14/07/2026
Perkuat Daya Saing UMKM Desa Melalui Inovasi dan Digitalisasi, UPTD Balai Kemasan NTB Jadi Narasumber Strategis di Pembekalan KKN Universitas Islam Al-Azhar
MATARAM, 14 Juli 2026 β Zahrul Martayadi, S.STP., MM. dan Ihwan Maulana Muttaqin, S.I.Kom. mewakili UPTD. Balai Kemasan Promosi dan Pemasaran Produk Daerah pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menunjukkan komitmen penuh dalam rangka mendorong akselerasi dan peningkatan daya saing produk UMKM berbasis pedesaan di era global. Komitmen ini diwujudkan secara nyata dengan hadirnya perwakilan dinas sebagai Narasumber Utama dalam acara Pembekalan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Ke-43 Universitas Islam Al-Azhar (Unizar) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.
Acara yang mengusung tema besar "Transformasi Pariwisata dan UMKM Desa Berbasis Inovasi dan Digitalisasi Berkelanjutan" ini diselenggarakan oleh Panitia Pelaksana KKN Unizar bertempat di Aula Abdurrahim Universitas Islam Al-Azhar, Mataram. Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan pembekalan strategis bagi ratusan mahasiswa yang akan diterjunkan langsung ke desa-desa di wilayah NTB agar mampu menjadi agen perubahan ekonomi desa yang adaptif.
Dalam pemaparannya yang bertajuk "Penguatan Daya Saing UMKM Desa melalui Inovasi Produk dan Digitalisasi Perdagangan", pihak UPTD Balai Kemasan menekankan bahwa kunci utama agar produk lokal mampu menembus pasar modern dan bersaing secara nasional terletak pada sentuhan inovasi kemasan, standardisasi mutu, serta pemanfaatan ekosistem digital. Kemasan bukan lagi sekadar pembungkus, melainkan identitas produk dan alat pemasaran yang sangat vital guna meningkatkan nilai jual (added value) suatu komoditas.
Selain fokus pada kemasan dan inovasi produk, materi pembekalan juga menyoroti urgensi digitalisasi perdagangan bagi pelaku usaha mikro di desa. Dengan integrasi teknologi digital, hambatan geografis produk perdesaan dapat dipangkas secara signifikan sehingga memberikan ruang tumbuh yang adil bagi ekonomi lokal.