KUA Blimbing
MALANG – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Blimbing kembali menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin (catin) pada Selasa (12/5). Sebanyak 16 pasangan calon pengantin antusias mengikuti pembekalan wajib ini sebagai modal utama melangkah ke jenjang pernikahan.

Acara dibuka langsung oleh Kepala KUA Blimbing, Bapak Rony. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar upacara seremonial, melainkan perjalanan panjang yang membutuhkan kesiapan mental, fisik, dan spiritual.

"Bimwin ini adalah ikhtiar kita bersama untuk menekan angka perceraian dan menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Kami ingin para catin berangkat dengan 'tas' yang sudah penuh dengan bekal ilmu," ujar Pak Rony.

Strategi 5M: Modal Utama Membangun Rumah Tangga
Dalam sesi utama, materi difokuskan pada rumusan 5M, yakni 5 modal dasar yang wajib dikuasai oleh setiap pasangan sebelum akad nikah diucapkan:

Memahami Makna Perkawinan
Menyelaraskan niat dan memahami bahwa nikah adalah ibadah terpanjang serta komitmen suci di hadapan Tuhan.

Menguasai Ilmu Hukum Keluarga
Pentingnya memahami hak dan kewajiban suami-istri sesuai regulasi yang berlaku agar tercipta keadilan dalam rumah tangga.

Merawat Kesehatan Reproduksi
Edukasi mengenai kesiapan fisik, perencanaan kehamilan, serta menjaga kesehatan organ reproduksi demi melahirkan generasi yang sehat dan bebas stunting.

Mengelola Ekonomi Rumah Tangga
Latihan mengatur skala prioritas keuangan agar kebutuhan keluarga tercukupi dan menghindari konflik akibat manajemen finansial yang buruk.

Mencegah Masalah Keluarga
Membekali pasangan dengan teknik komunikasi efektif dan resolusi konflik untuk menghadapi dinamika kehidupan berumah tangga.

Harapan Kedepan
Melalui kegiatan ini, Bapak Rony berharap 16 pasangan tersebut tidak hanya sah secara administrasi negara, tetapi juga matang secara fungsional. "Dengan rumus 5M ini, kami optimis pasangan muda di wilayah Blimbing mampu menghadapi tantangan zaman dan membangun ketahanan keluarga yang kuat," pungkasnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan simulasi, di mana para peserta diajak untuk membedah potensi masalah dan mencari solusi bersama pasangan masing-masing.

Peringati HUT ke-112 Kota Malang, Kecamatan Blimbing Gelar Istighosah "Mengetuk Pintu Langit"​MALANG – Dalam rangka memp...
08/04/2026

Peringati HUT ke-112 Kota Malang, Kecamatan Blimbing Gelar Istighosah "Mengetuk Pintu Langit"
​MALANG – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang, Kantor Kecamatan Blimbing menggelar kegiatan spiritual bertajuk "Mengetuk Pintu Langit", Selasa (7/4/2026). Acara yang berlangsung khidmat di Aula Atas Kantor Kecamatan Blimbing ini dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
​Kegiatan Istighosah dan doa bersama ini ditujukan untuk memohon berkah serta rahmat Allah SWT agar masyarakat Kota Malang senantiasa diberikan kesejahteraan, kedamaian, serta dijauhkan dari segala marabahaya. Selain itu, momentum ini menjadi harapan agar kerukunan antarwarga (guyup rukun) tetap terjaga dalam harmoni dengan semesta alam.
​Membangun Ketahanan Mental ASN
​Camat Blimbing dalam sambutannya menyampaikan bahwa selain memperingati hari jadi kota, agenda ini memiliki esensi penting bagi internal birokrasi.
​"Melalui istighosah ini, kita ingin membangun ketahanan mental dan spiritual yang tangguh bagi seluruh ASN. Sebagai abdi masyarakat, integritas tidak hanya dibangun dari profesionalisme kerja, tapi juga dari kedekatan spiritual kepada Tuhan," ujar Camat Blimbing.
​Dihadiri Seluruh Lini Pemerintahan
​Acara ini diikuti secara antusias oleh:
​Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kecamatan Blimbing.
​Lurah beserta staf dari seluruh kelurahan di wilayah Kecamatan Blimbing.
​Muspimcam Plus (Musyawarah Pimpinan Kecamatan), yang menunjukkan soliditas antarinstansi di tingkat lokal.
​Khidmat Bersama KUA
​Rangkaian acara diawali dengan sambutan hangat dari Camat Blimbing dan dilanjutkan dengan inti acara, yakni pembacaan doa dan Istighosah yang dipimpin langsung oleh Kepala KUA Blimbing.
​Suasana haru dan khusyuk menyelimuti aula saat lantunan zikir dan doa dipanjatkan bersama. Melalui kegiatan ini, diharapkan Kota Malang di usianya yang ke-112 dapat terus bertransformasi menjadi kota yang lebih maju namun tetap religius dan harmonis bagi seluruh warganya.

KUA Blimbing Terima Kunjungan Supervisi Triwulanan, Raih Apresiasi dan Reward SmartphoneMALANG – Kantor Urusan Agama (KU...
08/04/2026

KUA Blimbing Terima Kunjungan Supervisi Triwulanan, Raih Apresiasi dan Reward Smartphone
MALANG – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Blimbing menerima kunjungan tim supervisi triwulanan dari Kantor Kementerian Agama Kota Malang pada Selasa, 7 April 2026. Kehadiran tim yang dipimpin oleh Plt. Kasubbag TU sekaligus Kasi Bimas Islam, Bapak Ahmad Hadiri, bersama Penyelenggara Syariah (Pensyar), Bapak Zainal Anwar, disambut langsung oleh Kepala KUA Blimbing, Ahmad Sa’rani, beserta seluruh jajaran ASN.
Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan pendampingan sekaligus pengawasan guna memastikan layanan publik di KUA Blimbing berjalan secara prima. Fokus supervisi meliputi kesiapan Sarana Prasarana (Sarpras), kualitas SDM, hingga output layanan yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Beberapa poin utama yang menjadi objek supervisi antara lain:
Layanan Nikah dan Manajemen Perkantoran: Memastikan administrasi berjalan tertib.
Bidang Ibadah Sosial Keagamaan: Pengelolaan Zakat dan Wakaf.
Digitalisasi Layanan: Optimalisasi penggunaan aplikasi e-AIW (Akta Ikrar Wakaf Elektronik).
Dalam sesi ekspose, Kasi Bimas Islam, Ahmad Hadiri, menekankan pentingnya akuntabilitas dalam setiap proses pelayanan. "Layanan di KUA harus tertib dan akuntabel karena memiliki dampak hukum jangka panjang bagi masyarakat," tegasnya.
Sementara itu, Bapak Zainal Anwar selaku Pensyar memberikan apresiasi tinggi atas kinerja KUA Blimbing. Ia menilai KUA Blimbing sangat inovatif dalam menjalankan tugas dan fungsinya di tengah masyarakat.
Sebagai bentuk penghargaan atas kinerja yang baik dan dedikasi dalam transformasi digital, acara diakhiri dengan penyerahan bantuan berupa smartphone kepada Kepala KUA Blimbing. Perangkat ini diberikan sebagai kanal peningkatan layanan publik berbasis IT sekaligus sarana interaksi cepat (kanal interaktif) antara KUA dengan masyarakat luas.
Kepala KUA Blimbing, Ahmad Sa’rani, menyatakan komitmennya untuk terus mempertahankan prestasi ini dan memastikan seluruh layanan di wilayahnya semakin transparan dan mudah diakses.

https://kuablimbing.page.gd/2026/03/16/brus-di-smpn-24-kota-malang/?i=1 .
16/03/2026

https://kuablimbing.page.gd/2026/03/16/brus-di-smpn-24-kota-malang/?i=1
.



The MOST KUA Joyful Ramadan Digelar di SMPN 24 Kota Malang KUA Kecamatan Blimbing kembali melaksanakan kegiatan The MOST KUA Joyful Ramadan yang kali ini digelar di SMPN 24 Kota Malang, pada Kamis, 12 Maret 2026. Kegiatan ini menghadirkan beberapa sesi pembinaan yang menyasar siswa serta tenaga pend...

Sinergi Lintas Sektor di Blimbing: KUA Hingga Puskesmas Bersatu Perkuat Upaya Percepatan Penurunan Stunting​Minilok TPPS...
29/09/2025

Sinergi Lintas Sektor di Blimbing: KUA Hingga Puskesmas Bersatu Perkuat Upaya Percepatan Penurunan Stunting
​Minilok TPPS Blimbing Ungkap Data Stunting, Soroti Peran KUA dalam Edukasi Gizi Calon Pengantin
​Gerak Cepat Lawan Stunting: Minilok Lintas Sektor di Blimbing Tekankan Kolaborasi dan Urgensi Gizi Sejak Dini
​Berita: Sinergi Lintas Sektor di Blimbing: KUA Hingga Puskesmas Bersatu Perkuat Upaya Percepatan Penurunan Stunting
​Malang, 29 September 2015 — Upaya serius dan terpadu dalam mengejar target penurunan angka stunting kembali diperkuat di tingkat kecamatan. Bertempat di Besscamp Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Blimbing, pada Senin (29/9/2015), sebuah Minilokakarya Lintas Sektor (Minilok Linsek) digelar untuk memperkuat peran dan kolaborasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).
​Kegiatan yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh berbagai elemen penting. Jajaran peserta terdiri dari Kasi PMK (Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan), perwakilan Puskesmas, Kader Keluarga Berencana, Penyuluh KB, dan Penyuluh Kesehatan. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen bersama untuk menyentuh akar masalah stunting di wilayah Blimbing.
​Acara dibuka dan dipandu oleh pejabat vital di tingkat kecamatan, termasuk Kepala KUA Blimbing, perwakilan dari Puskesmas, dan Koordinator Penyuluh. Kehadiran mereka menegaskan bahwa penanggulangan stunting bukan hanya tugas sektor kesehatan, melainkan tanggung jawab multisektor.
​Dasar Hukum dan Urgensi Data
​Minilokakarya ini menghadirkan dua narasumber utama: Kepala KUA Blimbing dan perwakilan dari Puskesmas Pandanwangi. Materi yang disampaikan mengedepankan landasan hukum yang menjadi pijakan gerakan percepatan penurunan stunting, memberikan bobot legalitas pada setiap langkah yang diambil.
​Poin krusial yang dibahas selanjutnya adalah pemaparan data angka stunting terkini. Data ini menjadi alarm sekaligus peta jalan bagi TPPS Blimbing. Dengan memahami sebaran dan tren angka stunting, program intervensi dapat dirancang lebih tepat sasaran, memastikan sumber daya yang terbatas dapat dimanfaatkan seefektif mungkin.
​KUA Sebagai Garda Terdepan Edukasi Gizi Keluarga
​Salah satu sorotan utama dalam minilok ini adalah peran unik dan strategis Kantor Urusan Agama (KUA) Blimbing. Kepala KUA Blimbing memaparkan sejumlah inisiatif yang telah dan akan dilakukan untuk menekan angka stunting dari hulu, yaitu melalui edukasi pada calon pengantin dan keluarga.
​Inisiatif-inisiatif tersebut mencakup program seperti Bimbingan Remaja Usia Sekolah (Brus), Bimbingan Remaja Usia Nikah (Brun), dan Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin (Binwin Catin). Program-program ini disinergikan dengan Gerakan Keluarga Sakinah, yang secara implisit juga menanamkan pentingnya perencanaan keluarga sehat, termasuk pemenuhan gizi yang optimal sebelum dan sesudah menikah.
​"KUA memiliki akses langsung ke calon keluarga baru. Ini adalah momentum emas untuk menyisipkan pemahaman tentang urgensi asupan gizi bagi anak, remaja, calon pengantin, hingga orang tua," ujar Kepala KUA Blimbing. "Edukasi di KUA memastikan bahwa kesadaran gizi sudah tertanam sejak sebelum terbentuknya sebuah keluarga."
​Intervensi Kesehatan dan Kolaborasi Lintas Sektor
​Dari sisi kesehatan, perwakilan Puskesmas Pandanwangi menekankan pentingnya intervensi klinis dan preventif. Materi difokuskan pada penanggulangan gizi buruk bagi anak dan ibu hamil. Hal ini mencakup identifikasi dini, pemberian makanan tambahan, serta edukasi tentang pola asuh dan gizi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
​Diskusi memuncak pada pembahasan mengenai kolaborasi jejaring lintas sektor (linksek) sebagai kunci penguatan TPPS. Disepakati bahwa tidak ada satu pun institusi yang dapat bekerja sendirian. Puskesmas bertugas menyediakan data dan intervensi kesehatan; KUA menyediakan edukasi pra-nikah; Penyuluh KB dan Kesehatan bertugas melakukan pendampingan di lapangan; sementara Kader menjadi ujung tombak di tengah masyarakat.
​Minilokakarya ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan langkah, memecah sekat antarlembaga, dan memastikan bahwa setiap program, mulai dari edukasi pra-nikah hingga intervensi gizi bagi balita dan ibu hamil, berjalan harmonis. Hasil akhir dari kegiatan ini adalah perumusan komitmen bersama untuk mengintensifkan sinergi, menjadikan TPPS Blimbing sebagai mesin yang solid dalam upaya Gerak Cepat Lawan Stunting. Langkah nyata ini diharapkan mampu mempercepat terciptanya generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan bebas dari ancaman stunting.

Briefing Senin Pagi22/9/2025 Kepala KUA Blimbing:Evaluasi Kegiatan Sepekan1. *Giat yang Berhasil*: Kegiatan yang berhasi...
22/09/2025

Briefing Senin Pagi22/9/2025 Kepala KUA Blimbing:

Evaluasi Kegiatan Sepekan
1. *Giat yang Berhasil*: Kegiatan yang berhasil dilaksanakan dalam sepekan terakhir.
2. *Permasalahan dan Solusi*: Inventarisasi permasalahan yang dihadapi dan solusi konkret yang akan dilakukan.
3. *Target Realisasi*: Pemetaan target realisasi yang sudah dan yang belum tercapai.

Target Sepekan dan Capaian Kinerja
1. *Target Sepekan*: Target yang ingin dicapai dalam sepekan ke depan.
2. *Capaian Kinerja*: Pemantauan capaian kinerja di semua layanan.

Pelaksanaan dengan Disiplin dan Akuntabilitas
1. *Disiplin Kerja*: Pelaksanaan kegiatan dengan penuh disiplin dan etos kerja yang tinggi.
2. *Akuntabilitas*: Pelaksanaan kegiatan dengan penuh akuntabilitas dan transparansi.

Integritas Layanan Prima
1. *Bebas dari Pungli*: Layanan yang bebas dari pungutan liar.
2. *Bersih Melayani*: Layanan yang bersih dan profesional.

Dengan briefing ini, diharapkan kinerja KUA Blimbing dapat meningkat dan memberikan layanan prima kepada masyarakat. Salam integritas!

 # # # Penguatan Tiga Pilar Menuju Kelurahan Layak Anak: Purwantoro Ajak Seluruh Elemen Bergerak Bersama KUA Blimbing Ko...
22/09/2025

# # # Penguatan Tiga Pilar Menuju Kelurahan Layak Anak: Purwantoro Ajak Seluruh Elemen Bergerak Bersama
KUA Blimbing Kota Malang dan Kelurahan Purwantoro menggelar acara penting dalam upaya mewujudkan Kelurahan Layak Anak (KLA) dengan menguatkan tiga pilar utama: Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), dan Posyandu Remaja. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 22 September 2025, ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan pejabat terkait, menunjukkan komitmen kolektif untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi anak-anak.

Bertempat di Aula Kelurahan Purwantoro, acara yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh perwakilan dari **Forum Anak, LPMK, BKM, PKK, Ketua RW 1 hingga 24, Toga Tomas, dan Karang Taruna.** Kehadiran berbagai pihak ini menjadi bukti sinergi yang kuat dalam membangun masa depan anak-anak di kelurahan tersebut.

Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Kelurahan Purwantoro yang menekankan pentingnya peran serta aktif dari seluruh lapisan masyarakat. “Kelurahan Layak Anak bukan hanya sekadar label, melainkan sebuah tanggung jawab bersama. Kita harus memastikan setiap anak di Purwantoro mendapatkan haknya untuk tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang terlindungi dan suportif,” ujar Kepala Kelurahan.

Para peserta kemudian disuguhkan materi mendalam dari dua narasumber utama. Bapak Rony, Kepala KUA Blimbing, memberikan paparan tentang **Peran KUA dalam Mewujudkan Keluarga Sakinah.** Ia menjelaskan bahwa keluarga yang harmonis adalah fondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang positif bagi anak. “Keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah akan melahirkan anak-anak yang sehat secara fisik dan mental. Oleh karena itu, edukasi pranikah dan bimbingan keluarga menjadi sangat krusial,” jelasnya.

Selanjutnya, Ibu I’ik dari Dinas Sosial Perlindungan Ibu dan Anak, yang dimoderatori oleh Ketua Forum Kesehatan, menguraikan **latar belakang dan urgensi PATBM, Puspaga, serta Posyandu Remaja** dalam mencapai status Kelurahan Layak Anak. Ia menjelaskan bahwa PATBM berfungsi sebagai garda terdepan di tingkat RT/RW dalam mencegah dan menangani kasus kekerasan terhadap anak. “Dengan PATBM, kita memberdayakan masyarakat untuk menjadi pelindung bagi anak-anak di sekitar mereka. Mereka tahu siapa yang harus dihubungi dan bagaimana cara bertindak jika ada indikasi masalah,” paparnya.

Sementara itu, Puspaga hadir untuk memberikan layanan konseling dan edukasi bagi keluarga, membantu mereka mengatasi berbagai tantangan dalam pengasuhan. Puspaga bertujuan agar orang tua memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk mendidik anak-anak mereka dengan baik. Di sisi lain, Posyandu Remaja difokuskan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan dan edukasi bagi remaja, termasuk isu-isu sensitif seperti kesehatan reproduksi dan pencegahan pergaulan bebas.

“Penguatan ketiga program ini menjadi strategi kunci kita. PATBM sebagai sistem peringatan dini, Puspaga sebagai pusat penguatan keluarga, dan Posyandu Remaja sebagai wadah perlindungan bagi para generasi muda. Ini adalah **strategi penguatan program** yang terintegrasi,” tegas Ibu I’ik.

Para narasumber juga menyampaikan **harapan dan dampak** yang ingin dicapai dari program ini. Mereka berharap Purwantoro tidak hanya mendapatkan sertifikasi KLA, tetapi juga benar-benar menjadi tempat di mana hak-hak anak terpenuhi secara optimal, kasus kekerasan menurun drastis, dan setiap anak merasa aman.

Sesi diskusi interaktif juga membuka ruang bagi para peserta untuk memberikan masukan dan pertanyaan. Berbagai masukan dari Ketua RW, PKK, dan Karang Taruna menunjukkan komitmen mereka untuk melaksanakan program ini di lapangan. Salah satu poin penting yang muncul adalah perlunya **sinergi intensif antara jejaring lintas sektoral dan kelembagaan agar tercipta kerja yang kompak dan solid.**

Acara ini ditutup dengan sesi **identifikasi, evaluasi capaian, dan tindak lanjut.** Kepala Kelurahan Purwantoro mengajak seluruh peserta untuk membuat rencana aksi konkret. “Kita sudah tahu apa yang harus dilakukan. Sekarang saatnya kita bergerak bersama, mengevaluasi apa yang sudah tercapai, dan merumuskan langkah-langkah selanjutnya. Saya yakin, dengan kerja sama yang kuat, Purwantoro bisa menjadi model Kelurahan Layak Anak bagi kelurahan lain,” pungkasnya.

Kegiatan ini menandai langkah maju yang signifikan bagi Kelurahan Purwantoro dalam upayanya menciptakan lingkungan yang ramah anak. Dengan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat, harapan untuk menjadi Kelurahan Layak Anak yang seutuhnya bukan lagi sekadar impian, melainkan tujuan yang akan segera terwujud.

***

1. **Purwantoro Kuatkan Tiga Pilar, Sinergi Antarelemen Wujudkan Kelurahan Layak Anak**
2. **Membangun Fondasi Kuat, Kelurahan Purwantoro Gelar Penguatan PATBM-Puspaga-Posyandu Remaja Menuju KLA**
3. **Bukan Sekadar Label, Purwantoro Gerakkan Seluruh Elemen Masyarakat untuk Lindungi Anak**

Dorong Akuntabilitas, KUA Blimbing Gelar Bimtek Lentera dan Srikandi untuk ASNASN KUA Blimbing Dibekali Aplikasi Lentera...
22/07/2025

Dorong Akuntabilitas, KUA Blimbing Gelar Bimtek Lentera dan Srikandi untuk ASN

ASN KUA Blimbing Dibekali Aplikasi Lentera & Srikandi, Kinerja Diharap Kian Transparan

Bimtek KUA Blimbing: Digitalisasi Arsip hingga Inventarisasi BMN

MALANG, Suasana Aula Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Blimbing, Kota Malang, tampak berbeda pada Senin (21/7/2025) pagi. Tepat pukul 09.00 WIB, puluhan aparatur sipil negara (ASN) berseragam batik Korpri rapi mengambil tempat. Mereka bukan sekadar berkumpul, tetapi mengikuti bimbingan teknis (bimtek) dan sosialisasi bertajuk “Peningkatan Akuntabilitas Kinerja Instansi dan ASN KUA” yang diprakarsai Subbagian Tata Usaha (TU) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Malang.

Kegiatan ini diikuti jajaran penghulu, seluruh ASN KUA Blimbing, hingga ASN Kesekretariatan Kankemenag. Tercatat 10 pelaksana administrasi, tiga JFT penghulu, serta dua penyuluh agama hadir. Fokusnya: mengoptimalkan aplikasi Lentera, platform Srikandi, serta strategi inventarisasi Barang Milik Negara (BMN).

“ASN Harus Melek Digital dan Akuntabel”
Kasubag TU Kankemenag Kota Malang, Nurul Istiqomah, membuka acara dengan menekankan pentingnya transformasi digital di lingkungan Kemenag.

“Melalui Lentera, seluruh data kinerja dapat tercatat secara akurat dan akuntabel. Tidak ada lagi laporan bertumpuk di meja pimpinan,” ujarnya di hadapan peserta.

Lentera—akronim dari Laporan Elektronik Terintegrasi Akuntabilitas—adalah aplikasi internal yang memudahkan pemantauan kinerja harian ASN. Nurul menekankan bahwa keberhasilan implementasi aplikasi tergantung pada kedisiplinan input data. “Kalau datanya dimasukkan real time, pimpinan bisa mengambil keputusan cepat. Output layanan pun akan lebih baik,” tambahnya.

Di sesi kedua, Nurul memperkenalkan aplikasi Srikandi (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi), yang menjadi tulang punggung manajemen arsip digital nasional. Ia mempraktikkan cara membuat surat keluar, memberi paraf elektronik, hingga menyimpan dokumen dalam cloud yang terintegrasi dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

“Srikandi bukan sekadar aplikasi persuratan, tetapi juga repositori arsip hidup Kemenag. Dengan sistem ini, dokumen 10 tahun lalu pun bisa kita temukan dalam hitungan detik,” ucap Nurul, memperlihatkan antarmuka aplikasi melalui proyektor.

Pengamanan BMN, Tak Boleh Dianggap Remeh
Materi ketiga disampaikan Kepala KUA Blimbing, Ahmad Sa’rani. Ia menyoroti pentingnya pengamanan dan pencatatan BMN. Menurutnya, barang inventaris seperti kendaraan dinas, perangkat komputer, hingga sofa ruang tamu, sering kali luput dari pencatatan detail.

Ahmad memaparkan metode stock opname berkala dan penggunaan QR code untuk pelabelan aset. “Inventarisasi bukan sekadar menghitung barang; ini soal pertanggungjawaban keuangan negara. Ketika aset tercatat jelas, potensi kehilangan atau penyimpangan bisa ditekan,” ujarnya.

Ia juga menggandeng analis BMN Kemenag Kota Malang untuk memberi simulasi pengisian kartu inventaris barang (KIB) berbasis daring. “Saat audit berkala, data KIB yang lengkap akan memudahkan kita. Auditor tinggal scan QR code dan langsung melihat riwayat pemeliharaan,” jelas Ahmad.

Praktik Langsung & Sesi Diskusi
Tak sekadar teori, panitia menyiapkan laboratorium mini di pojok aula. Peserta diarahkan login ke akun Lentera masing‑masing, mengisi target kinerja harian, lalu mencetak rekap otomatis. Di stan sebelah, tim arsiparis mendampingi ASN membuat surat tugas melalui Srikandi dan mengekspor dokumen PDF tersertifikasi.

Diskusi interaktif pun mengemuka. Seorang penghulu menanyakan cara mengintegrasikan data pernikahan ke Lentera agar laporan kinerja bisa sinkron. Nurul menjawab, modul layanan nikah akan ditautkan ke sistem mulai triwulan IV/2025. “Targetnya, setiap akad langsung terbaca sebagai output kinerja penghulu di Lentera,” katanya.

Mendorong Budaya Kerja Transparan
Menurut Ahmad Sa’rani, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen KUA Blimbing mewujudkan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). “Transparansi dimulai dari data. Ketika kinerja, surat‑menyurat, dan aset tercatat digital, publik dapat mengawasi. Itu sebabnya bimtek seperti ini sangat strategis,” tuturnya.

Ahmad menambahkan, pihaknya akan membentuk tim tindak lanjut yang terdiri atas satu admin Lentera, satu power user Srikandi, dan satu petugas inventarisasi BMN. Tim ini bertugas memecahkan kendala teknis dan melapor ke Kasubag TU tiap bulan. “Jangan berhenti di hari ini. Yang penting, ada keberlanjutan,” katanya.

Rencana Aksi Pasca‑Bimtek
Di akhir acara, panitia menyebarkan kuesioner daring untuk mengukur pemahaman peserta. Hasil sementara menunjukkan 92 persen ASN merasa aplikasi Lentera mudah digunakan, sedangkan 85 persen menilai Srikandi mempersingkat proses persuratan.

Kankemenag Kota Malang menargetkan 100 persen satuan kerja menggunakan Lentera dan Srikandi sebelum Desember 2025. Nurul optimistis target tercapai. “Momentum digitalisasi sudah di depan mata. Kita tidak boleh ketinggalan,” ujarnya.

Acara yang berlangsung hingga pukul 12.30 WIB itu ditutup dengan deklarasi komitmen bersama. Para ASN menandatangani spanduk bertuliskan “Siap Wujudkan Kinerja Akuntabel dan Arsip Digital”. Sejurus kemudian, foto bersama mengakhiri rangkaian bimtek yang sarat muatan teknologi dan akuntabilitas tersebut.

Dengan sinergi aplikasi Lentera, Srikandi, dan tata kelola BMN yang lebih tertib, KUA Blimbing berharap pelayanan publik makin cepat, transparan, dan terpercaya—persis harapan masyarakat terhadap birokrasi modern.

Address

Jalan Indragiri IV/11
Malang
65122

Opening Hours

Monday 07:30 - 16:00
Tuesday 07:30 - 16:00
Wednesday 07:30 - 16:00
Thursday 07:30 - 16:00
Friday 09:00 - 16:30

Telephone

+62341471104

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when KUA Blimbing Kota Malang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to KUA Blimbing Kota Malang:

Share