03/08/2026
Mataram, 3 Agustus 2026 – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Kepala Bidang Pengelolaan Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil menerima audiensi dari Yayasan Pesisir Lestari (PELESTARI) dalam rangka penyampaian progress pelaksanaan program/kegiatan PELESTARI di Provinsi NTB, tindak lanjut inisiasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PELESTARI dengan Dislutkan NTB, serta membahas peluang kolaborasi dalam pengelolaan kawasan pesisir dan mangrove berbasis masyarakat. Dalam pemaparannya, PELESTARI menyampaikan berbagai capaian program/kegiatan selama Semester I Tahun 2026 antara lain: penanaman 2.500 bibit mangrove hingga bulan Juli 2026, pemantauan kesehatan mangrove bersama Pokdarwis, Pokmaswas, dan pemerintah desa di Kawasan Teluk Jor, peningkatan kapasitas masyarakat terkait kesehatan mangrove, penguatan tata kelola kelembagaan masyarakat, patroli dan pemanfaatan sumber daya secara partisipatif, serta dukungan pengembangan 10 UMKM melalui skema investasi.
Menanggapi paparan tersebut, Kadislutkan menyampaikan apresiasi atas kontribusi PELESTARI dalam mendukung pengelolaan kawasan pesisir dan pemberdayaan masyarakat. Namun demikian, perlu dilakukan penyempurnaan terhadap pelaksanaan program/kegiatan agar selaras dengan target dan indikator kinerja Dislutkan NTB sebagaimana tertuang dalam Renstra, termasuk indikator rehabilitasi kawasan dan Indeks Blue Economy Indonesia (IBEI). PELESTARI diharapkan dapat melengkapi data dukung serta menyusun proyeksi hasil kegiatan dan rekomendasi keberlanjutan program agar capaian program/kegiatan lebih terukur. Selain itu, substansi perjanjian kerjasama (PKS) yang sedang disusun diharapkan mampu mendukung pencapaian indikator program nasional dan daerah, memperkuat akselerasi antara target pemerintah dengan capaian program NGO, serta menghasilkan output yang jelas dan terukur. Kadislutkan juga menegaskan bahwa penguatan kelembagaan masyarakat, penerapan nilai-nilai kearifan lokal, dan pembinaan kepada kelompok UMKM perlu terus dikembangkan agar mampu mendorong kesadaran masyarakat dalam menjaga ekosistem mangrove dan menjadikan Teluk Jor sebagai kawasan percontohan pengelolaan pesisir yang berkelanjutan.