BRMP Nusa Tenggara Barat

BRMP Nusa Tenggara Barat BRMP NTB adalah unit kerja Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kementerian Pertanian

Kepala BRMP NTB: Mahasiswa Pertanian Harus Percaya Diri, “Kalian punya tanggung jawab memajukan NTB,” Mataram, 4 Septemb...
04/09/2026

Kepala BRMP NTB: Mahasiswa Pertanian Harus Percaya Diri, “Kalian punya tanggung jawab memajukan NTB,”

Mataram, 4 September 2026 — Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Nusa Tenggara Barat (NTB), Hendro Cahyono,S.Pt.,M.M.,M.Sc mendorong mahasiswa baru untuk percaya diri menekuni bidang pertanian. Menurutnya, pertanian saat ini telah berkembang menjadi sektor yang modern dengan dukungan berbagai inovasi dan teknologi.

Pesan tersebut disampaikan Kepala BRMP NTB saat menerima kunjungan mahasiswa baru Himpunan Mahasiswa Agroekoteknologi (HIMAGROTEK) Fakultas Pertanian Universitas Mataram dalam rangka pengenalan bidang Agroekoteknologi dan dunia pertanian.
Beliau menjelaskan bahwa selama ini pertanian sering kali identik dengan pekerjaan yang kotor dan dilakukan secara konvensional. Namun, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan besar dalam praktik pertanian.

Menurutnya, kemajuan teknologi telah membuka berbagai peluang bagi generasi muda untuk terlibat dalam sektor pertanian. Pertanian tidak lagi hanya berbicara mengenai aktivitas budidaya di lapangan, tetapi juga mencakup pemanfaatan teknologi, inovasi, digitalisasi, dan penerapan sistem pertanian modern.

“Kalian punya tanggung jawab memajukan NTB,” tegasnya kepada para mahasiswa.
Mahasiswa memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam pembangunan pertanian dan mendukung kemajuan daerah.

Dalam kegiatan kunjungan tersebut, mahasiswa juga mendapatkan berbagai materi yang dapat menunjang pengetahuan dan kegiatan mereka selama menempuh pendidikan di bidang Agroekoteknologi.

Materi yang diberikan meliputi budidaya anggur, pertanian berbasis PM-AAS (Pertanian Modern – Advanced Agricultural System), Smart Farming, serta teknologi hidroponik.

Beragam materi tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai perkembangan sektor pertanian yang semakin mengarah pada pemanfaatan teknologi dan inovasi. Mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai pendekatan pertanian modern yang dapat mendukung peningkatan produktivitas dan efisiensi dalam kegiatan pertanian.

Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa baru HIMAGROTEK untuk mengenal lebih dekat perkembangan modernisasi pertanian serta berbagai inovasi yang telah dan sedang dikembangkan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa bahwa pertanian memiliki ruang yang luas untuk dikembangkan, tidak hanya dalam aspek budidaya, tetapi juga teknologi, inovasi, dan kewirausahaan.

https://youtu.be/E7a3vkJ9_Io
04/09/2026

https://youtu.be/E7a3vkJ9_Io

Enjoy the videos and music you love, upload original content, and share it all with friends, family, and the world on YouTube.

03/09/2026
Mentan Amran: PM-AAS Gandakan Hasil Panen, Pendapatan Petani Ikut NaikSubang — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sul...
02/09/2026

Mentan Amran: PM-AAS Gandakan Hasil Panen, Pendapatan Petani Ikut Naik

Subang — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong penerapan Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS) untuk meningkatkan produktivitas padi sekaligus memperbesar pendapatan petani. Metode yang telah diuji sekitar dua tahun tersebut menunjukkan hasil produksi yang dapat meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan pola budidaya konvensional.

Mentan Amran mengatakan PM-AAS kini mulai diterapkan di sejumlah provinsi melalui demfarm. Hasil pengujian menunjukkan produktivitas yang sebelumnya rata-rata berada di kisaran 5–5,5 ton per hektare dapat meningkat menjadi 11 ton, 12 ton, bahkan 13 ton per hektare.

“Hasilnya sangat menggembirakan, naik dua kali lipat. Yang dulu rata-rata 5 ton, 5,5 ton, sekarang menjadi 11 ton, 12 ton, bahkan ada 13 ton per hektare,” kata Mentan Amran, Rabu (2/9).

Menurut Mentan Amran, peningkatan produksi tersebut terutama didorong oleh optimalisasi populasi tanaman dalam satu hektare. PM-AAS mengatur jarak tanam sehingga jumlah tanaman dapat ditingkatkan secara signifikan tanpa harus menambah luas lahan.

“Kalau populasi 800 ribu, 13,8 gram dikalikan 800 ribu itu sekitar 11 ton. Kalau 900 ribu sekitar 12 ton, dan 1 juta bisa mendekati 13 ton,” jelasnya.

Bagi petani, peningkatan produktivitas tersebut memberikan peluang peningkatan pendapatan yang jauh lebih besar dibandingkan tambahan biaya budidaya. Mentan Amran menyebut tambahan biaya untuk benih, pupuk, dan kebutuhan budidaya akibat peningkatan populasi sekitar Rp2 juta per hektare.

“Lebih tinggi Rp2 juta, tetapi penghasilannya naik Rp30 juta, Rp35 juta. Jadi bertambah biaya Rp2 juta tetapi bertambah penghasilan Rp35 juta,” ujar Mentan Amran.

Dengan harga pembelian gabah pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram, kenaikan produksi dari sekitar 5 ton menjadi 10 ton per hektare berarti penerimaan kotor petani meningkat sekitar Rp32,5 juta per hektare. Angka tersebut menunjukkan bahwa tambahan biaya budidaya relatif kecil dibandingkan potensi tambahan penerimaan dari peningkatan produksi.

“Kalau dulu 5 ton nilainya sekitar Rp32 juta, kalau 10 ton sekitar Rp65 juta. Ada delta, sementara pengeluaran untuk menambah populasi ini hanya sekitar Rp2 juta per hektare,” katanya.

Selain meningkatkan populasi tanaman, PM-AAS menggunakan sistem direct seeding atau tanam langsung. Benih ditanam langsung tanpa melalui proses persemaian dan pemindahan bibit.

“Ini langsung direct seeding. Tidak ada lagi biaya untuk pembibitan. Pembibitan bisa memakan waktu dua sampai tiga minggu, kemudian pindah tanam. Ini langsung,” ujar Mentan Amran.

Menurutnya, efisiensi waktu tersebut juga membuka peluang peningkatan indeks pertanaman, terutama pada lahan yang memiliki dukungan irigasi memadai. Waktu yang lebih singkat memungkinkan lahan dimanfaatkan lebih optimal untuk penanaman berikutnya.

Untuk mempercepat penerapan PM-AAS, pemerintah menyiapkan skema subsidi benih. Mentan Amran mengatakan pemerintah menargetkan penerapan metode tersebut sedikitnya pada 1 juta hektare secara nasional pada tahun depan.

“Untuk tahun depan kita anggarkan minimal 1 juta hektare. Kita mulai sekarang, tetapi tahun depan minimal 1 juta hektare,” kata Mentan Amran.

Jika produktivitas meningkat sekitar 5 ton per hektare, penerapan PM-AAS pada 1 juta hektare berpotensi menambah produksi sekitar 5 juta ton gabah. Skala tersebut menunjukkan besarnya dampak PM-AAS jika diterapkan secara luas, sekaligus memperkuat ketersediaan pangan nasional tanpa harus bergantung pada penambahan luas lahan.

Mentan Amran menegaskan peningkatan produktivitas merupakan salah satu kunci utama untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga keberlanjutan swasembada pangan. Strategi tersebut dilakukan dengan meningkatkan produktivitas, memperkuat indeks pertanaman, menekan biaya produksi, serta memastikan harga gabah tetap memberikan keuntungan bagi petani.

“Bagaimana meningkatkan produktivitas, bagaimana meningkatkan planting index. Produktivitas naik karena populasinya bertambah. Pupuk ada tambahan sekitar Rp2 juta karena populasinya lebih banyak, tetapi setelah dihitung masih menguntungkan,” katanya.

Ia menilai kombinasi produktivitas yang meningkat, harga pupuk yang lebih terjangkau, serta HPP gabah Rp6.500 per kilogram menjadi fondasi penting untuk memperkuat keuntungan petani.

“Produktivitas naik, harga pupuk turun, harga gabah HPP Rp6.500, produktivitas naik, petani sejahtera,” ujar Mentan Amran.

Menurutnya, PM-AAS pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai perubahan metode tanam, tetapi bagaimana satu lahan yang sama mampu menghasilkan produksi lebih tinggi dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani.

“Solusi pertama adalah meningkatkan kesejahteraan petani. Yang kedua adalah keberlanjutan swasembada pangan, ketahanan pangan dan kedaulatan pangan. Dampaknya luar biasa,” tegasnya.

01/09/2026

Enjoy the videos and music you love, upload original content, and share it all with friends, family, and the world on YouTube.

Sinergi Pengelolaan Air, Kepala BRMP NTB Hadir sebagai Salah Satu Pembicara pada IWAF NTB 2026–2027LOMBOK BARAT — Pengel...
01/09/2026

Sinergi Pengelolaan Air, Kepala BRMP NTB Hadir sebagai Salah Satu Pembicara pada IWAF NTB 2026–2027

LOMBOK BARAT — Pengelolaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian, terutama di tengah tantangan keterbatasan sumber daya air. Untuk memperkuat sinergi dalam pengelolaan tersebut, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) NTB Hendro Cahyono, S.Pt.,M.M.,M.Sc hadir sebagai salah satu pembicara pada Integrated Water Allocation Forum (IWAF) Wilayah NTB Tahun 2026–2027 yang diselenggarakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I Mataram.

Forum tersebut menjadi ruang koordinasi antarpemangku kepentingan dalam membahas Draft Rencana Alokasi Air Tahunan (RAAT), sehingga pemanfaatan sumber daya air dapat direncanakan secara lebih terukur dan mampu mengakomodasi kebutuhan berbagai sektor, salah satunya sektor pertanian.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BRMP NTB menyampaikan bahwa pengelolaan air untuk pertanian searah dengan kebijakan Kementerian Pertanian, salah satunya melalui peningkatan efisiensi penggunaan air dengan penerapan metode pertanian modern yang menjadi bagian dari program Kementerian Pertanian. Sejalan dengan hal tersebut, penerapan Pertanian Modern – Advanced Agriculture System (PM-AAS) menjadi salah satu pendekatan yang dapat mendukung efisiensi penggunaan air irigasi sekaligus menjaga dan meningkatkan produktivitas pertanian.

Sinergi tersebut pada akhirnya diharapkan tidak hanya menjaga keberlanjutan sumber daya air, tetapi juga memperkuat produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di Nusa Tenggara Barat.

Panen PM-AAS di Lombok Tengah Tembus 12,20 Ton per Hektare, Bukti Modernisasi Pertanian Makin NyataHasil menggembirakan ...
27/08/2026

Panen PM-AAS di Lombok Tengah Tembus 12,20 Ton per Hektare, Bukti Modernisasi Pertanian Makin Nyata

Hasil menggembirakan terlihat pada panen padi program PM-AAS di Kabupaten Lombok Tengah. Panen yang dilaksanakan di Poktan Bun Are 2, Desa Perina, Kecamatan Jonggat, Kamis (27/08/2026), mencatat hasil ubinan yang menunjukkan potensi produktivitas padi hingga 12,20 ton/ha Gabah Kering Panen (GKP).

Kegiatan panen dilakukan pada areal seluas 0,62 hektare dan dihadiri Kepala BRMP NTB beserta tim, Kepala Desa Perina, penyuluh CWS, PPL Kecamatan Jonggat, BPS Kecamatan Jonggat, serta petani penerap PM-AAS.

Dari hasil ubinan, varietas Inpari 32 dengan ukuran ubinan 2,5 × 2,5 meter menghasilkan berat 7,62 kg atau setara 12,20 ton/ha GKP. Sementara pada ukuran ubinan 2 × 5 meter diperoleh berat 10,52 kg atau setara 10,52 ton/ha GKP.

Sementara itu, varietas Cakrabuana pada ubinan berukuran 2,5 × 2,5 meter menghasilkan berat 5,54 kg atau setara 8,87 ton/ha GKP. Pada ukuran ubinan 2 × 5 meter, diperoleh berat 9,84 kg atau setara 9,84 ton/ha GKP.

Capaian tersebut menjadi gambaran positif dari penerapan PM-AAS di tingkat petani. Hasil ubinan yang cukup tinggi menunjukkan bahwa penerapan teknologi, penggunaan varietas yang sesuai, serta pendampingan yang dilakukan secara bersama dapat memberikan peluang peningkatan produktivitas.

Bagi petani Poktan Bun Are 2, kegiatan panen ini tidak hanya menjadi momentum melihat hasil produksi, tetapi juga menjadi pembelajaran langsung bahwa penerapan teknologi modern di lapangan dapat memberikan hasil yang nyata.

Melalui kegiatan panen dan ubinan ini, BRMP NTB terus mendorong penerapan modernisasi pertanian yang berorientasi pada peningkatan produktivitas, efisiensi, dan kesejahteraan petani, sekaligus mendukung upaya percepatan pencapaian swasembada pangan nasional.

Perkuat Sinergi Penyuluh, BRMP NTB Dorong Optimalisasi Program Strategis Kementerian PertanianUpaya memperkuat sinergi d...
27/08/2026

Perkuat Sinergi Penyuluh, BRMP NTB Dorong Optimalisasi Program Strategis Kementerian Pertanian

Upaya memperkuat sinergi dalam mengawal program strategis Kementerian Pertanian terus dilakukan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Salah satunya melalui pertemuan fasilitasi penyuluh dalam rangka koordinasi program strategis Kementerian Pertanian tingkat Provinsi NTB yang berlangsung di Aula Bapeltan Provinsi NTB, Kamis (27/08/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri Kepala BRMP NTB, Kepala Bidang Tanaman Pangan Distanpang Provinsi NTB Lalu Moh. Reza Anshari, S.T., M.Si., pejabat Bapeltan Provinsi NTB, serta para penyuluh pertanian CWS Provinsi NTB.

Kepala BRMP NTB, Hendro Cahyono, S.Pt., M.M., M.Sc., menyampaikan bahwa koordinasi seperti ini penting untuk melihat secara bersama perkembangan program di lapangan. Tidak hanya membahas capaian, tetapi juga menyamakan langkah dalam menghadapi berbagai kondisi yang ditemui penyuluh saat mendampingi petani.

Menurutnya, berbagai permasalahan yang terjadi di lapangan perlu mendapat perhatian bersama, salah satunya kondisi iklim kemarau yang saat ini berdampak pada ketersediaan air. Keterbatasan air tentunya menjadi tantangan dalam upaya meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT), yang merupakan salah satu bagian penting dalam mendukung pencapaian target pertanian nasional.
Dalam kondisi tersebut, penyuluh memiliki peran penting untuk melihat kondisi secara langsung di lapangan, melakukan pengukuran, serta membangun komunikasi dengan pihak-pihak terkait. Langkah tersebut diperlukan agar berbagai risiko dapat diantisipasi sejak awal dan kegiatan tanam tetap dapat didorong sesuai kondisi yang ada.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan Provinsi NTB, Lalu Moh. Reza Anshari. Ia menyampaikan apresiasi kepada para penyuluh yang terus berada di lapangan dan menjadi garda terdepan dalam mengawal berbagai program Kementerian Pertanian.

Menurutnya, keberhasilan program tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja bersama antara penyuluh, pemerintah daerah, dan instansi terkait agar setiap target yang telah ditetapkan dapat diwujudkan secara optimal.

Selain membahas kondisi dan tantangan di lapangan, pertemuan juga menjadi ruang untuk melihat perkembangan program PM-AAS, laporan Luas Tambah Tanam (LTT), serta penguatan pelaporan melalui sistem online, di antaranya e-Pusluh, sipmaas.agroklimat, dan CPCL e-Banpem Tahun 2026.

Melalui koordinasi ini, penyuluh diharapkan tidak hanya semakin memahami arah dan target program, tetapi juga memiliki ruang untuk menyampaikan kondisi nyata di lapangan. Dengan komunikasi yang semakin kuat dan data yang terlaporkan secara baik, pelaksanaan program strategis Kementerian Pertanian di NTB diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan memberikan manfaat nyata bagi petani.

Siapkan Generasi Muda Pertanian, BRMP NTB Terima Siswa PKL dari SMK 1 Soromandi Bima dan SMK 1 BatukliangMataram, 26 Agu...
26/08/2026

Siapkan Generasi Muda Pertanian, BRMP NTB Terima Siswa PKL dari SMK 1 Soromandi Bima dan SMK 1 Batukliang

Mataram, 26 Agustus 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Nusa Tenggara Barat menerima siswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari SMK Suromandi Bima dan SMK Negeri 1 Batukliang. Kegiatan ini dihadiri oleh guru pendamping, pejabat dan fungsional BRMP NTB, serta para siswa yang akan melaksanakan PKL.

Kepala BRMP NTB Hendro Cahyono, S.Pt.,M.M.,M.Sc menyampaikan bahwa BRMP NTB terbuka sebagai tempat belajar bagi siswa karena memiliki berbagai informasi, inovasi, dan teknologi pertanian yang dapat menjadi sarana pembelajaran.

“BRMP cocok dijadikan tempat PKL karena informasi pertanian yang kami miliki cukup lengkap. Ke depan, sarana pendukung pembelajaran juga akan terus kami lengkapi. Terima kasih telah mempercayai BRMP NTB sebagai tempat belajar bagi para siswa,” ungkap beliau”.

Beliau juga berpesan kepada para siswa agar memanfaatkan kesempatan PKL untuk belajar, menambah pengalaman, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam kemajuan sektor pertanian di masa depan.

“Masa depan ada di pundak kalian. Belajarlah dengan sungguh-sungguh dan manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin,” pesannya.

Sementara itu, Kepala SMK Suromandi Bima Adhar, S.Pt menyampaikan apresiasi atas penerimaan dan kerja sama yang terjalin dengan BRMP NTB. Beliau berharap kegiatan PKL menjadi bekal berharga bagi para siswa untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman di dunia kerja.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BRMP NTB dan SMK Suromandi Bima sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung peningkatan kompetensi siswa melalui program praktik kerja lapangan dan pembelajaran di bidang pertanian.

Melalui kegiatan ini, BRMP NTB terus memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan pertanian modern.

24/08/2026

Enjoy the videos and music you love, upload original content, and share it all with friends, family, and the world on YouTube.

Address

Jalan Raya Peninjauan, Lombok
Mataram
83371

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when BRMP Nusa Tenggara Barat posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share