Balai Taman Nasional Gunung Rinjani

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Official FanPage

Api kecil yang dibiarkan, bisa berubah menjadi ancaman besar bagi hutan dan kehidupan di sekitarnya. Karena itu, upaya p...
13/05/2026

Api kecil yang dibiarkan, bisa berubah menjadi ancaman besar bagi hutan dan kehidupan di sekitarnya. Karena itu, upaya pencegahan selalu dimulai dari kesadaran bersama.

Pada 12–13 Mei 2026, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani melalui SPTN Wilayah II melaksanakan kegiatan penyadartahuan Karhut di empat resor sekaligus: Resor Tetebatu, Resor Aikmel, Resor Sembalun, dan Resor Timbanuh.

Kegiatan ini melibatkan sekitar 160 peserta yang terdiri dari masyarakat sekitar kawasan dan para pengunjung/pendaki. Tidak hanya sosialisasi, peserta juga diajak memahami mitigasi risiko kebakaran hutan melalui simulasi pemadaman api langsung di lapangan.

Berbagai kampanye kreatif turut dihadirkan, mulai dari pembagian leaflet edukatif, pembuatan yel-yel Karhut, hingga penguatan kampanye digital sebagai upaya membangun budaya peduli kawasan.

Sebagai bentuk komitmen bersama, masyarakat menandatangani deklarasi menjaga kawasan TNGR serta kesiapan membantu pemadaman apabila terjadi kebakaran. Langkah kecil yang menjadi fondasi besar dalam menjaga kelestarian Rinjani.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh staf TNGR bersama mahasiswa PKL Unram dengan harapan terbangunnya sinergi masyarakat dalam memberikan informasi cepat terkait titik api dan menjaga kawasan tetap lestari.

Karena menjaga Rinjani bukan hanya tugas petugas, tetapi tanggung jawab kita bersama.

Menurut semeton, langkah sederhana apa yang paling efektif untuk mencegah kebakaran hutan saat beraktivitas di alam? Tulis pendapatmu di kolom komentar

"Cintai Rinjani dengan Peduli.
Love Rinjani With Care"

Salam Lestari!
Salam Konservasi!
~Rinjani The Beauty of Nature and Culture ~












k


“Di balik rimbunnya hutan tropis, seekor induk Lutung (Trachypithecus auratus) memeluk anaknya dengan hangat. Potret kec...
13/05/2026

“Di balik rimbunnya hutan tropis, seekor induk Lutung (Trachypithecus auratus) memeluk anaknya dengan hangat. Potret kecil yang mengingatkan kita bahwa hutan bukan sekadar pepohonan, tetapi rumah bagi kehidupan yang harus dijaga bersama.”

Momen ini berhasil didokumentasikan oleh petugas Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) saat kegiatan patroli rutin di kawasan Hutan Ulem-Ulem, wilayah kerja Resor Tetebatu, SPTN Wilayah II Taman Nasional Gunung Rinjani.

Hutan Ulem-Ulem sendiri dikenal sebagai “Monkey Forest” karena kawasan ini menjadi habitat alami berbagai jenis primata, khususnya lutung hitam yang kerap terlihat bergelantungan, mencari makan, hingga berinteraksi di tajuk pepohonan. Wisatawan yang melintas di jalur kawasan ini sering berkesempatan melakukan pengamatan satwa liar secara langsung di habitat alaminya.

Sebagian besar aktivitas lutung dilakukan di atas pohon, mulai dari beristirahat, bermain, hingga mencari makan. Jenis ini termasuk satwa folivora yang lebih banyak memakan pucuk daun muda, buah, bunga, dan sesekali serangga kecil.

Yang unik, anak lutung lahir dengan warna rambut oranye keemasan, sangat berbeda dengan warna hitam pekat induknya.
Perubahan warna ini terjadi secara bertahap seiring pertumbuhan:

> Saat lahir – usia 2–3 bulan
Anak lutung memiliki warna oranye terang akibat dominasi pigmen feomelanin.

> Usia 4–7 bulan
Warna rambut mulai bercampur antara oranye dan hitam karena distribusi pigmen eumelanin mulai berkembang.

> Mulai usia 22 bulan
Warna rambut berubah konsisten menjadi hitam pekat seperti lutung dewasa.

Perubahan warna tersebut terjadi melalui proses alami yang disebut melanogenesis, yaitu proses pembentukan pigmen melanin yang menentukan warna rambut dan kulit.

Melalui patroli rutin dan monitoring kawasan, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani terus berupaya menjaga kelestarian habitat serta memastikan harmoni antara manusia, hutan, dan satwa liar tetap terjaga.

"Cintai Rinjani dengan Peduli.
Love Rinjani With Care"

Salam Lestari!
Salam Konservasi!
~Rinjani The Beauty of Nature and Culture ~




“Katanya mau healing ke Gunung Rinjani, tapi gear masih asal?” Eits… healing di gunung itu bukan cuma soal foto estetik ...
12/05/2026

“Katanya mau healing ke Gunung Rinjani, tapi gear masih asal?”

Eits… healing di gunung itu bukan cuma soal foto estetik dan sunrise cantik.

Di balik jalur yang indah, ada medan berbatu, suhu dingin, cuaca yang cepat berubah, hingga kondisi darurat yang bisa datang kapan saja. Karena itu, persiapan bukan sekadar formalitas.

Sepatu trekking, jaket yang proper, carrier yang nyaman, logistik bergizi, jas hujan, headlamp, hingga obat pribadi adalah bagian penting untuk menjaga keselamatan selama pendakian.

Ingat ya semeton,
Peralatan standar bukan untuk terlihat profesional, tapi untuk melindungi diri sendiri dan tim selama berada di alam bebas.
Karena gunung tidak meminta pendaki yang paling keren.
Gunung membutuhkan pendaki yang siap.

Nah, coba jujur di kolom komentar
Gear apa yang paling sering kalian lupa bawa saat mendaki?
Atau ada pengalaman “kapok” karena persiapan yang kurang matang di gunung?
Yuk saling berbagi cerita dan saling mengingatkan antar pendaki

"Cintai Rinjani dengan Peduli.
Love Rinjani With Care"

Salam Lestari!
Salam Konservasi!
~Rinjani The Beauty of Nature and Culture ~












k



07/05/2026

Di balik jalur panjang dan tanjakan yang menguras tenaga, ada hadiah alam yang tak pernah gagal membuat langkah berhenti sejenak.

Air Terjun Penimbungan.
Permata tersembunyi di jalur pendakian Torean, tempat di mana suara deras air berpadu dengan sunyinya rimba Rinjani.

Kabut tipis yang menari di antara tebing, hawa dingin yang menyentuh kulit, dan gemuruh air yang jatuh dari ketinggian seolah menjadi pengingat bahwa alam selalu punya cara untuk membuat manusia merasa kecil, sekaligus bersyukur.

Banyak pendaki menyebut jalur Torean sebagai Jurassic Park nya Rinjani.
Dan ketika tiba di Penimbungan, semua lelah seakan luruh bersama percikan airnya.
Namun keindahan ini bukan hanya untuk dinikmati,
melainkan juga dijaga.
Karena satu sampah kecil yang ditinggalkan, bisa merusak kisah besar yang selama ini dijaga alam Rinjani.

Kalau kamu berada di titik ini sekarang,
apa yang pertama kali ingin kamu lakukan?

📍Air Terjun Penimbungan — Jalur Pendakian Torean, Gunung Rinjani

🎥 : Dok. Humas TNGR

"Cintai Rinjani dengan Peduli.
Love Rinjani With Care"

Salam Lestari!
Salam Konservasi!
~Rinjani The Beauty of Nature and Culture ~












k


Langkah Kaki Penuh AsaKarna Semangat Kian TerasaSelamat Hari SelasaSemoga Harimu Kian BerasaSemangatttt!!!"Cintai Rinjan...
05/05/2026

Langkah Kaki Penuh Asa
Karna Semangat Kian Terasa

Selamat Hari Selasa
Semoga Harimu Kian Berasa

Semangatttt!!!

"Cintai Rinjani dengan Peduli.
Love Rinjani With Care"

Salam Lestari!
Salam Konservasi!
~Rinjani The Beauty of Nature and
Culture ~







.k

Di balik setiap langkah pendakian rinjani, ada ikhtiar untuk menghadirkan perjalanan yang lebih aman, nyaman dan manusia...
28/04/2026

Di balik setiap langkah pendakian rinjani, ada ikhtiar untuk menghadirkan perjalanan yang lebih aman, nyaman dan manusiawi.

Saat ini, pembangunan Rest Shelter tengah dilakukan di jalur pendakian Gunung Rinjani sebagai bagian dari upaya peningkatan fasilitas dan keselamatan pendaki di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.

Shelter ini dirancang dengan struktur yang kokoh, desain ergonomis, serta akan dilengkapi panel surya untuk mendukung kebutuhan energi ramah lingkungan di jalur pendakian. Kehadirannya diharapkan menjadi ruang singgah yang aman bagi para pendaki untuk beristirahat, berlindung dari cuaca ekstrem, hingga memulihkan tenaga sebelum melanjutkan perjalanan.

Bukan sekadar tempat berteduh, Rest Shelter ini adalah bentuk komitmen dalam menghadirkan pengalaman pendakian yang lebih baik tanpa mengesampingkan kelestarian alam Rinjani.

Mari bersama menjaga fasilitas yang dibangun, menjaga kebersihan jalur, dan terus mencintai Rinjani dengan tindakan nyata.

Semeton Rinjani, menurut kalian fasilitas apa lagi yang penting hadir di jalur pendakian Rinjani? Tulis pendapat kalian di kolom komentar.

"Cintai Rinjani dengan Peduli.
Love Rinjani With Care"

Salam Lestari!
Salam Konservasi!
~Rinjani The Beauty of Nature and Culture ~












k


27/04/2026

Di camp area Pelawangan Sembalun, aktivitas pendakian tidak hanya meninggalkan jejak cerita, tetapi juga potensi timbulan sampah di area yang sulit dijangkau, termasuk di tebing-tebing curam.

Sebagai bentuk tanggung jawab pengelolaan kawasan, tim melaksanakan kegiatan pembersihan sampah pada area tebing. Dengan menggunakan teknik tali dan standar keselamatan, petugas menuruni lereng untuk menjangkau sampah yang tersangkut di celah bebatuan. Kegiatan ini membutuhkan ketelitian, keterampilan, serta komitmen tinggi terhadap keselamatan kerja.

Upaya ini merupakan bagian dari pengelolaan berkelanjutan di Gunung Rinjani, guna menjaga kebersihan dan kelestarian ekosistem pegunungan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi seluruh pendaki untuk lebih bertanggung jawab terhadap barang bawaan, khususnya sampah.

Karena menjaga kelestarian Rinjani adalah tanggung jawab kita bersama

Mari terapkan prinsip “bawa turun kembali apa yang dibawa naik”.

Pernahkah kamu melihat atau bahkan memungut sampah saat mendaki Rinjani?
Bagikan pengalamanmu di kolom komentar dan tag temanmu untuk ikut peduli!

Yuk, mulai dari diri sendiri
Bawa turun kembali sampahmu
Jadilah pendaki cerdas yang bertanggung jawab

"Cintai Rinjani dengan Peduli.
Love Rinjani With Care"

Salam Lestari!
Salam Konservasi!
~Rinjani The Beauty of Nature and Culture ~












k


Norma dan Etika Pendakian yang Tak TertulisDi setiap langkah menuju puncak, ada aturan yang tak pernah benar-benar ditul...
24/04/2026

Norma dan Etika Pendakian yang Tak Tertulis

Di setiap langkah menuju puncak, ada aturan yang tak pernah benar-benar ditulis, namun selalu dipahami oleh mereka yang menghargai alam. Pendakian bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan sikap dan kesadaran. Ada etika yang hidup dalam kebersamaan: saling menyapa sesama pendaki, memberi jalan bagi yang lebih lelah, dan menjaga tutur kata di tengah sunyi pegunungan.

Gunung mengajarkan kita untuk rendah hati. Tidak meninggalkan jejak selain kenangan, tidak mengambil apa pun selain pelajaran. Setiap sampah yang kita bawa turun, setiap langkah yang kita jaga, adalah bentuk penghormatan kepada alam yang telah menerima kita.

Norma ini mungkin tak tertulis, namun terasa kuat dalam kepedulian, dalam tanggung jawab, dan dalam kesadaran bahwa kita hanyalah tamu di rumah besar bernama alam.

"Cintai Rinjani dengan Peduli.
Love Rinjani With Care"

Salam Lestari!
Salam Konservasi!
~Rinjani The Beauty of Nature and Culture ~












k


23/04/2026

Kegiatan koordinasi internal lingkup Balai Taman Nasional Gunung Rinjani dilaksanakan sebagai langkah strategis dalam mitigasi, pencegahan, dan pengendalian kebakaran hutan (karhut) di dalam kawasan.

Pada pertemuan ini, Kepala Balai TNGR dalam arahanya menyampaikan prediksi kondisi iklim yang dipengaruhi oleh fenomena El Niño yang berpotensi meningkatkan kerawanan terjadinya karhut. Menyikapi hal tersebut, disusun langkah-langkah antisipatif melalui penguatan deteksi dini, peningkatan intensitas patroli, serta optimalisasi koordinasi antarunit kerja.

Selain itu, strategi penanganan karhut juga difokuskan pada kesiapsiagaan personel, dukungan sarana dan prasarana, serta mekanisme respon cepat guna meminimalisir potensi dampak terhadap ekosistem kawasan dan aktivitas pengunjung.
Upaya ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam menjaga kelestarian kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani dari ancaman kebakaran hutan.

“Cintai Rinjani dengan Peduli.
Love Rinjani With Care”

Salam Lestari!
Salam Konservasi!
~Rinjani The Beauty of Nature and Culture ~












k


Bumi memberi kita kehidupan. Lantas, kenapa kita tidak bisa menjaganya ?Di Hari Bumi 2026, mari kita ingat bahwa perubah...
22/04/2026

Bumi memberi kita kehidupan. Lantas, kenapa kita tidak bisa menjaganya ?

Di Hari Bumi 2026, mari kita ingat bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil.
Dengan tema “Our Power, Our Planet”, kita punya kekuatan untuk menjaga, merawat, dan melindungi satu-satunya rumah yang kita miliki.

Mulai dari hal sederhana, menanam pohon, mengurangi plastik sekali pakai, hingga menghemat energi, semua adalah bentuk cinta kita pada bumi.

Bersama, kita bisa menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Karena bumi yang sehat adalah kunci keberlangsungan hidup kita semua.

Mari bergerak, mari peduli, mari jaga bumi, sekarang dan selamanya.

Selamat Hari Bumi 2026.

"Cintai Rinjani dengan Peduli.
Love Rinjani With Care"

Salam Lestari!
Salam Konservasi!
~Rinjani The Beauty of Nature and Culture ~












k

Address

Jalan Drive Soedjono Lingkar Selatan
Mataram
83115

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Balai Taman Nasional Gunung Rinjani posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Balai Taman Nasional Gunung Rinjani:

Share