14/04/2015
Persiapan Koreo Viking untuk Ayi Beutik
VIKING akan membuat koreografi khusus untuk menghormati sosok sang Panglima Ayi Beutik yang telah meninggal pada Agustus 2014 lalu. Bagaimana suguhan koreo itu?
Memasuki kompetisi 2015, menjadi babak baru bagi Viking Persib Club (VPC). Organisasi suporter Persib terbesar di Tanah Air ini tidak lagi dikomandoi Ayi Beutik namun kekompakan mereka tetap utuh.
Viking pun berencana membuat koreografi khusus untuk alm panglima mereka. Rencana dari salah satu kelompok bobotoh terbesar itu diungkapkan langsung pentolan VPC, Yana Umar. Menurutnya, Viking sedang mematangkan konsep untuk koreografi penghormatan bagi almarhum Ayi Beutik.
Rencananya, lanjut dia, koreo bertemakan Sang Panglima tersebut akan menghiasi Stadion si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, pada lanjutan kompetisi QNB League Indonesia, atau sebelumnya bernama Indonesia Super League (ISL) 2015, pada
Juni mendatang.
"Kita memang punya rencana membuat koreo
seperti itu (bertema Ayi Beutik). Rencananya kita akan bikin bulan Juni, soalnya itu bulan kelahiran almarhum Mang Ayi," ucap Yana beberapa waktu lalu.
Dia memaparkan, sepeninggalnya Ayi Beutik,
memang sangat terasa ada yang kurang.Bahkan, ketika Persib berhasil menjadi juara Indonesia Super League (ISL) 2014 dia merasakan ada yang hilang. Terlebih keberhasilan Maung Bandung meraih titel jawara merupakan mimpi dari sang panglima.
Di mata Yana, sosok almarhum merupakan seorang yang sangat bertanggung jawab dengan para anggotanya. Diakuinya, kehadiran Ayi Beutik di stadion juga mampu mengobarkan semangat para anggota VPC.
"Almarhum itu menjadi pembakar semangat bagi teman-teman bobotoh. Kalau ada apa-apa dia juga pasti selalu maju paling depan," jelasnya.
Sejak kali pertama mengenal Ayi Beutik dan
bersama-sama menjadi seorang bobotoh, Yana dan almarhum semasa hidupnya tidak bisa dipisahkan. Jika Ayi Beutik merupakan seorang Panglima VPC, maka Yana adalah Derijennya. Mereka selalu berdiri paling depan menjadi komando di dalam stadion,
khususnya tribun timur si Jalak Harupat.
Sebagai salah satu bentuk penghormatan pada Almarhum, Yana mengatakan, posisi Panglima VPC akan tetap dikosongkan. Dia enggan mencari orang lain untuk mengganti peran Ayi Beutik. "Panglima itu hanya ada satu, hanya Mang Ayi. Posisi itu akan tetap dikosongkan dan selamanya akan tetap
kosong," tegasnya.
Yana menambahkan, sekalipun banyak pentolan di VPC atau bahkan ada orang yang paling dekat dengan Ayi Beutik, namun untuk mengisi posisi almarhum tidak lantas dideklarasikan kepada seseorang. Dia juga mengaku, tak ingin serakah atau mencari muka memimpin anggotanya seorang diri.
Untuk memberi komando dari pinggir lapangan, Yana mengatakan, kini semua orang bekerjasama memimpin anggotanya saat memberikan dukungan. Meski dengan banyak orang, dia tetap mengutamakan ketertiban agar memperlihatkan bahwa VPC adalah bobotoh dewasa.
"Sekarang semuanya bareng-bareng. Yang gantiin posisi itu ya kita babarengan (bersama-sama),"pungkasnya.