Kanwil Kemenag Sulut

Kanwil Kemenag Sulut Facebook Resmi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulut Website: http://sulut.kemenag.go.id Misi Kementerian Agama :
1.

Visi Kementerian Agama tahun 2020-2024.

“Kementerian Agama yang profesional dan andal dalam membangun masyarakat yang saleh, moderat, cerdas dan unggul untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berdasarkan gotong royong". meningkatkan kualitas kesalehan umat beragama;
2. memperkuat moderasi beragama dan kerukunan umat beragama;
3. meningkatkan layanan keagamaan yang adil, mudah dan merata;
4. meningkatkan layanan pendidikan yang merata dan bermutu;
5. meningkatkan produktivitas dan daya saing pendidikan;
6. memantapkan tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance).

KAFILAH MTQN ###I SULUT KEMBALI, BAWA SEMANGAT CINTA AL-QUR’ANSetelah menuntaskan rangkaian Musabaqah Tilawatil Qur’an (...
20/09/2026

KAFILAH MTQN ###I SULUT KEMBALI, BAWA SEMANGAT CINTA AL-QUR’AN

Setelah menuntaskan rangkaian Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ###I di Semarang, Jawa Tengah, Kafilah Sulawesi Utara akhirnya kembali ke daerah masing-masing, Minggu (20/09).

Kedatangan kafilah di Bandara Sam Ratulangi Manado disambut dan dijemput langsung oleh Pemerintah Provinsi Sulut yang diwakili oleh Kadis Infokom Zainudin Saleh Hilimi, dan Karo Kesra Anna Esther Pangalila, sebagai bentuk perhatian dan dukungan pemerintah kepada para peserta, pelatih, dan official yang telah membawa nama daerah di ajang nasional.

Kini, para kafilah kembali ke daerah masing-masing, bertemu keluarga dan handai tolan, dengan membawa pengalaman, kebersamaan, serta semangat baru untuk terus belajar, mendalami dan mengagungkan Kalamullah.

Seperti pesan Menteri Agama, MTQ bukan sekadar perlombaan, tetapi lebih dari itu, menjadi momentum untuk terus menumbuhkan kecintaan kepada Al-Qur’an dan menjadikannya bagian dari kehidupan, dengan tetap istiqomah dalam belajar dan mengamalkannya.

Perjalanan di Semarang boleh berakhir, tetapi semangat untuk terus berlatih dan mencintai Al-Qur’an harus tetap menyala. Semoga pengalaman dan perjuangan para kafilah menjadi pijakan untuk terus meningkatkan kemampuan, menjunjung tinggi sportivitas, dan mempersiapkan generasi Qur’ani Sulawesi Utara.

Hari ini kembali membawa pengalaman, esok kembali berlatih dengan harapan.

Semoga suatu saat nanti, Kafilah Sulawesi Utara dapat membawa p**ang kesuksesan dari panggung MTQ Nasional.

  Iman yang sejati bukanlah iman yang diam, melainkan iman yang bergerak dan berani bertindak.Belajar dari kisah Rahab, ...
20/09/2026



Iman yang sejati bukanlah iman yang diam, melainkan iman yang bergerak dan berani bertindak.

Belajar dari kisah Rahab, kita diingatkan bahwa Tuhan tidak pernah memandang seseorang hanya dari masa lalunya. Meskipun bukan berasal dari bangsa Israel dan dipandang rendah oleh masyarakat, Rahab memiliki iman yang melampaui batas sosial. Ia sungguh percaya bahwa Tuhan adalah Allah yang berkuasa di langit dan di bumi (Yosua 2:11).

Iman Rahab tidak hanya berhenti pada pengakuan lisan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata dengan menolong dua pengintai Israel, meskipun keputusan tersebut sangat membahayakan dirinya sendiri. Kisah ini menjadi teladan bagi kita untuk jangan takut melakukan kebenaran, tidak terikat oleh masa lalu, dan senantiasa mempercayakan masa depan kepada Tuhan. Baca selengkapnya dengan memindai QR code pada slide terakhir atau kunjungi website kemenag.go.id.

Langkah iman seperti apa yang ingin wujudkan dalam tindakan nyata hari ini?

Siaran PersKementerian Agama*Kalimantan Timur Juara Umum MTQ Nasional 2026, Jakarta Tuan Rumah 2027*Kalimantan Timur dit...
19/09/2026

Siaran Pers
Kementerian Agama

*Kalimantan Timur Juara Umum MTQ Nasional 2026, Jakarta Tuan Rumah 2027*

Kalimantan Timur ditetapkan sebagai Juara Umum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ###I Tahun 2026. Kafilah Kalimantan Timur meraih 288 poin, disusul Jawa Tengah dengan 208 poin dan DKI Jakarta 129 poin.
Penetapan juara umum diumumkan pada penutupan MTQ Nasional ###I di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (19/9/2026).

Pada kesempatan tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar juga menyampaikan bahwa estafet penyelenggaraan MTQ Nasional berikutnya akan berlanjut ke Jakarta pada 2027. “Piala bergilir kembali ke Kalimantan Timur. Sampai jumpa di MTQ berikutnya di Jakarta,” ujar Menag.

Menag menegaskan, berakhirnya MTQ bukan akhir dari upaya membumikan Al-Qur’an. Justru setelah kompetisi selesai, nilai-nilai Al-Qur’an harus semakin hadir dalam kehidupan nyata.

“Malam ini musabaqah berakhir. Para juara telah ditetapkan dan mereka akan kembali ke daerah masing-masing. Namun, tugas kita untuk membumikan Al-Qur’an justru dimulai setelah kemeriahan ini,” tuturnya.

Penutupan MTQ Nasional ###I dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, serta Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.

Hadir p**a Ketua Umum LPTQ Nasional Abu Rokhmad, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Kakanwil Kemenag Jawa Tengah Saiful Mujab, para kepala daerah, pejabat Kementerian Agama, alim ulama, Dewan Hakim, serta kafilah dari seluruh Indonesia.

*Empat Arah Pengembangan MTQ*

Menag kemudian menyampaikan empat arah pengembangan MTQ ke depan. Pertama, MTQ perlu berkembang dari sekadar perlombaan menjadi ekosistem pembelajaran dan peradaban Al-Qur’an. Pembinaan qari-qariah, hafiz-hafizah, mufasir, penulis, dan kaligrafer harus berlangsung secara terencana dan berkelanjutan, tidak berhenti setelah kompetisi selesai.

Kedua, MTQ harus semakin inklusif. Pengembangan cabang bagi penyandang disabilitas perlu diikuti perluasan akses terhadap tenaga pengajar. "Begitu juga dengan metode pembelajaran, dan fasilitas keagamaan yang ramah disabilitas," tegas Menag.

Ketiga, generasi Qurani perlu menguasai perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), tanpa kehilangan integritas dan kompas moral. "Teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperluas pendidikan, dakwah, dan akses pengetahuan, dengan tetap mewaspadai disinformasi, manip**asi, penyalahgunaan data, dan ujaran kebencian di ruang digital," tuturnya.

Keempat, MTQ harus menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Menag mengatakan penyelenggaraan MTQ menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, perdagangan, UMKM, dan industri kreatif. Berdasarkan perhitungan Pemprov Jawa Tengah dan BPS yang disampaikan dalam penutupan, perputaran ekonomi selama MTQ diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun.

“Ini menunjukkan bahwa syiar Al-Qur’an berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi rakyat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Menag.

Menag pun menyampaikan apresiasi kepada Jawa Tengah dan Kota Semarang serta seluruh pihak yang telah menyukseskan MTQ Nasional ###I. Kepada seluruh kafilah, ia berpesan agar semangat Al-Qur’an yang tumbuh selama MTQ dibawa p**ang ke daerah masing-masing.

“Sampaikan kepada masyarakat bahwa kita datang dari latar belakang berbeda, tetapi dipersatukan oleh kecintaan kepada Al-Qur’an dan pengabdian kepada Indonesia,” pungkasnya.

_Biro Humas dan Komunikasi Publik_

MTQ Nasional ###I Resmi Ditutup, Kalimatan Timur Juara Umum, DKI Jakarta Tuan Rumah MTQN Tahun DepanSEMARANG — Musabaqah...
19/09/2026

MTQ Nasional ###I Resmi Ditutup, Kalimatan Timur Juara Umum, DKI Jakarta Tuan Rumah MTQN Tahun Depan

SEMARANG — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ###I Tahun 2026 di Provinsi Jawa Tengah resmi berakhir. Selama sembilan hari, para peserta dari 37 provinsi di Indonesia berkompetisi sekaligus membangun persaudaraan dalam semangat mengagungkan dan membumikan Kalamullah.

Acara penutupan berlangsung di Kota Semarang dan dihadiri Menteri Agama RI KH. Nasaruddin Umar, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Wakil Gubernur DKI Jakarta H. Rano Karno, sejumlah wakil gubernur, Ketua LPTQ Nasional yang juga Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad, para Kakanwil Kementerian Agama, Dewan Hakim, serta seluruh kafilah dari 37 provinsi.

Kafilah Sulawesi Utara turut hadir dalam acara penutupan, setelah selama pelaksanaan MTQ Nasional ###I berjuang mengikuti berbagai cabang dan kategori lomba. Kafilah Sulut hadir bersama jajaran official dan pendamping, sebagai bagian dari rangkaian perjalanan panjang selama berada di Kota Semarang.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulawesi Utara Audi Pangemanan turut hadir mewakili Gubernur Sulawesi Utara dalam acara penutupan tersebut.

Meskipun tahun ini Kafilah Sulawesi Utara belum berhasil membawa p**ang gelar juara, kesempatan untuk tampil di panggung MTQ Nasional dan berkompetisi bersama para qari-qariah serta hafiz-hafizah terbaik dari berbagai daerah menjadi kebanggaan tersendiri.

Perjalanan para peserta Sulut tidak berhenti pada hasil perlombaan. Pengalaman tampil di tingkat nasional, bertemu dengan para peserta dari seluruh Indonesia, serta mengukur kemampuan di tengah persaingan yang ketat menjadi bekal berharga untuk terus meningkatkan kemampuan.

Belum meraih juara bukan berarti perjuangan berakhir. Justru pengalaman di MTQ Nasional ###I menjadi penyemangat bagi para peserta untuk kembali berlatih, memperbaiki kekurangan dan mempersiapkan diri menghadapi kesempatan berikutnya.

Semangat tersebut sejalan dengan pesan Menteri Agama RI KH. Nasaruddin Umar kepada seluruh peserta yang belum berhasil meraih juara agar tidak berkecil hati. Menag mengingatkan bahwa setiap huruf Al-Qur’an yang dibaca dan setiap ilmu yang dipelajari tetap memiliki nilai amal di sisi Allah SWT.

“Jangan berkecil hati. Setiap huruf yang dibaca, ilmu yang dipelajari adalah amal yang bernilai,” pesan Menag.

Menag juga mengingatkan bahwa kemenangan sejati bukan hanya tentang memperoleh piala, tetapi tentang kemampuan mengalahkan kemalasan, kesombongan dan keinginan untuk berhenti belajar.

Pesan tersebut menjadi energi tersendiri bagi Kafilah Sulawesi Utara untuk terus meningkatkan kualitas. Semangat mencintai dan mempelajari Al-Qur’an diharapkan tidak berhenti setelah berakhirnya MTQ Nasional, tetapi terus tumbuh di daerah.

Sementara itu, MTQ Nasional ###I diikuti 2.242 peserta dengan 24 golongan dan 48 kategori perlombaan. Selain perlombaan, penyelenggaraan MTQ juga dirangkaikan dengan seminar nasional, mudzakarah ilmiah, expo dan berbagai kegiatan pendukung lainnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam sambutannya menyampaikan bahwa selama sembilan hari para peserta telah mengagungkan Kalam Ilahi di Jawa Tengah dan seluruh pelosok negeri.

Ia menegaskan, MTQ bukan hanya sebuah perlombaan, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Kehadiran peserta, official dan pengunjung turut menggerakkan perekonomian daerah, termasuk sektor perhotelan dan UMKM.

Ahmad Luthfi juga mengajak seluruh peserta untuk membawa p**ang cerita-cerita yang menyejukkan dari Jawa Tengah dan tidak mengulangi fitnah maupun kampanye hitam.

Sementara Menteri Agama KH. Nasaruddin Umar mengangkat tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban.”

Menag mengajak seluruh peserta untuk membawa nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam setiap sisi kehidupan.

“Kita harus membawa cahaya Al-Qur’an di setiap sisi kehidupan,” ujarnya.

Menag juga menitipkan empat pesan penting untuk penyelenggaraan MTQ ke depan. Pertama, MTQ harus menjadi ekosistem pembelajaran dan pembinaan Al-Qur’an yang berkelanjutan. Kedua, MTQ harus semakin inklusif bagi penyandang disabilitas. Ketiga, MTQ harus adaptif terhadap perkembangan zaman. Keempat, MTQ harus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Pada malam penutupan, Menteri Agama menyerahkan piala juara umum kepada Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud. Sementara Surat Keputusan LPTQ Nasional diserahkan kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta H. Rano Karno sebagai penanda Provinsi DKI Jakarta akan menjadi tuan rumah MTQ Nasional ###II Tahun 2027.

Bagi Kafilah Sulawesi Utara, berakhirnya MTQ Nasional ###I bukanlah akhir dari perjuangan. Para peserta p**ang membawa pengalaman, kenangan, persaudaraan dan pelajaran berharga yang akan menjadi bekal untuk terus berproses.

Harapan pun terus disematkan bagi para pencinta Al-Qur’an di Sulawesi Utara. Semoga pada kesempatan berikutnya, Allah SWT memberikan ruang dan kesempatan bagi para qari-qariah serta hafiz-hafizah Sulawesi Utara untuk kembali tampil dan membuktikan kemampuan terbaik mereka di panggung nasional.

Terus berlatih dan berlatih. Karena setiap proses yang dijalani bersama Al-Qur’an adalah bagian dari perjuangan untuk menjadi lebih baik. Semoga suatu saat nanti, para pencinta Al-Qur’an dari Sulawesi Utara diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk menunjukkan bahwa mereka semua hebat.

MTQN Semarang ditutup dengan Penampilan Grup Band Letto yang bukan hanya menghibur Kafilah tetapi juga masyarakat Semarang yang hari itu hadir meramaikan kegiatan.

  Keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk mencintai Al-Qur'an. Alhamuddin dan Nindi Solihah, kakak beradik tunanetr...
18/09/2026



Keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk mencintai Al-Qur'an. Alhamuddin dan Nindi Solihah, kakak beradik tunanetra asal Lombok Tengah, membuktikan hal tersebut dengan sukses melaju ke panggung MTQ Nasional 2026.

Mewakili Kafilah NTB di cabang Tilawah Disabilitas Netra, keduanya telah tumbuh bersama ayat suci sejak usia dini. Kisah inspiratif mereka menjadi pengingat bahwa cahaya sejati senantiasa memancar dari hati yang diterangi Al-Qur'an.

###I

Usai Berlomba, Kafilah Sulut Nikmati Wisata SemarangSetelah beberapa hari berjuang dan menunjukkan kemampuan terbaik dal...
18/09/2026

Usai Berlomba, Kafilah Sulut Nikmati Wisata Semarang

Setelah beberapa hari berjuang dan menunjukkan kemampuan terbaik dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ###I di Semarang, anak-anak Kafilah Sulawesi Utara menyempatkan diri menikmati suasana Kota Semarang, Jumat (18/09).

Seusai menunaikan Salat Jumat, dua minibus bergerak menyusuri sejumlah destinasi wisata di Kota Semarang hingga Kabupaten Semarang. Momen ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk melepas penat setelah beberapa hari fokus mengikuti berbagai cabang lomba.

Salah satu destinasi yang dikunjungi adalah Wisata Umah Alas, yang dikenal sebagai wisata edukasi dan wisata alam yang banyak diminati, khususnya untuk kegiatan outing dan field trip. Di tempat ini, para peserta tidak hanya menikmati suasana alam, tetapi juga dapat mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat dan aktivitas tradisional, mulai dari kegiatan bertani dan menanam padi hingga permainan tradisional seperti egrang serta kesenian lokal.

Keceriaan pun terlihat dari wajah para peserta. Setelah melewati hari-hari penuh konsentrasi, latihan dan persaingan di arena musabaqah, suasana wisata menjadi ruang untuk bersantai, bercanda dan menikmati kebersamaan.

Perjalanan ini bukan sekadar rekreasi. Ada cerita, pengalaman dan kebersamaan yang akan menjadi kenangan tersendiri bagi anak-anak Kafilah Sulawesi Utara selama berada di Kota Atlas.

Selesai berlomba, saatnya menikmati Semarang. Mengukir pengalaman, mempererat kebersamaan, dan membawa p**ang cerita indah dari MTQ Nasional ###I.



Siaran PersKementerian AgamaLindungi Anak di Ruang Digital, Kemenag Atur Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan Keagamaan...
18/09/2026

Siaran Pers
Kementerian Agama

Lindungi Anak di Ruang Digital, Kemenag Atur Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan Keagamaan

Kementerian Agama mengatur penggunaan gawai di lingkungan satuan pendidikan untuk menciptakan ruang belajar yang lebih aman dan kondusif. Pengaturan tidak hanya berlaku bagi murid selama berada di satuan pendidikan keagaman, tetapi juga disertai panduan bagi orang tua untuk mendampingi penggunaan gawai dan internet oleh anak di rumah.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor 19 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan pada Kementerian Agama, yang ditetapkan pada 31 Agustus 2026. Edaran yang berlaku pada satuan pendidikan binaan Kementerian Agama ini bertujuan: menciptakan budaya belajar yang aman dan nyaman, meningkatkan konsentrasi belajar, meningkatkan interaksi sosial antarmurid, melindungi murid dari dampak negatif penggunaan gawai yang tidak tepat, membentuk budaya digital yang sehat, aman, bijaksana, dan bertanggung jawab, serta mengoptimalkan penggunaan teknologi digital untuk mendukung pembelajaran.

Satuan pendidikan keagamaan binaan Kemenag mencakup madrasah, pesantren, pendidikan diniyah, sekolah teologi, pasraman, pesantian, widyalaya, dhammasekha, dan sejenisnya.

Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan, pembatasan dilakukan bukan untuk menjauhkan murid dari teknologi. Pemanfaatan teknologi digital tetap diperlukan dalam pembelajaran, tetapi penggunaannya harus terarah dan sesuai kebutuhan.

“Kita tidak ingin menjauhkan anak-anak dari teknologi. Yang ingin kita bangun adalah kemampuan menggunakan teknologi secara sehat, aman, bijaksana, dan bertanggung jawab. Gawai tetap dapat menjadi sarana pembelajaran, tetapi penggunaannya harus terarah dan proporsional,” ujar Kamaruddin di Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Aturan tersebut antara lain melarang murid menggunakan gawai di lingkungan satuan pendidikan, kecuali atas instruksi langsung guru untuk kegiatan pembelajaran. Gawai hanya boleh digunakan sebelum atau sesudah jam pelajaran maupun dalam keadaan darurat dengan izin guru atau wali kelas.

Ketentuan juga berlaku bagi guru dan tenaga kependidikan. Mereka dilarang menggunakan gawai selama kegiatan belajar mengajar berlangsung apabila penggunaannya tidak berkaitan dengan proses pembelajaran.
Satuan pendidikan dapat menyediakan loker atau tempat penyimpanan gawai di setiap kelas maupun ruang guru. Guru atau wali kelas juga dapat mengumpulkan gawai pada awal pembelajaran dan mengembalikannya ketika murid p**ang dalam kondisi mati atau menggunakan mode pesawat.

Sekolah juga diminta menyediakan kanal resmi untuk kebutuhan komunikasi mendesak dengan orang tua. Kebijakan pembatasan penggunaan gawai selanjutnya dimasukkan ke dalam tata tertib satuan pendidikan tanpa unsur kekerasan, dengan sanksi yang bersifat edukatif dan proporsional.

*Cegah Perundungan Digital hingga Konten Negatif*

Kamaruddin menjelaskan, penggunaan gawai yang tidak tepat dapat mengganggu konsentrasi belajar dan kualitas interaksi sosial antarmurid. Ruang digital juga membawa risiko paparan terhadap perundungan siber, konten negatif, hingga berbagai bentuk penyalahgunaan teknologi.

“Sekolah harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak untuk belajar dan berinteraksi. Kita ingin mengurangi distraksi selama pembelajaran sekaligus melindungi mereka dari risiko perundungan digital, konten negatif, serta penggunaan internet yang tidak tepat,” tutur Kamaruddin.

"Karena itu, aturan ini juga melarang akses, penyimpanan, maupun penyebaran konten kekerasan, pornografi, perjudian, perundungan digital, hoaks, serta konten lain yang membahayakan anak," sambungnya.

Murid maupun guru juga dilarang mengambil, menyimpan, atau mengunggah foto dan video yang melanggar privasi atau martabat orang lain tanpa izin. Transaksi pinjaman daring, perjudian daring, dan aktivitas komersial yang tidak berkaitan dengan pembelajaran turut dilarang di lingkungan satuan pendidikan.

*Orang Tua Diminta Batasi Gawai Maksimal Dua Jam*

Pengawasan penggunaan gawai juga diperkuat di lingkungan keluarga. Aturan ini mengarahkan orang tua atau wali untuk mengatur batas pemakaian gawai di rumah paling lama dua jam per hari di luar kebutuhan belajar.
Orang tua juga dianjurkan mengaktifkan fitur parental control, termasuk pembatasan usia konten, pembelian atau pengunduhan aplikasi, safe search, dan pengaturan waktu layar. Penggunaan gawai diarahkan berada di ruang terbuka di rumah, seperti ruang keluarga, bukan di kamar tidur.

Pendampingan, menurut Kamaruddin, menjadi bagian penting dari kebijakan tersebut. Orang tua tidak cukup hanya membatasi durasi penggunaan perangkat, tetapi juga perlu membangun komunikasi dengan anak mengenai aktivitas mereka di ruang digital.

“Pembentukan kebiasaan digital yang sehat tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Orang tua perlu hadir, berdialog dengan anak, memberikan teladan penggunaan gawai yang bijak, sekaligus menyediakan aktivitas alternatif agar anak tidak bergantung pada perangkat digital,” jelas Kamaruddin.

Aturan ini mendorong keluarga menyediakan kegiatan alternatif nongawai, seperti olahraga, seni, membaca buku, kegiatan keagamaan, maupun aktivitas bersama komunitas. Orang tua juga diminta meluangkan waktu bersama anak untuk berinteraksi dan beraktivitas di luar gawai.

Implementasi kebijakan ini turut melibatkan Komite Sekolah, Satgas Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), tokoh agama, organisasi pemuda, influencer, RT/RW, lembaga pemberdayaan masyarakat, kader, serta unsur masyarakat lainnya.

Kementerian Agama menempatkan literasi digital bukan sekadar pada kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan mengendalikan penggunaannya secara sehat dan bertanggung jawab, baik di lingkungan pendidikan maupun keluarga.

Biro Humas dan Komunikasi Publik

HARI TERAKHIR LOMBA, SEMANGAT MENGAGUNGKAN KALAMULLAH TETAP BERKOBARMemasuki hari terakhir pelaksanaan Lomba di Ajang Mu...
17/09/2026

HARI TERAKHIR LOMBA, SEMANGAT MENGAGUNGKAN KALAMULLAH TETAP BERKOBAR

Memasuki hari terakhir pelaksanaan Lomba di Ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ###I di Kota Semarang, Jawa Tengah, Kafilah Sulawesi Utara tetap menunjukkan semangat dan optimisme untuk memberikan penampilan terbaik sekaligus terus mengagungkan Kalamullah di Kota Atlas, Kamis (17/09).

Dua peserta terbaik Sulawesi Utara, putra dan putri, didampingi para official, memantapkan langkah menuju arena lomba. Mereka tampil di dua lokasi, yakni Aula Masjid Agung Jawa Tengah dan Masjid Raya Baiturrahman Semarang.

Adapun peserta yang tampil pada hari terakhir ini adalah:

1. QIRAAT MURATTAL REMAJA PUTRA
QS. 154 – Muh. Fahmil Bobuyongki
2. TILAWAH REMAJA PUTRI
TQ. 265 – Aurelia Madaming

Persaingan antar peserta tentu berlangsung ketat. Namun, semangat untuk memberikan yang terbaik menjadi bekal utama bagi keduanya. Setiap lantunan ayat suci yang dipersembahkan bukan hanya menjadi bagian dari kompetisi, tetapi juga ikhtiar untuk membawa nama Sulawesi Utara sekaligus menghidupkan syiar Al-Qur’an di tingkat nasional.

Dari Sulawesi Utara, doa dan dukungan terus mengiringi perjuangan para peserta. Semoga diberikan kelancaran, ketenangan, dan kemampuan terbaik dalam menampilkan setiap ayat yang dilantunkan.

Teruslah melangkah, tampilkan yang terbaik, dan agungkan Kalamullah.

Semangat Kafilah Sulawesi Utara!
Dari Bumi Nyiur Melambai untuk Al-Qur’an. 🌴📖✨

Kabar gembira, Sahabat Religi! Kemenag resmi memutuskan MTQ Nasional kini digelar setiap tahun dan meniadakan STQ. Kebij...
17/09/2026

Kabar gembira, Sahabat Religi! Kemenag resmi memutuskan MTQ Nasional kini digelar setiap tahun dan meniadakan STQ. Kebijakan yang diumumkan Menag Nasaruddin Umar pada pembukaan MTQ ke-31 di Semarang ini bertujuan untuk memperkuat syiar Al-Qur'an.

Selain mengefisienkan sumber daya, hal ini membuka peluang lebih luas bagi provinsi yang telah lama mengantre untuk menjadi tuan rumah. Mari dukung terus syiar Islam di Nusantara! Pindai kode QR slide terakhir atau kunjungi website resmi kemenag.go.id untuk info selengkapnya.

Address

Jalan 17 Agustus Manado
Manado
95113

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kanwil Kemenag Sulut posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Kanwil Kemenag Sulut:

Share