Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB Fanpage resmi Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi NTB dikelola oleh PPID Dislutkan NTB.

Lombok Barat, 5 Agustus 2026 - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat melakukan monitoring ke ...
06/08/2026

Lombok Barat, 5 Agustus 2026 - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat melakukan monitoring ke Instalasi Balai Benih Ikan (BBI) Batu Kumbung. Kunjungan lapangan tersebut bertujuan untuk meninjau prasarana kolam yang telah selesai direhabilitasi sebagai bagian dari upaya memastikan hasil rehabilitasi telah sesuai dan dapat dimanfaatkan secara optimal. Dalam kesempatan tersebut, Kadislutkan juga melihat secara langsung kondisi benih ikan dan indukan yang ada di BBI Batu Kumbung. Melalui kegiatan ini diharapkan prasarana yang telah ditingkatkan mampu mendukung kelancaran operasional balai serta meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi benih ikan guna menunjang pengembangan sektor perikanan budidaya di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Lombok Barat, 5 Agustus 2026 - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Kepala Bidang Pe...
06/08/2026

Lombok Barat, 5 Agustus 2026 - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Kepala Bidang Pengawasan, Polisi Khusus Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (Polsus PWP3K), serta Pengawas Perikanan menghadiri undangan coffee morning yang diselenggarakan oleh Komandan Lanal Mataram. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh berbagai mitra/unsur maritim diantaranya Ditpolairud Polda NTB, KSOP Lembar, Badan Karantina, dan Bea Cukai Mataram. Pertemuan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi, sinergi, dan kolaborasi antar instansi dalam mendukung pengawasan serta penegakan peraturan di bidang kelautan dan perikanan, sehingga tercipta pengelolaan sumber daya kelautan yang aman, tertib, dan berkelanjutan.

Mataram 5 agustus 2026- Mataram – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat menerima kunjungan dan penda...
05/08/2026

Mataram 5 agustus 2026- Mataram – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat menerima kunjungan dan pendampingan dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram dalam rangka implementasi inovasi PISAU (Pendampingan ISO/SNI 17025 untuk Universitas), yang dilaksanakan di BLPPHMPK Provinsi NTB. dalam rangka percepatan akreditasi BLPPHMPK Provinsi NTB sesuai standar SNI ISO/IEC 17025. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Balai Besar POM di Mataram beserta jajaran, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, serta tim BLPPHMPK Provinsi NTB. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi laboratorium agar mampu menghasilkan data pengujian yang akurat, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sekretaris Dinas Dislutkan Provinsi NTB menyampaikan apresiasi atas dukungan dan pendampingan yang diberikan BBPOM Mataram serta berharap sinergi ini terus berlanjut hingga Laboratorium DKP berhasil memperoleh akreditasi. Sementara itu, Kepala Balai Besar POM di Mataram menegaskan komitmen untuk terus mendampingi BLPPHMPK Provinsi NTB melalui inovasi PISAU sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat kapasitas laboratorium daerah. Diharapkan, akreditasi tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan pengujian, mendukung pengawasan mutu produk kelautan dan perikanan, serta memperkuat daya saing sektor kelautan dan perikanan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Mataram, 4 Agustus 2026 -  Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB memimpin rapat pembahasan Standar Operasiona...
05/08/2026

Mataram, 4 Agustus 2026 - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB memimpin rapat pembahasan Standar Operasional Prosedur (SOP) pemanfaatan aktivitas wisata perairan di Teluk Ekas, Kabupaten Lombok Timur. Dalam arahannya, Kadislutkan menegaskan bahwa penyusunan SOP harus memiliki tujuan dan ruang lingkup yang jelas, mencakup objek serta mekanisme pelayanan atau pemanfaatan ruang. Demi menjamin keselamatan wisatawan, setiap kapal yang beroperasi di kawasan Teluk Ekas harus didampingi oleh guide yang telah memiliki sertifikat kompetensi, dengan opsi tambahan agar guide maupun boatman juga memiliki perlindungan asuransi. Selain itu, masukan dari pengelola di lapangan dinilai sangat penting untuk menyempurnakan penyusunan SOP, termasuk penegasan pintu masuk kawasan, mekanisme verifikasi terhadap wisatawan yang akan memasuki Teluk Ekas, serta penyusunan skema pengaturan jumlah dan alur masuk pengunjung mengingat daya dukung kawasan yang terbatas, sehingga pemanfaatan kawasan wisata dapat berlangsung secara tertib, aman, dan berkelanjutan.

Mataram, 4 Agustus 2026 - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat menerima kunjungan Kepala Din...
05/08/2026

Mataram, 4 Agustus 2026 - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat menerima kunjungan Kepala Dinas Perikanan Kota Mataram dalam rangka koordinasi lanjutan mengenai rencana pembangunan Pasar Ikan di Kelurahan Bintaro, penataan kawasan dan pembangunan revetment sebagai upaya mendukung keberlanjutan kawasan pesisir. Dalam pertemuan tersebut, Kadislutkan Provinsi NTB menyampaikan sejumlah masukan strategis agar pengembangan pasar tidak hanya berorientasi pada peningkatan infrastruktur, tetapi juga memperhatikan aspek pengelolaan lingkungan. Salah satu hal yang ditekankan adalah pentingnya penyediaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai untuk mengelola limbah kegiatan pasar secara optimal, termasuk mendorong pemanfaatan limbah hasil perikanan agar memiliki nilai tambah, seperti diolah menjadi bahan baku pakan atau produk lainnya. Melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Mataram, diharapkan pembangunan Pasar Ikan Bintaro dapat menjadi kawasan perikanan yang bersih, tertata, ramah lingkungan, serta mampu meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha perikanan.

Mataram, 4 Agustus 2026 – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB hadir sebagai narasumber dalam dialog interak...
05/08/2026

Mataram, 4 Agustus 2026 – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB hadir sebagai narasumber dalam dialog interaktif bersama RRI Mataram yang mengangkat tema "Upaya Meningkatkan Nilai Tukar Nelayan". Dalam dialog tersebut Kadislutkan menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan adalah mendorong penguatan hilirisasi sektor kelautan dan perikanan serta memfasilitasi nelayan kecil . Upaya hilirisasi terus didorong untuk meningkatkan nilai tambah hasil perikanan melalui pengolahan, diversifikasi produk, dan penguatan rantai pasok sehingga hasil tangkapan tidak hanya bernilai lebih tinggi, tetapi juga mampu memberikan pendapatan yang lebih baik bagi nelayan. Di sisi lain, Pemprov NTB bersama pemerintah kabupaten/kota terus berkolaborasi dalam mempercepat penerbitan e-Pas Kecil dan Buku Elektronik Bukti Kapal Perikanan (e-BKP) sebagai bentuk kemudahan administrasi yang memungkinkan nelayan kecil memperoleh akses pembelian BBM bersubsidi secara lebih mudah, sehingga biaya operasional penangkapan dapat ditekan dan produktivitas usaha perikanan semakin meningkat.

Mataram, 3 Agustus 2026 – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Kepala Bidang Pengelo...
03/08/2026

Mataram, 3 Agustus 2026 – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Kepala Bidang Pengelolaan Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil menerima audiensi dari Yayasan Pesisir Lestari (PELESTARI) dalam rangka penyampaian progress pelaksanaan program/kegiatan PELESTARI di Provinsi NTB, tindak lanjut inisiasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PELESTARI dengan Dislutkan NTB, serta membahas peluang kolaborasi dalam pengelolaan kawasan pesisir dan mangrove berbasis masyarakat. Dalam pemaparannya, PELESTARI menyampaikan berbagai capaian program/kegiatan selama Semester I Tahun 2026 antara lain: penanaman 2.500 bibit mangrove hingga bulan Juli 2026, pemantauan kesehatan mangrove bersama Pokdarwis, Pokmaswas, dan pemerintah desa di Kawasan Teluk Jor, peningkatan kapasitas masyarakat terkait kesehatan mangrove, penguatan tata kelola kelembagaan masyarakat, patroli dan pemanfaatan sumber daya secara partisipatif, serta dukungan pengembangan 10 UMKM melalui skema investasi.

Menanggapi paparan tersebut, Kadislutkan menyampaikan apresiasi atas kontribusi PELESTARI dalam mendukung pengelolaan kawasan pesisir dan pemberdayaan masyarakat. Namun demikian, perlu dilakukan penyempurnaan terhadap pelaksanaan program/kegiatan agar selaras dengan target dan indikator kinerja Dislutkan NTB sebagaimana tertuang dalam Renstra, termasuk indikator rehabilitasi kawasan dan Indeks Blue Economy Indonesia (IBEI). PELESTARI diharapkan dapat melengkapi data dukung serta menyusun proyeksi hasil kegiatan dan rekomendasi keberlanjutan program agar capaian program/kegiatan lebih terukur. Selain itu, substansi perjanjian kerjasama (PKS) yang sedang disusun diharapkan mampu mendukung pencapaian indikator program nasional dan daerah, memperkuat akselerasi antara target pemerintah dengan capaian program NGO, serta menghasilkan output yang jelas dan terukur. Kadislutkan juga menegaskan bahwa penguatan kelembagaan masyarakat, penerapan nilai-nilai kearifan lokal, dan pembinaan kepada kelompok UMKM perlu terus dikembangkan agar mampu mendorong kesadaran masyarakat dalam menjaga ekosistem mangrove dan menjadikan Teluk Jor sebagai kawasan percontohan pengelolaan pesisir yang berkelanjutan.

Mataram, 2 Agustus 2026 – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB turut berpartisipasi d...
02/08/2026

Mataram, 2 Agustus 2026 – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB turut berpartisipasi dalam Parade Kebaya pada kegiatan Perempuan Berkebaya Nasional NTB yang diselenggarakan oleh Organisasi Perempuan Indonesia Maju (PIM) NTB dengan mengusung tema "Melestarikan Wastra (Kain Tenun Tradisional) NTB Dipadukan dengan Kebaya". Partisipasi ini merupakan wujud dukungan terhadap upaya pelestarian budaya bangsa, khususnya kebaya yang telah menjadi salah satu identitas budaya perempuan Indonesia sekaligus simbol keanggunan, kesopanan, dan jati diri bangsa. Melalui perpaduan kebaya dengan Wastra NTB, kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan kekayaan kain tenun tradisional daerah, tetapi juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga, melestarikan, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya Indonesia agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Mataram, 2 Agustus 2026 - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat menghadiri undangan sebagai n...
02/08/2026

Mataram, 2 Agustus 2026 - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat menghadiri undangan sebagai narasumber pada acara Musyawarah Daerah (Musda) IX Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPD HKTI) NTB di Hotel Lombok Raya. Kegiatan Musda HKTI turut dihadiri oleh Gubernur NTB selaku Ketua Dewan Pembina DPD HKTI NTB bersama jajaran pengurus DPD hingga DPC HKTI yang dirangkaikan dengan pemilihan Ketua DPD HKTI NTB periode 2026–2031. Dalam paparannya, Kadislutkan menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen melalui penguatan sektor-sektor unggulan daerah. Pada triwulan I Tahun 2026, pertumbuhan ekonomi di NTB mencapai 13 persen. Capaian tersebut diperoleh dari besarnya kontribusi sektor pertanian, termasuk subsektor kelautan dan perikanan.

Kadislutkan menjelaskan bahwa subsektor kelautan dan perikanan memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi NTB. Keberhasilan pembangunan subsektor ini pada Tahun 2025 melampaui target dan menempatkan NTB sebagai salah satu dari sepuluh provinsi terbaik secara nasional dalam pembangunan ekonomi kelautan dan perikanan. Kondisi tersebut tercermin dari Nilai Tukar Nelayan (NTN) yang berada di atas angka 100 sebagai indikator meningkatnya kesejahteraan pelaku usaha perikanan. Ke depan, Pemerintah Provinsi NTB akan berfokus pada hilirisasi komoditas Udang Vannamei. Upaya tersebut diperkuat dengan penyiapan kawasan industri pengolahan udang di Labuhan Lombok agar daerah dapat memperoleh nilai tambah dengan adanya hilirisasi, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan asli daerah, sekaligus memperkuat kontribusi subsektor kelautan dan perikanan terhadap pertumbuhan ekonomi NTB.

Sementara itu, Gubernur NTB selaku Ketua Dewan Pembina DPD HKTI NTB menyampaikan ucapan selamat kepada ketua beserta jajaran pengurus yang kembali terpilih, seraya mengajak seluruh pengurus untuk memperkuat sinergi, koordinasi, dan menyamakan visi dalam memajukan sektor pertanian. Gubernur mengungkapkan bahwa capaian Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) NTB yang berada di atas rata-rata nasional menjadi bukti meningkatnya kesejahteraan petani sekaligus mencerminkan besarnya peluang investasi di sektor pertanian. Di sisi lain, untuk subsektor kelautan dan perikanan meskipun Nilai Tukar Nelayan (NTN) berada di atas 100, namun masih menghadapi tantangan karena rantai pemasaran yang belum sepenuhnya memberikan nilai tambah bagi nelayan. Oleh sebab itu, hilirisasi, penguatan rantai pasok, dan pengembangan industri pengolahan di daerah harus terus dipercepat. Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, Pemerintah Provinsi NTB optimis mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan sekaligus memperkuat kontribusi sektor pertanian termasuk subsektor kelautan dan perikanan dalam mewujudkan target pertumbuhan ekonomi di Provinsi NTB.

NTB, 31 Juli 2026 – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat mendampingi Gubernur NTB dalam rang...
31/07/2026

NTB, 31 Juli 2026 – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat mendampingi Gubernur NTB dalam rangka kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia ke Provinsi NTB. Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau dua lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), yaitu di Desa Ekas Buana, Kabupaten Lombok Timur, dan Desa Bilelando, Kabupaten Lombok Tengah, untuk melihat secara langsung potensi kawasan, kesiapan pelaksanaan program dalam mendorong percepatan pembangunan kawasan pesisir berbasis ekonomi biru. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada para nelayan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan produktivitas usaha perikanan, memperkuat sarana dan prasarana penangkapan ikan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi NTB, Program Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan menjadi model pengembangan kawasan pesisir yang modern, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Address

Jalan Semanggi No. 8 Kota Mataram
Mataram
83122

Opening Hours

Monday 07:30 - 16:00
Tuesday 07:30 - 16:00
Wednesday 07:30 - 16:00
Thursday 07:30 - 16:00
Friday 07:30 - 17:00

Telephone

+62370632083

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share